home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Jenis Makanan untuk Penderita Diare agar Cepat Sembuh

7 Jenis Makanan untuk Penderita Diare agar Cepat Sembuh

Saat mengalami sakit diare, Anda akan merasakan mulas yang diikuti dorongan kuat untuk buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Tentu Anda ingin bisa cepat sembuh, ‘kan? Yuk, konsumsi makanan terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh saat diare!

Pilihan makanan untuk memulihkan tubuh saat kena diare

Penyebab diare umumnya yaitu infeksi pada sistem pencernaan akibat kontaminasi makanan yang tidak terjamin kebersihannya.

Usus yang terinfeksi tidak bisa bekerja optimal untuk menyerap nutrisi dan cairan dari makanan agar kemudian dapat digunakan oleh tubuh. Akibatnya, sisa makanan yang harus dibuang dalam bentuk feses akan bertekstur cair.

Memanglah penting untuk melakukan berbagai mengatasi diare apalagi saat di rumah. Itulah kenapa saat diare masih memporakporandakan perut, Anda harus lebih bijak untuk memilah-milih makanan.

Anda harus ekstra hati-hati dengan asupan makanan sehari-hari selama perut masih sakit akibat diare. Agar tidak asal-asalan, simak daftar makanan terbaik untuk dikonsumsi saat diare agar cepat sembuh di bawah ini.

1. Makanan berkuah

Sup kaldu tulang untuk obat batuk alami

Diare rentan membuat tubuh kehilangan banyak cairan karena Anda akan terus-terusan BAB. Jika cairan tubuh yang hilang tidak segera diganti, Anda berisiko mengalami kondisi dehidrasi. Dehidrasi akibat diare dapat mengancam nyawa jika terus dibiarkan.

Maka untuk menghindari risiko ini, Anda harus memperbanyak minum air. Mengganti cairan tubuh yang hilang paling baik dengan air putih 8 gelas per hari. Jangan lupa juga untuk langsung minum segelas air setiap selesai BAB.

Jika bosan, Anda bisa menyelingi minum air putih dengan jenis cairan lain seperti oralit, minuman isotonik, buah kaya air, hingga kuah sup ayam atau sup bayam bening.

Sup tergolong makanan yang baik untuk dikonsumsi saat diare ini karena mudah dicerna perut ketimbang makanan padat. Makan sup juga bantu mengenyangkan perut dan mengisi ulang energi sekaligus memenuhi kembali kebutuhan cairan tubuh.

Isian sup bening yang bervariasi, seperti potongan wortel, kentang, dan daging ayam, akan turut menambah kebutuhan tubuh akan nutrisi karbohidrat, serat, protein, mineral, hingga vitamin.

2. Nasi putih dan bubur

makan bubur

Asupan serat dibutuhkan untuk memperlancar sistem pencernaan. Namun saat diare, Anda justru harus menghindari makanan yang tinggi serat untuk menenangkan usus yang bermasalah.

Makanan tinggi serat untuk pencernaan akan semakin menyulitkan kerja usus yang terinfeksi sehingga memperburuk gejala diare.

Serat akan menghasilkan gas ketika diolah oleh bakteri yang hidup dalam usus. Penumpukan gas dakam perut dapat memicu kembung dan buang-buang aingin (kentut).

Pilihlah makanan tinggi karbohidrat tapi rendah serat seperti nasi putih. Nasi putih mudah dicerna sehingga usus tidak perlu bekerja keras untuk mengolahnya menjadi glukosa (gula darah). Dengan demikian, tubuh Anda akan lebih cepat pulih.

Jika Anda bosan makan nasi putih, siasati menu makan harian Anda dengan mengolahnya menjadi nasi tim atau bubur.

3. Makanan hambar, seperti roti tawar

roti gandum atau roti tawar putih

Jangan dulu makan makanan berbumbu atau berempah kuat untuk mencegah gejala diare semakin gawat. Rempah seperti cabe, bawang putih, atau lada dan bumbu penguat rasa seperti garam, lemon, santan dan cuka dapat semakin mengiritasi perut.

Nah, jenis makanan yang direkomendasikan untuk penderita diare yaitu yang bercita rasa tawar atau hambar.

Selain nasi putih, pilihan terbaik untuk Anda yakni roti tawar putih. Anda bisa mengoleskan roti dengan mentega tawar tipis-tipis dan memanggangnya sebagai alternatif.

Rasa tawar pada roti tidak akan memicu rasa mual ketika dimakan. Makanan untuk diare ini juga bertekstur halus dan cepat dicerna sehingga baik untuk pencernaan yang sedang mengalami peradangan.

4. Buah-buahan

buah apel

Memang, saat terkena diare, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi banyak makanan yang mengandung serat tinggi. Namun, ada beberapa buah-buahan yang baik untuk membantu penyembuhan Anda.

Dua buah di antaranya yaitu buah pisang dan buah apel. Keduanya memiliki kandungan pektin alias jenis serat larut air yang membantu padatkan feses. Pektin bekerja dengan membantu penyerapan kelebihan cairan di usus.

Kombinasi karbohidrat dan gula dalam pisang dan apel akan meningkatkan stamina. Mengingat diare bisa menimbulkan gejala sering BAB, kedua buah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengisi tenaga yang telah terbuang.

Terlebih lagi, pisang memiliki kandungan kalium yang dapat membantu menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang-buang air.

Agar lebih mudah dicerna perut, makanlah apel atau pisang dalam sajian yang sudah dihaluskan menjadi bubur atau puree.

5. Wortel, kacang hijau, dan buah bit

wortel
Sumber: Medical News Today

Sayuran berguna mengisi ulang nutrisi-nutrisi penting yang hilang saat Anda kena diare. Beberapa contoh sayuran yang aman dan baik dikonsumsi saat diare yakni wortel, kacang hijau, dan buah bit.

Anda dapat merebus bahan tersebut terlebih dahulu hingga lunak. Pada saat yang sama, buat bubur nasi lalu campurkan dengan cacahan variasi sayuran yang sudah direbus itu.

Anda juga bisa mengolah kacang hijau menjadi bubur manis sebagai camilan sore hari. Namun, sebaiknya jangan sajikan menu bubur kacang hijau dengan santan. Konsumsi bubur kacang hijau menggunakan mangkuk kecil dengan ¼ – ½ porsi setiap jam.

Ingat, tidak semua sayuran baik untuk orang yang sedang diare. Ada pantangan makanan diare termasuk sayuran yang sulit dicerna sehingga dapat menyebabkan perut bergas, seperti brokoli, kembang kol, paprika, dan sayuran berdaun hijau.

Jenis sayuran ini tergolong tinggi serat yang justru membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Akibatnya, diare akan terjadi berhari-hari dan sembuh lebih lama.

6. Makanan tinggi probiotik

makanan untuk saat diare

Makanan sumber probiotik baik dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala diare. Probiotik merupakan bakteri baik yang menyehatkan bagi sistem pencernaan Anda.

Bakteri yang baik untuk usus tersebut dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang hilang terbilas bersama feses, serta membantu mengembalikan fungsi usus menjadi normal.

Contoh makanan probiotik yang baik untuk diare yaitu yogurt dan tempe. Namun, jika ingin makan yogurt Anda harus cermat memilih produknya. Pilih yogurt yang rendah gula tanpa tambahan perisa apa pun.

Dilansir Everyday Health, pemanis buatan memiliki efek mirip obat pencahar yang dapat membuat Anda jadi lebih sering bolak-balik BAB. Alhasil, diare dapat semakin memburuk.

7. Daging kukus

khasiat saripati ayam sebagai makanan untuk saat diare

Daging merupakan makanan sumber protein yang membantu mengatasi diare. Pilihan daging yang bisa Anda jadikan menu makan saat sedang diare yakni daging sapi, daging ayam, atau ikan yang direbus atau kukus.

Jangan olah daging dengan cara digoreng, dipanggang, atau diungkep menggunakan santan disertai tambahan rempah kuat selama diare. Memu makanan tersebut mengandung banyak lemak dan minyak sehingga membuat diare makin parah.

Tak hanya itu, makanan berlemak dan berminyak juga memperlambat pengosongan lambung yang membuat Anda mengalami perut kembung. Makanan ini juga mengganggu proses penyerapan obat diare oleh tubuh.

Selain itu, hindari menambahkan lada, merica, atau cabai dalam makanan karena bumbu penyedap ini tidak baik untuk perut saat diare. Sebagai pengganti, Anda bisa menggunakan kuah kaldu, sari tomat, atau keju sebagai tambahan rasa.

Ingatlah bahwa mengonsumsi makanan yang tidak tepat saat diare berisiko memperberat kerja usus yang sedang lemah dan berpotensi semakin mengiritasi usus.

Makan sembarangan, apalagi yang kebersihannya tidak terjamin, dapat memperparah gejala diare dan memperlambat proses pemulihan tubuh.

Oleh karena itu, bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar makanan yang baik untuk dikonsumsi saat diare, konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi. Pihak profesional seperti mereka mungkin akan merekomendasikan menu makan harian yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Diarrhea and Diet. (n.d.). Canadian Society of Intestinal Research. Retrieved 8 December 2020, from https://badgut.org/information-centre/health-nutrition/diarrhea-and-diet/

Eating Hints to Help with Diarrhea. (n.d.). UW Health. Retrieved 8 December 2020, from https://www.uwhealth.org/healthfacts/nutrition/323.pdf

Mom’s Advice Is Still the Best for Treating Diarrrhea. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 8 December 2020, from https://health.clevelandclinic.org/moms-advice-is-still-the-best-for-treating-diarrhea/

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x