Pantangan Makanan Saat Diare dan Hal yang Harus Dihindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Buang air besar terus-menerus saat diare pasti terasa sangat merepotkan. Apalagi jika Anda sedang berada di luar rumah. Gejala diare memang dapat hilang sendiri tanpa obat, tapi proses penyembuhannya mungkin berjalan lebih lambat atau lebih sulit jika Anda tidak berhati-hati menjalani hari-hari. Oleh karena itu, ketahui pantangan saat diare yang harus Anda patuhi untuk memperlancar proses penyembuhan.

Pantangan makanan saat diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang dilatarbelakangi oleh banyak penyebab, mulai dari infeksi pada organ cerna akibat keracunan makanan atau penyakit kronis yang lebih dulu dimiliki. Saat diare menyerang, Anda akan merasakan mulas, diikuti dorongan kuat untuk buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya.

Memang, ada banyak cara mudah untuk mengobati diare di rumah. Namun, tak hanya menggunakan obat diare generik yang dibeli di apotek atau obat yang alami, Anda juga perlu menghindari makan makanan tertentu. Pantangan makanan ini dilakukan agar usus Anda dapat pulih dengan cepat dari infeksi.

Berikut ini daftar pantangan makanan yang harus dihindari saat diare, meliputi:

1. Makanan pedas

Rasa pedas dari potongan cabai, lada, atau sambal, pasti menambah kelezatan suatu makanan. Sayangnya, makanan ini sangat dilarang saat diare. Pasalnya, makanan pedas menjadi salah satu pemicu diare pada beberapa orang.

Makanan pedas mengandung senyawa yang bisa mengiritasi usus, yakni capsaicin. Capsaicin dapat mengganggu kerja usus dalam menyerap cairan pada makanan dan minuman. Proses yang seharusnya berjalan lambat menjadi lebih cepat sehingga tidak memungkinkan penyerapan cairan dilakukan secara maksimal.

Akibatnya, Anda jadi lebih sering buang air dengan feses yang cair. Selain itu, capsaicin juga mengaktifkan reseptor rasa sakit di anus sehingga anus terasa perih setelah buang air besar. Bila makanan pantangan ini dikonsumsi saat diare, bisa jadi gejala akan kembali muncul dan malah makin parah.

2. Makanan berempah kuat

Sumber: The Partial Ingredients

Pantangan makanan saat diare selanjutnya adalah makanan yang berbumbu kuat. Terutama bila makanan mengandung banyak garam, dicampur santan, dan ditambahkan perasan lemon atau cuka.

Makanan yang memiliki rasa yang kuat ini memengaruhi proses pencernaan, beberapa di antaranya bahkan bisa memicu munculnya gejala diare, seperti perut mulas dan buang-buang air.

Begitu juga dengan makanan yang dimasak dengan terlalu banyak bawang putih dan bawang bombay. Bahan-bahan tersebut tinggi serat dan mengandung fruktan, yakni karbohidrat kompleks yang sulit dicerna. Bila makanan ini Anda makan saat diare, perut bisa saja mulas.

Sebaliknya, Anda direkomendasikan makan makanan yang cenderung hambar, yakni berkuah bening, tidak asam, dan tidak pedas. Kurangi penggunaan bawang putih dan bawang bombay, dan tambahkan dengan seledri atau adas.

3. Makanan berminyak dan berlemak

makanan gairah seks pria

Makanan yang digoreng memang terasa lebih renyah dan gurih. Sayangnya, makanan ini menjadi makanan pantangan saat diare. Sebab, gorengan cenderung memiliki tekstur yang keras sehingga akan susah dicerna oleh sistem pencernaan.

Selain itu, gorengan juga mengandung banyak lemak sehingga memicu otot perut menegang. Akibatnya, gejala diare akan semakin memburuk.

Sebagai solusi, Anda perlu mengurangi konsumsinya untuk sementara waktu dan beralih pada makanan yang direbus dan dikukus.

4. Makanan tinggi serat

manfaat serat kenapa penting

Serat membantu Anda terhindar dari sembelit. Namun saat diare, makanan yang tinggi serat justru menjadi pantangan yang harus dihindari. Pasalnya, serat bersifat melunakkan feses, yang mana bila dimakan dapat membuat gejala diare semakin parah.

Contoh makanan berserat tinggi yang menjadi pantangan saat diare, antara lain brokoli, kembang kol, atau gandum utuh.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghindari makanan yang berserat sama sekali. Serat tetap perlu dikonsumsi saat diare, tapi pilihlah sumber yang lebih rendah kandungannya seperti wortel atau buah bit.

5. Makanan mengandung gas

kacang menurunkan berat badan

Beberapa makanan seperti kacang-kacangan, kol, dan jagung dikenal memiliki kandungan gas yang tinggi. Makanan yang mengandung gas tinggi dapat memperparah sensasi perut kembung saat diare. Anda juga jadi lebih sering buang angin karenanya.

6. Produk susu

berhenti minum susu

Makanan yang berbahan dasar susu juga menjadi makanan pantangan saat diare. Sebab, produk susu mengandung laktosa, yakni gula alami yang ada pada sapi.

Pada orang yang memiliki intoleransi laktosa, produk susu bisa memicu munculnya gejala, salah satunya diare. Sekalipun Anda tidak punya kondisi ini, akan lebih baik hindari konsumsinya saat diare. Contoh makanannya adalah es krim, keju, dan susu cair. Mengonsumsi produk susu mungkin juga akan menimbulkan gas yang membuat perut Anda terasa kembung.

Namun, ada satu jenis makanan yang menjadi pengecualian, yaitu yogurt. Ini karena yogurt mengandung probiotik, bakteri baik yang membantu memperbaiki kerja sistem pencernaan. Yogurt membantu menyeimbangkan flora usus sehingga dapat memperpendek durasi diare.

7. Gluten

sumber: Taste.com

Gluten menjadi jenis selanjutnya yang termasuk dalam pantangan makanan saat diare. Gluten adalah protein yang terkandung pada produk olahan gandung, seperti tepung terigu.

Memang, sebagian orang yang mengalami diare tak perlu menghindari jenis makanan satu ini. Namun, bagi para pasien yang mengalami diare akibat penyakit Celiac atau intoleransi gluten, makanan yang mengandung gluten dapat memperparah gejalanya.

8. Alkohol dan kafein

kopi mencegah kanker usus besar

Pantangan diare tidak hanya soal makanan saja, tapi juga minuman. Ya, minuman yang mengandung alkohol maupun kafein dapat memperparah diare.

Pada beberapa kasus, alkohol diketahui menjadi penyebab diare pada beberapa orang karena bisa merangsang usus bergerak lebih cepat ketika menyerap cairan dari makanan atau minuman.

Jika Anda terbiasa minum kopi di pagi atau sore hari, sebaiknya berhenti untuk sementara waktu agar tidak memperburuk diare. Begitu juga dengan alkohol maupun soda. Sebaiknya, Anda perbanyak minum air putih atau teh jahe yang baik untuk sistem pencernaan dan mampu mencegah komplikasi diare, seperti dehidrasi.

9. Pemanis buatan

ngidam makanan manis

Makanan mengandung gula alami, namun adalah pula ditambah dengan pemanis tambahan. Contoh pemanis buatan adalah aspartam atau sakarin. Sekilas, rasa manisnya mungkin dirasa aman dan tidak membahayakan pasien yang diare. Akan tetapi, nyatanya tidak demikian.

Makanan dengan pemanis buatan memaksa usus untuk bekerja keras dalam menyerap nutrisinya. Bahkan, usus malah jadi memproduksi lebih banyak air dan menimbulkan kondisi elektrolit berlebih. Selain itu, pemanis buatan juga dapat menimbulkan efek pencahar yang semakin melancarkan buang air.

10. Makanan mentah

ibu menyusui makan sushi

Dilansir dari laman Mayo Clinic, makanan yang mentah atau tidak dimasak sempurna menjadi pantangan untuk orang diare. Alasannya, karena makanan ini kemungkinan masih mengandung bakteri tertentu di permukaannya.

Proses pencucian dan pemanasan dapat mematikan bakteri. Jika makanan hanya dicuci, tanpa dimasak matang sempurna, bakteri tertentu mungkin saja tetap hidup. Ketika makanan yang mentah tersebut masuk ke tubuh, diare bisa menjadi lebih buruk. Itulah sebabnya, makanan mentah menjadi pantangan saat diare.

Hal lain yang juga harus dihindari saat diare

pantangan saat diare

Tak hanya makanan, ternyata ada aktivitas yang menjadi pantangan ketika Anda terkena diare, yaitu berolahraga.

Memang, olahraga adalah kegiatan yang menyehatkan dan bikin tubuh jadi bugar. Sayangnya, jika Anda sedang terkena diare, Anda harus menunda untuk melakukannya dalam sementara waktu sampai kondisi Anda pulih.

Sama halnya dengan pantangan sebelumnya, olahraga merupakan kegiatan yang akan membuat tubuh Anda mengeluarkan keringat. Elektrolit yang keluar bersamaan dengan keringat tentu akan meningkatkan risiko terkena dehindrasi.

Selain itu, olahraga saat Anda kekurangan cairan akibat diare juga dapat menimbulkan rasa lemas, pusing, dan mual.

Bila Anda tetap ingin berolahraga, pastikan untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu keras dan selalu minum air putih di setiap jeda.

Selain itu, kebiasaan buruk lainnya adalah melewatkan kebiasaan cuci tangan. Sekilas, cuci tangan merupakan hal yang sepele dan sering terlupakan. Tapi tahukah Anda, ternyata diare bisa ditularkan dari sentuhan tangan yang sudah terkontaminasi dengan bakteri pemicu diare.

Maka dari itu, cucilah tangan setiap setelah ke kamar mandi dan sebelum memasak wajib dilakukan untuk memastikan tangan bebas dari kuman.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada Cochrane Database of Systematic Reviews juga memaparkan kebiasaan mencuci tangan akan menghindari Anda dari risiko terkena diare sebanyak 30%.

Menjalani pantangan selama diare, terutama pada konsumsi makanan tentu sulit. Namun, tetap tekankan pada pikiran Anda bahwa semua yang dilakukan akan berdampak baik untuk tubuh. Ingatlah untuk tetap menghubungi dokter jika terjadi masalah yang lebih serius akibat kondisi diare.

Jangan lupa, pastikan Anda penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang banyak. Minumlah segelas air setiap kali selesai buang air besar untuk menggantikan cairan yang terbuang. Anda juga bisa bantu menjaga keseimbangan elektrolit dengan minum larutan oralit.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips perawatan setelah sunat

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat kayu secang

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit