home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gangguan Sistem Pencernaan

Definisi gangguan sistem pencernaan (masalah pencernaan)|Tanda dan gejala|Penyebab|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Gangguan Sistem Pencernaan

Definisi gangguan sistem pencernaan (masalah pencernaan)

Gangguan sistem pencernaan adalah berbagai jenis masalah yang terjadi pada sistem pencernaan manusia. Meski sering dianggap sepele, gangguan pada sistem pencernaan ringan yang tidak diatasi dapat menyebabkan kondisi yang serius dan kronis.

Sistem pencernaan merupakan bagian tubuh yang rumit dan luas, dimulai dari mulut hingga anus. Sistem ini berperan dalam mengeluarkan kotoran dan membantu tubuh menyerap nutrisi yang penting.

Munculnya masalah pada sistem pencernaan bukan hanya mengganggu aktivitas. Dampak buruknya bisa memengaruhi pertumbuhan karena tubuh mengalami gangguan dalam memperoleh nutrisi dari makanan maupun minuman.

Seberapa umumkah gangguan sistem pencernaan?

Gangguan sistem pencernaan sangat umum terjadi dan dapat menyerang segala usia, baik itu bayi yang baru lahir hingga lansia. Menurut Stanford Children’s Health, bayi paling sering mengalami masalah pencernaan berupa muntah-muntah, diare, dan refluks asam lambung (GERD).

Sementara orang dewasa cenderung lebih sering mengalami gangguan pencernaan berupa GERD, ambeien, dan sembelit. Untungnya, gangguan sistem pencernaan ini dapat ditangani dengan pengobatan dan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Beragamnya masalah dan penyakit yang menyerang sistem pencernaan menyebabkan, gejala yang ditimbulkan juga beraneka ragam.

Di bawah ini beberapa gejala gangguan sistem pencernaan yang disesuaikan dengan penyakit atau kondisi yang mendasarinya.

1. Sakit perut dan kram perut

Terganggunya sistem pencernaan umumnya menimbulkan sakit perut yang digambarkan dengan sensasi perut ditusuk- benda tajam. Kemudian, bisa juga menimbulkan kram perut, yakni tegang dan kakunya otot di sekitar perut.

Munculnya gejala gangguan sistem pencernaan ini bisa di perut bagian kanan bawah, tepat di bawah dada, atau perut secara keseluruhan.

Perbedaan letak munculnya rasa sakit bisa membantu dokter mendiagnosis masalah kesehatan yang mendasarinya. Contoh, masalah pencernaan gastritis (radang lambung) atau penyakit GERD umumnya menyebabkan perut mulas tepat di bawah dada.

2. Kembung, mual, dan muntah

Penyakit yang menyerang sistem pencernaan umumnya membuat perut kembung atau penuh gas. Sensasi perut terasa penuh ini tentunya membuat Anda jadi mual dan ingin mengeluarkan isi perutnya supaya terasa lega.

Kondisi ini sering kali membuat seseorang jadi enggan untuk makan atau minum. Lambat laun, gejala ini dapat menyebabkan berat badan jadi menurun.

3. Diare atau sembelit

Berbagai masalah pencernaan dapat mengganggu kinerja usus sehingga menimbulkan gejala sakit diare atau sembelit (konstipasi).

Diare menandakan kondisi Anda yang terus buang air besar (BAB) dengan feses cair. Sementara sembelit menandakan kondisi sebaliknya, Anda jadi susah BAB bahkan memungkinkan keluarnya darah saat BAB.

4. Gejala lain yang menyertai

Gejala lain yang biasanya terjadi ketika Anda mengalami gangguan sistem pencernaan antara sakit kepala, tubuh kelelahan, kesulitan menelan, sakit tenggorokan, sensasi panas di dada hingga tenggorokan (heartburn).

Selain itu, Anda berpotensi mengalami gejala demam atau rasa perih atau gatal pada anus.

Kapan harus periksa ke dokter?

Perawatan dokter dibutuhkan untuk meredakan gejala gangguan sistem pencernaan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Periksa ke dokter diperlukan terutama jika kondisi gangguan pencernaan tidak juga membaik setelah Anda melakukan perawatan di rumah atau ketika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab gangguan sistem pencernaan?

Penyebab timbulnya penyakit pada sistem pencernaan sangat beragam, tergantung penyakit yang mendasarinya. Umumnya, berbagai hal yang bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan, meliputi di bawah ini.

1. Asam lambung berlebihan

Asam lambung diperlukan untuk mencerna makanan sekaligus mencegah infeksi. Namun, jika produksinya berlebih, asam lambung bisa mengiritasi lambung dan lapisan perut yang menimbulkan masalah pencernaan.

2. Infeksi

Penyebab gangguan pencernaan yang umum bisa disebabkan oleh infeksi pada usus dan lambung.

Beberapa bakteri yang sering kali menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan antara H. pylori, E. coli, dan Salmonella. Selain bakteri, infeksi juga bisa disebabkan oleh virus, seperti rotavirus atau parasit.

3. Pola makan yang buruk

Sembelit dan diare merupakan contoh gangguan pencernaan yang umum. Keduanya bisa menjadi kondisi atau gejala dari masalah kesehatan tertentu pada sistem pencernaan yang berhubungan dengan pola makan.

Ini meliputi kurangnya konsumsi makanan berserat, terlalu banyak makanan pedas dan tinggi lemak, tidak mengunyah makanan dengan baik, atau tidak menjaga kebersihan makanan.

4. Kelainan pada sistem pencernaan

Selain faktor di luar tubuh, gangguan sistem pencernaan juga bisa terjadi akibat adanya kelainan.

Kelainan tersebut dapat berupa tubuh yang tidak bisa menghasilkan enzim pencernaan yang membantu mengolah makanan, ketidaksempurnaan organ, maupun sistem imun yang tidak bekerja semestinya.

5. Penyebab tidak diketahui

Hingga kini, banyak masalah pencernaan yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya, contohnya sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit usus buntu (apendisitis).

Namun, sebagian besar pakar kesehatan berpendapat kemungkinan besar ada kontribusi berbagai faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami gaangguan pencernaan.

Apa yang meningkatkan risiko untuk kondisi ini?

Selain penyebab, ada beberapa hal yang membuat seseorang jadi lebih rentan terkena gangguan sistem pencernaan, yakni sebagai berikut.

  • Usia. Semakin tua usia seseorang, semakin rendah kesehatan serta fungsi dari organ pencernaan yang dimiliki.
  • Genetik. Seseorang dengan keluarga yang memiliki gangguan sistem pencernaan serupa.
  • Stres dan kondisi mental. Kondisi stres dan kesehatan mental berkaitan erat dengan hormon tubuh yang mengatur sistem pencernaan.
  • Gaya hidup buruk. Keseringan merokok, minum alkohol, pola makan buruk, dan tidak menjaga kebersihan memperbesar risiko terjadinya peradangan dan infeksi pada saluran pencernaan.
  • Memiliki masalah kesehatan atau kondisi tertentu. Seseorang yang mengonsumsi obat NSAID atau hamil rentan mengalami gangguan sistem pencernaan.

Diagnosis dan pengobatan

Apa tes yang dapat mendeteksi kondisi ini?

Untuk mendiagnosis gangguan sistem pencernaan yang Anda alami, dokter akan lebih dahulu menanyakan gejalanya. Dokter pun akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga karena beberapa masalah pencernaan bersifat genetik.

Untuk memastikan adanya luka, peradangan, infeksi, penyumbatan, maupun kinerja organ pencernaan yang terganggu, dokter akan meminta Anda melakukan tes kesehatan lebih lanjut. Tes-tesnya biasanya di bawah ini.

  • Tes pencitraan radiologi, seperti CT scan, USG, atau rontgen dengan sinar X.
  • Tes darah untuk melihat peningkatan jumlah sel darah putih pertanda infeksi.
  • Tes feses untuk melihat adanya bakteri penyebab infeksi di feses.
  • Tes kolonoskopi untuk melihat kondisi usus Anda menggunakan tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera kecil.

Beberapa gangguan pada pencernaan mungkin perlu menjalani tes kesehatan lain untuk membantu dokter memastikan diagnosis sekaligus mengetahui penyebabnya.

Apa saja pilihan obat untuk masalah pencernaan?

Gangguan pencernaan yang menimbulkan gejala mengganggu bisa diredakan dengan berbagai obat yang tersedia di apotik maupun toko obat. Beberapa obat tersebut bisa didapat dengan atau tanpa resep dokter.

Beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan sistem pencernaan meliputi di bawah ini.

Selain minum obat, beberapa gangguan sistem pencernaan mungkin butuh prosedur pembedahan. Sebagai contoh, penyakit radang usus buntu yang sebagian besar harus melewati operasi pengangkatan usus buntu.

Pengobatan di rumah

Selain pengobatan dokter, Anda yang memiliki gangguan sistem pencernaan perlu juga melakukan perawatan di rumah yang meliputi sebagai berikut.

  • Makan sedikit tapi sering, memilih makanan yang aman untuk lambung, cukup serat dan makan tepat waktu.
  • Minum cukup air agar tubuh tidak dehidrasi saat diare dan mencegah terjadinya sembelit.
  • Olahraga dengan rutin agar sistem pencernaan dan mental tetap sehat.
  • Tidak tidur setelah makan dan posisikan kepala lebih tinggi saat tidur.
  • Makan dengan tenang dan tidak terlalu minum banyak air.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol atau minuman berkafein.
  • Memilih pakaian atau aktivitas yang tidak menekan perut.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Digestive Diseases. (2019, August 1). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases [Accessed on March 18th, 2020]

The Healthline Editorial Team. (n.d.). Inflammatory Bowel Disease: Types, Causes, and Risk Factors. Healthline. https://www.healthline.com/health/inflammatory-bowel-disease [Accessed on March 18th, 2020]

Gastritis – Symptoms and causes. (2020, February 11). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807 [Accessed on March 18th, 2020]

Cherney, K. (n.d.). Understanding Digestion Problems: GERD, IBD, and More. Healthline. https://www.healthline.com/health/digestion-problems#Overview1 [Accessed on March 18th, 2020]

Crohn’s disease – Symptoms and causes. (2019, December 24). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/crohns-disease/symptoms-causes/syc-20353304 [Accessed on March 31h, 2020]

Appendicitis – Diagnosis and treatment. (2019, May 24). Mayo Clinic – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/diagnosis-treatment/drc-20369549 [Accessed on March 31h, 2020]

Irritable bowel syndrome – Symptoms and causes. (2018, March 17). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/basics/definition/con-20024578 [Accessed on March 18th, 2020]

Inflammatory bowel disease (IBD) – Symptoms and causes. (2020, March 3). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/inflammatory-bowel-disease/basics/definition/con-20034908 [Accessed on March 18th, 2020]

Gastroesophageal reflux disease (GERD) – Symptoms and causes. (2019, October 23). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/basics/definition/con-20025201 [Accessed on March 18th, 2020]

Default. (n.d.). Stanford Children’s Health – Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=gastrointestinal-problems-90-P02216 [Accessed on March 31th, 2020] 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 25/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x