Lansia yang Rajin Beres-Beres Rumah Lebih Sehat dan Bahagia di Usia Senja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menjadi lansia sehat dan terbebas dari penyakit kronis tidak harus dicapai dengan usaha yang muluk-muluk. Anda bisa memulainya dengan rajin beres-beres rumah setiap hari. Faktanya, penelitian membuktikan bahwa melakukan pekerjaan rumah sederhana seperti memasak, cuci piring, berkebun, dan berbelanja, bisa membantu meningkatkan kualitas hidup lansia di usia senja.

Lansia sehat adalah lansia yang rajin beres-beres rumah

Lansia sehat adalah mereka yang lebih telaten untuk membersihkan rumah, begitu ungkap sebuah penelitian dari Clinical Gerontology Branch di National Institute on Aging, Maryland, Amerika Serikat. Penelitian tersebut dikepalai oleh Chhanda Dutta, PhD.

Penelitian ini menyebutkan bahwa beres-beres rumah merupakan aktivitas fisik sederhana yang baik untuk lansia. Beraktivitas fisik rutin mampu mencegah berbagai macam penyakit dan penurunan fungsi tubuh yang sering mengintai lansia.

Aktivitas fisik dapat membantu membuat Anda lebih kuat, mencegah keropos tulang, memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan mood, meningkatkan daya ingat, membuat tidur lebih nyenyak, dan mengurangi gejala tertentu akibat penyakit kronis. Anda yang sudah mengidap penyakit tertentu seperti diabetes atau stroke pun bisa mencegah kondisi kesehatan terus merosot dengan beraktivitas fisik.

Temuan penelitian di atas juga didukung oleh sebuah studi dari Jerman yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health. Tim peneliti menyatakan bahwa orang-orang yang berusia 65 tahun ke atas memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi jika lebih rajin melakukan pekerjaan rumah.

Peneliti melaporkan bahwa lansia yang menghabiskan waktu antara 3-6 jam untuk melakukan pekerjaan rumah tangga setiap harinya 25 persen dilaporkan memiliki kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya menghabiskan 1-2 jam mengerjakan pekerjaan rumah setiap harinya.

Menariknya lagi, manfaat beres-beres rumah untuk menjamin lansia sehat selalu dilaporkan lebih tinggi pada lansia laki-laki. Padahal, pekerjaan rumah diidentikan dengan tugas wanita. Kesimpulan ini didapat setelah mengamati kebiasaan harian lebih dari 15 ribu pria dan 20 ribu wanita lanjut usia di lebih dari tujuh negara, termasuk Italia, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Peneliti justru menemukan bahwa beres-beres rumah kurang dari tiga jam sehari justru menurunkan kondisi kesehatan lansia, terutama pria yang umumnya lebih jarang melakukannya ketimbang wanita.

Pembagian kerja beres-beres rumah tetap harus dibagi rata

Hasil penelitian membuktikan bahwa pria lansia umumnya hanya menghabiskan waktu sekitar 3 jam per hari untuk beres-beres rumah, sementara lansia wanita bisa menghabiskan hampir 5 jam per hari. Jenis pekerjaan rumah yang dilakukan juga lebih berat yang dilakukan oleh wanita (ngepel, cuci piring dan cuci baju, memasak, dan berbelanja) daripada yang dilakukan pria yang bersifat perawatan dan perbaikan seperti memperbaiki keran yang bocor.

Terlalu banyak mengerjakan pekerjaan rumah juga tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi wanita lanjut usia. Kesehatan mereka cenderung memburuk karena mengerjakan pekerjaan rumah lebih dari 3 jam setiap hari. Pada akhirnya, kebiasaan ini berdampak pada durasi dan kualitas tidur wanita lansia. Wanita yang menghabiskan berjam-jam mengerjakan pekerjaan rumah juga biasa mengalami stres berlebih.

Oleh karena itu, untuk menjaga kedua lansia sehat selalu dalam berumah tangga maka diperlukan keseimbangan dalam pendistribusian tugas rumah tangga di antara pasangan lanjut usia.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Emboli Paru

Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Vitamin D dan kalsium memang bisa dipenuhi lewat suplemen. Akan tetapi, apakah orang tua perlu minum vitamin untuk tulang ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang Agar Tetap Aman

Berenang memberi manfaat untuk lansia, tapi persiapan sebelum berenang juga harus diperhatikan. Yuk, intip panduannya pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Aktivitas Lansia 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Stroke

Penyakit stroke adalah kondisi kronis. Terdapat dua jenis stroke yakni yang ringan dan hemoragik. Cari tahu obat, gejala, dan terapinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 22 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nafsu makan

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit