Mengenal Seluk Beluk Transplantasi Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Transplantasi jantung adalah prosedur dalam operasi yang biasanya dilakukan untuk kasus-kasus penyakit jantung serius. Ini adalah pilihan untuk pengobatan bagi pasien yang  sudah berada pada tahapan gagal jantung. Bagi mereka yang tujuannya untuk pengobatan atau mengganti gaya hidup, maka transplantasi jantung tidak disarankan. Seseorang yang menunggu jantungnya ditransplantasi, harus sangat tepat menjadi kandidat penerima transplantasi tersebut.

Siapa yang bisa jadi kandidat penerima transplantasi jantung?

Kandidat penerima transplantasi jantung adalah mereka yang pernah mengalami penyakit jantung atau sedang mengalami gagal jantung karena beberapa hal, seperti berikut:

  • Cacat fungsi jantung dari lahir
  • Penyakit arteri koroner
  • Disfungsi atau penyakit katup jantung
  • Melemahnya otot jantung (cardiomyopathy)

Walaupun Anda merupakan salah satu kandidat dengan ciri-ciri seperti di atas, masih terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan Anda belum mampu menerima transplantasi jantung, seperti:

  • Usia: penerima transplantasi jantung harus berusia di bawah 65 tahun
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan: kegagalan beberapa fungsi organ, kanker, dan atau kondisi medis serius yang dapat menyebabkan Anda tidak dapat menerima transplantasi jantung
  • Sikap Anda: Anda harus berkomitmen untuk mengubah gaya hidup, seperti: berhenti merokok, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan

Jika Anda telah dipilih sebagai kandidat ideal yang dapat menerima transplantasi jantung, Anda akan ditempatkan di dalam daftar tunggu hingga pendonor jantung yang memiliki golongan darah dan jaringan yang sesuai dengan Anda tersedia.

Sayangnya, tidak semua orang yang berada dalam daftar tunggu tersebut mampu bertahan hidup sampai pendonor yang tepat muncul. Saat jantung yang tepat ditemukan, operasi dapat segera dilaksanakan dengan organ yang tetap viable– biasanya dalam 4 jam.

Begini prosedur transplantasi jantung

Operasi transplantasi jantung biasanya memakan waktu 4 jam. Ketika operasi dilaksanakan, Anda akan ditempatkan di atas mesin heart-lung untuk menjaga sirkulasi darah dalam tubuh Anda. Dokter bedah akan memindahkan jantung Anda, membiarkan pulmonary vein terbuka dan bagian belakang atrium tetap utuh, siap untuk menerima jantung baru.

Saat jantung baru dijahit pada posisinya dan mulai berdetak, Anda akan dipindahkan dari mesin heart-lung. Pada banyak kasus, jantung baru Anda akan berdetak seiring masuknya darah ke dalam jantung Anda. Akan tetapi, terkadang perlu kejutan listrik untuk merangsang munculnya detakan jantung.

Setelah operasi berhasil dilakukan, Anda akan ditempatkan di ICU. Anda akan diawasi secara berkala, lalu akan diberikan obat-obatan penghilang sakit, dan Anda akan dilengkapi dengan drainage tubes untuk meghilangkan produksi cairan dari lubang di dada.

Penyembuhan

Proses penyembuhan dari transplantasi jantung dapat memakan waktu yang lama, untuk kebanyakan orang, membutuhkan waktu hingga 6 bulan lamanya. Setelah hari pertama atau kedua prosedur berlangsung, Anda akan dipindahkan dari ICU, tapi Anda akan tetap dirawat inap di rumah sakit sampai Anda pulih. Anda akan tinggal di rumah sakit kurang lebih 1-3 minggu, tergantung kepada kondisi tubuh Anda dalam proses penyembuhan ini.

Anda akan diawasi untuk mengecek infeksi yang menyerang serta kapan prosedur pengobatan akan dimulai. Pengobatan anti-rejection sangat krusial untuk memastikan tubuh Anda tidak menolak kehadiran organ baru. Anda pun dapat ditempatkan di unit rehabilitasi jantung agar mampu menolong Anda menyesuaikan diri sebagai pasien transplantasi.

Follow-Up

Setelah proses transplantasi jantung dilakukan, pertemuan selanjutnya dengan dokter harus dilakukan secara rutin. Pertemuan ini sangat krusial bagi penyembuhan jangka panjang dan manajemen setelah pelaksanaan transplantasi jantung. Tim medis Anda akan melakukan tes darah, biopsi jantung melalui kateterisasi, dan ekokardiogram setiap bulannya dalam satu tahun setelah operasi berlangsung. Hal ini dilakukan demi memastikan jantung baru Anda berfungsi dengan sesuai. Pengobatan immunosuppressant Anda akan disesuaikan apabila dibutuhkan, dan Anda akan ditanyakan mengenai tanda-tanda kemungkinan penolakan yang diperlihatkan tubuh Anda, seperti:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nafas memendek
  • Naiknya berat badan
  • Berkuranganya produksi air kencing

Laporkan perubahan yang terjadi pada tim dokter Anda, sehingga fungsi jantung Anda akan diawasi apabila diperlukan. Setelah satu tahun melaksanakan transplantasi jantung, kewajiban Anda untuk mengawasi jantung Anda telah selesai, walaupun Anda tetap harus melakukan pemeriksaan setiap tahunnya.

Wanita yang berada di usia subur untuk melahirkan, harus berkonsultasi dengan kardiolognya sebelum memutuskan untuk hamil. Kehamilan bersifat aman bagi hampir semua orang yang melakukan transplantasi jantung, hal ini telah dijelaskan oleh Departemen Operasi Jantung, University of Michigan. Akan tetapi, seorang wanita yang memiliki kelainan fungsi jantung atau yang pernah melakukan transplantasi jantung sebelumnya, tetap dapat mengalami komplikasi kelainan bagi kehamilannya dan memiliki risiko tinggi terhadap penolakan organ baru.

Hasil dan harapan hidup

Menerima organ seperti jantung baru dapat meningkatkan kualitas hidup Anda, tapi Anda tetap harus menjaganya dengan baik. Sebagai tambahan dari konsumsi pengobatan anti rejection, Anda diharuskan melakukan diet sehat dan pola hidup Anda akan secara rutin ditentukan oleh dokter. Pola hidup yang akan ditentukan seperti tidak mengonsumsi rokok dan berolahraga secara rutin sesuai dengan kemampuan tubuh Anda.

Angka keselamatan setelah melaksanakan transplantasi jantung secara umum bergantung kepada keadaan kesehatan Anda, namun rata-rata angka keselamatan tersebut tinggi. Penolakan terhadap organ baru menjadi penurun angka keselamatan tersebut. Hampir 80% pasien transplantasi jantung mampu bertahan hidup setelah melakukan operasi. Untuk jangka panjang secara umum keselamatannya masih rendah, namun tetap  menggembirakan. Hampir 70% mampu bertahan hidup lebih dari 5 tahun setelah melakukan transplantasi jantung dan 50% pasien mampu bertahan hidup dengan organ barunya tersebut setelah melakukan operasi 10 tahun sebelumnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Endokarditis

    Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . 1 menit baca

    Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

    Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30/06/2020 . 7 menit baca

    Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

    Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . 7 menit baca

    Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    kelainan katup jantung bawaan pada bayi

    Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 7 menit baca
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 menit baca
    gagal jantung akut

    Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 5 menit baca