Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Septikemia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah. Risiko dari kondisi ini bisa mengancam jiwa penderitanya. Septikemia juga bisa terjadi karena dipicu oleh infeksi di dalam tubuh, kemudian bakteri dari infeksi tersebut masuk ke aliran darah kita. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini akan memicu sepsis.

Apa saja penyebab septikemia?

Sebenarnya bakteri apa yang dapat menyebabkan septikemia? Ternyata tidak dapat diklasifikasi bakteri apa yang dapat menyebabkan kondisi ini.

Bermacam-macam bakteri bisa menjadi penyebabnya. Bahkan Anda mungkin akan kesulitan menemukan sumber dari infeksi itu.

Namun, berikut ini ada beberapa infeksi yang dapat memicu septikemia, yaitu:

Tidak hanya infeksi di atas saja, jika Anda menjalani operasi, Anda juga berisiko terkena septikemia.

Hal ini yang mesti Anda waspadai. Pasalnya, saat Anda melakukan proses medis di rumah sakit – seperti operasi – kemungkinan bakteri akan resisten alias kebal terhadap antibiotik.

Siapa saja yang berisiko terkena septikemia?

Berikut ini kondisi yang dapat membuat Anda berisiko septikemia:

  • Memiliki luka parah atau luka bakar.
  • Usia Anda sangat muda (bayi) atau sangat tua.
  • Punya masalah kekebalan tubuh seperti HIV atau leukemia (kanker darah).
  • Memiliki kateter kemih atau intravena
  • Mendapat pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti kemoterapi atau suntik steroid.

Apa saja gejala septikemia?

Gejala dari septikemia bisa terjadi sangat cepat. Pada tahap awal, seseorang bisa terlihat seperti orang yang dalam keadaan ‘sangat sakit’.

Berikut ini gejala yang umum terjadi:

  • Panas dingin
  • Terjadi peningkatan suhu tubuh (demam)
  • Pernapasan menjadi cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung berdegup cepat

Anda juga bisa mewaspadai gejala yang lebih berat, seperti:

  • Kebingungan atau tidak mampu untuk berpikir jernih
  • Mual dan muntah
  • Bintik merah muncul di kulit
  • Kapasitas buang air kecil yang berkurang
  • Aliran darah rendah atau tidak memadai

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada seseorang, segera bawa ke rumah sakit segera.

Jangan menunggu gejala tersebut akan membaik atau tidak karena kondisi septikemia perlu ditangani dengan cepat.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat septikemia

Berikut ini yang dapat terjadi, jika septikemia tidak segera ditangani:

1. Sepsis

Ada yang beranggapan sepkemia merupakan istilah lain dari sepsis. Perlu diluruskan di sini bahwa sepsis adalah kondisi lebih lanjut dari septikemia.

Jika septikemia hanya menyerang aliran darah, maka pada sepsis, bakteri menyerang seluruh organ tubuh.

Bakteri tersebut juga menyebabkan peradangan sehingga dapat membuat darah menggumpal dan menghambat oksigen masuk mencapai organ tubuh kita.

Akhirnya, organ tubuh mengalami kegagalan fungsi.

2. Septic shock

Bakteri dapat menyebarkan racun di aliran darah yang membuat aliran darah menjadi rendah. Kerusakan organ atau jaringan bisa terjadi karena hal ini.

Septic shock adalah kondisi medis yang darurat, seseorang biasanya akan dirawat di ICU dengan ventilator dan mesin untuk membantu pernapasan.

3. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Kondisi ini juga dapat mengancam nyawa Anda. Oksigen tidak dapat mencapai paru-paru dan darah.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kondisi ini fatal dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen.

Tak hanya itu, Anda juga berisiko terhadap kerusakan otak yang menyebabkan gangguan memori.

Bagaimana cara mengobati septikemia?

Sebenarnya, kalau infeksi tertentu cepat mendapat pengobatan, bakteri tidak akan sampai pada aliran darah.

Penting bagi Anda untuk memperhatikan kesehatan sendiri, apakah Anda terkena gejala infeksi tertentu atau tidak.

Pengobatan tentu harus melibatkan dokter dan rawat inap di rumah sakit. Antibiotik akan digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri.

Butuh waktu lebih lanjut untuk mencari tahu bakteri apa yang menyebarkan racun. Dokter harus berpacu dengan waktu sehingga antibiotik yang digunakan biasanya tipe yang berfungsi untuk membasmi semua bakteri.

Anda juga memerlukan cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda untuk mencegah pembekuan darah  dan menjaga tekanan darah.

Adakah cara untuk mencegah septikemia?

Septikemia bisa terjadi pada siapa saja, tidak mengenal umur. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk selalu memerhatikan jadwal vaksinasi anak.

Bagi Anda yang memang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh, sebaiknya hindari hal-hal berikut ini:

  • Merokok
  • Menggunakan obat terlarang
  • Menjalani diet yang tidak sehat
  • Tidak berolahraga
  • Jarang cuci tangan
  • Berdekatan dengan orang sakit

Jika Anda memiliki gejala tertentu yang mencurigakan, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Jamur Enoki yang Tercemar Bakteri, Apa Bahayanya?

Jamur Enoki yang diimpor dari Korea Selatan ini terbukti terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan penyakit listeria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Infeksi Melalui Makanan 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Penyebab yang Membuat Vagina Anda Terasa Gatal

Tiga dari 4 wanita di dunia pernah kena infeksi jamur yang bikin vagina gatal minimal sekali seumur hidupnya. Selain itu, apa lagi penyebab vagina gatal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 5 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit bronkiektasis adalah

Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit