Diare Wisatawan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu diare wisatawan?

Diare wisatawan atau traveler’s diarrhea adalah gangguan pencernaan yang dialami saat seseorang sedang bepergian atau baru saja kembali dari tempat berlibur.

Risiko terjadinya kondisi ini lebih tinggi jika Anda pergi ke tempat atau negara dengan iklim dan sistem sanitasi yang berbeda dari tempat asal.

Seperti diare pada umumnya, kondisi ini bukanlah hal yang serius. Meski demikian, gejalanya tetap akan membuat Anda tak nyaman dan mengganggu liburan.

Seberapa umumkah diare wisatawan?

Seperti namanya, penyakit ini terjadi pada orang yang bepergian atau baru saja kembali dari perjalanan. Setiap tahun, ada sekitar 20% sampai 50% dari wisatawan internasional, atau sekitar 10 juta orang yang menderita diare wisatawan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diare jenis ini?

Sebagian besar gejala muncul secara tiba-tiba, baik di tengah perjalanan maupun ketika Anda telah pulang ke rumah. Beberapa gejala yang biasanya akan dirasakan adalah:

  • sering buang air besar,
  • feses yang cair dan tidak berbentuk,
  • kram atau sakit perut,
  • mual, dan
  • demam.

Kebanyakan orang yang mengalami penyakit ini gejalanya akan mulai membaik setelah dua hari dan bisa sembuh dalam seminggu.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera periksa ke dokter bila mulai mengalami dehidrasi atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari walau telah diberikan perawatan.

Anda juga sebaiknya berhati-hati bila diare disertai dengan demam 39 derajat celcius, atau bila feses mengandung darah.

Perlu diketahui, diare tak hanya disebabkan oleh bakteri dari makanan yang terkontaminasi, tapi juga bisa sebagai pertanda dari masalah pencernaan yang lebih serius.

Untuk memastikan kondisi yang Anda alami, segera konsultasikan pada dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab diare wisatawan?

Biasanya, diare pada turis terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri dan kuman.

Hal ini lebih mudah dialami bila Anda tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau setelah menggunakan toilet, serta bila Anda tidak berhati-hati saat membeli makanan di restoran maupun di pinggir jalan.

Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan diare adalah Escherichia coli (E. Coli). Bakteri ini menempel pada mukosa dan melepaskan racun di dalam usus yang akhirnya membuat perut menjadi kram dan menimbulkan dorongan untuk buang air besar.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Diare dapat dialami oleh siapa saja, tapi lebih tinggi risikonya bila Anda memiliki kondisi seperti berikut.

  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, karena lebih rentan terhadap infeksi.
  • Memiliki penyakit diabetes atau IBD.
  • Memakai inhibitor sekresi asam atau penahan asam. Asam lambung memiliki kemampuan untuk menghancurkan mikroorganisme seperti kuman dan bakteri, sehingga menghambat keberadaannya dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.
  • Melancong ke tempat-tempat dengan tingkat sanitasi yang kurang baik.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diare wisatawan?

Diare biasanya bisa langsung diketahui dari gejala-gejala yang Anda alami. Saat pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan atau perjalanan yang telah Anda lakukan.

Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah dengan mengambil sampel darah Anda, tes sampel feses untuk melihat adanya parasit atau bakteri yang menyebabkan mencret, atau prosedur kolonoskopi dengan melihat bagian usus besar.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk diare wisatawan?

Umumnya, diare yang dialami oleh wisatawan atau turis adalah diare ringan yang hanya terjadi dalam beberapa hari. Bila hal ini terjadi, Anda cukup melakukan berbagai langkah perawatan di eumah.

Salah satunya adalah minum air putih yang banyak. Sebab, diare membuat Anda mengeluarkan banyak cairan dari tubuh. Minum air putih akan menghindari Anda dari risiko terkena dehidrasi.

Untuk membantu memenuhi cairan tubuh, Anda juga bisa minum cairan elektrolit atau oralit.

Selain itu, obat-obatan seperti loperamide dan attapulgite juga kerap digunakan untuk mengatasi gejala diare. Obat-obatan ini dapat mengurangi frekuensi dan keinginan buang air besar yang terlalu sering. Obat-obatan ini bisa Anda beli di apotek.

Bagi pasien dengan gejala yang parah atau memburuk, dokter dapat meresepkan obat antibiotik atau lainnya. Namun, tentu saja Anda harus periksa ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab dan kondisi lain yang mendasari diare yang dirasakan. Nantinya, obat antibiotik akan diberikan sesuai dengan kondisi Anda.

Pencegahan

Apa saja langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari diare wisatawan?

Memang, bagi para turis, sulit rasanya untuk menghindari diare dengan selalu memastikan bahwa setiap makanan dan minuman benar-benar higienis. Meski demikian, terdapat beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan ketika bepergian seperti berikut.

  • Makan makanan yang benar-benar sudah matang, hindari makan daging atau makanan laut yang mentah.
  • Minum minuman yang dikemas. Bila Anda tidak yakin, ketimbang minum air dari tap water yang disediakan untuk umum, lebih baik beli air minum kemasan yang masih tersegel.
  • Hindari terlalu banyak minum alkohol atau minuman berkafein guna menghindari Anda dari dehidrasi.
  • Mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan atau setelah menggunakan toilet umum.
  • Bila makan di restoran, pastikan permukaan meja serta alat-alat makan telah bersih.
  • Hindari terlalu sering jajan di pinggir jalan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Tergantung dari apa penyebabnya, sensasi ruangan berputar dan kepala berkunang akibat vertigo dapat ditangani dengan pilihan obat vertigo ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Pancolitis (radang usus besar) adalah peradangan kronis pada seluruh lapisan usus besar. Apa obat, gejala, dan penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Dispepsia Fungsional

Dispepsia fungsional adalah kondisi yang setipe dengan sakit maag, tapi tidak sampai menimbulkan luka pada lambung. Simak penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Gastritis dan Maag 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Konstipasi (Sembelit)

Konstipasi (sembelit) adalah penyakit yang sering menyerang ibu hamil, bayi, anak, dll. Simak obat, gejala, hingga cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab septikemia

Waspada Septikemia, Keracunan pada Darah Akibat Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
waktu yang tepat minum obat cacing

Kapan Waktu yang Tepat Minum Obat Cacing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips dan cara mengatasi mual

15 Cara Mengatasi Mual, dari yang Mudah Hingga Pakai Obat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit