3 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau lebih. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dulu. Merawat lansia bisa jadi tidak sulit tetapi juga tidak mudah.

Beberapa hal berikut ini penting untuk Anda perhatikan dalam merawat lansia.

1. Perhatikan asupan gizi

Kebutuhan gizi di tiap tahap kehidupan tentunya berbeda, tidak terkecuali bagi lansia. Berdasarkan Nutrition.org.uk, laki-laki yang berusia 65-74 tahun disarankan untuk mengonsumsi 2342 kkal per hari dan yang berusia di atas 75 tahun membutuhkan 2294 kkal. Sementara perempuan berusia 65-74 tahun membutuhkan 1912 kkal dan yang berusia di atas 75 tahun membutuhkan 1840 kkal.

Sama seperti orang kebanyakan, lansia juga memerlukan asupan zat gizi yang seimbang dan beragam. Menerapkan konsep gizi seimbang pada lansia dapat membantu mencegah timbulnya penyakit dan merupakan bagian dari cara merawat orang tua yang perlu diperhatikan.

Untuk mengatasi selera makan yang menurun, Anda dapat mencoba tips yang dikutip dari NHS.uk berikut:

  • Beralih ke porsi makan yang lebih sedikit tetapi memberikannya dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Meningkatkan asupan kalori dengan mengonsumsi olahan susu seperti keju.
  • Menghindari mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti minuman ringan, kue, dan biskuit.

Cara merawat orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya juga dapat dilakukan dengan cara memberikan suplemen dalam bentuk susu untuk membantu menambah asupan nutrisi sekaligus energi. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum menentukan produk mana yang tepat untuk lansia.

Hal ini juga berlaku pada lansia yang sedang pemulihan atau ketika merawat orang tua yang sedang sakit. Menurut sebuah jurnal tahun 2019 yang diterbitkan Journal of Geriatric Care and Research, orang tua yang sakit memiliki risiko mengalami malnutrisi. Nutrisi yang memadai dapat membantu proses pemulihan lebih cepat dan mencegah terjadinya komplikasi.

Usahakan untuk memasukkan sayur buah dalam menu sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian lansia. Jika lansia sudah sulit mengunyah, sayur dan buah bisa dijus.

Kombinasikan berbagai cara mengolah makanan agar kesulitan mengunyah tidak menjadi halangan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dari lansia.

Jangan lupa asupan air juga tetap harus terpenuhi. Jika lansia tidak bisa minum air terlalu banyak, siasati dengan cara menyajikan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air.

2. Masalah kesehatan kulit

Kesehatan kulit merupakan salah satu masalah penting dalam merawat lansia. Seiring bertambahnya usia, kulit juga mengalami perubahan. Perubahan ini bergantung pada beberapa aspek seperti misalnya gaya hidup, pola makan, keturunan, dan kebiasaan lainnya.

Terpapar sinar matahari merupakan salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kerusakan jaringan elastis pada kulit yang dapat menyebabkan kulit kendur, muncul kerutan, bahkan dapat memicu kanker kulit.

Faktor lain yang berkontribusi yaitu hilangnya jaringan lemak yang terdapat antara kulit dan otot wajah, stres, gravitasi, kebiasaan menggerakkan muka (baik tersenyum maupun merengut), hingga obesitas.

Beberapa masalah kesehatan kulit yang biasa terjadi pada lansia yaitu timbulnya kerutan, garis wajah yang semakin tampak jelas, kulit kering dan gatal karena berkurangnya kelenjar minyak di kulit, bintik hitam, hingga kanker kulit.

3. Berkurangnya massa otot

Poin berikutnya yang perlu diketahui yang termasuk cara merawat orang tua adalah massa otot. Hilangnya massa otot yang berkaitan dengan usia, atau biasa disebut sarcopenia, adalah bagian alami dari proses penuaan.

Menurut Health.Harvard.edu, setelah menginjak usia 30 tahun, Anda akan mulai kehilangan massa otot sebanyak 3-5% per dekade.

Berkurangnya massa otot akan berdampak pada melemahnya kekuatan dan mobilitas. Kedua hal tersebut dapat membuat lansia lebih mudah terjatuh dan meningkatkan risiko patah tulang.

Namun, hal ini dapat dicegah dan massa otot tidak akan selamanya hilang begitu saja.  Salah satu caranya adalah dengan tetap aktif melakukan latihan ketahanan, seperti latihan beban.

Asupan nutrisi juga tentu perlu diperhatikan, terutama asupan protein. Sebagai contoh, lansia dengan berat 80 kg membutuhkan protein sebanyak 79 hingga 103 gram per hari. Untuk memenuhinya, lansia perlu mengonsumsi makanan kaya protein.

Selain itu, susu khusus orang tua yang biasanya mengandung protein juga dapat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian ini.

Untuk merawat kesehatan lansia atau orang tua yang sakit, tidak mau atau sulit makan, hingga mengidap penyakit berat seperti stroke, perlu perhatian khusus terutama dalam asupan nutrisinya. Mulai dari masalah kesehatan kulit, dengan asupan nutrisi yang mencukupi dan tetap menjaga aktivitas fisik, risiko komplikasi dapat ditekan dan kesehatan lansia tetap terjaga.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit