10 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun ke atas. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan fisiknya yang tidak lagi sama seperti dulu. Perawatan untuk lansia memang tidak sulit selama Anda melakukannya dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting untuk Anda perhatikan dalam merawat lansia. 

1. Memprioritaskan keamanan lansia

Dalam perawatan lansia, salah satu hal yang perlu  Anda perhatikan adalah keamanannya. Apalagi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertambahan usia memang membuat tubuh menjadi tidak sekuat dahulu. Hal ini membuat lansia lebih rentan jatuh. Untuk menghindari hal tersebut, lakukan modifikasi terhadap tempat tinggal lansia.

Sebagai contoh, mengatur tata letak perabotan dan benda-benda di rumah agar lansia lebih mudah bergerak atau berpindah tempat. Pastikan barang-barang yang dibutuhkan dan digunakan sehari-hari mudah dijangkau oleh lansia untuk meminimalkan kemungkinan lansia hilang keseimbangan hingga terjatuh.

Perawatan lansia ini penting karena jika lansia terjatuh, bisa mengakibatkan kondisi yang fatal, misalnya patah tulang, gegar otak, dan kondisi serius lainnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin mengantisipasinya dengan menjaga agar lansia tetap aman.

2. Perhatikan kebutuhan nutrisi

Perawatan lansia juga meliputi kebutuhan gizi untuk lansia yang penting untuk dipenuhi. Sama seperti orang kebanyakan, lansia juga memerlukan zat gizi yang seimbang dan beragam. Menerapkan pola makan sehat untuk lansia dapat membantu mencegah timbulnya penyakit.

Untuk mengatasi selera makan yang menurun, Anda dapat mencoba tips berikut:

  • Beralih ke porsi makan yang lebih sedikit tetapi memberikannya dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Meningkatkan asupan kalori dengan mengonsumsi olahan susu seperti keju.
  • Menghindari mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti minuman ringan, kue, dan biskuit.

Perawatan lansia dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya juga dapat dilakukan dengan cara memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian lansia. Jika lansia sudah sulit mengunyah, sayur dan buah bisa dijus. 

Kombinasikan berbagai cara mengolah makanan agar kesulitan mengunyah tidak menjadi halangan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dari lansia. Jangan lupa asupan air juga tetap harus terpenuhi. Jika lansia tidak bisa minum air terlalu banyak, siasati dengan cara menyajikan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air.

3. Memenuhi kebutuhan lainnya

Dalam perawatan lansia, selain memenuhi kebutuhan gizi, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan lansia lainnya. Sebagai contoh, Anda perlu membantu lansia untuk berbelanja kebutuhannya, melakukan pekerjaan rumah untuknya, dan menemaninya selama berada di rumah.

Namun, kebutuhan lain dari lansia sangat tergantung pada tiap-tiap individu, karena kondisi tubuh dan kemampuan tiap lansia bisa sangat berbeda. Sebagai contoh, ada lansia yang harus disuapi saat makan, ada pula yang masih bisa makan sendiri.

Oleh sebab itu, pertimbangkan pula aktivitas sehari-hari dari lansia untuk memastikan bahwa Anda telah memenuhi semua kebutuhannya. Mulai dari menjaga kebersihan, termasuk mandi dan buang air, kegiatan makan, mobilitas, berpakaian, dan masih banyak lagi.

Jika masih bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan perawatan lansia.

4. Membantu lansia untuk tetap aktif berkegiatan

Salah satu kunci untuk hidup lebih lama adalah lansia yang sehat dan bahagia. Perawatan untuk lansia agar senantiasa berbahagia adalah membantunya agar tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan banyak orang.

Menjalani Hidup yang Sehat dan Bahagia, Kunci Lansia Bisa Hidup Lebih Lama

Lansia yang terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa melakukan kegiatan yang berarti cenderung mudah merasa kesepian, terisolasi, hingga mengalami depresi dan stres. Oleh sebab itu, sebagai perawat, Anda perlu membantu lansia agar bisa aktif berkegiatan dan bertemu dengan banyak orang.

Hal ini bisa sangat membantu agar lansia tidak mudah merasa bosan, hidupnya tak berarti, dan berbagai pikiran dan perasaan pemicu stres lainnya. Selain itu, lansia yang aktif dan bahagia cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dan kuat.

5. Menerima bantuan dari orang lain

Merawat lansia seorang diri bukan perkara mudah. Apalagi, perawatan lansia sering kali menguras pikiran dan tenaga Anda sebagai perawat. Demi kesehatan fisik dan mental tetap terjaga, jangan ragu untuk menerima atau bahkan meminta pertolongan kepada orang lain, khususnya anggota keluarga, teman, dan tetangga.

Semakin banyak yang membantu untuk melakukan perawatan lansia, semakin ringan pula beban Anda sebagai perawat. Setidaknya, Anda bisa berbagi tugas dengan anggota keluarga yang menawarkan bantuan, misalnya meminta bantuan untuk berbelanja, mengantarkan ke dokter, atau sekedar membantu menyiapkan makan untuk lansia.

Tak hanya itu, bantuan yang diberikan juga bisa berupa biaya perawatan dan pengobatan lansia, menemani lansia mengobrol melalui telepon saat Anda sedang sibuk menyiapkan makan, dan masih banyak lagi. Bantuan-bantuan seperti ini dapat meringankan tugas Anda sebagai perawat sehingga perawatan untuk lansia terasa lebih mudah.

6. Memahami kondisi kesehatan lansia

Perawatan lansia merupakan salah satu hal yang sangat penting, khususnya bagi penyandang disabilitas atau memiliki penyakit tertentu. Sebagai perawat, Anda tentu harus memahami betul kondisi kesehatan lansia untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi.

Tidak hanya sendiri, Anda perlu mengajak orang lain yang berkaitan, misalnya anggota keluarga, untuk sama-sama memahami kondisi kesehatan lansia. Hal ini disebabkan, ada kemungkinan bahwa mereka suatu saat akan ikut merawat dan menjaganya.

Tak lupa, Anda juga perlu memastikan apakah perawatan yang Anda lakukan untuk lansia sudah sesuai dengan kebutuhannya. Jika memang Anda tidak bisa memberikan perawatan yang memadai di rumah, pertimbangkan berbagai alternatif perawatan lain.

7. Membuat jadwal dengan anggota keluarga lain

Jika Anda melakukan perawatan bersama dengan anggota keluarga lain, cobalah untuk menyusun jadwal untuk bergantian merawat dan menjaga lansia. Hal ini akan memudahkan Anda dan anggota keluarga lain untuk adil dalam berbagi tugas dan mentaatinya.

Tak hanya itu, pembuatan jadwal ini juga akan memudahkan Anda untuk mengatur aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, meski disibukkan merawat lansia, kehidupan Anda dan anggota keluarga lain yang ikut menjaganya, masih bisa tertata dan terjadwal dengan baik.

8. Mendampingi saat mengurus legalitas berkas penting

Perawatan lansia yang bisa Anda berikan untuk orang terdekat tidak hanya seputar kesehatan, tapi juga berbagai hal lain yang tidak kalah penting, misalnya mengurus legalitas berkas-berkas penting. Biasanya, lansia sudah mulai memiliki kesulitan untuk membaca, memahami isi berkas dan dokumen, dan masih banyak lagi.

Tentu saja, pada saat-saat tersebut, lansia membutuhkan Anda untuk mendampinginya. Lakukan hal tersebut sebagai bentuk dukungan Anda kepada lansia tersayang. Selain itu, pastikan juga untuk membantu lansia menyimpan dokumen-dokumen penting tersebut di tempat yang aman, tetapi masih tergolong mudah untuk diakses khususnya saat benar-benar dibutuhkan.

9. Memastikan lansia selalu dalam pengawasan

Meski masih bisa melakukan banyak hal secara mandiri, bukan berarti Anda boleh melepaskan pengawasan kepada lansia. Usahakan untuk selalu memastikan lansia berada di bawah pengawasan Anda atau orang lain. Hindari membiarkan lansia benar-benar sendirian di rumah.

Pasalnya, Anda mungkin tidak akan mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada lansia jika ia ditinggal seorang diri. Jika Anda tidak bisa mengawasinya setiap saat, setidaknya mintalah pertolongan kepada orang lain untuk membantu mengawasi lansia tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Saat lansia berada di dalam pengawasan, Anda dan anggota keluarga lainnya bisa mengantisipasi hal buruk yang mungkin dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan lansia.

10. Menjaga kesehatan diri sendiri

Terlalu sibuk merawat lansia dapat membuat Anda lupa terhadap kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Padahal, kedua aspek tersebut penting dalam perawatan lansia. Terlebih jika banyak hal lain yang juga membutuhkan perhatian Anda, misalnya pekerjaan, anak, dan masih banyak lagi.

Menurut sebuah artikel yang dimuat pada Care Link, salah satu organisasi yang menyediakan perawatan untuk lansia di Amerika, sering kali lupa untuk mengatasi stres yang dihadapi saat merawat lansia. Hal ini dapat memicu Anda mengalami depresi jika tidak segera diatasi.

Perawatan diri sendiri adalah hal penting yang tidak boleh Anda sepelekan. Jika memang sudah tidak mampu lagi dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain dalam merawat lansia. Kesehatan fisik dan mental yang baik dari seorang perawat bisa terpancar dan membuat lansia ikut merasakannya.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Menghilangkan bekas luka butuh waktu lama. Simak daftar obat-obatan sebagai cara menghilangkan bekas luka yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Beberapa orang mungkin membutuhkan terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darahnya. Siapa saja yang membutuhkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit