home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Mungkin selama ini Anda mengira gejala penyakit jantung sama dengan gejala serangan jantung, gangguan irama jantung, atau gagal jantung. Padahal, tidak demikian. Lantas, apa saja ciri-ciri penyakit jantung di usia muda atau lanjut yang mungkin terjadi? Kemudian, apa penyebab dari penyakit jantung? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Kenali gejala atau ciri-ciri penyakit jantung

Penyakit jantung (penyakit kardiovaskuler) dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera dengan perawatan yang tepat.

Penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis, mulai dari serangan jantung hingga gagal jantung. Setiap jenisnya, menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Meski demikian, Anda dapat mengenali gejala umum dari penyakit jantung yang sering dikeluhkan penderitanya, sebagai berikut:

1. Nyeri dada

jantung berdebar saat maag

Nyeri dada atau angina merupakan gejala awal penyakit jantung yang cukup mengkhawatirkan karena bersifat nyeri dan rasa tidak nyaman pada dada. Biasanya gejala ini terjadi saat otot-otot jantung tidak memperoleh cukup darah yang kaya dengan oksigen.

Tanda-tanda sakit jantung ini hampir ditemui pada jenis penyakit jantung yang umum terjadi, seperti penyakit jantung koroner, infeksi otot jantung (miokarditis), infeksi selaput jantung (perikarditis), dan rusaknya katup jantung.

Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa hari ataupun minggu. Namun, tingkat keparahan nyeri bisa berbeda-beda tergantung seberapa banyak plak yang menumpuk di arteri koroner jantung.

Nyeri dada biasanya muncul ketika jantung harus bekerja lebih keras, contohnya seperti saat berolahraga atau berjalan jauh. Oleh karena itu, olahraga untuk pasien penyakit jantung harus disesuaikan dengan kondisinya.

Agar Anda bisa membedakan nyeri dada akibat penyakit jantung dengan kondisi medis lainnya, perhatikan ciri-ciri khasnya berikut ini.

  • Terjadi berulang kali dengan sensasi yang sama.
  • Tergantung berat ringannya, rasa nyeri dapat dirasakan mulai dari 5 menit hingga lebih dari 10 menit.
  • Rasa nyeri biasanya dapat berkurang dengan istirahat atau obat-obatan.
  • Rasa nyeri dapat menjalar ke leher hingga ke lengan atau punggung disertai keringat dingin.
  • Biasanya rasa nyeri digambarkan seperti dada yang diremas atau rasa seperti ditimpa beban berat.

Gejala penyakit jantung pada wanita ini digambarkan dengan rasa tidak nyaman, sesak dan tertekan, nyeri, mati rasa, atau menimbulkan sensasi terbakar di dada. Ciri-ciri sakit jantung ini sangat umum menyerang wanita dengan penyakit jantung koroner, ketimbang pria.

2. Detak jantung tidak teratur

detak jantung cepat

Detak jantung yang tidak teratur adalah gejala yang sangat umum terjadi, tapi juga bisa menandakan gejala awal penyakit jantung. Banyak orang yang mengalami palpitasi merasakan bahwa detak jantungnya berhenti sebentar, tapi kemudian dilanjutkan kembali dengan irama yang kencang.

Sebagian besar orang yang mengalami palpitasi jantung memiliki aritmia atau detak jantung yang tidak normal. Ini tergantung dari jenis aritmia yang Anda diderita.

Jika detak jantung yang tak teratur memang berujung pada sakit jantung, biasanya akan disertai dengan ciri-ciri lainnya. Ini meliputi gejala pusing, nyeri dada, sesak napas, hingga tubuh terasa goyah.

3. Sesak napas

seberapa parah penyakit asma anda

Selain terjadi pada penyakit paru, sesak napas adalah salah satu gejala yang juga sering terjadi sebagai tanda awal penyakit jantung. Pasalnya, fungsi organ jantung yang tidak normal lagi bisa berdampak pada kelancaran aliran darah Anda. Aliran darah yang kurang lancar ini akan rentan menyebabkan kurangnya oksigen dan memicu sesak napas.

Pada pasien gagal jantung, gejalanya akan sering muncul saat sedang berbaring. Penderitanya juga bisa bangun tiba-tiba di malam hari akibat sesak napas. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan paroxysmal nocturnal dyspnea.

Masalah lainnya pada jantung, seperti penyakit katup jantung dan penyakit jantung koroner, juga ditandai dengan gejala sesak napas.

Ciri-ciri penyakit jantung ini biasanya terjadi bersamaan dengan nyeri dada. Jadi bisa dikatakan bahwa sesak napas adalah salah satu pertanda medis yang tidak bisa dianggap sepele dan butuh perawatan segera dari dokter.

4. Pusing

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Pusing adalah kondisi yang dirasakan seseorang ketika diserang sensasi seperti akan pingsan, kepala terasa berat (atau justru melayang), badan lemas, dan penglihatan yang semakin kabur.

Terkadang pusing berkaitan dengan gejala awal penyakit jantung. Misalnya penyakit aritmia jantung, gagal jantung, jantung koroner, dan lain sebagainya.

Itu sebabnya, Anda disarankan untuk tidak menyepelekan pusing yang Anda alami. Terutama jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama. Ada baiknya untuk segera lakukan pemeriksaan lanjutan dengan dokter Anda.

5. Kehilangan kesadaran tiba-tiba

pingsan
Sumber: Family Doctor

Kehilangan kesadaran tiba-tiba atau disebut juga pingsan termasuk salah satu gejala penyakit jantung yang kerap kali terjadi. Biasanya, pingsan tidak menandakan adanya masalah medis serius.

Namun, pada beberapa kondisi yang disertai dengan munculnya gejala lain yang tidak normal, pingsan bisa menunjukkan kondisi kesehatan yang berbahaya dan mengancam tubuh. Jadi, penting untuk mencari tahu apa penyebab Anda tiba-tiba hilang kesadaran.

Jika penyebab dari gejala ini adalah penyakit jantung, Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis.

6. Badan lemas

efek kurang tidur

Lemas adalah ketidakmampuan tubuh untuk melakukan fungsi dan tugasnya seperti biasa. Orang dengan kondisi ini dianjurkan untuk banyak tidur dan istirahat guna memulihkan kembali energinya.

Namun, dalam kondisi yang tidak biasanya, kelelahan juga bisa menjadi gejala awal penyakit jantung maupun menunjukkan adanya kelainan pada sistem organ tubuh lainnya.

Sleep apnea, restless leg syndrome, dan insomnia bisa menjadi beberapa faktor risiko dan gangguan umum yang mengarah pada penyakit jantung. Sama seperti pusing, kelelahan yang terjadi dalam waktu lama butuh pemeriksaan medis untuk segera diketahui penyebabnya.

Gejala penyakit jantung yang perlu segera diperiksa ke dokter

dokter spesialis jantung

Baik pria maupun wanita, bila Anda mengalami satu atau lebih tanda dan gejala penyakit jantung yang telah disebutkan di atas, jangan disepelekan begitu saja. Jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter guna memastikan kondisi tersebut disebabkan penyakit kardiovaskuler atau disebabkan kondisi lain.

Anda harus segera ke dokter jika mengalami gejala sakit jantung berikut:

  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Perasaan ingin pingsan atau hilang kesadaran.

Semakin cepat perawatan medis Anda terima, akan semakin baik pula kondisi kesehatan tubuh Anda. Ini akan mempermudah proses penanganan dan pengobatan yang nantinya akan Anda lakukan.

Kenali juga penyebab dan risiko penyakit jantung

Penyebab umum sakit jantung adalah adanya penyumbatan, peradangan, kerusakan pada jantung dan pembuluh darah di sekitarnya atau kelainan pada jantung.

Penyumbatan biasanya disebabkan oleh plak pada pembuluh darah di jantung, yang akan menumpuk, mengeras, dan akhirnya mempersempit aliran darah ke jantung. Sementara peradangan, bisa disebabkan infeksi bakteri, virus, atau jamur yang lama-lama bisa menimbulkan gejala mengganggu dan akhirnya merusak jantung.

Peradangan, penyumbatan, dan kerusakan pada jantung bisa terjadi akibat akumulasi dari berbagai faktor risiko, di antaranya:

1. Usia

gagal jantung kanan

Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya umur, yakni pada pria setelah berumur 45 tahun dan wanita setelah berumur 55 tahun (atau menopause).

Semakin menua, arteri mungkin menyempit dan penumpukan plak akan terjadi. Penggumpalan darah yang terbentuk dapat menghambat aliran darah di arteri. Kondisi inilah yang akhirnya jadi penyebab sakit jantung pada orang usia lanjut.

2. Kadar kolesterol total

penyebab kolesterol tinggi karena keturunan

Kadar kolesterol total (jumlah semua kolesterol dalam darah) adalah faktor risiko penyakit jantung. Mengingat karena kolesterol dapat membentuk plak yang dapat menumpuk di dalam arteri.

Semakin banyak kolesterol di dalam darah, semakin banyak plak yang terbentuk dan menumpuk. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar kolesterol total, semakin tinggi risiko penyakit jantung. Kadar kolesterol tinggi biasanya ditandai dengan rentang 240 mg/dL dan lebih.

3. Kebiasaan merokok

dampak negatif rokok

Merokok dapat menjadi penyebab meningkatnya risiko sakit jantung, selain memicu masalah kesehatan lain. Nikotin dan zat kimia lain di dalam rokok membahayakan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan risiko atherosclerosis (penyempitan arteri).

Pasien penyakit jantung yang masih saja merokok bisa menimbulkan bahaya, yakni gejala semakin parah dan mengancam jiwa. Untungnya, berapa banyak atau lama Anda telah merokok, berhenti merokok akan memberikan manfaat bagi jantung.

4. Kondisi hipertensi atau diabetes

penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi

Memiliki hipertensi atau diabetes bisa jadi penyebab tingginya risiko seseorang terhadap penyakit jantung. Ini karena hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat meningkatkan kekakuan arteri dan penumpukan plak.

Efeknya pada jantung dan pembuluh darah di sekitar jantung ini tidak berbeda jauh pada pasien diabetes. Oleh karena itulah, penyakit jantung disebut-sebut sebagai salah satu komplikasi diabetes.

5. Penyakit gusi

gejala sakit gigi

Penyakit gusi dapat meningkatkan risiko sakit jantung, tidak hanya sekadar menyebabkan gangguan pada mulut saja. Alasannya, karena bakteri di gusi dapat menyebabkan peradangan atau pembengkakan di daerah gusi, akhirnya bisa menyebar ke pembuluh darah arteri di sekitar jantung.

Selain itu, penyakit ini juga memperburuk tekananan darah sehingga memungkinkan terbentuknya plak di arteri. Hal ini membuat arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung) mengalami penebalan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Orang dengan penyakit jantung ini biasanya mengalami gejala sesak napas dan nyeri dada.

6. Nyeri bahu

sakit bahu

Anda pasti tidak pernah menduga bahwa nyeri bahu menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung.

Sebuah penelitian dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, lebih mungkin mengalami nyeri bahu atau cedera rotator cuff.

Hubungan keduanya masih belum pasti, namun peneliti mengatakan bahwa mengobati tekanan darah tinggi dan faktor risiko lain juga dapat membantu meredakan rasa nyeri di bahu.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa orang dengan sindrom carpal tunnel, Achilles tendonitis, dan tennis elbow juga memiliki peningkatan risiko penyakit jantung.

7. Punya darah kental

sel darah merah trombosit

Orang yang memiliki darah tebal berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau stroke. Darah kental sendiri merupakan darah mengandung lebih banyak sel darah merah.

Tidak hanya sel darah merah, Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa ketebalan darah (viskositas darah) juga dipengaruhi tingginya kadar lemak dalam darah dan peradangan kronis di dalam tubuh.

