Penyakit Jantung (Penyakit Kardiovaskuler)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit jantung?

Pengertian penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular) adalah berbagai kondisi di mana terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau stroke.

Beberapa penyakit yang dikategorikan sebagai penyakit jantung adalah:

  • Penyakit pembuluh darah jantung, seperti penyakit arteri koroner.
  • Masalah irama jantung, yang disebut aritmia.
  • Cacat jantung bawaan.
  • Kondisi jantung lainnya, seperti kondisi yang mempengaruhi otot jantung, katup jantung, atau irama jantung.

Seberapa umumkah penyakit jantung?

Penyakit jantung adalah penyakit yang tergolong umum terjadi. Penyakit kronis ini disebut-sebut sebagai penyebab kematian yang cukup sering di seluruh dunia baik bagi pria maupun wanita dari semua ras.

Orang yang sakit jantung harus menjalani pengobatan dan pemantauan sepanjang masa hidup. Ketika metode pengobatan ini gagal, Anda harus melakukan operasi bedah yang rumit untuk bertahan hidup.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit jantung?

Gejala penyakit jantung pada wanita dan pria sangat bervariasi, bergantung dengan penyakit kardiovaskular yang dimiliki. Dilansir dari situs kesehatan Mayo Clinic, berikut ini gejala sakit jantung yang paling umum sesuai dengan jenis-jenisnya

Gejala penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukkan plak. Akibatnya, aliran darah jadi tidak lancar.

PJK menyebabkan otot-otot jantung tak berfungsi dengan baik dalam melakukan tugasnya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga, ketika otot jantung berhenti memompa maka akan timbul komplikasi, yaitu serangan jantung atau bahkan gagal jantung.

PJK adalah jenis gangguan jantung yang paling umum. Beberapa gejala khas dari penyakit jantung koroner meliputi:

  • Nyeri di dada (angina)
  • Muncul keringat dingin
  • Mual
  • Sesak napas

Gejala penyakit jantung karena aritmia

Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak atau ritme yang tidak normal, di mana detak jantung Anda bisa saja terlalu cepat, terlalu pelan, terlalu awal, atau tidak teratur.

Ciri-ciri sakit jantung karena aritmia meliputi:

  • Jantung berdebar-debar.
  • Detak jantung cepat atau lambat.
  • Pusing.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Berkeringat.
  • Pingsan (sinkop) atau hampir pingsan.
  • Palpitasi (detak jantung seperti terlewat dan berdebar).

Gejala penyakit jantung karena cacat jantung bawaan

Kelainan jantung kongenital atau cacat jantung bawaan adalah kondisi struktur jantung yang tidak sempurna.  Gejala penyakit jantung bawaan, antara lain:

  • Perubahan warna kulit, seperti warna kebiruan atau pucat (sianosis).
  • Pembengkakan kaki dan perut.
  • Mudah lelah atau sesak napas sesaat setelah melakukan aktivitas fisik.

Berbagai masalah tersebut umumnya akan menghambat aktivitas penderitanya. Ini dapat muncul pada umur yang bervariasi, bahkan dapat juga menetap hingga dewasa.

Gejala penyakit kardiovaskuler karena infeksi (endokarditis)

Endokarditis adalah infeksi yang memengaruhi membran bagian dalam ruang dan katup jantung (endokardium).

Kondisi ini termasuk langka dan membutuhkan perawatan intensif. Orang yang memiliki penyakit jantung bawaan dan punya riwayat gangguan jantung lainnya berisiko tinggi mengalami kondisi ini.

Gejala dari endokarditis, di antaranya:

  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Kelelahan.
  • Pembengkakan di kaki atau perut.
  • Denyut jantung tidak teratur.
  • Batuk kering terus menerus.
  • Muncul ruam kulit atau bintik-bintik kemerahan atau keunguan yang tidak biasa.

Gejala penyakit jantung karena penyakit katup jantung

Jantung memiliki empat katup, yaitu katup aorta, mitral, paru dan trikuspid. Katup tersebut berfungsi membuka dan menutup aliran darah langsung melalui jantung Anda.

Katup jantung dapat rusak oleh berbagai penyebab, seperti penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi atau insufisiensi), ataupun penutupan yang tidak sempurna (prolaps).

Sebenarnya, penyakit kardiovaskular ini akan tergantung pada katup mana yang mengalami gangguan. Meski begitu, secara umum ciri penyakit katup jantung umumnya meliputi:

  • Nyeri dada.
  • Kelelahan.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kaki atau pergelangan kaki bengkak.
  • Pingsan (sinkop).

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala sakit jantung yang tidak disebutkan di atas. Namun, secara umum segera konsultasi ke dokter.

Jika Anda memiliki salah satu ciri penyakit jantung, sangat penting untuk mewaspadai gejala awalnya, terutama apabila Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sakit jantung lebih mudah untuk diobati bila terdeteksi dini. Jadi, periksakan kesehatan jantung anda ke dokter.

Jika Anda khawatir tentang penyakit jantung, dengan dokter tentang langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko penyakit jantung Anda. Hal ini penting, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Jika Anda merasa memiliki penyakit jantung, berdasarkan tanda-tanda atau gejala yang baru saja Anda alami, segeralah periksa ke  dokter Anda. Gejala penyakit kardiovaskuler yang wajib Anda perlu penanganan segera antara lain sesak napas, nyeri dada, hingga hilang kesadaran.

Penyebab

Apa penyebab penyakit jantung?

Penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner (PAK) adalah bentuk utama dari penyakit jantung. PJK dimulai dengan kerusakan lapisan dan lapisan dalam dari arteri koroner (jantung).

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan jantung, termasuk:

  • Merokok, termasuk  menghirup asap rokok.
  • Jumlah lemak dan kolesterol tertentu yang tinggi dalam darah.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Jumlah gula yang tinggi dalam darah akibat resistensi insulin atau diabetes.
  • Peradangan pembuluh darah.

Plak dapat mulai menumpuk pada arteri yang rusak. Penumpukan plak pada arteri koroner mungkin mulai di masa kanak-kanak.

Seiring waktu, plak dapat mengeras  dan kemudian pecah. Plak yang mengeras akan mempersempit arteri koroner dan mengurangi suplai aliran darah yang kaya oksigen ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebut angina.

Jika plak pecah, kepingan darah yang disebut platelet menempel pada lokasi cedera. Platelet mungkin mengumpul untuk membentuk bekuan darah.

Gumpalan darah dapat lebih mempersempit arteri koroner dan memperburuk angina. Jika bekuan menjadi cukup besar, maka dapat menyumbat arteri koroner secara menyeluruh dan menyebabkan serangan jantung.

Penyebab sakit jantung lainnya adalah perkembangan jantung yang tidak sempurna, infeksi, atau aliran darah kaya oksigen ke jantung yang tidak tersuplai dengan baik.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit jantung?

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang Anda terkena sakit jantung adalah:

  • Usia

Penuaan meningkatkan risiko arteri yang rusak ataupun menyempit, serta otot jantung yang melemah atau menebal.

  • Seks

Pria berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Namun, risiko wanita terkena penyakit ini juga cenderung akan meningkat setelah menopause.

  • Riwayat keluarga

Jika ayah ataupun ibu Anda terkena penyakit ini, risiko Anda untuk terkena penyakit yang sama juga akan meningkat. Terutama jika orang tua Anda terkena penyakit ini pada usia dini (sebelum usia 55 tahun).

  • Merokok

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung karena nikotin dan karbon monoksida menyebabkan peradangan pembuluh darah.

  • Obat kemoterapi dan terapi radiasi tertentu

Beberapa obat kemoterapi dan terapi radiasi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

  • Pola makan tidak sehat

Pola makan yang tinggi lemak, garam, gula, dan kolesterol akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini di kemudian hari.

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan ataupun penebalan arteri serta menyempitkan pembuluh darah Anda.

  • Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol tinggi dalam darah Anda dapat meningkatkan risiko pembentukan plak dan atherosclerosis.

  • Obesitas

Kegemukan merupakan penyebab berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular.

  • Diabetes

Diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sama halnya dengan penyakit hipertensi dan obesitas.

  • Malas olahraga

Minimnya aktivitas fisik juga dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit kardiovaskular dan beberapa faktor risiko lainnya juga.

  • Stres

Stres yang tidak terkontrol dapat merusak arteri Anda sehingga meningkatkan Anda terkena penyakit ini.

  • Tidak menjaga kebersihan

Melupakan kebiasaan cuci tangan dan tidak menjaga kebersihan secara keseluruhan meningkatkan infeksi virus dan bakteri yang dapat mempengaruhi jantung.

Beberapa faktor risiko sakit jantung di atas dapat dikendalikan, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti merokok, pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan stres.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari penyakit jantung?

Orang yang sakit jantung perlu mendapatkan perawatan segera karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang berujung dengan kematian.

