Makanan untuk Penderita Diare Supaya Cepat Sembuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Saat mengalami diare, Anda akan merasakan mulas yang diikuti dorongan kuat untuk buang air besar lebih sering dari biasanya. Tentu Anda ingin bisa cepat sembuh, ‘kan? Nah selain dengan minum obat diare yang dibeli di apotek, penting juga untuk makan makanan yang sehat saat gejalanya masih melanda. Cek di bawah ini terkait daftar makanan terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh saat diare.

Pilihan makanan untuk memulihkan tubuh saat kena diare

Diare umumnya disebabkan oleh infeksi pada sistem pencernaan akibat kontaminasi makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Usus yang terinfeksi tidak bisa bekerja optimal untuk menyerap nutrisi dan cairan dari makanan agar kemudian dapat digunakan oleh tubuh. Akibatnya, sisa makanan yang harus dibuang (feses) akan bertekstur cair.

Itu kenapa saat diare masih memporakporandakan perut, Anda harus lebih bijak untuk memilah-milih makanan. Penting memang untuk melakukan berbagai mengobati diare di rumah. Namun, Anda juga harus hati-hati dengan asupan makanan sehari-hari selama perut masih sakit.

Berikut ini adalah kompilasi makanan terbaik untuk dikonsumsi saat diare agar cepat sembuh:

1. Makanan berkuah

Sup kaldu tulang untuk obat batuk alami

Diare rentan membuat tubuh kehilangan banyak cairan karena Anda akan terus buang-buang air. Jika cairan tubuh yang hilang tidak segera diganti, Anda berisiko mengalami dehidrasi. Dehidrasi akibat diare dapat mengancam nyawa jika dibiarkan terus berlarut.

Maka untuk menghindari risiko ini, Anda harus memperbanyak minum air. Mengganti cairan tubuh yang hilang paling baik dengan air putih minimal 8 gelas per hari. Jangan lupa juga untuk langsung minum segelas air setiap kali habis selesai BAB.

Namun jika bosan, Anda bisa menyelingi minum air putih dengan jenis cairan lain seperti oralit, minuman isotonik, buah kaya air, hingga kuah sup ayam atau sup bayam bening. Sup tergolong makanan yang baik untuk dikonsumsi saat diare ini karena mudah dicerna perut ketimbang makanan padat.

Hebatnya lagi, makan sup juga bantu mengenyangkan perut dan mengisi ulang energi tubuh sementara memenuhi kembali kebutuhan cairan tubuh. Isian sup bening yang bervariasi, mulai dari potongan wortel, kentang, daging ayam, akan turut menambah kebutuhan tubuh akan karbohidrat, serat, protein, mineral, hingga vitamin.

2. Nasi putih dan bubur

makan bubur

Asupan serat dibutuhkan untuk memperlancar pencernaan. Namun saat diare, Anda justru harus menghindari makanan yang tinggi serat untuk menenangkan usus yang bermasalah.

Makanan tinggi serat akan semakin menyulitkan kerja usus yang terinfeksi sehingga malah memperburuk gejala diare. Serat akan menghasilkan gas ketika diolah oleh bakteri yang hidup dalam usus. Penumpukan gas dakam perut dapat memicu kembung dan buang-buang aingin (kentut).

Jadi untuk sementara waktu, pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat tapi rendah serat seperti nasi putih. Nasi putih mudah dicerna sehingga usus tidak perlu bekerja ekstra keras untuk mengolahnya menjadi glukosa (gula darah). Dengan demikian, tubuh Anda pun akan lebih cepat kembali bertenaga.

Jika Anda bosan makan nasi putih, siasati menu makan harian Anda dengan mengolahnya menjadi nasi tim atau bubur.

3. Makanan hambar, seperti roti tawar

roti gandum atau roti tawar putih

Saat diare, jangan dulu makan makanan yang berbumbu atau berempah kuat untuk mencegah gejalanya semakin gawat. Rempah seperti cabe, bawang putih, atau lada dan bumbu penguat rasa seperti garam, lemon, santan dan cuka dapat semakin mengiritasi perut yang sedang bermasalah.

Nah, jenis makanan yang direkomendasikan untuk orang yang sedang diare adalah yang bercitarasa tawar atau hambar. Selain nasi putih, pilihan terbaik untuk Anda adalah roti putih tawar. Anda bisa mengoleskan roti dengan mentega tawar tipis-tipis dan memanggangnya sebagai alternatif.

Rasa tawarnya tidak akan memicu rasa mual ketika dimakan. Makanan untuk diare ini juga bertekstur halus dan cepat dicerna sehingga baik untuk pencernaan yang sedang mengalami peradangan.

4. Buah-buahan

buah apel

Memang, saat terkena diare, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi banyak makanan yang mengandung serat tinggi. Namun, ada beberapa buah-buahan yang baik untuk membantu penyembuhan Anda.

Beberapa buah yang bisa Anda konsumsi di antaranya adalah pisang dan apel. Buah-buahan tersebut juga termasuk dalam menu diet BRAT yang dibuat untuk pasien diare.

Baik pisang dan apel memiliki kandungan pektin, jenis serat larut air yang dapat membantu memadatkan feses. Pektin bekerja dengan membantu menyerap kelebihan cairan di usus.

Kombinasi karbohidrat dan gula dalam pisang dan apel akan meningkatkan stamina. Mengingat diare bisa menimbulkan gejala yang membuat penderitanya lebih sering buang air, buah ini tentunya bisa menjadi salah satu solusi yang baik untuk mengisi tenaga yang telah terbuang.

Terlebih lagi, pisang memiliki kandungan kalium yang dapat membantu menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang-buang air.

Agar lebih mudah dicerna perut, makanlah apel atau pisang dalam sajian yang sudah dihaluskan menjadi bubur atau puree.

5. Wortel, kacang hijau, dan buah bit

wortel
Sumber: Medical News Today

Sayuran berguna mengisi ulang nutrisi-nutrisi penting yang hilang saat Anda kena diare. Beberapa contoh sayuran yang aman dan baik dikonsumsi saat diare adalah wortel, kacang hijau, dan buah bit.

Anda bisa merebus dulu sayurannya hingga lunak, kemudian buat bubur nasi dan campurkan dengan cacahan variasi sayuran tersebut.

Anda juga bisa mengolah kacang hijau menjadi bubur manis sebagai camilan di sore hari. Namun, jangan menyajikannya dengan santan. Sajikan bubur kacang hijau di mangkuk kecil dan makan ¼ – ½ porsi setiap jam.

Ingat, tidak semua sayuran baik untuk orang yang sedang diare. Anda harus menghindari sayuran yang sulit dicerna dan menyebabkan perut bergas, seperti brokoli, kembang kol, paprika, kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan jagung.

Jenis sayuran ini tergolong tinggi serat yang justru membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Akibatnya, gejala diare sembuh lebih lama. 

6. Makanan tinggi probiotik

Makanan sumber probiotik baik dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala diare. Probiotik adalah bakteri baik yang menyehatkan bagi sistem pencernaan Anda.

Bakteri tersebut dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang hilang terbilas bersama feses, serta membantu mengembalikan fungsi usus menjadi normal. Contoh makanan probiotik yang baik untuk diare adalah yoghurt, tempe, atau asinan dari sayur kubis. 

Namun, jika ingin makan yogurt Anda harus cermat memilih produknya. Pilih yogurt yang rendah gula tanpa tambahan perisa apa pun. Menurut Everyday Health, pemanis buatan memiliki efek mirip pencahar yang dapat membuat Anda jadi lebih sering bolak-balik buang air besar. Alhasil, diare dapat semakin memburuk.

7. Daging kukus

khasiat saripati ayam

Daging adalah makanan sumber protein yang membantu mengatasi diare. Pilihan daging yang bisa Anda jadikan menu makan saat sedang diare adalah daging sapi, daging ayam, atau ikan yang direbus atau kukus.

Jangan mengolah daging dengan cara digoreng, dipanggang, atau diungkep dengan santan serta rempah-rempah kuat selama masih diare. Makanan yang digoreng dan bersantan diketahui mengandung banyak lemak dan minyak sehingga akhirnya diare makin parah. 

Tidak hanya itu, makanan berlemak dan berminyak juga memperlambat pengosongan lambung yang membuat Anda merasa kembung. Makanan ini juga mengganggu proses penyerapan obat diare oleh tubuh. 

Selain itu, hindari juga menambahkan lada, merica, maupun cabai dalam makanan karena bumbu penyedap ini tidak baik untuk perut yang sedang bermasalah saat diare. Sebagai penggantinya, Anda bisa menggunakan kuah kaldu, sari tomat, atau keju untuk menambah rasa.

Ingatlah, mengonsumsi makanan yang tidak tepat saat diare berisiko memperberat kerja usus yang sedang lemah dan malah semakin mengiritasinya. Makan sembarangan, apalagi yang kebersihannya tidak terjamin, dapat memperparah gejala diare dan memperlambat proses pemulihan tubuh.

Oleh karena itu, bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar makanan yang baik untuk dikonsumsi saat diare, konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi. Pihak profesional mungkin akan memberikan Anda rekomendasi menu makan sehari-hari.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit