Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . 14 menit baca
Bagikan sekarang

Sesak napas disertai nyeri pada dada menjadi gejala penyakit jantung yang khas. Namun, Anda perlu menjalani berbagai tes kesehatan untuk menegakkan diagnosis penyakit, contohnya kateterisasi jantung, elektrokardiografi, atau ekokardiografi. Setelahnya, dokter akan merekomendasikan obat sakit jantung dan pengobatan penyakit jantung yang sesuai. Yuk, pahami lebih jelasnya pada ulasan berikut.

Pilihan obat sakit jantung

cara mengatasi serangan jantung / penanganan serangan jantung

Penyakit jantung (kardiovaskuler) tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, tersedia beragam obat yang bisa membantu meredakan gejala, sekaligus mencegah keparahan penyakit. Dilansir dari situs American Heart Foundation, beberapa obat yang umumnya diresepkan untuk orang penyakit jantung, meliputi:

1. Antikoagulan

Antikoagulan disebut juga sebagai obat pengencer darah. Sebenarnya, obat ini tidak mengencerkan darah, tapi mencegah terjadinya pembekuan darah. Jadi, obat ini tidak mengencerkan bekuan darah yang sudah terbentuk di dalam tubuh.

Perlu Anda ketahui bahwa gumpalan darah akibat pembekuan adalah penyebab penyakit jantung. Ini karena gumpalan darah dapat mempersempit atau menyimbat aliran darah di pembuluh jantung. Selain digunakan sebagai obat sakit jantung, antikoagulan juga sering diresepkan dokter untuk mencegah terjadinya stroke berulang.

Jenis antikoagulan yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung, meliputi:

2. Antiplatelet Agents dan Dual Antiplatelet Therapy (DAPT)

Antiplatelet agents adalah obat yang dapat mencegah terbentuknya gumpalan darah dengan mencegah trombosit darah saling menempel. Biasanya obat ini diresepkan pada pasien yang mengalami serangan jantung, nyeri dada tidak stabil, stroke, dan berbagai jenis penyakit kardiovaskuler.

Dokter mungkin juga meresepkan obat ini jika terbukti ada penumpukan plak tapi belum menyebabkan penyumbatan di arteri. Jenis obat sakit ini yang biasanya diresepkan, antara lain:

Jenis obat penyakit jantung dan lama perawatan akan bervariasi pada setiap orang bergantung dengan kondisi dan faktor risiko lainnya. Anda yang memiliki aterosklerosis, melakukan pemasangan stent, namun tidak mengalami serangan jantung, aspirin dan clopidogrel akan diresepkan selama 1-6 bulan.

Sementara itu, Anda yang menjalani operasi bypass arteri koroner umumnya akan diresepkan obat inhibiotor (clopidogrel, prasugrel, dan ticagrelor) selama satu tahun. Setelah penggunaan obat lain mungkin dihentikan, kemungkinan aspirin tetap dilanjutkan dalam jangka panjang.

3. Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) Inhibitor

ACE inhibitor adalah obat yang dapat memperlebar pembuluh darah. Ini memungkinkan darah mengalir lebih mudah dan membuat kerja jantung jadi lebih mudah.

Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan berbagai gejala sakit jantung, termasuk mencegah gagal jantung dan hipertensi. Beberapa jenis obat ACE inhibitor yang biasanya diresepkan, meliputi:

4. Angiotensin II receptor blocker (ARB)

Angiotensin II receptor blockers merupakan obat yang dapat menghambat reseptor angiotensin II (bahan kimia yang dihasilkan tubuh) ini merangsang efek negatif pada jantung dan pembuluh darah.

Obat ini digunakan untuk mengurangi gejala sakit jantung, hipertensi, dan gagal jantung. Jenis ARB yang biasanya diresepkan dokter, meliputi:

5. Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitors (ARNI)

Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitors adalah kombinasi dari obat inhibitor neprilysin dan ARB. Salah satu contoh jenis obat yang diresepkan adalah sacubitril atau valsartan.

Neprilysin adalah enzim yang memecah zat alami dalam tubuh yang membuka jalur arteri yang sempit. Dengan membatasi efek enzim ini, jalur arteri yang sempit akan terbuka lebih lebar dan melancarkan aliran darah.

Biasanya obat ini diresepkan pada orang yang mengalami gagal jantung. Selain itu, obat sakit jantung ini juga mengurangi tegangan pada organ dan retensi natrium (garam) dalam tubuh.

6. Beta-blocker

Beta-blocker adalah obat yang dapat mengurangi denyut dan kekuatan kontraksi jantung. Biasanya ini diresepkan untuk mengobati aritmia (irama jantung abnormal), hipertensi, nyeri dada, dan mencegah serangan jantung di kemudian hari.

Beberapa jenis sakit jantung beta-blocker yang diresepkan dokter, antara lain:

7. Gabungan alpha dan beta-blocker

Kombinasi alpha dan beta-blocker digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung. Jenis obat yang biasanya diresepkan adalah carvedilol dan labetalol hidroklorida. Obat ini dapat menyebabkan efek samping, yaitu menurunkan tekanan darah saat Anda berdiri.

8. Calcium Channel Blockers

Calcium channel blocker bekerja dengan mengganggu pergerakan kalsium ke sel-sel jantung dan pembuluh darah. Dengan begitu, dapat mengendurkan pembuluh darah dan mengurangi kekuatan jantung agar tidak memompa berlebihan.

Obat sakit jantung biasanya diresepkan untuk meredakan nyeri dada, aritmia, dan hipertensi. Beberapa contoh obat jenis ini yang sering diresepkan, meliputi:

9. Obat penurun kolesterol

Penyumbatan plak pada pembuluh arteri bisa disebabkan oleh kadar kolesterol yang tidak terkontrol. Itulah sebabnya dokter akan meresepkan obat penurun kolesterol, seperti:

  • Statin: atorvastatin, fluvastatin, lovastatin, pitavastatin, pravastatin, rosuvastatin, dan simvastatin
  • Asam nikotinat: niasin
  • Penghambat penyerapan kolesterol: ezetimibe
  • Kombinasi statin dan penghambat penyerapan kolesterol: ezetimibe atau simvastatin

10. Diuretik

Obat diuretik bekerja dengan membuang kelebihan cairan dan natrium dalam tubuh lewat urine. Ini membuat Anda jadi sering buang air kecil setelah minum obat. Proses diuretik ini dapat mengurangi beban kerja jantung, cairan di paru-paru, dan bagian tubuh lain, seperti pergelangan kaki dan tangan.

Obat ini diresepkan pada orang yang sakit jantung dengan hipertensi dan edema (pembengkakan tubuh akibat penumpukan cairan). Jenis obat diuretik yang biasanya diresepkan dokter, meliputi:

11. Digitalis Preparations

Digitalis preparations adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala gagal jantung dan aritmia akibat fibrilasi atrium. Terutama ketika pasien tidak menanggapi pengobatan penyakit jantung standar, seperti ACE inhibitor, ARB, dan diuretik.

Cara kerja obat ini adalah meningkatkan kekuatan kontraksi jantung. Salah jenis obat yang biasanya digunakan adalah digoxin.

12. Vasodilator

Vasodilator dapat mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Vasodilator kategori nitrat dapat meningkatkan pasokan darah dan oksigen ke jantung sambil mengurangi beban kerjanya sehingga gejala nyeri dada akan membaik.

Selain ditelan, jenis vasolidator tertentu tersedia dalam bentuk sublingual (diletakan di bawah lidah), semprotan, dan krim oles. Beberapa obat sakit jantung jenis ini yang bisa ditemukan di apotek, meliputi:

Obat yang perlu diwaspadai oleh penderita sakit jantung

Dari berbagai jenis obat di atas, ada juga obat yang harus dihindari pasien penyakit jantung. Obat-obatan ini kemungkinan besar dapat berinteraksi dengan obat yang Anda gunakan atau menimbulkan efek samping merugikan.

Lebih jelasnya, berikut daftar obat yang harus Anda konsultasikan lebih dahulu penggunaannya pada dokter yang menangani kondisi Anda.

  • Obat NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs): obat untuk meredakan nyeri dan demam, contohnya ibuprofen dan naproxen. Penderita jantung yang minum obat dokter bersamaan dengan obat NSAID, berisiko tinggi mengalami serangan jantung.
  • Antibiotik: Obat untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. Jenis antibiotik seperti azithromycin, amoxicillin. and ciprofloxacin tidak boleh digunakan pasien penyakit jantung karena bisa memicu gangguan denyut jantung.
  • Dekongestan: Obat untuk meredakan flu dan batuk, yang sebaiknya dihindari pasien penyakit jantung. Obat ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko menyebabkan stroke atau serangan jantung.
  • Aspirin: Obat ini memang bisa diresepkan untuk mengatasi penyakit jantung, tapi tidak selalu diperlukan. Contohnya, ketika Anda diberi obat antikoagulan, aspirin tidak boleh diminum karena bisa menimbulkan perdarahan.

Prosedur medis untuk mengatasi penyakit jantung

operasi jantung di siang hari

Penyakit jantung bisa diatasi dengan minum obat-obatan yang disebutkan di atas. Namun pada beberapa kasus, cara menyembuhkan penyakit jantung perlu melewati prosedur medis lebih lanjut. Tindakan ini perlu dilakukan sebagai prosedur penyelamatan karena penyakit jantung sering kali menyebabkan kematian.

