home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waktu Paling Tepat Minum Kopi, Benarkah di Pagi Hari?

Waktu Paling Tepat Minum Kopi, Benarkah di Pagi Hari?

Anda penggemar kopi? Jam berapa Anda biasanya minum kopi? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik minum kopi bukanlah di pagi hari. Jika Anda suka minum kopi di pagi hari, fakta ini akan mengubah kebiasaan Anda untuk minum kopi.

Cara kerja kopi dalam mencegah kantuk

Bagi orang-orang yang sibuk bekerja, kopi sudah menjadi minuman andalan sehari-hari karena kemampuannya yang dapat meningkatkan energi serta konsentrasi.

Khasiat ini bisa didapatkan karena kandungan kafein dalam kopi yang cukup tinggi.

Kopi juga lebih murah bila dibandingkan dengan membeli suplemen kafein sehingga minum kopi menjadi pilihan yang lebih baik.

Kafein merupakan zat yang larut dalam air dan lemak sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan mudah. Zat ini bekerja untuk membuat Anda tetap terjaga dengan menempel pada adenosin.

Adenosin bertindak sebagai reseptor (pengirim sinyal di otak) yang memperlambat aktivitas sel saraf dan menyebabkan pembuluh darah otak melebar, sehingga menimbulkan rasa kantuk.

Karena adenosin terus diproduksi dalam tubuh, jumlahnya akan meningkat sepanjang hari.

Nah, kafein bekerja mengikat reseptor adenosin untuk memblokir molekul tersebut sehingga respons mengantuk tidak muncul.

Mengetahui produksi hormon kortisol di dalam tubuh

Banyak orang minum kopi di pagi hari dengan tujuan untuk menambah stamina dan konsentrasi guna menjalani aktivitas seharian penuh.

Bahkan, mungkin beberapa dari Anda ada yang langsung minum kopi ketika bangun tidur. Sayangnya, minum kopi terlalu pagi malah akan mengurangi khasiatnya, lho.

Begini, hormon stres yang bernama kortisol dalam tubuh sedang pada tingkat puncaknya saat itu.

Hormon kortisol merupakan salah satu hormon penting yang dihasilkan dari kelenjar adrenal dalam tubuh. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan fokus dan tingkat kewaspadaan.

Selain itu, kortisol juga mengatur metabolisme, respons sistem kekebalan tubuh, serta tekanan darah Anda.

Hormon stres ini akan diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stres, baik secara fisik maupun emosional.

Saat merasa terancam, bagian dari otak akan menyalakan alarm tubuh. Hal itu kemudian memicu kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal mengeluarkan hormon adrenalin bersamaan dengan hormon kortisol.

Pada kondisi normal, kadar hormon kortisol tertinggi mencapai puncak pada pukul 8 sampai 9 pagi dan akan semakin menurun.

Saat hormon kortisol Anda menurun, saat inilah Anda membutuhkan kafein yang ada di dalam kopi.

Jadi, kapan waktu yang terbaik untuk minum kopi?

tips lari saat hamil

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Steven Miller dari Universitas Health Sciences di Bethesda, jam saat produksi hormon kortisol mencapai puncak tertinggi adalah jam 08.00–09.00 pagi.

Namun, waktu tersbut masih berupa perkiraan dan belum tentu terjadi pada semua orang.

Pasalnya, produksi hormon kortisol juga mengikuti ritme siklus tidur dan bangun Anda. Biasanya, pelepasan hormon kortisol akan memuncak sekitar 30–45 menit setelah Anda bangun.

Jika Anda bangun pada pukul 06.30, puncak hormon kortisol akan terjadi pada pukul 07.00 atau 07.15.

Nah, waktu yang paling tepat untuk Anda minum kopi adalah saat produksi hormon kortisol Anda mulai menurun, tepatnya pada jam yang kita kenal dengan istilah coffee break, antara jam 9.30-11.30.

Bila Anda selalu minum kopi pada saat kadar kortisol sedang berada di puncak, kebiasaan ini bisa saja membuat hormon kortisol terus meningkat.

Peningkatan kadar kortisol dalam jangka waktu yang lama dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tingkat kortisol yang tinggi juga dapat menyebabkan perubahan pada libido serta siklus menstruasi wanita.

Beberapa masalah emosional seperti gangguan kecemasan atau depresi juga masih berkaitan erat dengan kadar kortisol yang tinggi.

Memang, efek ini tidak akan terjadi secara langsung. Meski demikian, ada baiknya bagi Anda untuk mengubah kebiasaan minum kopi dengan menunggu selama beberapa jam setelah bangun tidur.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hoyt, L. T., Zeiders, K. H., Ehrlich, K. B., & Adam, E. K. (2016). Positive upshots of cortisol in everyday life. Emotion (Washington, D.C.), 16(4), 431–435. Retrieved 15 June 2021.

Lovallo, W. R., Whitsett, T. L., al’Absi, M., Sung, B. H., Vincent, A. S., & Wilson, M. F. (2005). Caffeine stimulation of cortisol secretion across the waking hours in relation to caffeine intake levels. Psychosomatic medicine, 67(5), 734–739. Retrieved 15 June 2021.

Cortisol. (n.d.). Hormone Health Network. Retrieved 15 June 2021, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/cortisol

Caffeine: The Chemistry Behind World’s Most Popular Drug. (2017). KU Chemistry. Retrieved 15 June 2021, from https://chem.ku.edu/sites/chem.ku.edu/files/docs/CHEM190/caffeine.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x