home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pilihan Obat untuk Mengatasi Diare

Pilihan Obat untuk Mengatasi Diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan seseorang lebih sering buang air besar dengan feses yang cair atau lembek. Selain itu, gejalanya berupa perut melilit, kembung, mual, dan lemas. Nah, bagi kebanyakan orang dewasa, keluhan mencret dapat ditangani dengan obat diare yang dibeli di apotek. Namun, obat seperti apa yang paling ampuh?

Pilihan obat untuk mengatasi diare

Sebenarnya, diare bisa sembuh sendiri dengan diberikan perawatan rumahan seperti minum air putih yang banyak atau minum cairan elektrolit untuk mengganti cairan yang hilang.

Namun, gejala sakit perut yang membuat Anda jadi sering bolak-balik ke toilet tentunya terasa sangat mengganggu. Untuk itu, Anda bisa minum obat-obatan yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi buang air besar. Berikut adalah pilihannya.

1. Loperamide (imodium)

obat maag kronis
obat mencret untuk orang dewasa

Loperamide (Imodium) adalah obat yang bekerja untuk memperlambat gerak usus agar menghasilkan feses dalam bentuk lebih padat.

Anda bisa memperoleh obat ini dengan resep dokter atau membelinya langsung di apotek. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau tablet yang meleleh. Ada juga loperamide dalam bentuk cair, tapi obat ini hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Orang dewasa biasanya diresepkan dosis obat mencret ini sebanyak 4 mg dalam bentuk tablet atau kapsul telan. Dosis yang diminum tidak boleh lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam. Khusus untuk tablet kunyah, orang dewasa tidak boleh minum dosis obat diare ini lebih dari 8 mg per hari.

2. Bismuth subsalicylate (pepto-bismol)

pengobatan demam rematik
obat mencret untuk orang dewasa

Sebenarnya, obat ini lebih sering digunakan untuk mengatasi nyeri perut dan gejala maag. Akan tetapi, obat ini juga memiliki sifat antidiare dan antiperadangan yang baik untuk menghambat penyebaran bakteri penyebab diare.

Obat ini bekerja memperkuat dinding lambung dan usus kecil untuk melindungi organ pencernaan Anda dari infeksi bakteri. Obat ini dapat dibeli di apotek, tapi Anda membutuhkan resep dari dokter.

Bismuth subsalicylate bisa menyebabkan efek samping berupa menghitamnya feses dan lidah. Namun, efek ini dapat menghilang setelah Anda menghentikan pengobatan. Hindari menggunakan bismuth subsalicylate jika feses Anda berdarah atau mengandung lendir.

Obat ini juga tidak dianjurkan untuk orang dewasa yang sedang hamil karena mengandung salisilat. Menurut FDA, salisilat dapat meningkatkan risiko perdarahan dan masalah pada jantung janin apabila digunakan dengan dosis berlebihan atau jangka panjang.

3. Attapulgite

Attapulgite adalah zat yang memperlambat kerja usus besar agar dapat menyerap lebih banyak air sehingga tekstur feses jadi lebih padat. Sakit perut akibat mencret juga akan berangsur-angsur pulih setelah minum obat ini.

Obat bisa diminum sebelum atau sesudah makan; pilih salah satu waktunya yang paling nyaman untuk Anda. Jangan lupa juga untuk tetap minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi selama diare.

Attapulgite umum ditemukan dalam beragam obat diare untuk orang dewasa. Namun, obat ini juga umum menimbulkan efek samping, yaitu berupa sembelit setelah mencret dan kembung.

4. Oralit

oralit
obat mencret untuk orang dewasa

Oralit adalah obat yang mengandung senyawa elektrolit dan mineral seperti natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, natrium bikarbonat, dan trisodium citrate dihydrate. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Oralit tersedia dalam bentuk serbuk atau bubuk sehingga harus dilarutkan dulu dengan air. Gunakan air matang untuk melarutkan oralit. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makan dulu. Efeknya akan mulai terasa sekitar 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Anda bisa membeli oralit di apotek atau di toko obat tanpa resep dokter. Beberapa ahli meyakini minum oralit atau cairan sejenis yang mengandung elektrolit lebih baik untuk mengatasi diare dibanding hanya minum air mineral saja.

5. Suplemen probiotik

suplemen zat besi
obat mencret untuk orang dewasa

Suplemen probiotik sering digunakan sebagai obat untuk mengatasi mencret pada orang dewasa yang disebabkan infeksi bakteri E. coli dan Salmonella.

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu melawan bakteri penyebab diare dan peradangan usus. Selain itu, probiotik juga berfungsi menyeimbangkan jumlah bakteri baik yang hidup alami di usus untuk menjaga kelancaran kerja sistem pencernaan.

Suplemen probiotik untuk diare tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk dan ekstrak cairan. Masing-masing obat tersebut mungkin mengandung jenis probiotik yang berbeda. Sebelum membeli, konsultasikan dulu dengan dokter agar dosisnya dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.

Obat antibiotik untuk diare

Bila diare disebabkan oleh infeksi yang parah, Anda mungkin akan membutuhkan obat antibiotik untuk menyembuhkannya. Antibiotik akan membantu melawan, memperlambat, dan menghancurkan pertumbuhan bakteri dalam tubuh.

Meski begitu, obat antibiotik yang diresepkan tidak boleh sembarangan. Sebab, antibiotik dapat memunculkan efek samping berupa gangguan pencernaan yang dapat memperparah masalah tersebut.

Berikut pilihan antibiotik yang diresepkan dokter untuk mengatasi diare.

1. Cotrimoxazole

obat penghilang rasa sakit

Cotrimoxazole adalah antibiotik yang mengandung dua jenis zat obat, yaitu sulfametoksazol dan trimetoprim. Obat ini diberikan untuk pasien yang mengalami mencret parah karena infeksi bakteri E. coli.

Dosis untuk orang dewasa adalah dua tablet diminum dua kali sehari. Sementara, dosis untuk anak-anak akan bergantung pada berat badan. Efek samping yang umum dari antibiotik ini adalah sakit kepala.

2. Cefixime

Cefixime digunakan untuk diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Diare yang disebabkan oleh bakteri ini juga biasanya memunculkan gejala muntaber.

Meski demikian, cefixime dapat berpotensi menyebabkan mual dan rasa tidak nyaman pada perut. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tidak terlalu berat untuk dicerna saat meminum obat ini.

3. Metronidazole

Antibiotik satu ini bekerja untuk mengobati infeksi bakteri pada lambung atau usus. Obat ini dapat ditemukan berupa tablet atau cair. Dosis yang diberikan akan bergantung pada kondisi Anda, tapi biasanya harus diminum tiga kali sehari sebanyak 250-750 mg.

Konsumsi obat ini tidak disarankan untuk ibu hamil, terutama bila kandungan masih berada pada trisemester pertama. Sebab, efeknya dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

4. Azythromycin

Termasuk dalam antibiotik golongan makrolida, obat azythromycin biasanya diberikan untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter jejuni.

Memang, obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa sakit perut ringan, rasa ingin buang air besar, mual, muntah, sembelit, atau perut kembung. Untungnya, efek samping ini termasuk ringan dan dapat membaik dengan sendirinya.

5. Ciprofloxacin

Obat ini berfungsi untuk membasmi bakteri Campylobacter jejuni dan Salmonella enteritidis. Obat ini baru akan diberikan bila antibiotik lini pertama seperti cotrimoxazole dan cefixime tidak menunjukkan efek pada pasien.

6. Levofloxacin

Antibiotik golongan fluoroquinolone ini sering digunakan untuk mengobati diare wisatawan karena kemampuannya dalam mempercepat durasi penyakit dan bisa ditoleransi lebih baik oleh tubuh. Efeknya akan terasa sekitar 6 – 9 jam setelah dosis pertama.

Ingat, pemakaian obat antibiotik tidak boleh sembarangan. Anda harus memeriksakan diri terlebih dahulu agar obat antibiotik yang diberikan cocok dengan kondisi Anda.

Aturan pakai obat diare untuk orang dewasa yang sedang mencret

Sebelum minum obat diare, penting untuk selalu ke dokter untuk mengetahui penyebab kondisi Anda dan jenis serta takaran dosis yang tepat. Bila Anda menggunakan obat diare yang dijual di apotek, baca aturan pakai dan gunakan dosis obat diare sesuai ketentuan.

Pasalnya ada beberapa obat diare untuk orang dewasa yang punya cara pakai tertentu. Jika masih bingung tentang cara pakai, tanyakan pada dokter atau apoteker cara pakai obat yang Anda beli.

Ada beberapa hal lain juga yang harus diperhatikan orang dewasa yang ingin minum obat diare, yaitu:

  • Apabila sedang menggunakan obat resep untuk kondisi penyakit lain, tanyakan dokter Anda apakah boleh minum obat diare yang dijual bebas atau tidak.
  • Jangan minum dua jenis obat diare yang berbeda secara bersamaan tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Jika diare yang Anda alami sampai menyebabkan feses berdarah, sebaiknya tidak menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran.
  • Jangan berikan obat diare yang ditujukan untuk orang dewasa pada anak-anak atau bayi. Kecuali jika dokter memberikan izin.

Minum obat yang dijual apotek atau toko obat umumnya ampuh untuk mengobati mencret. Namun, bila gejala diare masih saja muncul setelah minum obat, jangan tunda konsultasi ke dokter.

Batas maksimal bagi Anda melakukan pengobatan rumahan adalah 2 atau 3 hari. Lebih dari itu, segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif. Jika obat di apotek saja belum cukup ampuh, dokter dapat meresepkan obat antibiotik, obat mencret dengan dosis yang lebih kuat, atau perawatan medis lain tergantung dari apa penyebab diare Anda.

Mendapatkan pengobatan dokter lebih awal bisa mencegah terjadinya komplikasi diare yang berbahaya.

Hal lain yang harus dilakukan selain minum obat diare

Gaya hidup Anda sehari-hari ternyata dapat memengaruhi keparahan dan durasi gejala yang dirasakan. Oleh sebab itu, bila Anda ingin penyembuhannya lebih cepat, Anda sebaiknya tak hanya berpaku pada obat-obatan. Lakukan juga kebiasaan-kebiasaan sehat seperti:

  • minum banyak cairan untuk menghindari Anda dari dehidrasi,
  • makan makanan sehat yang rendah serat dan mudah dicerna, salah satu caranya Anda bisa menjalani diet BRAT,
  • mengonsumsi makanan yang tinggi probiotik seperti yogurt dan tempe,
  • menghindari makan makanan yang membuat diare semakin parah, misalnya makanan pedas, gorengan, dan yang diberi banyak pemanis buatan, dan
  • makan dalam porsi kecil, hal ini dilakukan agar beban kerja usus tidak terlalu berat.

Bila Anda masih memilih pertanyaan seputar obat diare, konsultasikan kepada dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Treatment for Diarrhea. (2016). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 4 December 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/treatment

Probiotics. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 4 December 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/14598-probiotics

Antidiarrheal Medicines: OTC Relief for Diarrhea. (n.d.). Family Doctor. Retrieved 4 December 2020, from  https://familydoctor.org/antidiarrheal-medicines-otc-relief-for-diarrhea/

Oralit Powder. (n.d.). TabletWise. Retrieved 4 December 2020, from https://www.tabletwise.com/indonesia/oralit-powder

Co-trimoxazole. (2017). Medline Plus. Retrieved 4 December 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a684026.html

Acute Diarrhea in Adults. (2014). American Family Physician. Retrieved 4 December 2020, from https://www.aafp.org/afp/2014/0201/p180.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 16/08/2018
x