5 Pilihan Obat Diare yang Bisa Anda Beli di Apotek

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari. Feses yang keluar saat BAB umumnya cair atau lembek. Orang yang diare bisa bolak-balik buang air hanya dalam satu jam. Jika tidak diobati, diare bisa menyebabkan Anda lemas karena dehidrasi. Lantas, apa saja obat diare yang bisa dikonsumsi agar tidak semakin parah?

Pilihan obat medis untuk diare

Diare umumnya dapat membaik sendiri dalam 2 hari apabila Anda cukup minum air putih dan makan makanan berserat seperti roti atau pisang. Air mineral berfungsi untuk menggantikan cairan yang hilang saat diare. Sementara, makanan berserat seperti roti dan pisang meringankan kerja pencernaan yang sedang dilanda diare. 

Apabila diare tidak kunjung sembuh setelah 3 hari, sebaiknya segera periksa ke dokter. Dokter umumnya akan mengatasi diare dengan meresepkan obat berikut ini:

1. Loperamide (imodium)

alprazolam obat apa

Loperamide (Imodium) adalah obat diare yang bekerja memperlambat gerak usus agar menghasilkan feses yang lebih padat. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi jumlah cairan yang keluar dari tubuh penderita radang usus yang mengalami diare. 

Orang dewasa biasanya diresepkan dosis loperamide sebanyak 4 mg dalam bentuk tablet telan, kapsul, sirup, atau tablet kunyah. Dosis yang diminum tidak boleh lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam. Khusus untuk tablet kunyah, batas dosis hariannya tidak boleh melebihi dari 8 mg. 

Obat diare ini punya efek samping yang meliputi sakit perut, mulut kering, mengantuk, pusing, sembelit, mual, dan muntah. Anda mungkin akan merasa sulit berkonsentrasi saat mengemudi atau melakukan aktivitas lain karena mengalami efek samping loperamide. Maka, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai dosis yang tepat untuk kondisi Anda.

Anak dengan usia kurang dari enam tahun dan bayi kurang dari 24 bulan dilarang minum obat loperamide. 

2. Bismuth subsalicylate (pepto-bismol)

pengobatan demam rematik

Bismuth subsalicylate (pepto-bismol) adalah obat diare yang mampu meredakan rasa mual sekaligus membantu memperlambat perkembangan bakteri penyebab diare.

Obat ini berperan aktif dalam memperkuat dinding lambung dan usus kecil berkat kandungan agen sitoprotektifnya. 

Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek atau toko obat terdekat. Hindari menggunakan bismuth subsalicylate jika feses Anda mengandung darah atau lendir. 

3. Attapulgite

obat penghilang rasa sakit

Attapulgite adalah zat yang terkandung dalam beberapa obat diare. Attapulgite berfungsi memperlambat kerja usus besar sehingga dapat menyerap lebih banyak air. Alhasil, tekstur feses akan jauh lebih padat. Sakit perut akibat diare juga akan berangsur-angsur pulih setelah minum obat ini.

Anda bisa minum obat attapulgite sebelum atau sesudah makan. Pilih salah satu saja waktu minum waktu minum obatnya. Jangan lupa juga untuk tetap minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi selama diare. 

Efek samping yang ditimbulkan dari obat diare attapulgite adalah sembelit dan kembung. Biasanya tidak ada efek samping lain di luar saluran pencernaan.

Jika diare tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari dua hari, segera konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter. 

4. Oralit

oralit

Oralit adalah obat yang mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate.

Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare.  Efek oralit dapat mulai terasa sekitar 8-12 jam setelah dikonsumsi. 

Oralit tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk sehingga harus dilarutkan dulu dengan air. Gunakan air matang untuk melarutkan oralit. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makan dulu.

Anda bisa membeli oralit di apotek atau di toko obat tanpa resep dokter. Beberapa ahli meyakini, mengonsumsi cairan yang mengandung elektrolit lebih baik untuk mengatasi diare dibanding hanya minum air mineral saja. 

5. Suplemen probiotik

suplemen zat besi

Suplemen probiotik sering digunakan sebagai obat untuk mengatasi diare yang disebabkan infeksi bakteri E. Coli dan Salmonella. 

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu melawan bakteri penyebab diare dan peradangan usus. Selain itu, probiotik juga berfungsi menyeimbangkan jumlah bakteri baik yang hidup alami di usus untuk menjaga kelancaran kerja sistem pencernaan.

Suplemen probiotik untuk diare tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk dan ekstrak cairan. Masing-masing obat tersebut mungkin mengandung jenis probiotik yang berbeda. Maka sebelum asal membeli, konsultasikan dulu dengan dokter agar ia dapat mempertimbangkan dosisnya sesuai kondisi Anda. 

Hal yang harus diperhatikan saat pakai obat diare

Sebelum minum obat diare, penting untuk selalu ke dokter untuk mengetahui penyebab kondisi Anda dan jenis serta takaran dosis yang tepat.

Bila Anda menggunakan obat yang dijual di apotek, baca aturan pakai dan gunakan dosisi sesuai ketentuan. 

Pasalnya ada beberapa obat diare yang punya cara pakai tertentu. Jika masih bingung tentang cara pakai, tanyakan pada dokter atau apoteker cara pakai obat yang Anda beli.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang harus Anda perhatikan:

  • Apabila sedang menggunakan obat resep untuk kondisi penyakit lain, tanyakan dokter Anda apakah boleh minum obat diare yang dijual bebas atau tidak.
  • Jangan minum dua jenis obat diare secara bersamaan. Ini bisa menyebabkan overdosis obat. 
  • Jika diare yang Anda alami sampai menyebabkan feses berdarah, sebaiknya tidak menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. 
  • Tidak disarankan memberikan obat yang dijual bebas di pasaran pada anak-anak atau bayi. 

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca