backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

19

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 13/07/2023

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Kecemasan merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Rasa cemas biasanya hilang begitu Anda bisa mengatasi pemicunya. Namun, bagi orang-orang dengan anxiety disorder, kecemasan yang mereka rasakan begitu hebat hingga membuat mereka kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Apabila terus dibiarkan, gejala gangguan kecemasan bisa bertambah parah sehingga berdampak pada kinerja, hubungan sosial, dan bahkan kesehatan. Simak uraian berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut seputar gangguan kecemasan.

Apa itu anxiety disorder (gangguan kecemasan)?

Anxiety disorder (gangguan kecemasan) adalah gangguan mental yang membuat pengidapnya selalu merasa cemas, khawatir, atau takut sehingga kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Rasa cemas dan gangguan kecemasan adalah dua kondisi yang berbeda. Gangguan kecemasan membuat Anda mudah sekali khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika sedang berada dalam situasi normal.

Pada tingkatan yang sudah tergolong parah, anxiety disorder atau gangguan ansietas juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dari orang yang mengalaminya.

Berapa banyak orang yang mengalami anxiety disorder?

Anxiety disorder adalah gangguan mental yang sangat umum. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 2019, terhitung ada sebanyak 301 juta orang di seluruh dunia yang mengalami gangguan kecemasan. Sebanyak 58 juta di antaranya adalah anak-anak dan remaja.

Jenis-jenis anxiety disorder

manfaat reiki untuk kurangi cemas dan depresi

Anxiety disorder sebenarnya merupakan istilah umum untuk berbagai gangguan mental yang menimbulkan rasa cemas berlebih pada pengidapnya.

Berikut adalah berbagai jenis gangguan kecemasan yang lebih spesifik.

1. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)

GAD ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus dan cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekalipun.

2. Agorafobia

Agorafobia membuat pengidapnya merasa takut dan sering menghindari tempat atau situasi yang menimbulkan perasaan panik, terjebak, tidak bisa minta tolong, atau malu.

3. Gangguan kecemasan karena kondisi medis tertentu

Anxiety disorder mungkin saja terjadi karena kondisi medis tertentu. Artinya, perasaan cemas dan panik secara berlebihan bisa muncul karena adanya masalah pada kondisi fisik Anda.

4. Gangguan panik (panic disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, serangan panik pada pengidap panic disorder bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas.

Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur.

5. Bisu selektif (selective mutism)

Gangguan kecemasan yang satu ini ditandai dengan anak yang tidak bisa berbicara pada kondisi atau situasi tertentu.

Contohnya, anak mendadak tidak bisa bicara saat berada di sekolah, padahal ia sebenarnya tidak memiliki masalah dalam berbicara saat berada di rumah atau di tempat lain.

6. Gangguan kecemasan berpisah (separation anxiety disorder)

Gangguan kecemasan ini disebabkan perpisahan yang terjadi antara sang anak dengan orangtua atau figur pengganti orangtua di sekitarnya.

7. Gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder)

Social anxiety disorder alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika Anda berada di tengah-tengah banyak orang.

Rasa takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain dapat membuat pengidapnya mengalami gejala fisik seperti berkeringat, gemetar, dan mual.

8. Fobia spesifik

Fobia merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya.

9. Gangguan kecemasan yang dipicu oleh zat/obat

Gangguan kecemasan ini terjadi setelah seseorang menggunakan obat, alkohol, atau zat adiktif lainnya. Gejala bisa timbul akibat paparan zat beracun maupun gejala putus obat.

10. Gangguan kecemasan yang tidak ditentukan

Anda mungkin saja didiagnosis dengan gangguan mental ini bila mengalami gejala gangguan kecemasan, tetapi tidak memenuhi kriteria lengkap untuk gangguan kecemasan yang spesifik.

Tanda dan gejala anxiety disorder (gangguan kecemasan)

Sebenarnya, tanda dan gejala anxiety disorder tergantung pada jenis gangguan kecemasan yang dialami pengidapnya.

Namun, berikut adalah tanda dan gejala gangguan kecemasan secara umum.

  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulan.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau pikiran kosong.
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir, cemas, atau takut.
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan atau selalu merasa kurang tidur. 
  • Merasa gelisah terus-terusan tanpa alasan yang jelas.
  • Jantung berdebar atau detak jantung meningkat.
  • Berkeringat dan gemetar.
  • Mengalami masalah pencernaan.
  • Merasa harus selalu menghindari pemicu kecemasan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala gangguan kecemasan yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika:

  • Anda terus-terusan dirundung rasa khawatir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari,
  • rasa takut, khawatir, dan cemas yang Anda alami sulit untuk dikendalikan,
  • Anda mengalami stres kronis, kecanduan alkohol, menggunakan narkoba, atau gejala masalah kesehatan mental lainnya, dan/atau
  • muncul keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Penyebab gangguan kecemasan

anak cemas

Penyebab anxiety disorder sampai saat ini belum benar-benar diketahui secara pasti. Meskipun begitu, berikut adalah beberapa faktor yang diduga berperan besar dalam menimbulkan gangguan kecemasan.

1. Faktor genetik

Para ahli meyakini bahwa salah satu penyebab gangguan kecemasan ialah faktor genetik. Jadi, jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan kecemasan, Anda berisiko untuk mengalaminya juga.

2. Pengalaman traumatis

Kejadian traumatis di masa lalu dan stres jangka panjang juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan kecemasan kronis.

3. Kondisi medis dan masalah kesehatan tertentu

Beberapa kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan gangguan kecemasan termasuk:

  • penyakit jantung,
  • diabetes,
  • masalah tiroid,
  • gangguan pernapasan,
  • penyalahgunaan narkoba,
  • kecanduan alkohol,
  • nyeri kronis atau sindrom iritasi usus, serta
  • tumor langka yang dapat memicu produksi hormon adrenalin atau hormon tertentu lainnya.

Terkadang, gangguan kecemasan juga dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu.

Faktor risiko anxiety disorder

Sebenarnya, faktor risiko untuk setiap jenis gangguan kecemasan dapat bervariasi. Sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, berikut merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anxiety disorder.

  • Trauma. Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan ketika dewasa.
  • Riwayat genetik. Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan kecemasan.
  • Kepribadian tertentu. Seseorang dengan tipe kepribadian tertentu, misalnya neurotik, lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain.
  • Gangguan mental lainnya. Orang-orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan.
  • Penggunaan obat-obatan atau alkohol. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.
  • Penyakit kronis. Penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih. Ini bisa berkaitan denga biaya pengobatan, peluang kesembuhan, hingga bagaimana Anda menghadapi masa depan nantinya.
  • Stres. Anda juga bisa mengalami anxiety disorder karena stres terkait masalah pekerjaan, kehilangan orang yang terkasih, atau bahkan impitan ekonomi.

Komplikasi gangguan kecemasan

Tak hanya membuat Anda cemas terus-terusan, anxiety disorder juga bisa menyebabkan berbagai kondisi medis serius jika Anda tidak segera diatasi.

Bahkan, gangguan mental ini juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang meliputi:

  • depresi,
  • penyalahgunaan obat-obatan terlarang,
  • gangguan pada sistem pencernaan,
  • sakit kepala dan nyeri kronis di seluruh tubuh,
  • gangguan tidur,
  • masalah di sekolah atau tempat kerja,
  • kualitas hidup yang buruk, atau
  • bunuh diri.

Diagnosis gangguan kecemasan

Sebelum menjalani berbagai tes untuk mendiagnosis gangguan kecemasan, Anda pasti harus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan terlebih dahulu dengan dokter.

Dokter akan memastikan apakah ada masalah kesehatan tertentu yang mungkin menyebabkan timbulnya rasa cemas pada diri Anda.

Jika dokter umum atau spesialis penyakit dalam tidak menemukan sesuatu yang salah pada tubuh Anda, Anda kemungkinan akan dirujuk ke dokter spesialis kesehatan jiwa alias psikiater.

Psikiater akan melakukan evaluasi kejiwaan. Hal ini termasuk menilai pola pikir, perasaan, dan perilaku Anda untuk mencari tahu kaitannya dengan gejala anxiety disorder yang Anda alami.

Pengobatan anxiety disorder (gangguan kecemasan)

Dua pengobatan utama untuk mengatasi (anxiety disorder) gangguan kecemasan adalah psikoterapi dan obat-obatan.

1. Psikoterapi

Ada beragam jenis psikoterapi, tapi yang paling sering digunakan utnuk mengattasi anxiety disorder adalah terapi perilaku kognitif (CBT).

Terapi ini berfokus pada hubungan antara masalah, pola pikir, dan perilaku. Anda akan diajak untuk menggali lebih dalam semua itu agar dapat membentuk kebiasaan baru untuk menghadapinya dengan lebih baik.

2. Obat-obatan

Dokter juga mungkin akan meresepkan beberapa obat-obatan untuk meringankan gejala kecemasan yang Anda alami.

Berikut beberapa jenis obat yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi anxiety disorder.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lainnya sesuai dengan kondisi Anda. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Perawatan di rumah untuk anxiety disorder

rekomendasi psikiater malang

Berikut beberapa hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan yang sedang Anda alami.

  •  Tenangkan pikiran dengan melakukan meditasi, beribadah, mengatur napas, maupun kegiatan lainnya yang membantu Anda.
  • Berendam air hangat untuk merelaksasikan otot-otot yang menegang.
  • Berolahraga selama kira-kira setengah jam.
  • Menggunakan minyak esensial untuk pijat atau aromaterapi sebagai pengantar tidur.
  • Melakukan hobi yang disukai atau bahkan mencoba hal-hal baru yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.
  • Bercerita dengan orang-orang kepercayaan Anda, entah itu keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat.
  • Jangan ragu untuk mencari dukungan ke dokter atau psikolog jika Anda memang memerlukannya.

Pencegahan gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika Anda tidak segera memeriksakan diri dan melakukan tes diagnosis untuk gangguan kecemasan.

Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter atau psikolog ketika Anda mengalami kecemasan yang tidak biasa.

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang pergi ke dokter atau psikolog adalah orang “gila”, padahal ini tentu saja tidak benar. 

Perlu dipahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan Anda. Jadi, tak perlu didiagnosis memiliki gangguan jiwa untuk pergi ke psikolog.

Siapa saja boleh melakukan konsultasi ke psikolog demi menjaga kesehatan mentalnya. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik atas masalah Anda.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 13/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan