backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

21 Penyakit pada Lansia yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/03/2024

21 Penyakit pada Lansia yang Paling Sering Terjadi

Usia yang makin tua merupakan salah satu faktor dari timbulnya berbagai penyakit. Maka, tidak heran banyak lansia yang menderita penyakit serius. Lalu, apa saja penyakit yang sering terjadi pada lansia?

Penyakit yang sering terjadi pada lansia

Makin tua usia, makin besar risiko seseorang terkena penyakit. Hal ini terjadi dikarenakan fungsi tubuh akan menurun sehingga kesulitan untuk menangkal berbagai jenis penyakit.

Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan pada lansia yang sering terjadi dan perlu Anda waspadai.

1. Malnutrisi

malnutrisi pada lansia

Memasuki usia 65 tahun ke atas, lansia lebih rentan mengalami malnutrisi. Ketidakseimbangan asupan gizi lansia ini bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti sistem imun dan otot lemah.

Penyebab malnutrisi pada lansia beragam, meliputi demensia, depresi, pantangan makanan tertentu, terbatasnya interaksi sosial, hingga berkurangnya pemasukan. 

Menerapkan pola makan sehat lansia dan pengawasan yang tepat dapat membantu mengatasi masalah kesehatan ini.

2. Kehilangan kemampuan mendengar

Kehilangan kemampuan mendengar umumnya terjadi ketika memasuki usia 70 tahun ke atas. Namun, tidak sedikit orang yang sudah mengalaminya sejak usia 50 tahun.

Sebagian besar penyebab lansia mengalami kondisi ini adalah presbikusis, yaitu suatu kondisi saat sel-sel rambut kecil pada telinga bagian dalam sudah mulai aus. 

Kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan alat bantu dengar sesuai dengan saran dari dokter.

3. Masalah gigi dan mulut

Meskipun sering dianggap sepele, masalah gigi dan mulut merupakan penyakit orang tua yang perlu diwaspadai, terutama memasuki usia 65 tahun ke atas.

Pada usia tersebut, lansia sudah tidak mempunyai gigi aslinya hingga harus rela ompong atau menggunakan gigi palsu yang tidak selalu nyaman selama digunakan.

Tidak hanya itu, gangguan kesehatan gigi dan mulut berkaitan dengan kondisi kesehatan yang cukup serius, seperti kanker mulut.

4. Katarak

Katarak ditandai dengan munculnya selaput berwarna putih pada lensa mata. Hal ini membuat pandangan terasa berkabut atau berasap.

Penuaan adalah penyebab utama masalah kesehatan mata lansia ini. Merokok, diabetes, dan paparan sinar ultraviolet juga bisa meningkatkan risiko penyakit mata ini.

Umumnya, diperlukan operasi katarak bila penglihatan makin memburuk dan mengganggu aktivitas. Operasi bisa selesai dalam waktu satu jam dan pasien bisa langsung pulang ke rumah.

5. Degenerasi makula

Penyakit mata lainnya yang cukup sering terjadi pada lansia adalah degenerasi makula. Penyakit ini banyak terjadi pada lansia berusia 50 tahun dan berisiko memicu kebutaan.

Degenerasi makula terjadi secara bertahap. Seiring bertambah parahnya penyakit ini, kemampuan lansia untuk melihat dengan jelas akan makin berkurang.

6. Radang sendi

rematik pada lansia

Radang sendi atau arthritis adalah peradangan pada satu atau lebih sendi. Penyakit lansia ini ditandai dengan rasa nyeri, kekakuan, dan bengkak pada sendi.

Arthritis membuat ruang gerak lansia menjadi terbatas. Penting bagi lansia berolahraga teratur dan menjaga berat badan agar gangguan sendiri ini tidak bertambah parah. 

7. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang kerap dianggap sebagai penyakit orang tua. Pengeroposan tulang ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Kondisi ini bukan bagian dari proses penuaan. Cara terbaik untuk memperlambat terjadinya osteoporosis adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium.

8. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak di dalam kandung kemih atau ginjal. Penyakit ini kerap dialami oleh lansia dengan kondisi tubuh yang lemah.

Segera konsultasi dengan dokter bila orangtua Anda menunjukkan tanda infeksi saluran kemih, seperti nyeri saat buang air kecil serta urine keruh dan berbau tajam.

ISK dan risiko kematian pada lansia

Infeksi pada lansia yang memiliki sistem imun lemah bisa berakibat fatal. Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2019) menyebutkan bahwa infeksi saluran kemih meningkatkan risiko kematian hingga sebesar 22,7% pada lansia.

9. Inkontinensia urine

Inkontinensia urine adalah kondisi saat seseorang tidak bisa mengontrol buang air kecil. Lansia yang mengalaminya bisa mengompol atau buang air kecil di tempat yang tidak semestinya.

Meski kondisi ini dapat terjadi pada siapa pun, inkontinensia urine lebih banyak terjadi pada wanita. 

Pengobatan untuk kondisi ini sebenarnya tergantung pada tingkat keparahannya, mulai perubahan gaya hidup, penggunaan obat, hingga operasi dengan konsultasi dokter.

 10. Penyakit ginjal kronis

Memasuki usia 60 tahun, risiko lansia untuk mengalami masalah ginjal makin meningkat. Penyebabnya adalah karena ginjal juga ikut menua seiring dengan pertambahan usia. 

Penyakit pada lansia ini terjadi secara bertahap. Hal ini membuat kebanyakan orang yang tidak menyadari penyakit ini sampai akhirnya sudah masuk tingkatan parah.

Tidak hanya itu, penyakit ginjal kronis juga bisa meningkatkan risiko lansia untuk mengalami penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

11. Hipertensi

hipertensi (tekanan darah tinggi)

Peningkatan tekanan darah merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi pada lansia.

Tekanan darah dikatakan tinggi apabila hasil tes menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih.

Lansia perlu menjalani pengobatan bila tekanan darah sudah mencapai angka tersebut. Hal ini karena hipertensi yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

12. Penyakit jantung

Serangan jantung dan gagal jantung merupakan beberapa penyakit jantung yang banyak terjadi pada lansia.

Umumnya, penyakit ini terjadi ketika ada penumpukan plak yang menyumbat arteri yang dapat menghambat aliran darah menuju ke jantung.

Untuk mencegahnya, lansia perlu melakukan pola hidup sehat dan bahagia. Hal ini mencakup medical check up rutin, istirahat yang cukup, olahraga, dan menerapkan pola makan sehat.

13. Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang sering dimiliki oleh lansia. Kolesterol yang terlalu tinggi dapat membentuk plak pada pembuluh arteri. 

Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh arteri menyempit sehingga menyumbat aliran darah, baik yang hendak menuju atau keluar dari jantung.

Jika terus-menerus dibiarkan, kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung.

14. Stroke

Stroke adalah penyakit berbahaya yang cukup sering terjadi pada lansia. Saat mengalaminya, lansia membutuhkan pertolongan cepat untuk meminimalkan kerusakan otak. 

Kondisi ini terjadi saat pasokan darah ke bagian otak tidak terpenuhi. Stroke membuat jaringan otak tidak memperoleh cukup oksigen dan nutrisi sehingga berisiko mati secara perlahan. 

Penyakit ini biasanya ditandai dengan mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki pada salah satu sisi tubuh. Serangan stroke juga bisa memicu sakit kepala tiba-tiba dan kesulitan berbicara.

15. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengacu pada sekumpulan gangguan paru yang dapat menghalangi aliran udara sehingga membuat pengidapnya sulit bernapas. 

Emfisema dan bronkitis kronis merupakan dua bentuk PPOK paling umum yang dialami lansia.

Salah satu faktor yang meningkatkan risiko PPOK adalah merokok. Jika lansia masih merokok, bimbing mereka untuk berhenti merokok dan menjauhi asap rokok.

16. Diabetes

metformin untuk memperpanjang usia turunkan risiko kematian pada diabetes

Usia yang makin tua menimbulkan banyak perubahan pada tubuh lansia. Diabetes atau umum dikenal sebagai kencing manis juga merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada lansia.

Diabetes pada usia lanjut disebabkan oleh tubuh yang tidak memakai gula darah secara efisien.

Beberapa perawatan untuk lansia dengan kondisi ini termasuk kontrol asupan makanan lansia dan olahraga teratur untuk mengelola kadar gula darah tetap seimbang.

17. Pneumonia

Infeksi paru atau juga disebut pneumonia menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kantong udara dalam paru-paru. Peradangan ini juga bisa membuat kantong udara dipenuhi cairan.

Penyakit ini lebih mungkin terjadi jika sistem imun lansia lemah, lansia merokok, atau terdapat kondisi tertentu yang berkaitan dengan paru-paru.

18. Kanker

Pertambahan usia ternyata meningkatkan potensi pertumbuhan sel abnormal penyebab kanker. 

Menurut data dari National Cancer Institute, sekitar 1.000 dari 100.000 orang yang berusia 60 tahun ke atas terkena penyakit yang juga disebut tumor ganas ini.

Beberapa jenis kanker yang lebih sering dialami oleh lansia yakni kanker kulit, kanker paru, kanker prostat, kanker kandung kemih, dan kanker perut.

19. Depresi

Orang lanjut usia juga bisa mengalami depresi. Meski depresi cukup sering terjadi pada lansia, bukan berarti depresi termasuk bagian dari proses penuaan.

Secara umum, gangguan mental pada lansia terjadi saat banyak perubahan dalam hidup yang membuat mereka merasa kesepian, terisolasi, hingga tidak percaya diri.

Depresi berisiko menimbulkan perasaan sedih, pesimis, putus asa, kehilangan semangat untuk menjalani aktivitas, hingga perubahan nafsu makan.

20. Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia (pikun) yang paling umum dialami lansia. Masalah ini bersifat progresif atau berkembang secara bertahap.

Penyakit Alzheimer membuat pengidapnya sulit mengingat dan berpikir serta mengalami perubahan perilaku.

Faktor risiko dari penyakit ini adalah usia, riwayat kesehatan keluarga, hingga faktor keturunan.

21. Penyakit Parkinson

Penyakit lain yang mungkin terjadi pada lansia adalah penyakit Parkinson. Ini adalah gangguan saraf progresif yang dapat memengaruhi gerakan tubuh.

Gangguan ini menyebabkan tremor, kekakuan, dan gerakan yang tersendat-sendat pada lansia. 

Biasanya, penyakit Parkinson terjadi lansia setelah memasuki usia 60 tahun dan risikonya lebih besar pada pria dibandingkan dengan wanita.

Kesimpulan

  • Usia lanjut meningkatkan risiko penyakit secara signifikan karena menurunnya fungsi tubuh dalam melawan penyakit.
  • Beberapa penyakit yang terjadi pada lansia, seperti malnutrisi, masalah pendengaran, gangguan gigi dan mulut, katarak, radang sendi, hingga osteoporosis.
  • Tak hanya itu, lansia juga perlu mewaspadai penyakit kronis yang bisa berakibat fatal, seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal kronis, hingga kanker.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 27/03/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan