home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agar Cepat Pulih, Ini 5 Langkah Perawatan Luka yang Tepat

Agar Cepat Pulih, Ini 5 Langkah Perawatan Luka yang Tepat

Ketika terluka, Anda mungkin berpikir untuk segera menutupnya dengan plester. Namun, menangani berbagai jenis luka tidak cukup hanya dengan menempel plester. Anda perlu tahu langkah perawatan luka yang tepat agar tidak berujung menjadi infeksi atau kerusakan jaringan guna mencegah timbulnya bekas luka yang sulit hilang.

Nah, simak penjelasan mengenai cara merawat luka hingga pulih pada ulasan berikut ini, yuk!

Cara perawatan luka terbuka secara umum

luka lecet
Sumber: Children’s Primary Care Medical Group

Luka terbuka akibat jatuh atau teriris pisau tidak boleh langsung ditutup plester.

Anda harus membersihkan luka terlebih dulu dan melakukan beberapa langkah perawatan lain.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi dan mempercepat setiap tahapan proses penyembuhan luka, mulai dari proses pembekuan darah hingga pembentukan jaringan kulit baru.

Jika salah langkah, luka yang seharusnya sembuh dalam hitungan haru justru bisa sembuh selama berminggu-minggu.

Berikut adalah tahapan pertolongan pertama yang sebaiknya Anda lakukan dalam perawatan luka.

1. Cuci tangan

Sebelum mulai membersihkan luka, cuci tangan Anda terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir.

Jika ingin lebih praktis lagi, cukup gunakan hand sanitizer pada kedua tangan dan tunggu sampai kering.

Bila ada, gunakan sarung tangan medis supaya lebih steril. Kondisi tangan yang bersih dan tertutup dapat membantu mencegah infeksi pada luka.

2. Tekan area kulit yang masih berdarah

Tekan area kulit yang terluka pelan-pelan menggunakan kain bersih atau kasa steril selama beberapa menit atau sampai perdarahan luar berhenti jika luka mengeluarkan banyak darah.

Sementara untuk luka gores yang kecil tidak perlu ditekan karena biasanya perdarahan tidak terlalu banyak. Menekan luka bertujuan untuk mencegah Anda kehilangan banyak darah.

Perlu dicatat bahwa langkah perawatan ini hanya berlaku untuk luka yang berdarah.

Jika Anda mengalami luka bakar derajat tinggi yang menyebabkan kerusakan luas pada jaringan kulit, lewati langkah ini dan pergilah ke dokter terdekat sesegera mungkin.

3. Bersihkan luka dengan air

Bersihkan luka dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit, pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal pada luka.

Cara merawat luka ini dilakukan untuk menghilangkan kuman yang bisa memicu infeksi pada luka.

Setelah itu, rawat luka dengan menggunakan lap atau handuk bersih untuk membersihkan area di sekitarnya.

Gosok dengan perlahan hingga sebagian besar debu halus dan kasar terangkat.

4. Oleskan petroleum jelly atau salep antibiotik

Bila perlu, Anda bisa mengoleskan petroleum jelly tipis-tipis pada area yang terluka.

Menurut American Academy of Dermatology Association, petroleum jelly dapat menjaga area luka agar tetap lembap, mencegah bekas luka menjadi terlalu besar, dan mengurangi gatal-gatal yang bisa muncul.

Pada luka yang cukup dalam, Anda mungkin membutuhkan krim atau salep antibiotik guna menghindari terjadinya infeksi karena bakteri dan kotoran.

Namun, penggunaan obat ini dalam perawatan luka tidak boleh sembarangan. Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memilih obat antibiotik.

Beberapa antibiotik yang biasa diberikan untuk merawat luka di antaranya adalah bacitracin, polysporin, dan neosporin.

Ingat, Anda tidak perlu menggunakan antibiotik ini untuk merawat luka gores yang kecil. Jika muncul ruam atau kulit justru terasa perih, segera hentikan penggunaannya.

5. Balut dengan perban

makanan untuk menyembuhkan luka

Sebetulnya, tidak semua jenis luka harus diperban. Jika luka hanya sedikit dan tidak dalam, Anda cukup membersihkan luka tersebut tanpa harus menutupnya dengan perban.

Namun, bila memang harus menggunakan perban, pastikan Anda memilih jenis perban yang sesuai dengan kondisi Anda.

Perban terbagi menjadi lima kategori besar seperti di bawah ini.

  • Film dressing biasanya digunakan untuk melindungi luka yang berada di area yang sering mengalami gesekan seperti tumit dan menjaga luka tetap kering.
  • Simple island dressing biasanya digunakan untuk menutup luka yang telah dijahit, misalnya luka bekas operasi.
  • Non-adherent dressing adalah perban yang didesain khusus agar tidak menempel pada cairan bekas luka dan melindungi jaringan kulit baru supaya tidak kembali terluka.
  • Moist dressing merupakan perban yang biasanya digunakan untuk luka yang mengandung jaringan mati yang telah mengeras dan menghitam.
  • Absorbent dressing adalah perban penyerap cairan yang keluar dari luka, cocok digunakan untuk luka yang basah.

Bila Anda memutuskan untuk menggunakan perban, jangan lupa ganti perban setidaknya sekali sehari atau ketika perban sudah terasa basah atau kotor.

Setiap mengganti perban, Anda dapat mengulang tata cara merawat luka ini dari awal.

Perawatan luka berdasarkan jenisnya

Prinsip perawatan semua jenis luka sebenarnya sama.

Luka harus dibersihkan terlebih dulu dari kotoran atau benda asing yang menempel dan dipastikan steril dari kuman penyebab infeksi.

Namun, beberapa luka memerlukan cara perawatan yang berbeda karena perawatan luka biasa tidak cukup optimal dalam mempercepat proses pemulihan luka.

Luka robek

Contoh luka robek adalah luka tembakan atau luka akibat kecelakaan yang menyebabkan kulit terkoyak dan perdarahan besar sehingga luka perlu dijahit.

Luka sayat dan luka tusuk

Luka sayat dan luka tusuk seperti ini umumnya disebabkan oleh benda tajam yang menyebabkan perdarahan sehingga memerlukan jahitan.

Luka gigitan hewan

Luka gigitan hewan bisa menyebabkan bengkak sehingga perlu kompres dingin atau perawatan lebih lanjut di rumah sakit untuk suntik rabies dan tetanus.

Luka bakar

Hindari mengoleskan pasta gigi sebagai cara merawat luka bakar.

Selain perawatan di rumah sakit, luka dengan derajat yang tinggi membutuhkan konsumsi obat penghilang rasa sakit.

Luka tertutup

Jenis luka ini biasanya menimbulkan memar dan bengkak.

Fokus perawatan luka tertutup adalah meredakan bengkak dan mengurangi rasa sakit sehingga membutuhkan kompres dingin dan pereda nyeri.

Pentingnya nutrisi dalam perawatan luka

berat badan naik saat karantina
Sumber: 9Coach

Ada beberapa faktor yang dapat membuat luka lebih lama sembuh.

Sebagian faktor ini berasal dari gaya hidup Anda sehari-hari, seperti makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan kebiasaan merokok Anda.

Ya, makanan yang dikonsumsi memainkan peranan penting dalam proses penyembuhan luka Anda.

Proses ini sangat membutuhkan nutrisi sehingga bila Anda tidak menjaga pola makan yang sehat dengan gizi yang tidak seimbang, penyembuhan akan menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, mulailah untuk lebih memperhatikan setiap makanan yang Anda konsumsi dalam perawatan luka.

Perbanyak makan makanan berprotein seperti ikan, telur dan juga sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C sehingga dapat membantu produksi kolagen kulit.

Anda juga lebih baik menghentikan kebiasaan merokok. Pasalnya, selain memperlambat penyembuhan, rokok juga dapat meningkatkan risiko luka mengalami komplikasi.

Bila Anda khawatir luka yang kurang perawatan akan menimbulkan penyakit infeksi lain, segera konsultasikan kepada dokter untuk solusi terbaiknya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American College of Surgeons Division of Education. (N.d.). Wound Home Skills Kit. American College of Surgeons. Retrieved from https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/wound_lacerations.ashx

National Health Service. (2018). How Do I Clean a Wound?. Retrieved 23 April 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/accidents-first-aid-and-treatments/how-do-i-clean-a-wound/

Mayo Clinic. (2019). Cuts and Scrapes: First Aid. Retrived 23 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711

American Academy of Dermatology. (n.d). Proper Wound Care: How to Minimize a Scar. Retrieved 23 April 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/wound-care-minimize-scars

Wound Care Centers. (2021). Open Wound Basics. Retrieved 4 May 2021, from https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/open-wound-basics

Wound Care Centers. (2021).Different Types of Wounds. Retrieved 4 May 2021, from https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/different-types-of-wounds

Wound Care Centers. (2021). Closed Wound Basics. Retrieved 4 May 2021, from https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/closed-wound-basics

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri pada 29/04/2021
x