Mengulik Cara Kerja Otot Jantung dan Beragam Fungsi Pentingnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jantung tersusun dari jaringan otot yang berfungsi membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan lebih efisien. Jika otot-otot ini bermasalah, maka kerja jantung untuk memompa darah juga akan ikut terganggu. Cari tahu fungsi dan cara kerja otot jantung di sini.

Memahami anatomi otot jantung

otot jantung

Secara umum, otot manusia dapat dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda yaitu otot polos, otot rangka, dan otot jantung. Semua otot ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Otot jantung sendiri merupakan gabungan dari otot lurik dan otot polos yang berbentuk silindris dan memiliki garis terang serta gelap. Jika dilihat secara saksama menggunakan mikroskop, otot ini memiliki banyak inti sel yang berada di tengahnya.

Otot dalam jantung bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung dianggap sebagai otot terkuat karena mampu bekerja terus menerus sepanjang waktu tanpa istirahat untuk memompa darah. Jika otot ini berhenti bekerja, maka sistem peredaran darah akan terhenti sehingga terjadilah kematian.

Cara kerja otot jantung

penyakit jantung boleh puasa

Berbeda dari otot lainnya, otot jantung bekerja secara tak sadar. Jadi, Anda tidak bisa mengendalikan kinerja otot ini. Aktivitas yang dilakukan oleh otot ini dipengaruhi oleh sel-sel khusus yang disebut sel pacu jantung.

Sel inilah yang bertanggung jawab untuk mengendalikan kontraksi jantung Anda. Sistem saraf kemudian akan mengirimkan sinyal ke sel-sel pacu jantung yang mendorong mereka untuk mempercepat atau memperlambat detak jantung Anda.

Penyakit yang memengaruhi otot jantung

stenosis aorta adalah penyempitan katup jantung

Kardiomiopati adalah salah satu penyakit yang dapat memengaruhi jaringan otot di jantung Anda. Penyakit ini menyebabkan jantung Anda lebih sulit untuk memompa darah karena otot jantung melemah, meregang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung.

Kardiomiopati memiliki beberapa jenis, di antaranya:

1. Kardiomiopati hipertropik

Kardiomiopati hipertropik terjadi ketika otot-otot jantung di daerah bilik bawah membesar dan menebal tanpa alasan yang jelas. Penebalan otot di jantung ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Penyakit ini umumnya muncul sebagai gangguan bawaan sejak lahir akibat mutasi genetik. Namun, apabila orangtua, kakek dan nenek, serta kerabat terdekat memiliki penyakit ini, maka Anda akan lebih mungkin untuk mengalaminya juga.

2. Kardiomiopati dilatasi

Dibanding jenis lainnya, penyakit ini yang paling sering dialami oleh banyak orang. Kardiomiopati dilatasi disebabkan karena otot jantung pada bilik kiri membesar dan meregang sehingga tidak efektif untuk memompa darah keluar dari jantung. Kondisi ini umumnya disebabkan karena penyakit arteri koroner atau serangan jantung.

Meski kardiomiopati dilatasi dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, pria paruh baya cenderung lebih mungkin mengalaminya.

3. Kardiomiopati restriktif

Kardiomiopati restriktif terjadi ketika otot di jantung menjadi kaku dan kurang elastis, sehingga jantung tidak dapat mengembang dan memompa darah dengan baik. Jenis penyakit jantung ini jauh lebih langka daripada penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner atau masalah katup jantung.

Kebanyakan kasus terjadi pada orang lanjut usia. Jika tidak diobati dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat mengakibatkan gagal jantung.

 

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Prosedur medis yang disebut sebagai ablasi jantung ini dilakukan untuk mengatasi gangguan pada detak jantung. Bagaimana prosedur ini dilaksanakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Aritmia 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Alfa-Amilase

Alfa-amilase adalah test kadar enzim amilase dalam darah dan dapat digunakan untuk mendiagnosis pankreatitis akut. Baca proses dan penjelasan hasil tes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Anion Gap

Tes anion gap dapat membantu untuk mengidentifikasi adanya kelainan asam pada darah. Cari tahu definisi, proses, dan penjelasan hasil test.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 9 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pemeriksaan anti HBs

Mengenal Anti HBs, Opsi Pemeriksaan Lain untuk Diagnosis Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit