home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Tubuh Memerlukan Zinc Terutama Saat Puasa?

Mengapa Tubuh Memerlukan Zinc Terutama Saat Puasa?

Puasa di bulan ramadan adalah momen berharga bagi umat muslim untuk beribadah. Pastinya, banyak yang ingin beribadah dengan maksimal selama bulan puasa. Maka itu, tubuh harus sehat dan bisa beradaptasi dengan baik terhadap segala perubahan yang terjadi di bulan puasa. Kalau tidak, bukannya maksimal beribadah, ini justru bisa mengganggu ibadah Anda. Untuk menjaga tubuh tetap kuat dan sehat sepanjang bulan puasa, zinc adalah mineral yang menjadi salah satu kunci sukses puasa Anda. Mengapa tubuh membutuhkan zinc terutama saat puasa? Berapa banyak kebutuhan zinc yang diperlukan?

Apa itu zinc?

Zinc adalah mineral yang berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Dilansir dalam laman Medical News Today, tubuh manusia memerlukan zinc untuk mengaktifkan sebuah sel bernama sel T, yang bekerja dengan cara:

  • Mengatur dan mengendalikan respon sistem imunitas dalam tubuh ketika ada patogen (bakteri, atau virus) yang menyerang.
  • Menyerang sel kanker yang mengganggu sel sehat dalam tubuh.

Menurut American Journal of Clincal Nutrition, ketika orang mengalami kekurangan zinc, maka tubuhnya lebih rentan terserang kuman penyakit dibandingkan dengan orang yang memiliki cukup zinc di dalam tubuhnya.

Oleh karena itu, tubuh tidak boleh sampai kekurangan zinc, atau Anda akan jauh lebih mudah sakit. Bukan hanya membuat Anda lebih cepat sakit, Kekurangan zinc dapat membuat hilangnya nafsu makan, mengganggu pertumbuhan pada anak, kerontokan rambut, dan diare.

Kenapa tubuh membutuhkan zinc terutama saat bulan puasa?

Saat puasa, tubuh memiliki lebih sedikit waktu untuk bisa makan dan minum. Semua pola makan sehari-hari akan berubah.

Waktu makan dan minum yang relatif sedikit ini bisa membuat tubuh cenderung lebih mudah kekurangan zat gizi. Apalagi, jika saat waktu sahur dan berbuka tidak diatur dengan pemilihan makanan yang tepat. Kalau sudah kekurangan zat gizi, maka sistem kekebalan tubuh akan melemah.

Maka itu, keberadaan zinc semakin dibutuhkan saat bulan puasa agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik dengan perubahan yang terjadi selama puasa.

Dengan zinc yang cukup dalam tubuh, maka kekebalan tubuh pun akan kuat. Anda tidak mudah jatuh sakit. Ibadah puasa pun dapat dijalankan dengan optimal tanpa adanya gangguan, seperti mudah flu, batuk, dan lain sebagainya yang membuat Anda mudah lemas dan tidak bertenaga.

Dari mana sumber zinc ini bisa didapatkan?

Kebutuhan zinc untuk tubuh bisa Anda penuhi dengan mengonsumsi makanan, seperti:

  • Tiram, ini merupakan sumber paling baik mineral zinc.
  • Daging sapi, unggas, lobster, kepiting, sereal yang ditambahkan zinc. Bahan makanan ini merupakan sumber zinc yang cukup baik.
  • Kacang-kacangan, biji-bijian, cokelat hitam, gandum utuh, susu dan produk olahannya yang ditambahkan zinc. Bahan makanan ini mengandung beberapa zat mineral zinc namun tidak sebanyak tiram maupun daging merah.

Bekerja lebih optimal jika bersama dengan vitamin C

Selain zinc, ada mikronutrien lain yang diperlukan oleh tubuh yakni vitamin C. Tahukah Anda bahwa sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan kekebalan tubuh mengandung vitamin C yang sangat tinggi dalam komposisinya. Tingginya vitamin C dalam sel darah putih ini dapat melindungi sel sehat di tubuh terhadap kerusakan akibat serangan bakteri atau virus.

Vitamin C ini juga mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan ini yang memiliki kemampuan menghalangi kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dibuat ketika tubuh memecah makanan atau ketika Anda terpapar asap tembakau, polusi, atau radiasi.

Maka itu, vitamin C juga sangat dibutuhkan saat bulan ramadan untuk membuat pertahanan tubuh semakin kuat, sama seperti tubuh membutuhkan zinc.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc selama berpuasa, Anda bisa mendapatkannya dari makanan dan minuman saat berbuka puasa maupun sahur.

Namun, jika Anda merasa belum dapat memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc, ada baiknya mengonsumsi suplemen. Suplemen mampu memenuhi kebutuhan vitamin C dan zink dengan optimal di waktu makan dan minum singkat yang Anda miliki.

Berapa banyak kebutuhan zinc dan vitamin C supaya tak mudah sakit saat puasa?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan zinc orang dewasa per hari, entah itu puasa atau tidak, yaitu sebanyak 13 miligram untuk pria dan 10 miligram untuk wanita. Sedangkan dalam satu hari, vitamin C yang diperlukan supaya tak mudah sakit adalah sebesar 90 miligram untuk pria dan 75 miligram untuk wanita.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Watson Kathryn. 2017. Zinc Deficiency. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/zinc-deficiency#symptoms (Diakses 23 April 2018)

Nordqvist Joseph. 2017. What are the Health Benefits of Zinc?. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/263176.php(Diakses 23 April 2018)

National Institutes of Health. 2016. Zinc. [Online] Tersedia pada: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-Consumer/ (Diakses 23 April 2018)

Kennedy Kelly. 2015. 10 Best Foodd Sources of Zinc. [Online] Tersedia pada: https://www.everydayhealth.com/pictures/best-food-sources-zinc/#11 (Diakses 23 April 2018)

Byrd-Bredbenner C, Beshgetoor D, Moe G, Berning J. 2007. Perspectives in Nutrition 8th edition. New York: McGraw-Hill

Medline Plus. 2017. Vitamin C. [Online] Tersedia pada: https://medlineplus.gov/ency/article/002404.htm (Diakses 23 April 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 06/05/2020
x