Mengenal Agen Inotropik

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020
Bagikan sekarang

Agen inotropik, atau inotropes, adalah obat yang mengubah tekanan kontraksi otot jantung (detak jantung). Ada dua tipe berbeda obat-obatan inotropik: negatif dan positif. Ada 2 jenis inotropes: inotropes positif dan inotropes negatif. Inotropes positif menguatkan tekanan detak jantung. Inotropes negatif melemahkan tekanan detak jantung dan membuat jantung berdetak lebih lemah. Keduanya digunakan untuk menangani berbagai kondisi yang mempengaruhi fungsi jantung.

Agen-agen inotropik termasuk:

  • Amrinone
  • Digoxin
  • Dobutamine
  • Dopamine
  • Inamrinone
  • Intropin
  • Lanoxin
  • Milrinone

Selain digoxin, obat-obatan inotropik positif lain hanya boleh digunakan untuk gagal jantung akut atau stadium akhir karena penggunaan jangka panjang ternyata memperburuk penyakit tersebut, dan mungkin meningkatkan risiko kematian pada beberapa pasien gagal jantung. Obat-obatan ini dapat memberikan manfaat jangka pendek pada beberapa pasien, namun berbahaya untuk penggunaan jangka panjang.

Bagaimana cara kerja agen-agen inotropik?

Agen inotropik mempengaruhi kontraksi otot jantung. Inotropes positif menstimulasi dan meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung menyebabkan detak jantung meningkat. Agen inotropik negatif melemahkan tekanan kontraksi otot.

Keadaan inotropik tergantung pada jumlah kalsium pada sitoplasma dinding otot jantung, kontraktilitas jantung tergantung pada kontrol kalsium intraselular, contoh kontrol pemasukan kalsium ke dalam membran sel dan penyimpanan kalsium pada retikulum sarkoplasma. Faktor-faktor utama kontrol pemasukan kalsium adalah aktivitas saluran kalsium voltage gated dan ion-ion sodium, yang mempengaruhi pergantian ion kalsium/sodium.

Salah satu faktor paling penting yang mempengaruhi kekuatan kontraksi otot jantung adalah tingkat kalsuim di dalam sel otot jantung. Kalsium adalah salah satu dari elektrolit yang paling umum di tubuh manusia, sementara elektrolit lain yang umum adalah sodium, potassium, klorida, dan magnesium. Keseimbangan yang tepat dari elektrolit-elektrolit  untuk fungsi jantung, saraf, otot, dan ginjal yang baik merupakan hal yang sangat penting.

Elektrolit memiliki muatan listrik, dan mengkonduksi impuls elektrik (listrik). Impuls elektrik membuat kontraksi otot. Tingkat dari tiap elektrolit harus dijaga dalam kisaran yang pendek agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Khususnya, penting untuk menjaga perbedaan yang pas antara tingkat elektrolit pada cairan di dalam dan luar sel. Perbedaan ini memungkinkan sel-sel (khususnya saraf, jantung, dan otot) untuk menjaga tegangan listrik antara membran sel, membuat impuls elektrik, dan memproduksi kontraksi otot.

Kalsium memainkan peranan penting pada proses kontraksi otot jantung. Pada umumnya, tingkat kalsium ditingkatkan dengan obat-obatan intoropik positif dan dikurangi dengan obat-obatan inotropik negatif. Namun obat-obatan inotropik dapat mengganti tingkat kalsium dengan cara yang berbeda. Inotrope positif dan negatif bekerja dengan cara yang berbeda.

Inotrope positif membantu jantung memompa darah lebih banyak dengan detak jantung yang lebih sedikit. Ini artinya walaupun detak jantung lebih sedikit, namun detaknya lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh.

Inotrope negatif termasuk beta blocker, calcium channel blockers, dan obat-obatan antiaritmia dan semuanya bekerja dengan cara yang berbeda:

  • Beta-blocker “memblok” efek dari adrenalin untuk reseptor beta tubuh Anda. Ini memperlambat impuls saraf yang berjalan melewati jantung. Hasilnya, hati Anda tidak perlu bekerja terlalu keras karena ia membutuhkan lebih sedikit darah dan oksigen. Beta blocker juga memblok impuls yang dapat menyebabkan aritmia.
  • Calcium channel blockers memperlambat kecepatan kalsium masuk ke dalam ke otot jantung dan ke dalam dinding pembuluh darah. Ini akan melonggarkan pembuluh darah. Pembuluh darah dan memungkinkan darah mengalir lebih mudah, dan kemudian menurunkan tekanan darah.
  • Obat-obatan antiaritmia memperlambat konduksi listrik di dalam jantung

Apa saja efek samping agen inotropik?

  • Saat menggunakan agen inotropik, Anda mungkin akan mendapat beberapa efek samping, termasuk: masalah pada penglihatan seperti pandangan kabur, ganda, atau melihat bercak kuning, hijau, atau putih pada sekitar benda-benda
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan atau sakit perut
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Sensitivitas mata pada cahaya
  • Mimisan dan pendarahan gusi
  • Detak jantung yang tidak beraturan kemudian menyebabkan pusing, merasa jantung berdetak (palpitasi), kesulitan bernapas, berkeringat, atau pingsan
  • Pusing atau berkunang-kunang
  • Diare
  • Disfungsi ereksi
  • Pembesaran payudara pada pria
  • Kurangnya hasrat seksual
  • Ruam atau gatal

Beri tahu dokter segera apabila Anda mengalami efek-efek samping ini. Jangan hentikan penggunaan obat kecuali bila dokter menganjurkannya, karena menghentikan pengobatan tiba-tiba dapat memperburuk kondisi Anda.

Apa yang harus diperhatikan

Selalu konsultasikan pada dokter Anda sebelum menggunakan agen inotropik. Beri tahu dokter apabila Anda hamil, merencanakan kehamilan atau sedang menyusui.

Juga beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang Anda gunakan termasuk suplemen alami dan herbal.

Beri tahu dokter Anda apabila Anda memiliki alergi pada obat-obatan yang termasuk dalam agen inotropik.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Diet keto dipercaya bermanfaat bagi jantung dan kenyataannya memang benar. Hanya saja, diet keto perlu dilakukan dalam pengawasan dokter atau ahli gizi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Merokok sudah terbukti berbahaya bagi tubuh, termasuk organ jantung. Bila penderita penyakit jantung pun masih merokok, apa yang akan terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

    Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Coralan

    Coralan adalah obat untuk gagal jantung. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, interaksi, dan kemanan obat ini di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Direkomendasikan untuk Anda

    NSTEMI adalah serangan jantung ringan

    NSTEMI, Jenis Serangan Jantung yang Tergolong Ringan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
    apakah penyakit jantung bisa sembuh

    Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    penyakit jantung boleh puasa

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

    Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020