Cangkok Feses, Terobosan Baru untuk Obati Diare. Bagaimana Caranya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Lain kali Anda selesai urusan “nyetor” di kamar mandi, sebaiknya jangan langsung disiram dulu. Usut punya usut, pup yang Anda buang setiap pagi bisa digunakan sebagai obat diare untuk orang lain. Mau tahu bagaimana caranya? Tak lain dan tak bukan adalah dengan cangkok feses.

Walau bacanya saja sudah bikin perut mual, jangan keburu jijik dulu. Prosedur medis ini benar-benar dan bisa menyelamatkan banyak nyawa akibat infeksi bakteri yang mematikan.

Apa itu cangkok feses?

Cangkok atau transplantasi feses melibatkan pengambilan sampel pup (feses) dari orang yang sehat dan memasukkannya ke dalam saluran pencernaan orang yang sakit.

Sampel feses yang akan dicangkok bisa dimasukkan ke dalam saluran pencernaan penerima donor lewat anus, atau juga dengan menelan pil yang berisi sampel feses.

Tentu saja upaya pencangkokan ini tidak dilakukan begitu saja menggunakan feses dalam bentuk “mentah”. Sampel yang digunakan adalah sampel mikroba yang hidup dalam feses.

Umumnya, satu potong feses bisa mengandung sebanyak 40 persen mikroba. Ketika mikroba ini dicangkokkan ke saluran pencernaan orang sakit, koloni tersebut dapat mulai mengakrabkan diri dan berkembang biak demi menciptakan ekosistem baru yang lebih sehat.

Transplantasi feses bukan untuk mengobati diare biasa

Tenang saja. Diare yang diobati lewat cara ini bukanlah sembarang diare karena jajan di pinggir jalan. Cangkok pup diperuntukkan sebagai obat komplikasi diare akibat infeksi bakteri ganas setelah terlalu lama mengonsumsi antibiotik.

Cangkok feses menunjukkan hasil yang fenomenal sebagai obat diare berulang yang disebabkan oleh infeksi bakteri ganas Clostridium difficil, atau C. diff. Infeksi ini menyebabkan penderitanya tidak bisa pergi bekerja atau sekolah karena rasa sakitnya yang bisa melumpuhkan.

Infeksi C. diff muncul ketika keseimbangan bakteri dalam usus menjadi berantakan setelah terlalu lama/keseringan mengonsumsi antibiotik. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang bisa menggunduli ekosistem bakteri baik bersama dengan bakteri jahat.

Kehilangan koloni bakteri sehat artinya saluran pencernaan Anda kini tak lagi memiliki pertahanan yang mumpuni terhadap serangan bakteri berbahaya yang dapat menjajah usus dan memulai infeksi, salah satunya adalah bakteri C. diff ini.

Ironisnya, infeksi C. diff tidak hanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik; itu juga diobati dengan antibiotik. Ini kemudian mendorong pasien ke sebuah lingkaran setan di mana akibat infeksi C. diff, keseimbangan bakteri baik jadi terancam, yang membuat bakteri semakin berkembang biak. Tapi lebih banyak antibiotik yang diberikan justru semakin menghancurkan keseimbangan ekosistem usus.

Konsumsi antibiotik yang terlalu sering kemudian memunculkan sebuah masalah baru: resistensi antibiotik, yang mengakibatkan bakteri tidak bisa mati setelah pemberian antibiotik. Resistensi antibiotik tidak ada obatnya.

Resistensi C. diff terhadap antibiotik berpotensi mengancam nyawa karena komplikasinya menyebabkan pasien mengalami episode diare sangat parah, yang sering diikuti dengan kram perut parah dan kadang-kadang demam, yang tahan pengobatan dan dapat melubangi usus dan menempatkan pasien pada risiko sepsis dan kematian.

Lebih dari 250.000 orang di Amerika Serikat mendapatkan infeksi C. diff setiap tahunnya, dan 14 ribu kasus ini berakhir dengan kematian. Jika Anda berusia lebih dari 65 dan/atau memiliki penyakit kronis, Anda mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi C. diff yang lebih parah.

Bagaimana cara kerja transplantasi fases mengobati diare akibat infeksi C. diff?

Transplantasi feses dapat menghentikan efek berantai setan akibat C. diff ini. Setelah satu kalo sesi cangkok pup dari donor yang sehat, prosedur ini terbukti menyembuhkan infeksi C. diff hingga 94 persen dibandingkan dengan hanya 31 persen melalui pengobatan antibiotik biasa.

Satu teori adalah bahwa transplantasi pup memungkinkan penerima donor menerima asupan koloni bakteri sehat untuk meregenerasi ekosistem ususnya sendiri. Ini kemudian dapat memperkuat usus seseorang terhadap infeksi kambuhan di masa depan, dan menghentikan C. diff untuk bisa terus menjajah ekosistem usus.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca