Mengatasi Berbagai Gangguan Tidur Akibat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Diabetes merupakan suatu kondisi di mana tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup insulin, atau insulin tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan kelebihan kadar glukosa dalam darah. Gejala yang dialami penderita diabetes dapat bervariasi, tergantung dari seberapa terkontrolnya gula darah Anda. Namun, tidak jarang penderita diabete juga mengalami gangguan tidur. 

Mengapa diabetes bisa memengaruhi pola tidur?

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2012, para ilmuwan meneliti hubungan antara gangguan tidur dan diabetes. Gangguan tidur yang dimaksud meliputi kesulitan untuk tidur, kesulitan untuk tetap terlelap, dan bahkan durasi tidur yang berlebihan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa terdapat hubungan yang jelas antara gangguan tidur dengan diabetes. Para peneliti menyatakan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko diabetes secara signifikan.

Menderita diabetes bukan berarti membuat pola tidur Anda akan terganggu. Terganggu atau tidaknya pola tidur Anda dipengaruhi oleh gejala diabetes yang Anda alami dan bagaimana cara Anda mengatasinya. Beberapa gejala akan lebih terasa saat Anda sedang tidak beraktivitas:

  • Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan Anda sering berkemih. Jika gula darah Anda tinggi pada malam hari, maka Anda akan sering terbangun untuk buang air kecil.
  • Jika tubuh Anda kelebihan gula, maka gula akan menarik air dari jaringan tubuh Anda. Hal ini akan menyebabkan Anda merasa haus, dan membuat Anda ingin minum terus menerus.
  • Gejala gula darah yang rendah seperti gemetar, pusing, atau berkeringat juga dapat memengaruhi tidur Anda.

Apa saja gangguan tidur yang berhubungan dengan diabetes?

1. Sleep apnea

Kondisi ini merupakan kelainan tidur yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes. Sleep apnea merupakan kondisi di mana napas Anda berhenti secara berulang saat tidur dan dapat secara otomatis kembali lagi. Sleep apnea lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2, hal ini disebabkan karena biasanya para penderita diabetes tipe ini cenderung memiliki berat badan yang berlebih.

Gejala yang sering dijumpai adalah rasa lelah pada siang hari dan mengorok saat tidur. Menjaga berat badan ideal merupakan salah satu cara untuk meringankan gejala.

2. Restless Leg Syndrome

Kondisi ini ditandai dengan keinginan yang konstan untuk menggerakan kaki. Restless Legs Syndrome (RLS) atau gangguan kaki gelisah lebih sering terasa pada sore atau malam hari, sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat tidur. Kondisi ini mungkin disebabkan karena kurang zat besi pada tubuh. Faktor risiko seseorang mengalami RLS adalah tingginya kadar gula darah, masalah ginjal, dan kelainan tiroid.

3. Insomnia

Insomnia ditandai dengan adanya gangguan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur. Anda lebih berisiko mengalami insomnia jika memiliki tingkat stress yang tinggi disertai dengan kadar gula darah yang tinggi.

Bagaimana cara mengatasi gangguan tidur akibat diabetes?

Anda dapat mengikuti beberapa tips berikut untuk mendapat istirahat yang lebih berkualitas di malam hari:

  • Hindari menggunakan ponsel saat malam sebelum tidur karena cahaya dapat membuat Anda terjaga. Anda dapat membaca buku sebelum tidur untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak.
  • Jangan mengonsumsi alkohol sebelum tidur.
  • Matikan ponsel Anda agar pesan atau telepon yang masuk tidak menganggu Anda.
  • Suara kicauan burung, tukang sampah, atau mobil yang lewat di pagi hari dapat menganggu tidur Anda. Untuk mengatasinya, Anda dapat memasang kipas atau benda lain selama tidur, yang suaranya dapat mendistraksi Anda dari kebisingan tersebut.
  • Tidurlah pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama pula setiap pagi, termasuk di hari libur.
  • Hindari mengonsumsi minuman berkafein dan berolahraga sebelum tidur. Kegiatan ini dapat meningkatkan aliran darah dan membuat tubuh Anda tetap terjaga.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Jenis kopi apa yang Anda suka? Jenis kopi filter bisa mengurangi risiko terhadap diabetes. Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Mengubah pola tidur

Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020