home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ring Jantung (Stent Jantung)

Definisi pemasangan ring jantung|Kapan pemasangan ring jantung perlu dilakukan?|Risiko dan efek samping pemasangan ring jantung|Persiapan sebelum menjalani pemasangan ring jantung|Prosedur pemasangan ring jantung |Perawatan setelah pemasangan ring jantung
Ring Jantung (Stent Jantung)

Definisi pemasangan ring jantung

Apa itu pemasangan ring jantung?

Pemasangan ring jantung atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai stent jantung adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung.

Penyumbatan pembuluh darah ini terjadi akibat penumpukan plak dari kolesterol ataupun zat lain yang menempel di dinding pembuluh.

Oleh sebab itu, pemasangan ring jantung bertujuan untuk membuka pembuluh darah koroner di jantung, sehingga bisa kembali menerima suplai darah yang cukup dan memperkecil kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung.

Bagaimana bentuk ring atau stent jantung?

Stent terbuat dari logam ataupun plastik yang berbentuk tabung kecil yang tersusun dari kawat-kawat yang nampak seperti jala. Umumnya, stent memiliki panjang sekitar 15-20 mm, tetapi dapat bervariasi, yakni 8–48 mm dan berdiameter 2–5 mm.

Pemasangan stent ini menetap, sehingga akan melekat di jantung dan tidak bisa dikeluarkan lagi. Oleh karenanya, permukaan stent dilapisi dengan obat-obatan yang membantu menjaga arteri yang tersumbat agar tidak tertutup.

Pemasangan alat kecil ini dilakukan dalam prosedur angioplasti. Angioplasti sendiri adalah prosedur medis yang digunakan untuk membuka arteri koroner (jantung) yang mengalami penyumbatan dan penyempitan.

Meskipun begitu, tidak semua prosedur angioplasti mengharuskan pemasangan ring jantung. Terutama, jika pembuluh darah terlalu kecil atau terlalu besar untuk memasang stent, atau ketika pasien memiliki alergi terhadap bahan di stent (yang sangat jarang terjadi).

Kapan pemasangan ring jantung perlu dilakukan?

Pemasangan ring jantung diperuntukkan bagi orang yang mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas yang tidak kunjung membaik hanya dengan obat. Serta dilakukan pada orang yang mengalami serangan jantung.

Prosedur medis ini juga bisa dijadikan sebagai pengobatan alternatif penyakit jantung pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi bypass jantung.

Dilansir dari situs British Heart Foundation, selain mengobati penyakit jantung, pemasangan stent jantung ini juga digunakan untuk mengatasi penyakit arteri perifer di kaki dan leher.

Risiko dan efek samping pemasangan ring jantung

Sama seperti pengobatan penyakit jantung lainnya, pemasangan ring atau stent jantung juga bisa menimbulkan risiko efek samping, seperti:

  • Muncul memar pada kulit yang saat selang untuk memasang ring dimasukkan. Biasanya, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
  • Terjadi perdarahan pada area kulit bekas prosedur. Namun, risiko perdarahan di pergelangan tangan lebih rendah ketimbang pada selangkangan. Ini dikarenakan area tangan lebih mudah diberi tekanan sehingga lebih cepat menghentikan perdarahan.
  • Dinding arteri yang terbelah saat balon mengembang. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis diseksi dan akan ditangani dengan cepat dengan pemasangan stent lebih lanjut.
  • Terjadi penggumpalan darah yang menyebabkan serangan jantung. Namun, risiko komplikasi ini sangat jarang terjadi karena dokter akan meresepkan obat clopidogrel (Plavix), prasugrel (Effient) atau jenis obat pengencer darah lain.

Persiapan sebelum menjalani pemasangan ring jantung

Sebelum pemasangan ring (stent) jantung dilakukan, dokter akan meninjau riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Anda juga mungkin harus menjalani serangkaian tes kesehatan, seperti rontgen dada, elektrokardiogram, tes darah, dan tes pencitraan angiogram koroner (kateterisasi jantung).

Setelah dokter menemukan adanya penyumbatan, angioplasti dan pemasangan stent akan dijadwalkan saat jantung masih terpasang kateter.

Persiapan yang harus Anda lakukan sebelum prosedur ini dilakukan adalah berhenti minum obat tertentu sebelum angioplasti, seperti aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau pengencer darah.

Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda minum, termasuk suplemen herbal. Biasanya, Anda harus berhenti makan atau minum enam hingga delapan jam sebelum angiografi.

Bawa semua obat yang Anda minum sebelumnya, termasuk nitrogliserin dan Anda akan diminta minum sedikit air di pagi sebelum prosedur dilakukan.

Prosedur pemasangan ring jantung

Pemasangan ring jantung merupakan prosedur non-bedah di bawah anestesi lokal yang diberikan di daerah pergelangan tangan ataupun pangkal paha. Maka, selama tindakan berlangsung pasien akan dalam keadaan sadar.

Selain itu, pemasangan stent umumnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun, hal ini tergantung dari kesulitan dan jumlah ring yang akan dipasang.

Langkah-langkah prosedur

Prosedur pasang ring jantung akan diawali dengan proses kateterisasi. Kateterisasi dilakukan dokter dengan cara memasukkan selang kateter yang pada ujungnya dilengkapi dengan balon dan sudah dipasangi ring jantung melalui pembuluh darah ke arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.

Ketika kateter sudah berada di daerah yang dituju, dokter akan memasukan zat kontras ke dalam kateter untuk melihat kondisi jantung pasien yang terlihat dari perjalanan zat kontras di pembuluh darah, sehingga memudahkan dokter untuk melihat keadaan jantung pasien yang muncul di layar monitor.

Saat kateter sudah dimasukkan ke dalam pembuluh darah, balon yang terdapat di ujung kateter dalam keadaan mengempis bersamaan dengan ring jantung.

Namun ketika kateter telah sampai di area yang mengalami penyempitan dan penyumbatan, maka balon yang ada di bagian ujung kateter akan mengembang bersamaan dengan ring jantung. Balon ini berfungsi untuk meregangkan arteri yang tersumbat sehingga memungkinkan peningkatan aliran darah.

Setelah itu balon kateter dikempeskan dan kemudian selang kateter ditarik keluar. Namun saat kateter ditarik keluar, ring jantung menetap di lokasi tersebut supaya pembuluh darah tetap terbuka.

Perawatan setelah pemasangan ring jantung

Anda mungkin akan tetap di rumah sakit semalaman untuk menyesuaikan obat-obatan sekaligus memantau kondisi jantung Anda. Biasanya Anda dapat kembali bekerja atau menjalani rutinitas normal seminggu setelah angioplasti dilakukan.

Saat Anda kembali ke rumah, minumlah banyak cairan untuk membantu membersihkan tubuh Anda dari pewarna kontras yang digunakan selama prosedur. Hindari olahraga berat dan angkat benda berat, setidaknya sehari setelah Anda diperbolehkan pulang ke rumah.

Kondisi yang perlu diwaspadai

Tanyakan kepada dokter atau perawat Anda tentang batasan lain dalam aktivitas. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Area kulit tempat selang dimasukkan mengeluarkan darah yang sulit dihentikan atau menimbulkan pembengkakan.
  • Anda merasakan nyeri atau ketidaknyaman pada area kulit tempat selang dimasukkan.
  • Kulit yang dimasukkan selang menimbulkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, bengkak, keluarnya cairan berupa nanah, dan mengalami demam.
  • Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, dan tubuh sangat lelah.
  • Terjadi perubahan suhu dan warna pada kaki dan lengan tangan yang menjadi area pemasangan ring jantung.

Kebanyakan orang yang telah menjalani angioplasti dengan atau tanpa pemasangan stent, biasanya perlu mengonsumsi aspirin tanpa batas waktu.

Pasien yang telah memasang stent akan membutuhkan obat pengencer darah, seperti clopidogrel, selama enam bulan hingga satu tahun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coronary angioplasty and stents. (2019, November 15). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-angioplasty/about/pac-20384761 [Accessed on November 2nd, 2020]

Who needs stents and why? (2019, December 30). Texas Heart Institute. https://www.texasheart.org/heart-health/womens-heart-health/straight-talk-newsletter/who-needs-stents-and-why/ [Accessed on November 2nd, 2020]

Harvard Health Publishing. (2020, October 16). When do you need a heart stent? Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/heart-health/when-do-you-need-a-heart-stent [Accessed on November 2nd, 2020]

Coronary angioplasty and stent insertion. (2017, October 24). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/coronary-angioplasty/ [Accessed on November 2nd, 2020]

How do stents work? (2019, 3). British Heart Foundation – Beat heartbreak forever. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/how-do-stents-work [Accessed on November 2nd, 2020]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 21/11/2020
x