home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Muntah

Definisi|Gejala|Penyebab|Diagnosis|Obat & Pengobatan|Pencegahan
Muntah

Definisi

Apa itu muntah?

Muntah adalah refleks tubuh untuk mengeluarkan seluruh atau sebagian isi lambung dengan paksa melalui mulut. Refleks ini biasanya tidak dapat dikontrol dan terjadi selang beberapa waktu setelah Anda mengalami mual.

Ketika mengalami mual, Anda mungkin akan merasa lemas dan berkeringat. Produksi liur pun akan meningkat secara drastis. Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda sedang mempersiapkan diri untuk mengeluarkan makanan yang berada dalam lambung.

Muntah sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk melindungi diri. Kondisi ini tidaklah membahayakan bila penyebabnya ringan, contohnya mabuk perjalanan, peningkatan hormon selama kehamilan kehamilan, dan sebagainya.

Refleks muntah juga sering dialami oleh penderita migrain atau menjadi efek samping dari pengobatan kemoterapi. Kasus-kasus seperti ini bisa diatasi dengan menghindari berbagai faktor pemicu rasa mual.

Namun, pengosongan isi lambung secara paksa juga bisa disebabkan oleh gangguan pada sistem pencernaan. Dua penyebab yang paling umum dari kondisi ini adalah flu perut dan keracunan makanan.

Seperti halnya sakit perut atau perut kembung, muntah dapat menandakan sejumlah gangguan pencernaan. Guna memastikan penyebabnya, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala yang muncul saat seseorang ingin muntah?

Muntah bukanlah penyakit, melainkan reaksi tubuh atau gejala yang bisa menandakan gangguan kesehatan tertentu. Muntah yang berhubungan dengan gangguan kesehatan biasanya tidak terjadi begitu saja, melainkan muncul bersama gejala-gejala seperti:

  • mual,
  • sakit perut,
  • BAB mencret (diare),
  • demam,
  • perut kembung,
  • berkunang-kunang,
  • pusing atau vertigo,
  • denyut jantung meningkat,
  • banyak berkeringat,
  • mulut kering, dan
  • lebih jarang buang air kecil.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah kepada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Keluarnya isi lambung bisa jadi menandakan masalah kesehatan yang lain, terutama bila keluhan ini berlangsung dalam waktu lama. Anda sebaiknya menghubungi dokter jika mengalami kumpulan gejala seperti:

  • nyeri dada,
  • nyeri perut hebat atau kram,
  • penglihatan kabur,
  • pingsan atau kebingungan,
  • menggigil dan tampak pucat,
  • demam lebih dari 38 derajat celsius,
  • kaku leher,
  • muntah berbau feses,
  • muntah yang menyembur
  • memuntahkan darah, atau
  • muntahan tampak berwarna kehitaman.

Berbagai gejala di atas tidak hanya dapat menandakan masalah pencernaan, tapi juga penyakit pada sistem lain. Segera kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini akan membantu mengungkapkan faktor penyebabnya.

Penyebab

Apa penyebab muntah?

Ada sejumlah kondisi yang dapat memancing refleks tubuh sehingga mengeluarkan isi lambung, mulai dari masalah pencernaan, gangguan sinyal otak, hingga pengobatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya.

1. Masalah pada saluran pencernaan

Muntah paling sering disebabkan oleh gastritis akut atau esofagitis. Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung, sedangkan esofagitis merupakan peradangan pada dinding kerongkongan.

Berikut beragam kondisi medis yang bisa menjadi penyebabnya.

Infeksi lambung

Infeksi pada dinding lambung dapat menimbulkan dampak berupa iritasi atau bahkan pembentukan luka. Agen penyebab infeksi biasanya berupa bakteri Helicobacter pylori atau virus seperti rotavirus dan norovirus.

Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah istilah lain untuk flu perut. Penyakit ini berawal dari infeksi virus atau bakteri, kemudian berkembang menjadi peradangan pada lambung atau usus. Gangguan pada saluran cerna akhirnya mengakibatkan mual dan muntah.

Keracunan makanan

Keracunan makanan terjadi bila Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri salmonella, E. coli, S. aureus, dan sejenisnya. Muntah merupakan mekanisme sistem pencernaan untuk mengeluarkan bakteri-bakteri berbahaya dari tubuh Anda.

Penyakit tukak lambung

Tukak lambung adalah kondisi ketika terdapat luka pada dinding lambung. Luka dapat menghambat pencernaan makanan dalam lambung serta menimbulkan gejala sakit perut, rasa terbakar, dan muntah yang selama ini dikenal sebagai maag.

Gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah naiknya asam lambung kembali menuju kerongkongan. Asam lambung terkadang tidak hanya bergerak naik, tapi juga bisa keluar secara paksa melalui mulut Anda dalam bentuk muntahan.

Gastroparesis

Gastroparesis merupakan kondisi yang memengaruhi pergerakan otot lambung. Kerja sistem pencernaan orang yang mengalami gastroparesis bisa melambat atau berhenti bekerja sama sekali. Gejala utamanya yakni sakit perut, mual, dan muntah.

Penyakit kantong empedu

Batu empedu, radang kantong empedu, serta gangguan lainnya pada sistem empedu dapat memengaruhi pengeluaran asam lambung. Terkadang, produksi asam lambung menjadi berlebihan sehingga tubuh Anda pun memuntahkannya.

Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit pada liver yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa rasa tidak nyaman pada perut, sakit perut, kulit tampak kekuningan, serta mual yang sering dibarengi dengan muntah.

2. Kehamilan

Muntah-muntah pada masa kehamilan (morning sickness) biasanya disebabkan oleh perubahan hormon dalam aliran darah. Kebanyakan wanita mengalami gejala sedang dari morning sickness selama trimester pertama.

Gejala dari morning sickness biasanya hilang pada bulan keempat. Pada kasus yang langka, ibu hamil mungkin akan mengalami muntah-muntah parah, dehidrasi, hingga penurunan berat badan yang menjadi gejala dari hiperemesis gravidarum.

3. Penyebab neurologis

Muntah juga dapat disebabkan oleh faktor neurologis, yang artinya berkaitan dengan sistem saraf. Berikut sejumlah kondisi yang kerap menjadi pemicunya.

  • Sakit kepala, terutama migrain karena mekanismenya berkaitan dengan mual dan muntah.
  • Penyakit pada telinga bagian dalam, misalnya labirinitis, vertigo, atau penyakit Meniere.
  • Peningkatan tekanan pada bagian dalam kepala sehingga memengaruhi bagian otak yang mengatur mekanisme muntah.
  • Bau, suara, dan trauma yang memicu reaksi mual atau muntah-muntah.
  • Gangguan terkait panas, misalnya paparan panas berlebihan atau dehidrasi.

4. Penyakit diabetes

Penderita diabetes lebih rentan mengalami kerusakan saraf. Apabila kerusakan terjadi pada saraf yang mengatur gerakan lambung, hal ini bisa menyebabkan gastroparesis. Akibatnya, lambung tidak dapat kosong sepenuhnya dan muncul gejala muntah.

5. Efek samping obat

Konsumsi obat pereda nyeri non-steroid dan obat kemoterapi memiliki sejumlah efek samping, salah satunya iritasi pada lapisan lambung. Hal ini kelak dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut, mual, dan muntah.

6. Mabuk kendaraan

Selama dalam perjalanan, mata Anda melihat pohon atau jalan yang terus bergerak, tetapi tubuh mendapatkan sinyal yang berbeda karena posisinya tetap diam. Hal ini dianggap sebagai bahaya, dan tubuh meresponsnya dengan mengosongkan lambung.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis muntah?

Jika ada kemungkinan muntah disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, dokter akan membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik dan tes lanjutan. Dokter mungkin juga akan memeriksa sampel muntah Anda bila dinilai perlu.

Obat & Pengobatan

Bagaimana cara mengobati muntah?

Penyakit pencernaan seperti keracunan makanan dan muntaber dapat memunculkan gejala mual dan muntah. Untuk mengatasi gejala ini, dokter dapat meresepkan obat anti-mual berikut.

1. Emetrol

Emetrol (asam fosfat) umumnya digunakan sebagai obat untuk mengatasi mual akibat infeksi pada pencernaan, seperti kasus keracunan dan muntaber, atau akibat makan berlebihan.

Emetrol tidak boleh dikonsumsi lebih dari lima dosis dalam satu jam tanpa anjuran dokter. Tanyakan juga pemakaian obat kepada dokter jika Anda hamil atau menyusui, menderita diabetes, atau bila ingin memberikannya kepada anak kecil.

2. Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate adalah obat yang bisa meredakan mual dan sakit perut. Wanita hamil atau menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat mual ini.

Pasalnya, sifat salisilat yang terkandung dalam bismuth subsalicylate mirip dengan aspirin yang dapat membahayakan janin dan bayi. Orang yang alergi terhadap aspirin atau obat terkait juga tidak boleh menggunakan bismuth subsalicylate.

Hanya konsumsi obat atas izin dokter jika Anda sedang diresepkan obat antikoagulan (pengencer darah), menderita diabetes, atau memiliki riwayat asam urat.

3. Obat lainnya

Antibiotik dapat diberikan untuk mengatasi muntah akibat infeksi bakteri. Selain itu, obat antasida, histamine-2 (H2) blocker, dan proton pump inhibitor (PPI) seperti omeprazole membantu mengurangi gejala gastritis ringan.

Pencegahan

Apa saja perawatan rumahan yang membantu mengatasi muntah?

Berikut sejumlah cara mengatasi muntah di rumah.

1. Minum air putih

Minum air putih mungkin tidak menghentikan muntah, tapi langkah ini bisa meredakan rasa tidak nyaman pada perut dan mulut. Asupan air yang cukup juga menghindarkan Anda dari kekurangan cairan akibat muntah-muntah berulang kali.

2. Mengonsumsi jahe

Jahe memang telah sejak dulu diyakini mampu meredakan mual. Untuk mendapatkan manfaatnya bagi sistem pencernaan, Anda dapat mencampurkan herbal alami ini ke dalam bahan masakan maupun sajian teh Anda.

3. Minum teh peppermint

Kandungan menthol dan methyl salicylate dalam peppermint dapat memberikan efek menenangkan bagi otot-otot lambung dan keseluruhan saluran pencernaan. Kedua zat tersebut juga membantu melancarkan aliran empedu.

Anda bisa mengonsumsi peppermint dalam bentuk teh jadi atau membuatnya sendiri. Akan tetapi, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi bahan ini apabila memiliki penyakit asam lambung.

4. Kraker asin

Kraker asin atau saltine crackers adalah biskuit dengan rasa asin yang kaya akan karbohidrat. Kandungan karbohidrat dalam kraker ini dapat membantu menyerap asam berlebihan pada saluran pencernaan yang mungkin menjadi pemicu rasa mual.

Rasa mual dan muntah juga sering membuat seseorang kehilangan selera makan. Mengonsumsi kraker perlahan dalam porsi yang sedikit-sedikit dapat melindungi Anda dari kekurangan energi saat merasa mual.

Muntah pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari zat kimia, racun, mikroba berbahaya, dan sebagainya yang ada pada lambung. Namun, kondisi ini juga dapat menandakan gangguan pada sistem pencernaan.

Muntah yang terjadi sesekali memang wajar. Kondisi yang tidak boleh Anda abaikan adalah muntah-muntah berulang kali, berkepanjangan, atau yang diiringi dengan gejala pada sistem pencernaan. Konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nausea and vomiting – adults. (2020). Retrieved 2 December 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003117.htm

Nausea and vomiting. (2020). Retrieved 2 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/definition/sym-20050736

Gag reflex and stress. (2020). Retrieved 2 December 2020, from https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/gag-reflex-and-stress-0

Dry Heaving – Causes, Symptoms and How to Stop. (2020). Retrieved 2 December 2020, from www.actforlibraries.org/dry-heaving-causes-symptoms-how-to-stop/

Vomiting in adults. (2020). Retrieved 2 December 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-adults

Vomiting 101: Why You Throw Up and the Best Way to Recover. (2018). Retrieved 2 December 2020, from https://health.clevelandclinic.org/vomiting-101-why-you-throw-up-and-the-best-way-to-recover/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 01/03/2021
x