Jadi begini, darah yang normal akan mengalir lancar melewati pembuluh darah dan sampai ke jantung. Darah ini diibaratkan seperti air yang mengalir di dalam selang.

Sementara darah yang kental berisiko mengalir lebih lambat melewati pembuluh darah dan jantung. Jika dianalogikan, darah yang kental ini seperti madu yang melewati selang air.

Ketika aliran darah yang lambat tersebut bergerak, risiko untuk terjadi pengendapan semakin besar. Pada akhirnya, banyak gumpalan-gumpalan yang terbentuk.

8. Kesepian dan stres

pengangguran

Merasa kesepian sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan efek stres lainnya. Bila tidak diatasi, dalam jangka panjang akan semakin memburuk, menurunkan kesehatan secara menyeluruh dan dapat menjadi penyebab tingginya risiko penyakit jantung.

Stres tidak hanya terjadi akibat kesepian, tapi juga dapat muncul akibat keseringan lembur. Orang yang bekerja setidaknya 55 jam per minggu lebih berisiko memiliki penyakit jantung dibanding orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggu.

Periset menjelaskan kerja lembur membuat seseorang jadi lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Ini membuat seseorang lebih stres karena tuntutan kerja yang tinggi atau terpapar kebisingan dan bahan kimia lainnya.

9. Jumlah anak yang dimiliki

perencanaan perlindungan keluarga

Wanita yang hamil lebih dari satu kali alias punya banyak anak meningkatkan risiko penyakit jantung, antara lain mengalami peningkatan risiko atrial fibrilasi, atau disebut juga sebagai AF. Ini adalah kondisi detak jantung yang tidak teratur, sehingga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di jantung yang berlanjut ke stroke, dan komplikasi lainnya.

Sebuah studi pada melaporkan bahwa wanita yang hamil empat kali atau lebih mengalami peningkatan 30-50 persen mengalami AF dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah hamil.

Selama kehamilan, jantung semakin membesar, hormon tidak seimbang, dan sistem kekebalan tubuh meningkat. Hal tersebut dianggap sebagai pemicu dari penyakit jantung. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan keduanya.

10. Nonton tv terlalu lama

nonton serial TV maraton

Tidak ada salahnya memang menonton tv sambil istirahat dan bersantai di rumah. Namun, jika nonton tv terlalu lama bisa menjadi penyebab penyakit jantung. Jika Anda hanya berjam-jam di depan tv sambil ngemil dan dengan posisi yang itu-itu saja, ini dapat meningkatkan risiko Anda memiliki penyakit jantung.

Asosiasi Jantung di Amerika (American Heart Association) melaporkan bahwa diam atau duduk dengan posisi yang sama dalam waktu yang lama adalah salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Tubuh yang tidak aktif pada umumnya buruk untuk kesehatan Anda secara menyeluruh, terutama jantung. Ini membuat Anda rentan terhadap pembekuan darah.

Di samping itu, saat nonton tv sambil makan berlebihan, Anda lebih mungkin memilih junk food sebagai camilan. Ini juga akan meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 facts about chest pain. Rush University Medical Center. https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/6-facts-about-chest-pain [Accessed on October 19th, 2020] 

Women & cardiovascular disease. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17645-women–cardiovascular-disease [Accessed on October 19th, 2020] 

Symptoms of Heart Disease in Women.. NINR – National Institute of Nursing Research | National Institute of Nursing Research. https://www.ninr.nih.gov/sites/files/docs/subtle-and-dangerous-symptoms-heart-disease-in-women-booklet.pdf [Accessed on October 19th, 2020] 

Men and heart disease. (2020, January 31). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/heartdisease/men.htm?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fdhdsp%2Fdata_statistics%2Ffact_sheets%2Ffs_men_heart.htm[Accessed on October 19th, 2020] 

How heart disease is different for women. (2019, October 4). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease/art-20046167[Accessed on October 19th, 2020] 

How heart disease is different for women. (2019, October 4). Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/heart-disease/art-20046167 [Accessed on October 19th, 2020] 

Why are heart attacks on the rise in young people? (2020, September 3). Health Essentials from Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-are-heart-attacks-on-the-rise-in-young-people/[Accessed on October 19th, 2020] 

Heart Attack Risk Assessment. www.heart.orghttp://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/HeartAttackToolsResources/Heart-Attack-Risk-Assessment_UCM_303944_Article.jsp#.T0wBn3bCMYY [Accessed on October 19th, 2020] 

How Does Smoking Affect the Heart and Blood Vessels? – NHLBI, NIH. (n.d.). NIH Heart, Lung and Blood Institutehttp://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/smo/ [Accessed on October 19th, 2020] 

Cardiovascular diseases (CVDs). (2017, May 17). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds) [Accessed on October 19th, 2020] 

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on October 19th, 2020] 

Hardy, R., Lawlor, D., Black, S., Wadsworth, M. and Kuh, D., 2007.Number of children and coronary heart disease risk factors in men and women from a British birth cohortBJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 114(6), pp.721-730. [Accessed on October 19th, 2020] 

Applegate, K., Thiese, M., Merryweather, A., Kapellusch, J., Drury, D., & Wood, E. et al. (2017). Association Between Cardiovascular Disease Risk Factors and Rotator Cuff TendinopathyJournal Of Occupational And Environmental Medicine59(2), 154-160. doi: 10.1097/jom.0000000000000929 [Accessed on October 19th, 2020] 

Poor oral health linked to higher blood pressure, worse blood pressure control. (2018, October 22). American Heart Association. https://newsroom.heart.org/news/poor-oral-health-linked-to-higher-blood-pressure-worse-blood-pressure-control#.WLh5rG8rLIU [Accessed on October 19th, 2020] 

Sitting too much may raise heart disease risk. (2018, May 1). www.heart.org. https://www.heart.org/en/news/2018/05/01/sitting-too-much-may-raise-heart-disease-risk [Accessed on October 19th, 2020] 

Virtanen, M. and Kivimäki, M., 2018. Long Working Hours and Risk of Cardiovascular DiseaseCurrent Cardiology Reports, 20(11). [Accessed on October 19th, 2020] 

The Framingham Heart Study ¬ª  Internal Medicine Residency Program ¬ª Boston University. (n.d.). Boston University Medical Campushttp://www.bumc.bu.edu/im-residency/research/framingham-heart/ [Accessed on October 19th, 2020] 

Hahad, O., Kröller-Schön, S., Daiber, A., & Münzel, T. (2019). The Cardiovascular Effects of NoiseDeutsches Arzteblatt international116(14), 245–250. https://doi.org/10.3238/arztebl.2019.0245 [Accessed on October 19th, 2020] 

Vergeer, M., Holleboom, A. G., Kastelein, J. J., & Kuivenhoven, J. A. (2010, April 6). The HDL hypothesis: does high-density lipoprotein protect from atherosclerosis?. Journal of Lipid Researchwww.jlr.org/content/51/8/2058.full [Accessed on October 19th, 2020] 

Risk factors. (2017, May 30). World Heart Federation. https://www.world-heart-federation.org/resources/risk-factors/[Accessed on October 19th, 2020] 

Loneliness is bad for the heart. (n.d.). European Society of Cardiology. https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/loneliness-is-bad-for-the-heart [Accessed on October 19th, 2020] 

Harvard Health Publishing. (2019, September 25). Is blood like your waistline – the thinner, the better? Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/is-blood-like-your-waistline-the-thinner-the-better [Accessed on October 19th, 2020] 

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on October 19th, 2020] 

Polycythemia Vera. Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/polycythemia-vera [Accessed on October 19th, 2020] 

Moya, A., Sutton, R., Ammirati, F., Blanc, J. J., Brignole, M., Dahm, J. B., … & Wieling, W. (2009). Task Force for the Diagnosis and Management of Syncope; European Society of Cardiology (ESC); European Heart Rhythm Association (EHRA). Heart Failure Association (HFA), 2631-71.

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 26/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x