3 Manfaat Hebat dari Vitamin K untuk Tubuh, dan yang Mungkin Terjadi Jika Anda Kekurangan Vitamin K

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asupan mineral dan vitamin yang cukup setiap hari membantu Anda menjaga kesehatan tubuh. Salah satu jenis vitamin yang penting bagi tubuh, namun seringnya dilupakan, adalah vitamin K. Padahal tanpa adanya vitamin K yang cukup, Anda akan lebih mudah memar atau berdarah karena darah Anda jadi sulit membeku. Tidak hanya itu, simak beragam manfaat vitamin K lainnya dalam artikel ini.

Berbagai manfaat vitamin K untuk kesehatan tubuh

Manfaat vitamin K yang paling utama adalah untuk mendukung pembekuan darah. Menurut National Institutes of Health (NIH), sampai saat ini sebenarnya belum ada cukup bukti ilmiah yang mendukung manfaat vitamin K lainnya selain untuk pembekuan darah.

Namun, dari beberapa penelitian yang sudah ada menunjukkan bahwa vitamin K mampu membantu mencegah dan mengatasi masalah kesehatan lainnya. Misalnya:

  • Kesehatan tulang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin K membantu menjaga kekuatan tulang, meningkatkan kepadatan tulang, serta mengurangi risiko patah tulang.
  • Fungsi kognitif otak. Peningkatan kadar vitamin K dalam darah telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua sehingga bisa membantu mencegah kepikunan di usia lanjut.
  • Kesehatan jantung. Vitamin K dapat membantu menjaga tekanan darah agar tetap rendah dengan mencegah pembentukan mineral di dinding pembuluh darah, yang merupakan faktor risiko utama dari penyakit jantung. Selain itu, asupan vitamin K yang cukup juga telah terbukti menurunkan risiko stroke.

Berapa idealnya jumlah vitamin K yang dibutuhkan tubuh?

Jumlah kebutuhan vitamin K setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, serta aktivitasnya. Namun, menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kemenkes RI, secara umum kebutuhan vitamin K yang ideal bagi orang dewasa berkisar dari 55–65 mcg per hari.

Tidak ada efek samping yang berbahaya jika mengonsumsi vitamin K secara berlebihan. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu-perlu amat mengonsumsinya setiap hari. Kelebihan vitamin K dari suplemen atau makanan harian akan disimpan dalam hati (liver) untuk cadangan di kemudian hari.

Yang terjadi jika seseorang kekurangan vitamin K

Tanpa vitamin K yang cukup, tubuh Anda tidak bisa menghasilkan protrombin, yaitu protein khusus yang berfungsi untuk pembekuan darah dan metabolisme tulang. Jika ini terjadi, Anda akan lebih mudah mengalami memar meski hanya cedera ringan. Kekurangan vitamin K juga membuat Anda lebih rentan berdarah dan sulit sembuhnya, meski hanya luka gores kecil. Pasalnya, darah Anda jadi dulit membeku ketika tubuh tida memiliki cukup protrombin.

Tidak jarang, perdarahan yang tak kunjung sembuh bisa berakibat serius, terutama bila cederanya cukup berat.

Kelompok orang yang lebih rentan kekurangan vitamin K

Dalam banyak kasus, orang dewasa yang sehat jarang mengalami kekurangan vitamin K. Ini karena tubuh dapat menyimpan vitamin K dari asupan makanan sebelumnya untuk digunakan ketika saatnya dibutuhkan.

Meski begitu, kekurangan vitamin K sering dialami oleh bayi baru lahir dan orang-orang yang memiliki masalah penyerapan gizi tertentu, seperti penyakit celiac, infeksi bakteri, ascariasis (cacingan), dan pankreatitis akut.

Beberapa orang berikut juga lebih mungkin mengalami kekurangan vitamin K, yaitu:

  • Memiliki anti pembekuan darah yang berlebihan.
  • Memiliki penyakit saluran empedu.
  • Memiliki penyakit hati seperti sirosis dan penyakit Gaucher.
  • Sering mengonsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang efek sampingnya menghambat penyerapan vitamin K dalam tubuh.

Cukupi kebutuhan vitamin K Anda, dari makanan segar dan suplemen

Meski tidak perlu dikonsumsi banyak-banyak, bukan berarti Anda tidak mencukupi asupan vitamin K Anda. Vitamin K bisa Anda peroleh dari sumber makanan segar, seperti sayuran berdaun hijau (brokoli, bayam, sawi, daun bawang, kembang kol, kubis, timun, asparagus, selada), kacang-kacangan (edamame, kedelai, kacang tanah), minyak sayur, susu dan produk olahannya (keju, susu, yogurt, mentega), hingga daging dan telur.

Manfaat vitamin K juga bisa Anda dapatkan dari konsumsi suplemen. Namun sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter untuk mengetahui dosis tepatnya untuk Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit