Perawatan Luka dan Proses Penyembuhan Luka, Begini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika terluka, Anda mungkin berpikir untuk buru-buru diplester. Namun, menangani ragam jenis luka tidak cukup hanya dengan menempel plester. Anda perlu tahu langkah perawatan luka yang tepat agar luka tidak berujung infeksi. Simak penjelasan berikut.

Proses penyembuhan luka

gambar luka jenis luka pada kulit

Memang, meskipun Anda telah melakukan langkah-langkah yang tepat, terkadang Anda merasa tak sabar dan menanti kapan luka akan sembuh. Walau sudah ditutupi dengan perban, ada kalanya area yang terluka terkena benturan dan menimbulkan rasa sakit.

Semua luka membutuhkan proses untuk sembuh. Proses pembentukan kembali sel-sel kulit yang rusak akibat cedera pastinya akan memakan waktu. Lantas, seperti apa sebenarnya proses penyembuhan luka?

Proses penyembuhan luka dimulai ketika kulit baru saja tertusuk atau tergores. Saat terluka, kulit akan mengeluarkan darah.

Perdarahan berlangsung selama beberapa menit atau detik sebelum akhirnya pembuluh darah akan menyempit untuk menghentikan perdarahan lebih lanjut. Sel trombosit (sel pembekuan darah) yang keluar ke permukaan ini akan mulai menggumpal.

Setelah itu, pembuluh darah akan terbuka sedikit dan mengirimkan nutrisi serta oksigen pada luka untuk membantu penyembuhan. Sel darah putih juga akan bekerja dengan memerangi bakteri dan mikroba lainnya guna mencegah infeksi. Pada proses ini, kulit akan merah seperti meradang.

Luka Infeksi, Dari Ciri-Ciri, Penanganan, dan Pencegahannya

Proses penyembuhan luka selanjutnya, sel darah mulai memproduksi senyawa kimia yang mendorong pembuatan kolagen. Kolagen ini akan tumbuh dalam luka untuk membentuk sel-sel kulit yang baru. Pada tahap inilah luka merah berubah menjadi keropeng yang berwarna lebih kusam.

Seiring dengan berjalannya waktu, jaringan yang dibentuk kolagen ini akan semakin kuat. Proses pematangan jaringan baru ini mungkin akan membutuhkan waktu berbulan hingga bertahun lamanya, bergantung dengan luas dan keparahan luka.

Pertolongan pertama dalam perawatan luka

luka lecet
Sumber: Children’s Primary Care Medical Group

Luka sehabis jatuh atau teriris pisau tidak boleh langsung ditutup plester. Anda harus membersihkan luka tersebut terlebih dahulu untuk mengurangi risiko infeksi dan mempercepat penyembuhannya.

Jangan salah langkah, berikut adalah tahapan pertolongan pertama sebagai perawatan luka yang harus dilakukan.

1. Cuci tangan

Sebelum mulai membersihkan luka, cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir. Atau lebih praktisnya lagi, cukup gunakan hand sanitizer pada kedua tangan dan tunggu sampai kering.

Jika ada, gunakan sarung tangan medis supaya lebih steril. Kondisi tangan yang bersih dan tertutup dapat membantu mencegah infeksi pada luka.

2. Tekan area kulit yang masih berdarah

Tekan area kulit yang terluka pelan-pelan menggunakan kain bersih atau kasa steril sampai perdarahan berhenti. Untuk luka atau goresan yang kecil tidak perlu ditekan.

Perlu dicatat bahwa langkah ini hanya berlaku untuk luka yang berdarah saja. Jika Anda mengalami luka bakar, lewati langkah ini dan pergilah ke dokter terdekat sesegera mungkin.

3. Bersihkan luka dengan air

Bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir selama 5 – 10 menit. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka yang bisa memicu infeksi.

Setelah itu, gunakan waslap bersih untuk membersihkan area di sekitar luka. Gosok dengan agak keras hingga sebagian besar debu halus dan kasar terangkat.

4. Oleskan petroleum jelly

Bila perlu, Anda bisa mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis pada area yang terluka. Petroleum jelly dapat menjaga area luka agar tetap lembap, mencegah bekas luka menjadi terlalu besar, dan mengurangi gatal-gatal yang bisa muncul.

Pada luka yang cukup dalam, Anda mungkin akan membutuhkan penggunaan krim atau salep antibiotik guna menghindari terjadinya infeksi karena bakteri dan kotoran.

Namun, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memilih obat antibiotik.

Beberapa antibiotik yang biasa diberikan untuk mengatasi luka di antaranya adalah bacitracin, polysporin, dan neosporin. Ingat, Anda tidak perlu menggunakan antibiotik ini pada luka atau goresan kecil. Jika muncul ruam atau kulit justru terasa perih, segera hentikan penggunaannya.

5. Balut dengan perban

makanan untuk menyembuhkan luka

Sebetulnya, tidak semua jenis luka harus diperban. Jika lukanya hanya sedikit dan tidak dalam, Anda hanya cukup membersihkan luka tersebut tanpa harus menutupnya dengan perban.

Namun, bila memang harus menggunakan perban, pastikan Anda memilih jenis perban yang sesuai dengan kondisi Anda.

Perban terbagi menjadi lima kategori besar yang terdiri dari film dressing, simple island dressing, non-adherent dressing, moist dressing, dan absorbent dressing.

Film dressing biasanya digunakan untuk melindungi luka yang berada di area yang sering mengalami gesekan seperti tumit. Perban jenis ini tembus udara sehingga tidak akan membuat luka menjadi lembap dan menjaganya tetap kering.

Simple island dressing biasanya digunakan untuk menutup luka yang telah dijahit, misalnya luka bekas operasi. Perban ini mengandung selulosa yang berfungsi sebagai penyerap cairan yang merembes keluar dari luka.

Luka, Benar Harus Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Non-adherent dressing adalah perban yang didesain khusus agar tidak menempel pada cairan bekas luka, sehingga bila dilepas tidak akan menimbulkan luka dan nyeri. Perban ini bertujuan untuk melindungi jaringan kulit baru supaya tidak kembali terluka dan berdarah.

Moist dressing merupakan perban yang berfungsi untuk menjaga kelembapan luka. Biasanya digunakan untuk luka yang mengandung jaringan mati yang telah mengeras dan menghitam.

Kandungan air pada perban akan melunakkan jaringan mati tersebut sehinggga dapat terbuang dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Sedangkan absorbent dressing adalah perban penyerap cairan yang keluar dari luka, cocok digunakan untuk luka yang basah.

Bila Anda memutuskan untuk menggunakan perban, jangan lupa ganti perban setidaknya sekali sehari atau ketika perban sudah terasa basah atau kotor. Setiap mengganti perban, Anda dapat mengulang langkah-langkah perawatan ini dari awal.

Yang juga harus dilakukan saat perawatan luka

berat badan naik saat karantina
Sumber: 9Coach

Ada beberapa faktor yang dapat memperlambat penyembuhan luka. Sebagian faktor ini berasal dari gaya hidup Anda sehari-hari seperti makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan juga kebiasaan merokok Anda.

Makanan yang dikonsumsi memainkan peranan penting dalam proses penyembuhan luka Anda. Proses ini sangat membutuhkan nutrisi, sehingga bila Anda tidak menjaga pola makan yang sehat dengan gizi yang tidak seimbang, maka penyembuhan akan menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, mulailah untuk lebih memperhatikan setiap makanan yang Anda konsumsi. Perbanyak makan makanan dengan protein seperti ikan, telur dan juga sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C sehingga dapat membantu produksi kolagen kulit.

Anda juga lebih baik menghentikan kebiasaan merokok. Pasalnya, selain memperlambat penyembuhan, rokok juga dapat meningkatkan risiko luka mengalami komplikasi.

Bila Anda khawatir luka yang kurang perawatan akan menimbulkan penyakit infeksi lain, segera konsultasikan kepada dokter untuk solusi terbaiknya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat berujung pada kematian. Pelajari pertolongan pertama untuk menagtasi keracunan makanan di sini sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Propolis, Getah Lebah yang Penuh Khasiat (Tidak Kalah dari Madu!)

Propolis disebut-sebut berkhasiat sebagai obat herbal untuk mengatasi gejala herpes, mengobati luka kulit, dan meredakan maag. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
menghangatkan tubuh

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit