backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Panduan Cara Merawat Lansia agar Sehat dan Bahagia

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 22/03/2024

Panduan Cara Merawat Lansia agar Sehat dan Bahagia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan seseorang dalam merawat diri memang cenderung berkurang. Inilah mengapa orang-orang yang tinggal bersama lansia perlu mengetahui cara yang tepat untuk merawat mereka.

Tidak dapat dipungkiri bahwa merawat orang tua bukanlah pekerjaan yang sederhana. Simak cara berikut untuk mempermudah pekerjaan Anda.

Cara merawat lansia

Saat ini memang sudah banyak tersedia jasa perawat khusus lansia. Namun, tidak sedikit pula yang tetap memilih untuk merawat anggota keluarga yang sudah lanjut usia dengan cara sendiri.

Jika Anda merupakan salah satunya, semoga tips berikut bisa memudahkan pekerjaan tersebut.

1. Prioritaskan keamanan lansia

sistem saraf lansia

Dalam perawatan lansia, salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah keamanannya. Apalagi, pertambahan usia menjadikan tubuh mereka tidak lagi sekuat dahulu.

Hal tersebut membuat lansia lebih rentan terjatuh. Demi menghindarinya, mulailah mempertimbangkan untuk memodifikasi atau merenovasi tempat tinggal Anda.

Tempatkan kebutuhan sehari-hari, seperti air minum dan piring makan, di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini akan meminimalkan pergerakan lansia dan turut mengurangi risiko mereka untuk terjatuh.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah memodifikasi kamar mandi. Anda bisa memasang semacam pegangan pada tembok atau selalu menemani mereka ke sana.

Bagi orang yang sudah tua, dampak dari terjatuh atau terpeleset memang jauh lebih besar. Pasalnya, tulang mereka lebih rapuh dan mudah patah.

2. Perhatikan kebutuhan nutrisi

Dalam merawat orang yang sudah tua, tentu saja Anda perlu mengetahui kebutuhan gizi lansia upaya kesehatannya tetap terjaga.

Namun, jangan lupa bahwa kemampuan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh bisa menurun seiring bertambahnya usia.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia tanpa memberatkan sistem pencernaan mereka, berikut adalah pola makan sehat bagi lansia yang bisa Anda terapkan.

  • Atur porsi makan bagi lansia agar menjadi lebih sedikit, tetapi lebih sering.
  • Buat makanan lebih mudah ditelan. Sebagai contoh, potong buah menjadi kecil-kecil atau hidangkan kentang yang ditumbuk.
  • Kurangi penggunaan garam dan batasi asupan makanan tinggi garam (natrium).
  • Hindari makanan tinggi lemak dan gula, seperti makanan dan minuman ringan, junk food, serta kue dan camilan manis.
  • Selain menjaga asupan makanan, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan bagi lansia.

    Jika orang tua Anda tidak bisa minum air terlalu banyak, siasati dengan cara menyajikan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air.

    3. Bantu lansia untuk tetap aktif

    Salah satu kunci untuk menjaga kesehatan lansia adalah membuatnya tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.

    Lansia yang terlalu banyak menghabiskan waktu sendirian di rumah tanpa berkegiatan cenderung mudah merasa kesepian dan terisolasi.

    Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental pada lansia, seperti depresi dan stres.

    Oleh sebab itu, bantulah lansia untuk tetap aktif. Sebagai contoh, pertemukan mereka dengan kerabat dekat atau ajak mereka berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal agar tetap bisa berinteraksi dengan lingkungan luar.

    4. Terima bantuan dari orang lain

    Tidak ada cara yang mudah untuk merawat lansia, terutama jika Anda melakukannya seorang diri. Apalagi, pekerjaan ini tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga mental.

    Supaya kesehatan fisik dan mental Anda tetap terjaga, jangan ragu untuk menerima atau bahkan meminta bantuan pada orang lain, khususnya anggota keluarga, teman, dan tetangga.

    Meski Anda sudah berkomitmen untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia seorang diri, bukan berarti Anda tidak boleh merasa kelelahan.

    Saat Anda mulai merasakannya, jangan ragu untuk meminta bantuan. Entah itu untuk mempersiapkan makanan mereka, mengantarkannya ke rumah sakit, atau sekedar menemaninya ngobrol.

    5. Pahami betul kondisi kesehatan lansia

    Catatan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin COVID-19 Astrazeneca

    Tak hanya kemampuan fisik, sistem imun lansia memang lebih lemah dibandingkan orang yang lebih muda.

    Itulah salah satu alasan mengapa beberapa penyakit banyak terjadi pada lansia. Bahkan, mereka mungkin lebih sulit menerima pengobatan.

    Oleh karena itu, penting untuk benar-benar memahami kondisi kesehatan lansia yang sedang Anda rawat, terutama jika mereka memiliki disabilitas atau penyakit tertentu.

    Jika Anda memang tidak bisa memberikan perawatan memadai di rumah, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan alternatif lain, seperti panti jompo untuk lansia.

    Meski begitu, pastikan Anda tetap membicarakan terlebih dahulu keputusan tersebut dengan mereka.

    6. Buat jadwal perawatan dengan anggota keluarga lain

    Jika cara Anda merawat orang tua yang sudah lansia adalah bergantian bersama anggota keluarga lain, usahakan untuk membuat jadwalnya.

    Dengan begitu, setiap orang bisa benar-benar memahami dan melakukan tugasnya dengan adil.

    Tak hanya itu, pembuatan jadwal ini juga akan memudahkan Anda untuk mengatur aktivitas sehari-hari.

    Sebagai hasilnya, meski sibuk merawat lansia, kehidupan Anda dan anggota keluarga lain yang ikut menjaganya masih bisa tertata dan terjadwal dengan baik.

    7. Dampingi mereka saat mengurus berkas penting

    Perawatan lansia yang bisa Anda berikan tidak hanya seputar kesehatan. Hal lain yang tidak kalah penting untuk Anda lakukan sebagai perawat lansia adalah mendampinginya ketika mengurus berkas penting.

    Lansia biasanya sudah mulai memiliki kesulitan untuk membaca, memahami isi berkas, dan menyimpulkannya. Inilah mengapa pendampingan Anda akan sangat berharga.

    Selain itu, pastikan Anda membantu mereka dalam menyimpan berkas-berkas penting. Pasalnya, lansia memang cenderung mudah lupa.

    8. Libatkan mereka dalam mengambil keputusan

    Merawat orang tua yang sudah lansia bukan berarti mereka harus selalu mengikuti keputusan yang Anda buat sendiri.

    Sebaliknya, libatkan mereka dalam setiap hal yang memang masih memungkinkan. Salah satu contoh sederhana adalah membiarkan mereka memilih makanannya sendiri. Selama mereka masih sehat, ikutilah permintaan tersebut.

    Terlalu memaksakan aturan yang Anda buat justru bisa membuat mereka tertekan. Sebaliknya, membiarkan mereka terlibat di dalamnya justru bisa membuatnya merasa dihargai.

    9. Pastikan lansia selalu dalam pengawasan

    Setiap lansia bisa membutuhkan perawatan yang berbeda. Beberapa lansia mungkin benar-benar membutuhkan pendampingan sepanjang hari, tetapi ada pula yang bersikeras untuk tetap merawat dirinya sendiri.

    Meski beberapa lansia memang masih bisa melakukan banyak hal secara mandiri, pastikan Anda tetap mengawasinya.

    Jika Anda tinggal secara terpisah dan mereka bersikeras tidak mau selalu didampingi, pertimbangkanlah untuk memasang CCTV.

    Dengan begitu, Anda bisa segera bergegas ketika mereka membutuhkan bantuan tak terduga.

    10. Jaga kesehatan diri sendiri

    Terlalu sibuk merawat lansia sering kali membuat Anda lupa terhadap kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Padahal, kedua aspek tersebut penting dalam perawatan lansia.

    Belum lagi, Anda mungkin masih perlu menyalurkan energi untuk hal-hal lain, seperti pekerjaan, anak, dan pasangan.

    Dikutip dari situs Care Link, seseorang yang merawat lansia sering kali mengabaikan stres yang dirasakannya. Padahal, ini bisa membuat mereka lebih rentan terhadap depresi.

    Oleh karena itu, salah satu cara merawat orang tua yang sudah lanjut usia adalah dengan tetap memperhatikan kesehatan diri sendiri.

    Jadi, sudahkah Anda memberi jeda istirahat bagi diri sendiri selama memberikan perawatan? Jika belum, segeralah ambil waktu tersebut dan jangan ragu untuk mencari bantuan dari orang lain.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Tania Savitri

    General Practitioner · Integrated Therapeutic


    Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 22/03/2024

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan