8 Rahasia Tetap Sehat dan Bugar, Meski Sudah Usia Lanjut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Fungsi tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia. Proses penuaan tersebut dimulai dari munculnya keriput, kemudian secara perlahan sistem kekebalan tubuh mulai melemah, sehingga lebih mudah terkena penyakit. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena penuaan memang tidak bisa dihentikan tapi bisa diperlambat. Meski sudah memasuki usia 60-an, Anda tetap bisa hidup dengan sehat dan bugar. Yuk, ikuti tips menjaga kesehatan lansia berikut ini.

Pentingnya menjaga kesehatan lansia

Saat bertambah usia, bukan berarti Anda tidak perlu lagi memerhatikan kondisi kesehatan dan mental. Pasalnya, setiap manusia  berhak memiliki kesempatan untuk hidup sehat dalam waktu yang lama. Hal ini juga berlaku untuk Anda yang sudah memasuki masa lansia.

Seiring dengan pertambahan usia, Anda pun mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik maupun mental. Maka itu, Anda mungkin perlu melakukan penyesuaian gaya hidup agar kesehatan sebagai lansia tetap terjaga.

Penyesuaian gaya hidup yang tepat juga dapat membantu Anda mencegah berbagai penyakit serius, termasuk diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Nah, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan lansia, seperti berikut ini.

8 cara menjaga kesehatan lansia

Berikut adalah beberapa penyesuaian gaya hidup yang bisa Anda lakukan agar kesehatan lansia tetap terjaga:

1. Tetap aktif

peregangan untuk lansia

Memasuki masa lansia, Anda mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang melakukan aktivitas di luar ruangan. Padahal, aktif bergerak dan berolahraga dapat menjaga agar fisik dan mental lansia tetap sehat.

Bahkan, aktif bergerak dan rutin berolahraga tidak hanya menjaga kesehatan lansia, tapi juga menambah peluang untuk hidup lebih lama. Oleh karena itu, meski sudah memasuki masa lansia, bukan berarti Anda boleh berhenti aktif bergerak.

Selain itu, rutin berolahraga juga dapat membantu Anda agar terhindar dari berbagai penyakit serius hingga disabilitas yang biasanya baru muncul di masa lansia. Namun, jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan tentu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Beberapa manfaat olahraga untuk kesehatan lansia, yaitu:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan produksi hormon endorfin, yang bisa mengurangi stres.
  • Menjaga berat badan tetap normal.
  • Meningkatkan kekuatan tulang.

Bahkan olahraga juga baik bagi kesehatan otak lansia. Semakin tua, fungsi otak mengalami penurunan sehingga lansia menjadi lebih mudah lupa. Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat pun banyak berkembang, seperti penyakit alzheimer, demensia vaskular, atau penyakit Parkinson.

Olahraga yang ideal dan bisa dilakukan oleh lansia adalah sebanyak 30 menit dalam sehari sebanyak lima hari dalam seminggu. Anda tidak perlu melakukannya langsung selama 30 menit, tapi bisa dibagi ke dalam dua atau tiga waktu berbeda dalam satu hari.

Pilihan olahraga untuk lansia

  • Berenang, menari, jalan cepat, dan bersepeda dapat membantu menjaga kesehatan organ jantung dan paru-paru.
  • Angkat beban, naik-turun tangga, squat dapat menjaga kekuatan otot dan kepadatan tulang.
  • Latihan keseimbangan, untuk membantu tubuh tetap seimbang dan tidak mudah jatuh.
  • Yoga dan peregangan membantu tubuh Anda lebih fleksibel.

Menjaga tubuh tetap aktif dapat memperlambat proses penuaan pada sel-sel dan jaringan di otak sekaligus menurunkan risiko penyakit pada otak. Selain, olahraga lansia tetap bisa aktif bergerak dengan melakukan kegiatan lain, misalnya berkebun, bermain bersama cucu, atau membuat kerajinan tangan.

2. Menjaga berat badan tetap ideal

Tahukah Anda berat badan berlebih atau obesitas meningkatkan risiko mengalami berbagai penyakit serius? Hal ini juga berlaku untuk orang dengan usia lanjut. Oleh sebab itu, menjaga berat badan tetap ideal juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan lansia.

Orang dengan berat badan berlebih biasanya memiliki risiko yang lebih besar terhadap penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, gangguan tidur, hingga osteoarthritis.

Namun, pada lansia, memiliki berat badan di bawah batas normal juga kurang baik. Pasalnya, lansia dengan berat badan kurang dari angka ideal memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibanding lansia yang obesitas atau memiliki berat badan normal. Hal ini khususnya lebih rentan dialami oleh wanita yang sudah tergolong usia lanjut.

Hal ini disebabkan tubuh yang terlalu kurus pada lansia bisa menjadi gejala dari suatu penyakit serius atau pertanda bahwa tubuhnya sudah semakin melemah. Oleh sebab itu, Anda perlu mengatur pola makan untuk menjaga berat badan berada pada angka normal, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.

Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter untuk mencari tahu pada angka berapa berat lansia tergolong ideal. Selain itu konsultasikan bagaimana cara yang tepat untuk mengatur pola makan dan aktivitas yang dapat membantu menurunkan atau meningkatkan berat badan sebagai lansia.

3. Mengonsumsi makanan sehat

makanan untuk lansia atau orang tua lanjut usia

Pola hidup sehat untuk lansia berikutnya adalah membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat agar kesehatan lansia tetap terjaga. Tak hanya itu, memiliki pola makan yang sehat dan seimbang juga baik untuk menjaga kesehatan, meningkatkan energi, hingga mencegah penyakit bagi lansia.

Pola makan yang sehat untuk lansia adalah rendah asupan lemak jenuh dan tinggi asupan buah, sayuran, ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, gandum,  dan produk susu rendah lemak.

Tak hanya itu, untuk menjaga kesehatan sebagai lansia, Anda harus banyak minum air demi menghindari dehidrasi. Tak harus air mineral, Anda masih boleh mengonsumsi teh, kopi, jus buah, selama tidak terlalu banyak mengandung gula. Di sisi lain, Anda justru disarankan untuk menghindari minuman yang terlalu dingin dan manis.

Agar makanan yang Anda konsumsi terjamin, lebih baik isi waktu luang untuk membuat menu makanan sehat sekaligus memasaknya sendiri. Jangan lupa untuk menambahkan rempah-rempah untuk memberikan cita rasa pada makanan yang hendak Anda konsumsi.

4. Istirahat yang cukup

Cukup banyak orang berusia lanjut yang mulai mengalami gangguan tidur, seperti insomnia, mengantuk di siang hari, dan sering terbangun tengah malam. Namun, pertambahan usia sebenarnya tidak lantas menyebabkan risiko gangguan tidur meningkat.

Oleh sebab itu, cobalah untuk melakukan kebiasaan tidur yang sehat untuk memastikan bahwa Anda memiliki tidur yang cukup dan berkualitas. Hal ini tentu bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda sebagai lansia tetap terjaga.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu Anda tidur nyenyak di malam hari:

  • Matikan televisi atau berbagai gadget di sekitar Anda setidaknya satu jam sebelum tidur.
  • Hindari cahaya lampu yang terlalu terang dan gunakan lampu tidur dengan watt yang rendah.
  • Pastikan bahwa kamar Anda memiliki suhu ruangan yang rendah, tenang, dan gelap.
  • Hindari berkegiatan di kamar, khususnya di atas tempat tidur, seperti bekerja, menonton televisi, atau menggunakan laptop dan smartphone. Gunakan hanya untuk tidur agar otak langsung mengirimkan sinyal untuk tidur saat Anda berada di atas tempat tidur.
  • Hindari memasang jam dinding atau jam meja di dalam kamar, karena cahaya dan suaranya bisa meningkatkan kecemasan dan membuat Anda sulit tidur.

5. Menjaga hubungan baik dengan orang lain

Seiring bertambahnya usia, salah satu tantangan yang dimiliki oleh lansia adalah menjaga hubungan atau koneksi dengan orang lain, khususnya teman sebaya. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari pensiun dari pekerjaan, menderita penyakit serius, hingga teman sebaya yang satu per satu meninggal dunia.

Padahal, menjalin hubungan yang baik dengan orang lain merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia. Oleh sebab itu, perluas koneksi Anda dengan orang lain. Jangan membatasi diri untuk berteman dan bergaul dengan orang yang sebaya dengan Anda.

Cobalah untuk bersosialisasi dengan banyak orang, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau ikuti berbagai komunitas yang sesuai dengan minat dan bakat Anda agar bisa berkenalan dengan orang-orang baru.

Memperbanyak kenalan dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka bisa membantu Anda agar tidak merasa kesepian, berbagai gangguan mental, atau berbagai kesulitan lain yang mungkin yang terjadi seiring dengan pertambahan usia.

6. Menjaga ingatan tetap kuat

Tidak hanya tubuh, otak Anda juga perlu dilatih agar tetap aktif. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan otak dan ingatan lansia tetap kuat. Tak hanya itu saja, melatih otak tetap aktif juga bermanfaat untuk mencegah menurunnya kemampuan kognitif dan gangguan ingatan pada lansia.

Semakin aktif Anda berkegiatan, semakin meningkat pula ketajaman otak dan ingatan yang Anda miliki. Hal ini khususnya penting bagi lansia yang merasa pekerjaan yang dilakukannya sudah tidak memberikan tantangan, atau pada mereka yang sudah pensiun.

Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk melatih ketajaman ingatan dan kemampuan otak dalam berpikir, misalnya bermain puzzle atau teka-teki silang di saat senggang. Selain itu, cobalah untuk melakukan sebuah aktivitas baru dan berbeda-beda setiap hari.

Di samping itu, Anda juga bisa melatih ingatan agar tetap kuat dengan mengambil rute berbeda saat jalan-jalan pagi, hingga sekedar menggosok gigi menggunakan tangan berbeda. Memperbanyak jenis kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari sangat baik dalam membantu mempertajam ingatan khususnya bagi lansia.

7. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan minum obat

pengobatan kanker untuk lansia
Sumber: Aging in Places

Pertambahan usia ternyata meningkatkan risiko mengalami berbagai penyakit. Tak heran jika lansia sangat rentan mengalami bermacam-macam penyakit serius. Biasanya, hal ini disebabkan oleh sistem imun yang kian melemah. Oleh sebab itu, untuk menjaga kesehatan, lansia perlu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Hal ini bertujuan agar lansia dan anggota keluarga lainnya bisa memantau secara berkala kondisi kesehatannya.  Dengan begitu, jika muncul gejala-gejala tertentu, lansia dan keluarga bisa segera melakukan pemeriksaan lanjut atau mengambil tindakan.

Pasalnya, semakin lama kondisi lansia didiagnosis dan mendapatkan penanganan, semakin buruk pula kondisi tubuhnya. Hal ini tentu saja dapat mempersulit proses pengobatan yang hendak dijalani.

Selama melakukan pengobatan, sebaiknya catat perkembangan kesehatan lansia. Selain itu, rutin untuk minum obat sesuai dengan anjuran dan resep yang diberikan oleh dokter. Apabila penggunaan obat menyebabkan efek samping, konsultasikan kepada dokter agar diresepkan obat lainnya.

8. Menjalani hidup bahagia

Menurut HelpGuide, salah satu resep hidup sehat bagi lansia yang sering diabaikan adalah menjalani hidup dengan bahagia. Temukan kebahagiaan dari hal-hal kecil yang ada di sekeliling Anda. Syukuri keberadaan orang-orang yang ada di sekitar Anda, serta kondisi apapun yang sedang Anda hadapi saat ini.

Mungkin terdengar sangat mudah untuk dilakukan, akan tetapi berbagai perubahan dalam hidup dan banyaknya kehilangan yang telah dialami dapat menguji Anda hingga lupa rasanya bahagia dan bersyukur. Masalahnya, terlalu terlena dengan kesedihan dapat membuat Anda stres dan tertekan.

Kedua hal itu berpotensi tinggi memengaruhi kesehatan fisik dan pikiran. Oleh karena itu, menjalani hidup dengan bahagia dan penuh syukur dapat membantu Anda menjaga pikiran dan hati tetap tenang. Dengan begitu, Anda tidak mudah sedih, stres, dan tertekan, sehingga kesehatan baik fisik maupun mental Anda tetap terjaga.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Kena Katarak, Apa Penyebabnya?

Penyebab paling umum katarak adalah pertambahan usia. Namun, selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penyakit ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan mempengaruhi kesehatan lansia. Bila berlebih atau kurang dapat berdampak serius. Untuk itu, penting bagi lansia untuk menjaga berat badannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
berat badan ideal lansia
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

10 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

Merawat lansia bukan pekerjaan yang sulit, tetapi juga tidak mudah. Tidak hanya kesehatan fisik saja, kesehatan mental juga harus Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Perawatan Lansia 5 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
vitamin tulang untuk orang tua

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit