Mengenal Transcatheter Aortic Valve Implantation, Cara Baru Operasi Katup Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Seiring bertambahnya usia, katup aorta jantung dapat menyempit dan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan. Penyempitan katup aorta selama ini diatasi dengan operasi jantung terbuka. Namun, metode baru yang dikenal sebagai transcatheter aortic valve implantation (TAVI) kini menjadi terobosan bagi pasien yang memerlukan tindakan.

Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih jauh prosedur ini serta manfaatnya bagi pasien.

Mengenal prosedur transcatheter aortic valve implantation

cara pemasangan kateter

Katup aorta pada jantung berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke dalam jantung. Begitu penyempitan katup aorta sudah parah, tubuh akan menunjukkan gejala berupa sesak napas, rasa tidak nyaman, hingga pingsan.

Sekitar 50 persen penderita berisiko mengalami kematian dalam kurun waktu 2 tahun bila gejala telah muncul dan penyempitan katup tidak ditangani. Guna mencegahnya, pasien biasanya menjalani operasi jantung terbuka untuk mengganti katup yang rusak.

Namun, tidak semua pasien bisa menjalani operasi. Sebanyak 30 persen pasien tidak layak menjalani operasi jantung terbuka karena memiliki risiko lebih tinggi. Oleh sebab itu, transcatheter aortic valve implantation (TAVI) hadir untuk menjawab masalah ini.

TAVI adalah prosedur medis alternatif untuk mengganti katup aorta jantung yang telah rusak dengan katup mekanik. Sebelum menjalani prosedur, pasien akan diberikan bius terlebih dulu. Operasi katup jantung ini kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Membuat sayatan pada pangkal paha atau sisi dada, lalu memasukkan balon valvuloplasty ke dalam pembuluh arteri dengan panduan kateter.
  2. Mengarahkan kateter menuju jantung melalui pembuluh arteri.
  3. Memasangkan katup buatan pada posisi yang tepat.
  4. Menggunakan balon valvuloplasty untuk mengunci posisi katup.
  5. Melepaskan kateter, lalu memeriksa posisi katup.

“Berbeda dengan operasi, rongga dada tidak dibuka dan jantung tidak perlu dihentikan saat pasien menjalani TAVI. Jadi, risikonya lebih kecil,” jelas Dr. Rosli Mohd Ali selaku konsultan kardiologi di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur ketika ditemui tim Hello Sehat di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

Siapa yang disarankan menjalani transcatheter aortic valve implantation?

Operasi jantung terbuka dapat mengatasi masalah penyempitan katup aorta secara efektif, tapi hanya 70 persen pasien yang layak menjalani prosedur ini. Sebanyak 30 persen sisanya tidak dapat menjalani operasi karena risikonya lebih tinggi.

Melansir laman John Hopkins Medicine, berikut faktor-faktor yang meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi jantung terbuka:

  • Berusia lanjut (70 tahun ke atas)
  • Memiliki jantung yang lemah
  • Terdapat riwayat stroke, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal, dan diabetes
  • Pernah menjalani operasi jantung
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada dada
  • Terdapat penumpukan kalsium pada pembuluh aorta

Transcatheter aortic valve implantation dinilai lebih aman bagi pasien dengan kondisi di atas, terutama mengingat banyak pasien penyempitan katup jantung merupakan lansia. Metode ini pun bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pasien yang menjalaninya.

Tantangan yang dihadapi pasien dan dokter dalam menerapkan metode ini adalah biaya yang mahal. Hal ini pula yang membuat sebagian besar pasien memilih menjalani prosedur ini di luar negeri.

Walau demikian, Dr. Rosli Mohd Ali meyakini TAVI dapat menjadi metode penanganan masalah katup jantung yang ideal di masa depan. “Pasien tidak cuma mendapatkan manfaat dari TAVI. Prosedur ini juga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien, bahkan menambah angka harapan hidup,” tutupnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 28, 2019 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca