home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Memilih Aktivitas untuk Lansia dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Panduan Memilih Aktivitas untuk Lansia dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Setelah menginjak usia lanjut, kebanyakan orang mengurangi aktivitas sehari-hari, karena stamina sudah jauh berkurang, punya kondisi kesehatan tertentu, atau tidak ada kesempatan. Padahal, orang lanjut usia (lansia) justru harus tetap aktif dengan melakukan beragam aktivitas yang berguna setiap hari agar lansia sehat dan bugar. Memangnya, apa manfaat dari melakukan aktivitas bagi lansia dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan?

Pentingnya melakukan aktivitas bagi lansia

Aktivitas merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap orang. Dengan melakukan aktivitas, seluruh bagian tubuh Anda bekerja, sehingga Anda pun menjadi lebih sehat secara fisik. Tak hanya itu, aktivitas yang dilakukan dengan tujuan tertentu juga bisa menimbulkan rasa kepuasan dan kebahagiaan, terutama bila apa yang ditargetkan tercapai.

Nah, hal yang sama juga berlaku pada orang lanjut usia atau lansia. Sebagaimana manfaat mengonsumsi vitamin untuk lansia, beraktivitas juga bisa membuat tubuh lebih sehat serta menimbulkan kebahagiaan. Bahkan, bagi yang memiliki penyakit tertentu pun, seperti diabetes atau stroke, menjalani aktivitas bisa saja menjadi cara untuk mengontrol kondisinya.

Lebih dalam dari itu, aktivitas, baik fisik, sosial, maupun kegiatan berguna lainnya, bisa memberikan beragam manfaat pada kesehatan lansia. Berikut adalah ragam manfaat yang bisa lansia peroleh bila tetap aktif dan melakukan aktivitas.

1. Melatih keseimbangan tubuh

berat badan ideal lansia

Orang lansia lebih rentan kehilangan keseimbangan dan terjatuh, yang berakibat pada patah tulang atau masalah kesehatan lainnya. Adapun melakukan aktivitas, terutama fisik, dapat membantu melatih keseimbangan tubuh. Otot-otot serta sistem koordinasi Anda akan bekerja lebih baik, dan refleks Anda juga semakin meningkat.

2. Mencegah penyakit

Berbagai penelitian menunjukkan, lansia yang aktif memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hingga osteoporosis. Selain itu, melakukan beragam aktivitas juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lansia dapat memperoleh manfaat ini jika melakukan aktivitas fisik maupun sosial. Pasalnya, seseorang yang aktif secara sosial juga cenderung lebih aktif secara fisik.

3. Meningkatkan fungsi kognitif

Semakin bertambah usia, lansia biasanya mengalami penurunan fungsi kognitif, mulai dari daya ingat, ketajaman pikiran, hingga kemampuan mengelola emosi. Adapun melakukan aktivitas, baik fisik, sosial, atau kegiatan mengasah otak untuk lansia, bisa membantu meningkatkan fungsi kognitifnya. Hal ini juga dapat membantu mencegah penyakit yang terkait dengan kognitif, seperti demensia atau penyakit Alzheimer.

4. Menjaga kesehatan mental

Tidak hanya secara fisik, aktivitas juga bisa memberi manfaat pada kesehatan mental lansia. Aktivitas fisik, seperti olahraga, bisa melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai pereda stres dan memunculkan perasaan bahagia. Adapun aktivitas sosial, seperti berhubungan dengan orang lain, bisa menjaga suasana hati Anda tetap positif, yang kemudian bisa mencegah gangguan mental pada lansia, termasuk depresi.

5. Memiliki tidur yang berkualitas

Lansia yang aktif secara fisik maupun sosial pun cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik atau nyenyak. Adapun hal ini perlu dimiliki oleh lansia untuk menjaga kesehatannya. Apalagi, usia lanjut kerap dikaitkan dengan masalah tidur, seperti insomnia pada lansia.

6. Meningkatkan hubungan sosial

Sebagaimana namanya, aktivitas sosial tentu saja dapat membantu meningkatkan hubungan sosial Anda dengan orang lain, sehingga Anda tidak lagi kesepian. Namun, nyatanya, manfaat ini juga bisa Anda peroleh jika melakukan aktivitas fisik. Pasalnya, aktivitas fisik, seperti jalan kaki atau senam pagi, memungkinkan Anda bertemu dengan orang lain, sehingga bisa membantu memperluas jejaring sosial.

Bagaimana memilih aktivitas yang tepat untuk lansia?

peregangan untuk lansia

Meski kondisi fisiknya tak lagi sekuat saat muda, aktivitas untuk lansia sangat beragam. Adapun jenis aktivitas ini bisa berupa aktivitas fisik, sosial, maupun sekadar menjalankan kegiatan sederhana di rumah.

Namun, sebelum menentukan aktivitas mana yang cocok, ada beberapa hal yang perlu lansia perhatikan. Selain mempertimbangkan hobi dan minat, lansia juga perlu menyadari kondisi fisiknya, serta memahami tuntutan fisik apa yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tertentu. Pertimbangan ini perlu dilakukan agar lansia dapat tetap aktif secara aman dan bisa mendapatkan manfaat yang optimal.

Misalnya, lansia tidak mungkin melakukan kegiatan pendakian jika memiliki sakit lutut. Sebaliknya, orang dengan kondisi ini mungkin masih dapat melakukan olahraga jalan kaki setiap pagi.

Adapun lansia yang memiliki gangguan pendengaran mungkin akan mengalami kesulitan jika harus mendengarkan radio untuk mendapatkan berita. Namun, ia masih dapat membaca koran agar bisa tetap memperoleh informasi terbaru mengenai dunia.

Hal yang sama juga berlaku pada kegiatan lain yang membutuhkan kemampuan kognitif, seperti memori, pemahaman, dan konsentrasi. Sebagai contoh aktivitas seperti membaca, menulis, atau kerajinan tangan umumnya membutuhkan kemampuan kognitif yang lebih tinggi. Sedangkan menonton tv, menyanyi, atau berkebun menuntut kemampuan kognitif yang lebih rendah, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun.

Aktivitas fisik untuk lansia

Selain itu, jangan pula melakukan aktivitas, terutama fisik, secara berlebihan. Beraktivitaslah sesuai dengan kemampuan Anda dan pastikan Anda tidak benar-benar sendirian saat beraktivitas fisik, sehingga bantuan bisa diberikan secepatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk jenis kegiatan dan durasi waktu yang tepat sesuai kondisi lansia. Namun, untuk melakukan aktivitas fisik yang aman dan optimal, lansia juga bisa mempertimbangkan rekomendasi berikut ini:

  • Paling sedikit 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas berat selama seminggu.
  • Setiap beraktivitas fisik, pastikan durasinya berlangsung selama paling sebentar 10 menit.
  • Jika sudah terbiasa dengan anjuran minimal tersebut, biasakan untuk beraktivitas fisik sedang selama 300 menit atau beraktivitas fisik berat selama 150 menit dalam seminggu.
  • Lansia yang memiliki masalah koordinasi tubuh sebaiknya melakukan latihan keseimbangan paling sedikit 3 kali seminggu.
  • Latihan otot paling sedikit 2 kali seminggu.

Ragam pilihan aktivitas untuk lansia

Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut beragam pilihan aktivitas yang umumnya aman untuk lansia:

1. Olahraga

Aktivitas fisik adalah hal yang penting untuk lansia, karena terbukti memberikan dampak positif pada kesehatan tubuhnya. Adapun salah satu bentuk kegiatan fisik yang bisa dilakukan adalah olahraga untuk lansia, baik yang dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain, seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau bowling.

Selain itu, senam lansia atau sekadar melakukan latihan peregangan untuk lansia juga bisa menjadi pilihan.

https://wp.hellosehat.com/health-tools/cek-kesehatan/kalkulator-detak-jantung-saat-olahraga/

2. Kerajinan tangan

Bila Anda sedang merawat lansia, cobalah ajak ia sesekali untuk melakukan kegiatan kerajinan tangan. Anda bisa mengajak lansia melukis, menggambar, merajut, atau yang lebih kompleks, seperti membuat tembikar. Cara ini bisa membantu mengisi waktu luang lansia agar tidak bosan dan kesepian sekaligus mengasah kemampuan artistiknya.

3. Berkebun

Berkebun juga bisa menjadi salah satu aktivitas fisik untuk lansia. Kegiatannya mulai dari yang sederhana, seperti menanam, menyiram tanaman, dan membersihkan dedaunan kering, atau yang lebih mengandalkan kemampuan fisik, seperti menggali tanah.

Selain mengisi waktu luang, aktivitas ini juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi lansia akan vitamin D dari sinar matahari.

4. Membaca dan menulis

Jika lansia menyukai buku, membaca bisa menjadi pilihan kegiatan yang tepat. Hal ini bisa lansia lakukan sendiri di rumah atau klub buku tertentu sambil meningkatkan hubungan sosial dengan orang lain, terutama sesama lansia.

Tidak hanya membaca, bagi lansia yang suka membuat cerita, menulis juga bisa menjadi pilihan. Hal ini bisa membantu mengasah kemampuan berpikir serta meningkatkan kreativitasnya.

5. Memasak

makanan untuk lansia atau orang tua lanjut usia

Bagi lansia pecinta kuliner, memasak juga bisa menjadi pilihan aktivitas yang menyenangkan. Ajaklah ia berkreasi di dapur dan membuat berbagai menu makanan sehat lansia yang bisa dikonsumsinya. Selain menyenangkan, ini juga bisa menjadi cara untuk menerapkan pola makan lansia yang sehat guna menunjang kebutuhan gizinya.

6. Menari dan bermain musik

Musik telah terbukti dapat memberi dampak positif terhadap siapapun. Bahkan, terapi musik merupakan salah satu jenis pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk penderita demensia dan penyakit Parkinson.

Oleh karena itu, aktivitas, seperti mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau menari, juga bisa menjadi pilihan bagi lansia. Anda bisa sekadar mengajaknya ke konser maupun mengikuti klub musik atau menari tertentu.

7. Memelihara hewan

Bagi pecinta binatang, memelihara hewan juga dapat menjadi aktivitas yang menarik bagi lansia. Ada banyak jenis hewan peliharaan yang bisa Anda pilih, seperti anjing, kucing, ikan, atau burung. Adapun dilansir dari laman UMH, penelitian telah menunjukkan bahwa memelihara hewan bisa membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

8. Menjadi relawan

Menjadi sukarelawan dalam berbagai kegiatan, acara, atau komunitas sosial, seperti penggalangan dana, juga bisa jadi pilihan aktivitas bagi lansia. Selain mengisi waktu luang, kegiatan ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk mengatasi perasaan tidak berguna yang mungkin lansia rasakan.

9. Game mengasah otak

Tak bisa bepergian keluar rumah tidak menghalangi lansia untuk tetap bisa beraktivitas. Bila ini masalahnya, lansia masih dapat melakukan aktivitas menarik dan menyenangkan lainnya bersama dengan anggota keluarga. Salah satunya adalah memainkan permainan atau game mengasah otak, seperti catur atau kartu. Permainan ini juga dapat mencegah penurunan fungsi otak pada lansia.

Dengan beragam pilihan aktivitas tersebut, tidak ada alasan bagi lansia untuk bermalas-malasan. Meski sudah tak seenergik dulu, aktivitas tetap perlu diterapkan sebagai salah satu gaya hidup sehat untuk lansia. Namun, perlu diingat, lansia hanya perlu memilih aktivitas yang tepat sesuai kondisinya agar mendapat manfaat yang optimal. Selamat mencoba!

Bingung Menjalani Masa Pensiun? Ikuti Berbagai Tips Ini Agar Tetap Produktif

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Activity and Elder. Elderly.gov.hk. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://www.elderly.gov.hk/english/healthy_ageing/exe_leisure_travel/activity_and_elder.html.

5 Benefits of Exercise for Seniors and Aging Adults | The GreenFields. The GreenFields Continuing Care Community | Lancaster, NY. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://thegreenfields.org/5-benefits-exercise-seniors-aging-adults/.

Importance of Social Activities: Explore the Benefits of Community Activities for Older People | Silver Maples Blog. Silver Maples of Chelsea. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://silvermaples.org/importance-of-social-activities-for-seniors/.

Guides, E., Life, G., & elderly, T. (2021). Ten activities you can do at home with the elderly. Elder. Retrieved 23 February 2021, from https://www.elder.org/care-guides/getting-out-and-about-in-later-life/ten-activities-at-home-with-elderly/.

Homes, U. (2021). 10 Stimulating Activities for the Elderly. Umh.org. Retrieved 23 February 2021, from https://www.umh.org/assisted-independent-living-blog/stimulating-activities-for-the-elderly.

Physical activity. Who.int. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity.

Physical activity guidelines for older adults. nhs.uk. (2021). Retrieved 23 February 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-older-adults/.

Foto Penulis
Ditulis oleh Ihda Fadila pada 14/03/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x