Beberapa komplikasi sakit jantung yang umumnya terjadi, meliputi:

Gagal jantung

Salah satu komplikasi yang umum dari sakit jantung adalah gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung Anda tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda.

Gagal jantung dapat diakibatkan oleh berbagai bentuk penyakit jantung, termasuk cacat jantung,  penyakit katup jantung, infeksi jantung, atau kardiomiopati.

Serangan jantung

Darah yang membeku menghalangi aliran darah pada pembuluh darah yang menyuplai jantung, menyebabkan serangan jantung.

Kondisi ini dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung. Salah satu jenis penyakit kardiovaskular, yakni aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung.

Stroke

Faktor risiko yang menyebabkan penyakit kardiovaskular juga dapat menyebabkan stroke iskemik, yang terjadi ketika arteri ke otak Anda menyempit atau tersumbat sehingga terlalu sedikit darah yang mencapai otak Anda.

Stroke merupakan keadaan medis darurat karena jaringan otak mulai mati hanya dalam beberapa menit sejak stroke dimulai.

Aneurisma

Kondisi komplikasi serius yang dapat terjadi di mana saja di tubuh Anda. Aneurisma adalah tonjolan pada dinding arteri Anda. Jika aneurisma mengalami kebocoran, Anda mungkin mengalami perdarahan internal yang dapat mengancam jiwa.

Penyakit arteri perifer (PAP)

Aterosklerosis juga dapat menyebabkan penyakit arteri perifer. Ketika Anda mengalami  penyakit arteri perifer, bagian tubuh bawah (biasanya kaki Anda) tidak menerima aliran darah yang cukup.

Hal ini menyebabkan gejala-gejala terutama sakit kaki ketika berjalan (klaudikasio).

Henti jantung mendadak

Henti jantung yang terjadi mendadak adalah keadaan tiba-tiba, gangguan yang tidak terduga dari fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran, sering disebabkan oleh aritmia.

Henti jantung mendadak adalah keadaan medis darurat. Jika tidak segera diobati, akan fatal, yang mengakibatkan kematian jantung secara mendadak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit jantung?

Pengobatan penyakit jantung bervariasi berdasarkan kondisinya. Misalnya, jika Anda memiliki infeksi jantung, Anda mungkin akan diberi antibiotik. Secara umum, pengobatan untuk penyakit jantung biasanya meliputi:

  • Perubahan gaya hidup

Hal ini termasuk makan makanan rendah lemak dan diet rendah natrium, berolahraga dengan intensitas sedang,  setidaknya 30 menit pada beberapa hari hari dalam seminggu, berhenti merokok, dan membatasi asupan alkohol.

  • Konsumsi obat dari dokter

Jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengontrol penyakit jantung Anda. Jenis obat akan tergantung pada jenis penyakit kardiovaskular.

Obat sakit jantung terdiri dari beragam jenis. Contohnya, obat heparin yang digunakan untuk mencegah komplikasi setelah serangan jantung; obat tekanan darah tinggi, seperti inhibitor ACE, diuretik, Angiotensin II receptor blocker (ARB), beta blocker, aldosteron, dan inotropik; hingga aspirin dan statin penurun kolesterol.

  • Prosedur medis atau operasi

Jika obat tidak cukup, mungkin dokter akan merekomendasikan prosedur atau operasi tertentu. Prosedur medis ini dilakukan tergantung pada jenis penyakit jantung dan sejauh mana kerusakan jantung Anda. 

Sebagai contoh angioplasti, yaitu proses pemasangan stent atau semacam tabung kecil lentur yang dimasukkan ke dalam arteri untuk meningkatkan aliran darah.

Bisa juga operasi bypass arteri koroner, yakni pembedahan yang dilakukan dengan memindahkan pembuluh darah pada suatu area ke area lainnya untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit jantung (penyakit kardiovaskular) ?

Dokter Anda akan mendiagnosis penyakit jantung koroner berdasarkan riwayat medis Anda dan keluarga Anda, faktor risiko Anda, pemeriksaan fisik, dan hasil dari tes dan operasi.

Tidak ada tes tunggal yang dapat mendiagnosis penyakit jantung koroner. Jika dokter berpikir Anda memiliki penyakit jantung koroner, ia mungkin akan merekomendasikan satu atau lebih dari tes medis.

Selain tes darah dan rontgen dada, tes untuk mendiagnosis penyakit jantung dapat mencakup:

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan lewat perubahan gaya hidup tertentu. Perubahan berikut dapat membantu siapa saja yang ingin meningkatkan kesehatan jantungnya:

  • Berhenti merokok dan menjauhi asap rokok di sekitar.
  • Kontrol kondisi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Berolahraga minimal 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.
  • Makan makanan  yang rendah garam dan lemak jenuh.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Mengurangi dan mengelola stres.
  • Jaga kebersihan yang baik.

Selain itu, lakukan pemeriksaan medis yang teratur. Deteksi dan pengobatan dini dapat memberikan kesehatan jantung yang lebih baik seumur hidup Anda.

Anda mungkin merasa frustasi, marah, atau kewalahan setelah mengetahui Anda atau orang yang Anda sayangi memiliki penyakit jantung.

Untungnya, ada cara untuk membantu mengatasi penyakit jantung atau meringankan kondisi Anda. seperti:

  • Bergabung dengan support group

Berbicaralah dengan teman-teman dan keluarga untuk mendapatkan dukungan, tetapi jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter Anda tentang bergabung dengan support group.

Anda mungkin akan merasa bahwa berbicara tentang keprihatinan Anda dengan orang lain dengan kesulitan yang sama dapat membantu.

  • Lanjutan pemeriksaan medis

Jika Anda memiliki kondisi jantung yang berulang atau kronis, periksakan dengan dokter Anda secara teratur untuk memastikan Anda mengelola kondisi jantung Anda dengan benar.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit jantung?

Meskipun tidak bisa diobati, sakit jantung sebenarnya bisa dicegah. Tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan agar risiko penyakit kardiovaskuler menurun, antara lain:

  • Rajin olahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat.

Itu sebabnya, usahakan untuk berolahraga setidaknya 30-45 menit sehari. Lakukan jenis olahraga apapun yang Anda sukai, karena semua olahraga pada dasarnya baik. Intinya, lakukan segala hal yang membuat Anda aktif bergerak.

  • Perhatikan asupan makanan

Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah Anda, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kuebiskuit, cokelat, dan permen.

Intinya, batasi garam, lemak, dan gula yang Anda makan. Perbanyak makan makanan berserat dari buah, sayur, gandum, serta kacang-kacangan.

Pasalnya makanan tiggi serat dapat membnatu menurunkan kolesterol serta tekanan darah Anda. Tidak hanya itu, makanan berserat juga membantu Anda mengelola berat badan yang sehat.

  • Hindari stres

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Nah, untuk mencegah penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi.

Jika stres yang Anda rasakan sudah berlebihan, Anda dapat bercerita pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional. Anda juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam untuk meredakan stres yang Anda alami.

  • Stop merokok

Jika Anda seorang perokok, Anda harus mulai berusaha untuk berhenti merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah.

Oleh karena itu, berhenti merokok dan/atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit ini.

  • Rutin cek tensi dan kolesterol

Rutin mengecek tekanan darah dan kolesterol setiap hari dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg.

Saat angka sistolik (angka atas) Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”.

Sementara itu, untuk kadar kolesterol total yang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl. Biasanya kolesterol Anda dinilai tinggi kalau sudah mencapai angka 240 mg/dl atau lebih.

  • Batasi konsumsi alkohol

Hindari mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak. Bagi wanita, batasi asupan alkohol Anda tidak lebih dari satu gelas dalam sehari. Sementara bagi pria, batasi asupan alkohol Anda tidak lebih dari dua gelas sehari.

  • Minum obat penyakit jantung secara teratur

Terkadang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup mencegah penyakit ini. Anda mungkin harus minum obat penyakit jantung yang meliputi obat penurun tekanan darah atau kolesterol untuk mengurangi risiko serangan jantung.

Jika dokter Anda sudah memberikan obat penyakit jantung yang harus Anda konsumsi, Anda harus patuh dengan meminumnya secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

Diet keto dipercaya bermanfaat bagi jantung dan kenyataannya memang benar. Hanya saja, diet keto perlu dilakukan dalam pengawasan dokter atau ahli gizi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

Merokok sudah terbukti berbahaya bagi tubuh, termasuk organ jantung. Bila penderita penyakit jantung pun masih merokok, apa yang akan terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Ini Alasannya Kenapa Anda Perlu Mengukur Denyut Jantung Selama Olahraga

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, Anda juga perlu mengukur denyut jantung saat olahraga. Memangnya, apa tujuannya? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

apakah penyakit jantung bisa sembuh

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
batuk terus gejala gagal jantung

Duduk Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020