Perawatan Bagi Pasien yang Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/03/2020
Bagikan sekarang

Sebagai metode alternatif untuk mengatasi penyempitan katup jantung, transcatheter aortic valve implantation (TAVI) menawarkan manfaat yang sama, tapi dengan risiko lebih kecil dibandingkan operasi jantung terbuka. Lantas, apakah pasien TAVI masih memerlukan perawatan khusus setelah menjalani prosedur ini?

Apakah pasien TAVI harus menjalani perawatan khusus?

cara pemasangan kateter

Penyempitan katup jantung dapat menyebabkan gejala sesak napas, pingsan, bahkan mengakibatkan kematian dalam kurun waktu 2 tahun bila tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, operasi jantung terbuka dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Namun, sekitar 30 persen pasien tidak layak menjalani operasi karena berusia lanjut atau menderita penyakit seperti jantung lemah, diabetes, penyakit paru, dan penyakit ginjal stadium berat. TAVI dianggap lebih sesuai bagi pasien dengan kondisi tersebut.

Prosedur TAVI dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada pangkal paha atau sisi dada. Kateter kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diarahkan menuju jantung. Dengan begitu, dokter bisa menanam katup buatan pada pembuluh aorta.

pengobatan lansia

Pasien yang menjalani TAVI tidak memerlukan perawatan khusus sebanyak pasien operasi. Pasalnya, TAVI tergolong sebagai metode invasif minimal. Dokter tidak perlu membuka rongga dada ataupun menghentikan detak jantung pasien selama prosedur.

Mengingat luka yang dihasilkan minimal, masa pemulihan juga tidak memakan waktu lama. Dr. Rosli Mohd Ali, konsultan kardiologi di Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur, menyatakan bahwa hal ini membuat TAVI unggul soal waktu rawat pasien. 

“Waktu pemulihan open surgery itu sekitar 6-7 hari dan luka (operasi) baru hilang setelah 3 bulan. Rasa sakitnya bisa bertahan sampai lebih dari setahun,” jelasnya dalam acara media briefing di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (28/11).

“Beberapa hari setelah menjalani TAVI, pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa. Pasien TAVI juga tidak memerlukan perawatan khusus, yang terpenting jangan terlalu banyak bergerak selama 7 hari pertama dan rutin kontrol,” tambahnya.

Tips bagi pasien setelah menjalani TAVI

latihan keseimbangan lansia

Masa rawat pasien setelah menjalani TAVI berbeda-beda, tergantung lokasi dibuatnya sayatan, bius yang digunakan, serta kondisi kesehatan Anda. Secara umum, sebagian besar pasien TAVI sudah bisa pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-4 hari.

Sebelum pulang dari rumah sakit, tim medis yang menangani Anda akan memastikan bahwa luka sudah terawat dengan baik dan hasil tes darah Anda normal. Tim medis juga akan menyiapkan obat-obatan yang perlu Anda minum selama masa pemulihan.

Kendati tidak ada perawatan khusus yang perlu dijalani pasien TAVI, National Health Service Inggris menyarankan beberapa tips untuk menunjang pemulihan, antara lain:

  • Menjauhkan luka dari benturan, gesekan berlebih, kontak dengan sabun, atau hal lain yang dapat menghambat penyembuhan luka.
  • Menjaga area luka tetap kering selama mandi.
  • Menghindari gerakan yang menarik kulit sekitar selangkangan.
  • Tidak berkendara selama 4 minggu pertama masa pemulihan.
  • Meminum obat-obatan yang diperlukan secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung.
  • Berjalan kaki secara rutin untuk menjaga tubuh tetap aktif.
  • Melakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter.
  • Menjalani pengobatan untuk mengendalikan penyakit yang sudah ada.

Tips di atas bisa menjadi langkah perawatan ideal untuk mendukung pemulihan pasien setelah menjalani TAVI. Ditambah pola makan bergizi seimbang dan perbaikan gaya hidup, manfaat TAVI bagi pasien dapat bertahan hingga belasan tahun.

TAVI bukan hanya sekadar metode alternatif untuk mengatasi masalah katup jantung. Bagi pasien yang menjalaninya, tindakan ini dapat meningkatkan kualitas hidup, bahkan menambah angka harapan hidup pasien hingga beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Panjang Umur, Ini Tips Hidup Sehat Setelah Operasi Bypass Jantung

Kata siapa Anda tak bisa hidup sehat setelah operasi bypass jantung? Ingin tahu caranya? Yuk, mulai dengan menjalani ragam tips berikut!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Memahami Fungsi Alat Pacu Jantung dan Siapa Saja yang Membutuhkannya

Penyakit jantung sering kali menyebabkan kematian mendadak. Untuk itu harus diberikan pertolongan lebih cepat, yaitu dengan alat pacu jantung defibrilator.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

3 Gejala Khas Penyempitan Katup Aorta Jantung (Stenosis Aorta) yang Harus Diwaspadai

Stenosis aorta adalah salah satu jenis kelainan katup jantung yang umum ditemukan. Gejala yang mungkin muncul adalah angina dan sesak napas. Apa lagi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan untuk Operasi Bypass Jantung?

Penyakit jantung sangat fatal, salah satu cara untuk mengatasinya adalah operasi bypass jantung. Berapa biaya operasi bypass jantung di rumah sakit?

Ditinjau secara medis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Asuransi, Hidup Sehat 26/08/2018

Direkomendasikan untuk Anda

persiapan tavi

Syarat dan Persiapan Sebelum Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/11/2019
operasi katup jantung transcatheter aortic valve implantation

Mengenal Transcatheter Aortic Valve Implantation, Cara Baru Operasi Katup Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/11/2019
pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak

Mengenal Penanganan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/07/2019
penyakit jantung rematik

Mengenal Penyakit Jantung Rematik, Kondisi Fatal yang Merusak Katup Jantung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2019