Lebih jelasnya, simak satu per satu prosedur medis yang ditempuh sebagai cara mengobati penyakit jantung, antara lain:

1. Angioplasti

Angioplasti atau disebut juga dengan Percutaneous Coronary Interventions (PCI) merupakan pengobatan penyakit jantung yang dilakukan dengan memasukkan kateter berujung balon untuk memperluas pembuluh darah.

Setelah masuk ke tubuh, balon digembungkan sehingga pembuluh yang sempit akan melebar. Dengan begitu, aliran darah kaya oksigen dapat mencapai jantung dengan lancar.

Di samping itu. angioplasti juga dapat mengurangi nyeri dada, membuka arteri di sekitar leher dan otak sehingga dapat mencegah stroke. Prosedur biasanya memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam. Anda mungkin diharuskan menjalani opname satu malam.

Setelah menjalani prosedur, Anda biasanya dianjurkan mengikuti terapi obat sakit jantung, seperti dual antiplatelet therapy.

2. Angioplasti laser

Tidak berbeda jauh dengan angioplasti biasa, prosedur mengatasi penyakit jantung ini menggunakan kateter yang ujungnya laser. Angioplasti laser adalah salah satu bentuk lain dari angioplasti dasar.

Saat masuk ke tubuh, laser akan diaktifkan dan menghancurkan plak yang menumpuk. Teknik ini dilakukan untuk membuka jalur arteri yang terbuka dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

3. Operasi pergantian katup jantung

Katup aorta dan katup mitral adalah bagian katup jantung yang sering kali mengalami pergantian. Prosedur ini dilakukan ketika katup aorta mengalami penyempitan (stenosis aorta). Prosedur ini dilakukan agar katup dapat kembali bekerja dengan baik, yakni dalam mengatur aliran darah di dalam jantung.

Dua kondisi yang sering kali mengharuskan operasi pergantian katup jantung, antara lain:

Regurgutasi aorta (insufisiensi aorta)

Regurgitasi menandakan katup tidak menutup sempurna, sehingga membuat membuat darah mengalir balik masuk jantung. Padahal, seharusnya darah mengalir ke luar jantung. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini menyebabkan gagal jantung.

Regurgitasi mitral

Dalam kondisi ini, katup mitral memungkinkan darah mengandung oksigen mengalir balik ke paru-paru, padahal seharusnya darah mengalir ke jantung. Orang yang mengalami kondisi ini kerap kali mengalami sesak napas, detak jantung tidak teratur, dan nyeri dada.

Proses medis untuk pengobatan penyakit jantung ini meliputi berbagai opsi bedah, di antaranya:

  • Mengganti katup lama dengan katup mekanis (alat khusus buatan pabrik).
  • Mengganti jaringan katup tertentu dari donor.
  • Memindahkan katup yang sehat ke bagian yang rusak.
  • Implantasi katup aorta.

Dari berbagai opsi bedah, Anda kemungkinan diharuskan minum obat sakit jantung, seperti antikoagulan dalam jangka panjang.

4. Aterektomi

Cara menyembuhkan penyakit jantung ini mirip dengan angioplasti. Akan tetapi, pada prosedur ini alat yang digunakan berupa kateter yang dilengkapi alat untuk memotong plak di arteri.

Tujuan dari pengobatan penyakit jantung ini adalah meningkatkan aliran darah melalui arteri yang tersumbat dengan menghilangkan penumpukan plak. Ini juga digunakan pada arteri sekitar leher atau arteri karotid untuk menurunkan risiko terjadinya stroke.

5. Operasi bypass

Operasi bypass disebut juga dengan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dilakukan melalui bedah jantung terbuka. Tujuannya adalah mengatasi penyumbatan pada arteri jantung dengan membuat saluran baru agar darah mengalir ke otot jantung.

Operasi bypass merupakan prosedur paling umum dan efektif untuk mengelola penyumbatan darah ke otot jantung. Selain itu, dapat juga meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sehingga membantu meredakan nyeri dada dan meningkatkan kemampuan fisik pasien.

Seseorang bisa menjalani satu, dua, atau lebih operasi bypass tergantung berapa banyak arteri kororner yang menyempit. Anda biasanya perlu menjalani opname beberapa hari di rumah sakit dan minum obat sakit jantung yang diresepkan dokter.

6. Kardiomioplasti

Pengobatan penyakit jantung ini bertujuan untuk meningkatkan gerakan jantung dalam memompa darah. Ini dilakukan dengan menambahkan otot dari punggung atau perut ke sekitar jantung.

Dengan otot tambahan dibantu dengan stimulasi dari perangkat khusus yang mirip alat pacu jantung, fungsi jantung dapat kembali normal.

7. Transplantasi jantung

Jantung yang mengalami kerusakan perlu diganti. Prosedur pengangkatan dan pergantian jantung ini disebut dengan transplantasi jantung.

Prosedur ini terbukti dapat memulihkan kesehatan jika pasien sebelumnya melakukan pemeriksaan yang seksama dan menunjukkan kecocokan yang tinggi terhadap jantung donor. Itu artinya, jantung baru cocok dan bisa beradaptasi dengan baik pada tubuh yang baru.

8. Bedah jantung invasif minimal

Ini merupakan cara mengobati penyakit jantung alternatif selain operasi bypass standar. Sayatan kecil akan dibuat di dada, ini disebut dengan port. Setelahnya, instrumen akan dimasukkan lewat port untuk melakukan bypas.

Ketika jantung berhenti, mesin oxygenerator akan dimasukkan untuk menggantikan peran jantung dalam memompa darah. Pengobatan penyakit ini dikenal dengan sebutan Port-Access Coronary Artery Bypass (PACAB). Jika tidak memerlukan mesin oxygenerator, maka disebut dengan Minimally Coronary Artery Bypass Graft (MIDCAB).

Tujuan dari bedah jantung invasif minimal adalah mengatasi penyumbatan aliran darah ke jantung, meredakan nyeri dada, dan mengurangi risiko terjadinya stroke. Setelah prosedur dilakukan, Anda perlu menjalani opname selama beberapa hari dan minum obat sakit jantung.

9. Ablasi kateter

Sebauh kateter dengan eletroda di ujungnya akan dipandu melalui pembuluh darah ke otot jantung dengan bantuan sinar X yang bergerak (fluoroskopi). Ini ditampilkan pada layar video sehingga memudahkan dokter menempatkannya.

Kateter kemudian ditempatkan di dalam jantung, tepatnya di area sel mengeluarkan sinyal listrik yang merangsang irama jantung abnormal.

Kemudian, gelombang mikro ditransmisikan ke jalur tersebut menghancurkan sel otot jantung dengan hati-hati. Ini dilakukan agar berbagai jenis aritmia bisa hilang, salah satunya takiaritmia supraventrikular.

10. Pemasangan stent jantung

Stent jantung adalah tabung kawat yang digunakan untuk menahan arteri agar terus terbuka selama angioplasti. Pada beberapa kasus, dibiarkan di dalam tubuh agar arteri tidak menyempit. Penyempitan arteri bisa terjadi lagi pada area yang sudah diberi stent, dan ini disebut dengan restenosis.

Dengan dilakukan pengobatan penyakit jantung ini, arteri akan terbuka dan aliran darah ke otot jadi lebih lancar. Obat sakit jantung, seperti antiplatelet biasanya diresepkan dokter untuk mencegah komplikasi.

11. Revaskularisasi Transmyocardial (TMR)

Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan di area payudara sebelah kiri. Kemudian, laser digunakan untuk membuat jalan dari luar jantung ke dalam ruang pompa jantung. Pada beberapa kasus, TMR dilakukan bersamaan dengan operasi bypass.

Operasi biasanya dilakukan untuk meredakan nyeri dada parah dan tidak direkomendasikan menjalani angioplasti maupun operasi bypass tunggal. Anda perlu menjalani opname selama beberapa hari setelah menjalani prosedur TMR mengingat operasi mengharuskan adanya luka terbuka.

Sempurnakan pengobatan dengan mengubah gaya hidup

Obat maupun prosedur medis untuk mengatasi sakit jantung itu sangat beragam. Anda tidak bisa menentukan sendiri mana pengobatan yang tepat. Perlu pemeriksaan kondisi lebih lanjut serta pertimbangan dokter, karena setiap pengobatan memiliki efek samping. Termasuk, jika Anda tertarik untuk menggunakan obat-obatan jantung alami.

Perlu Anda ketahui bahwa mengobati penyakit jantung tidak hanya dengan minum obat maupun prosedur medis saja. Situs kesehatan Mayo Clinic menyebutkan bahwa perubahan gaya hidup termasuk penunjang pengobatan penyakit jantung.

Pasalnya, penumpukan plak bisa terbentuk kembali karena gaya hidup yang buruk. Akibatnya, gejala akan kembali kambuh bahkan bertambah parah. Oleh karena itu, Anda harus menghindari makanan berlemak dan tinggi garam, rajin olahraga, berhenti merokok, dan mengurangi kebiasaan minum alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . 6 menit baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 menit baca

5 Cara Memilih Makanan untuk Penderita Jantung Koroner

Menerapkan pola makan sehat merupakan cara untuk mengatasi penyakit jantung koroner. Apa saja makanan sehat untuk penderita jantung koroner?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 17/06/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 1 menit baca