home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Penyebaran dan penularan COVID-19 dapat dicegah dengan mudah, yaitu dengan mencuci tangan. Ketika kebersihan terjaga dengan baik, tentunya Anda telah berupaya meminimalkan risiko penularan penyakit. Anda bisa cuci tangan dengan sabun antiseptik supaya pencegahan bekerja lebih optimal.

Manfaat cuci tangan dengan sabun antiseptik

Cuci tangan adalah langkah mudah dan sederhana untuk menghindari penularan penyakit. Cuci tangan dengan air dan sabun lebih disarankan, daripada hanya menggunakan air saja. Ini dikarenakan sabun memiliki zat aktif yang mampu mengangkat mikroba atau kuman pada permukaan tangan.

Ada banyak pilihan sabun cuci tangan di pasaran. Banyak orang yang ingin memilih sabun terbaik agar penggunaannya dapat melindungi tangan secara optimal. Beberapa orang juga memilih sabun antiseptik untuk mencuci tangan. Mungkin sekilas terpikir di dalam benak Anda, apa yang membedakan sabun antiseptik ini dengan sabun cuci tangan lainnya?

Dalam artikel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), antiseptik merupakan zat yang digunakan untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroba. Karena sifatnya ini, zat antiseptik digunakan oleh rumah sakit dan bidang kesehatan lainnya. Penggunaan antiseptik bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi kuman penyakit.

Biasanya antiseptik ini digunakan untuk membersihkan tangan, salah satunya hadir dalam bentuk produk cuci tangan. Kandungan aktif dalam sabun cuci tangan antiseptik biasanya berupa Chloroxylenol (PCMX). Kandungan ini bersifat antimikroba, sehingga membantu menonaktifkan dan menekan pertumbuhan kuman.

cuci tangan setelah dari toilet

Sebuah penelitian dari jurnal African Jurnal of Biotechnology menjelaskan bahwa sabun yang bersifat mengandung antibakteri dapat menghambat perkembangan bakteri. Disebutkan dalam jurnal penelitian bahwa agen antibakteri ini dapat membunuh atau menghambat perkembangan sel-sel bakteri.

Sifat antibakteri di dalam sabun juga dapat mencegah penyebaran infeksi. Terutama ketika Anda sedang merawat seseorang yang sakit di rumah. Antibakteri di dalam sabun cuci tangan dapat memberikan perlindungan untuk menekan kemungkinan penularan penyakit.

Maka itu, sabun cuci tangan antiseptik sering menjadi pilihan dalam melindungi keluarga dari serangan kuman penyakit. Setidaknya cara ini dapat menekan risiko penularan penyakit, termasuk di tengah wabah COVID-19.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mencuci tangan

mencuci tangan cara mencegah cacar air

Pastinya Anda telah mengetahui langkah mencuci tangan dengan benar selama 20 detik. Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Selain mencuci tangan dengan sabun antiseptik, jangan lupa untuk memperhatikan temperatur air yang digunakan.

Sebagian orang mungkin lebih nyaman mencuci tangan dengan air hangat. Sebagian lainnya mencuci tangan dengan air keran bersuhu ruangan pun tidak masalah. Namun, mana yang lebih baik digunakan?

Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa air pada suhu tertentu lebih baik. Namun, sebaiknya gunakan air dengan suhu hangat atau suhu ruangan agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Setelah mencuci tangan dengan air mengalir, jangan lupa untuk mengeringkan tangan. Tangan yang masih basah masih memiliki peluang transmisi atau penularan bakteri. Maka itu, pengeringan tangan adalah langkah yang tak boleh terlewatkan.

Bila di rumah Anda biasanya berbagi handuk yang digantung di sebelah wastafel untuk mengeringkan tangan, lebih baik ganti cara ini. Hal tersebut sangat memudahkan perpindahan bakteri ke tangan Anda yang sudah dibersihkan. Mengeringkan dengan mesin pengering tangan juga tidak lebih efektif.

Langkah yang lebih aman, Anda bisa mengeringkan tangan dengan tisu kertas. Saat mengeringkan, jangan menggosok tangan dan sela-sela jari. Keringkan dengan cara menepuknya, sehingga kulit tidak terkelupas.

Kini, Anda telah mengetahui pentingnya cuci tangan dengan sabun antiseptik sebagai cara untuk mengurangi risiko penularan penyakit. Jangan lupa, untuk menggunakan air keran mengalir untuk membasuh tangan dan selalu keringkan tangan dengan tisu kertas. Dengan begitu, Anda bisa senantiasa melindungi diri dari serangan penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Antiseptic: Antiseptic vs. Disinfectant, Uses, and Safety. (2020). Retrieved 2 May 2020, from https://www.healthline.com/health/what-is-antiseptic#types

Antibacterial soap | DermNet NZ. (2020). Retrieved 2 May 2020, from https://dermnetnz.org/topics/antibacterial-soap/

WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. (2020). Retrieved 2 May 2020, from https://www.who.int/patientsafety/information_centre/Last_April_versionHH_Guidelines%5B3%5D.pdf

hygiene, R. (2009). Review of preparations used for hand hygiene. World Health Organization. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK144041/

Riaz, Saba & Ahmad, Adeel & Hasnain, Shahida. (2009). Antibacterial activity of soaps against daily encountered bacteria. African Journal of Biotechnology. 8. 

Show Me the Science – How to Wash Your Hands | Handwashing | CDC. (2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-handwashing.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 28/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x