Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, menjaga berat badan tak hanya lebih menantang, tapi juga menjadi lebih penting, terutama jika Anda atau orang terkasih termasuk dalam kategori lansia (60 tahun ke atas). 

Hal ini dikarenakan berat badan, baik kurang dan berlebih atau obesitas, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh lansia. Untuk itu, Anda perlu menjaga atau mendukung orang terkasih Anda dalam menjaga berat badan idealnya di masa tua.

Indeks Massa Tubuh (IMT) normal untuk lansia

Bila ingin mengetahui apakah berat badan Anda atau orang terkasih Anda termasuk ideal, kurang atau berlebih, Anda dapat menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukannya.

Menurut WHO, Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa. IMT didefinisikan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter (kg/m2).

Standar kategori IMT bagi orang dewasa terbagi menjadi lima, yaitu:

  • < 18,5 = Berat badan terlalu rendah
  • 18,5 – 24,9 = Normal atau ideal
  • 25 – 29 = Berat badan berlebih atau gemuk
  • 30 – 39,9 = Obesitas
  • > 40 = Obesitas ekstrim atau risiko tinggi

Namun, perlu diingat bahwa IMT ideal pada lansia berada di kisaran 25 sampai 27. Jangan sampai Anda atau orang terkasih Anda memiliki IMT yang kurang dari 25. Misalnya, bagi lansia yang berusia di atas 65 tahun, sebaiknya memiliki IMT yang lebih tinggi dari kisaran normal untuk melindungi tubuh dari risiko penipisan tulang atau osteoporosis.

Rumus manual untuk menghitung IMT adalah Berat Badan (kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]. Namun, bila Anda ingin menghitungnya dengan cepat, Anda dapat mengetahuinya di sini.

Pentingnya menjaga berat badan bagi lansia

Lansia perlu menjaga berat badannya tetap ideal mengingat ada beberapa risiko kesehatan bila berat badan menjadi berlebih atau obesitas, maupun bila mengalami kekurangan berat badan.

Faktor risiko obesitas pada lansia

CDC mendefinisikan obesitas sebagai hasil ketidakseimbangan asupan energi dalam bentuk kalori dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, dengan energi yang digunakan untuk menjalankan fungsi metabolisme dan fisik tubuh.

Mengutip dari studi berjudul Obesity in Elderly, obesitas merupakan masalah kesehatan yang harus diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya pada lansia seperti hipertensi, dislipidemia (kolesterol tinggi), diabetes dan penyakit jantung.

Di studi yang sama, obesitas dinyatakan dapat memicu stres pada sendi yang menyebabkan mobilitas menjadi terbatas. Selain itu, obesitas juga bisa menimbulkan masalah pernafasan seperti apnea tidur obstruktif (henti nafas saat tidur).

Bahkan, lansia dengan tingkat BMI yang tinggi juga berisiko terkena penyakit kanker seperti kanker payudara, rahim dan kolorektal serta leukemia.

Faktor kekurangan berat badan pada lansia

Lansia dengan berat badan yang tidak mencapai IMT ideal 25 sampai 27 pun perlu waspada. Pasalnya, penurunan berat badan dapat membuat massa otot menyusut atau disebut dengan sarkopenia.

Sarkopenia merupakan kondisi yang umum terjadi di masa tua. Sindrom ini ditandai dengan penyusutan massa otot dan kekuatan otot secara menyeluruh dan sering dikaitkan dengan risiko cacat fisik, penurunan kualitas hidup hingga kematian.

Selain sarkopenia, kekurangan berat badan juga meningkatkan risiko masalah kesehatan meliputi:

  • Hilangnya efek perlindungan lemak (misalnya pada patah tulang pinggul)
  • Aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah
  • Patah tulang
  • Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terinfeksi penyakit
  • Kekurangan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral

Terlebih lagi, lansia kerap mengalami hilangnya nafsu makan. Akibatnya, terdapat penurunan berat badan.

Berdasarkan kajian An overview of appetite decline in older people, terdapat beberapa penyebab penurunan nafsu makan pada lansia meliputi

  • Perubahan sistem pencernaan
  • Perubahan hormon
  • Perubahan indera penciuman, perasa serta penglihatan.
  • Depresi
  • Demensia (penurunan daya ingat)
  • Sedang mengonsumsi obat seperti antibiotik dan nyeri otot

Cara menjaga berat badan ideal pada lansia

Lansia dapat menerapkan beberapa cara untuk menjaga berat badan tetap ideal, agar tidak mengalami obesitas maupun kekurangan berat badan. Berikut adalah cara-caranya.

1. Menjaga tubuh tetap aktif

Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki setiap harinya, aktif bergerak saat di rumah dengan sering melakukan aktivitas, dan mengikuti kelas olahraga khusus lansia.

2. Menerapkan pola makan sehat

Bila Anda atau orang terkasih Anda mengalami obesitas, maka Anda harus merubah pola makan Anda dengan memilih makanan seperti:

  • Makanan yang mengandung protein rendah lemak
  • Sayuran hijau
  • Biji-bijian
  • Buah-buahan

Namun, bila Anda atau orang terkasih Anda memiliki riwayat kesehatan sehingga tidak bisa menerapkan pola makan di atas, konsultasikan dengan dokter mengenai diet terbaik untuk tubuh Anda.

Sementara itu, bagi lansia yang kesulitan untuk meningkatkan berat badan, dapat membuat jadwal makan menjadi beberapa kali dan mengonsumsi snack bergizi tiap harinya. Minuman berprotein juga direkomendasikan bagi lansia yang kehilangan nafsu makan.

3. Mengonsumsi nutrisi tambahan bila dibutuhkan

Lansia yang mulai kehilangan nafsu makan tentunya membutuhkan nutrisi tambahan. Anda dapat mengonsumsi susu yang kaya akan nutrisi berikut: 

  • Protein Whey untuk mempertahankan kekuatan otot
  • Vitamin D untuk menjaga kepadatan tulang
  • Vitamin E, B6, dan B12 untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Prebiotik dan Probiotik untuk menjaga kesehatan pencernaan
  • Lemak nabati untuk menjaga kesehatan jantung

Susu dengan kelima kandungan di atas dapat dijadikan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi lansia, yang tidak didapatkan dari konsumsi makanan harian. 

Susu merupakan salah satu sumber pelengkap gizi yang tepat bagi lansia karena mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh Anda di masa lansia. Dengan demikian, perpaduan pola makan sehat dan seimbang dengan susu kaya nutrisi menjadi kombinasi yang lengkap dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian tubuh lansia. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi diet sesuai kondisi kesehatan Anda atau orang terkasih Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Leukemia Limfositik Kronis

Chronic Lymphocytic leukemia (CLL) atau leukemia limfositik kronis adalah kondisi menyebabkan sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ambeien (Wasir)

Ambeien (wasir) adalah membengkaknya pembuluh vena di anus yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan BAB berdarah. Bagaimana mengobati ambeien?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 30 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Trauma Otak

Trauma otak adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
klaudikasio adalah

Klaudikasio

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Pseudogout

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit