backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Hati-Hati, Ini 6 Bahaya Malnutrisi pada Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

Hati-Hati, Ini 6 Bahaya Malnutrisi pada Anak

Apakah anak Anda sudah mendapatkan cukup nutrisi? Masih banyak anak yang tidak mendapatkan nutrisi sebagaimana mestinya atau disebut malnutrisi. Bila dibiarkan, malnutrisi bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan serta tumbuh kembang anak Anda. Apa saja dampak malnutrisi?

Sekilas tentang malnutrisi pada anak

Malnutrisi adalah kondisi ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan nutrisi, baik itu kekurangan maupun kelebihan zat gizi. Kondisi ini bisa terjadi pada siapapun, tetapi anak-anak lebih sering mengalaminya.

Malnutrisi bisa terjadi karena anak tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang seimbang.

Pola makan anak yang buruk ini menyebabkan anak tidak mendapat asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, atau mineral penting sebagaimana mestinya. 

Malnutrisi lebih sering dipahami sebagai kekurangan gizi. Kekurangan gizi terjadi karena anak tidak mendapatkan gizi yang cukup dari makanan mereka.

Ini biasanya terjadi akibat kurangnya akses terhadap makanan hingga penyakit tertentu yang memengaruhi penyerapan makanan dalam tubuh, seperti penyakit Celiac atau penyakit cystic fibrosis

Adapun kekurangan gizi pada anak sering ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis atau anak yang underweight hingga gejala malnutrisi lainnya.

Gejala malnutrisi lainnya seperti terus menerus kelelahan, merasa lemah, atau tidak nafsu makan.

Meski lebih sering dipahami sebagai kekurangan gizi, faktanya, kelebihan gizi juga merupakan bentuk dari malnutrisi yang bisa memberi dampak buruk pada anak.

Biasanya, kelebihan gizi sering ditandai dengan berat badan berlebih atau obesitas pada anak.

Adapun ini umumnya terjadi akibat konsumsi makanan dan minuman padat energi (tinggi gula dan lemak) yang berlebihan, tetapi kurang melakukan aktivitas fisik.

Apa dampak malnutrisi pada anak?

perbedaan marasmus dan kwashiorkor

Nutrisi yang cukup dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jaringan dan fungsi organ serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Bila terjadi ketidakseimbangan nutrisi, berbagai masalah terkait kesehatan atau tumbuh kembang bisa terjadi.

Apa saja itu? Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi akibat malnutrisi pada anak.

1. Daya tahan tubuh yang menurun

Anak yang mengalami kekurangan gizi umumnya mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Akibatnya, anak menjadi lebih mudah tertular penyakit infeksi serta cenderung lebih lambat pulih jika terserang penyakit. 

Anak yang kekurangan gizi juga lebih mungkin mengalami infeksi saluran pencernaan.

Hal ini membuat kondisi anak menjadi lebih buruk karena anak lebih sulit lagi untuk mendapatkan cukup nutrisi.

2. Keterlambatan tumbuh kembang

Anak yang kekurangan gizi umumnya akan mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan dibandingkan teman-teman seusianya.

Ini termasuk keterlambatan perkembangan motorik pada anak.

Penelitian pada 2019 menyebutkan, anak dengan kekurangan gizi kronis umumnya memiliki nilai evaluasi motorik yang lebih rendah.

Ini membuktikan bahwa kekurangan gizi dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Pertumbuhan fisik anak terganggu

Malnutrisi, terutama kekurangan vitamin dan mineral penting, dalam jangka panjang juga memberi dampak pada pertumbuhan fisik anak.

Salah satunya adalah menyebabkan pertumbuhan tulang anak yang buruk.

Akibatnya, anak-anak dengan kekurangan gizi dalam jangka panjang cenderung mempunyai postur tubuh yang pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Anak dengan kondisi ini pun cenderung tidak dapat bertumbuh secara optimal seperti anak-anak pada umumnya. 

4. Perkembangan otak terganggu

Cara Meningkatkan Konsentrasi Anak

Selain pertumbuhan secara fisik, perkembangan otak anak juga bisa terganggu karena malnutrisi. Otak anak tidak dapat berkembang dengan optimal seperti anak-anak pada umumnya. 

Akibatnya, anak memiliki kemampuan belajar yang tidak memadai, IQ yang rendah, masalah pada ingatan dan perhatian, hingga perkembangan bahasa anak yang buruk.

Anak juga bisa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah dan memiliki prestasi yang kurang baik di sekolah. 

5. Masalah emosional dan perilaku

Malnutrisi juga bisa memberi dampak pada emosional dan perilaku anak. Melansir New Health Advisor, ketika organ tubuh terpengaruh akibat malnutrisi, hal ini juga mengganggu keseimbangan mental Anda.

Akibatnya, anak dapat mengalami masalah emosional dan perilaku. Ini termasuk anak menjadi mudah marah, cemas atau sedih yang berlebihan, stres, hingga depresi pada anak.

6. Lebih berisiko terhadap penyakit kronis

Bukan cuma penyakit infeksi pada anak, kekurangan gizi juga lebih mungkin menyebabkan berbagai masalah kesehatan kronis saat dewasa nantinya, seperti:

  • osteoporosis,
  • penyakit jantung dan pembuluh darah,
  • diabetes tipe 2, serta
  • masalah pernapasan.
  • Anak yang overweight akibat malnutrisi juga lebih mungkin mengalami komplikasi akibat kondisinya, seperti masalah hati (liver), batu empedu, masalah dengan tulang, pubertas dini, hingga sindrom ovarium polikistik.

    Apa yang harus dilakukan?

    Guna menghindari risiko bahaya malnutrisi pada anak, pastikan kebutuhan zat gizi harian si kecil terpenuhi dengan baik dengan memberi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

    Selain memastikan adanya asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, pastikan anak mendapat asupan serat berupa sayur dan buah-buahan serta susu pertumbuhan yang tinggi zat besi dan vitamin C.

    Hal ini penting mengingat anak di bawah usia 5 tahun rentan terkena anemia yang dapat mengganggu perkembangan otaknya, sehingga memicu masalah kognitif seperti penurunan daya konsentrasi dan memori yang memengaruhi kemampuan belajar anak.

    Untuk itu, Anda dapat membantu mengoptimalkan kebutuhan zat besi harian si kecil dengan memberikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi dengan zat besi dan vitamin C untuk bantu mencegah anemia defisiensi zat besi dan mendukung perkembangan otaknya.

    Tak lupa, pastikan Anda selalu menjaga kesehatan anak serta memantau pertumbuhan dan perkembangannya.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 2 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan