Restless Legs Syndrome

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu restless legs syndrome?

Restless legs syndrome (RLS), atau sering disebut sebagai Penyakit Willis-Ekbom (Willis-Ekbom disease), adalah kondisi neurologis yang menyebabkan orang memiliki keinginan tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki mereka, biasanya karena rasa tidak nyaman pada kaki. Menggerak-gerakkan kaki akan mengurangi perasaan tidak nyaman untuk sementara. Perasaan tidak nyaman ini juga dapat terjadi pada lengan.

RLS umumnya terjadi di malam hari pada waktu tidur atau saat seseorang mencoba untuk berelaksasi. Ini dapat mengganggu tidur —yang menyebabkan kantuk di siang hari— dan menyulitkan saat traveling.

Seberapa umumkah restless legs syndrome?

Kondisi umum ini mempengaruhi 10% dari populasi pada suatu waktu dalam kehidupan mereka. Dapat terjadi pada gender apapun, namun biasanya terjadi pada wanita dan sering terjadi pada orang berusia setengah baya atau lebih tua.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala restless legs syndrome?

Gatal, perasaan terbakar, atau perasaan merayap (kesemutan) pada kaki yang membuat sulit untuk tidur. Menggerakkan kaki akan menghilangkan gejala-gejala ini untuk sementara. Biasanya gejala ini mempengaruhi kedua sisi tubuh. Karena gejala-gejala ini dapat mengganggu tidur, biasanya kita akan merasa letih pada siang hari. Beberapa orang juga mengalami perasaan gelisah pada seluruh bagian kaki saat mereka duduk.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda apabila:

  • Anda merasa memiliki RLS/WED
  • Gejala-gejala berlanjut meskipun telah menjalankan pengobatan

Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda. Masing-masing tubuh bekerja secara berbeda. Baiknya diskusikanlah solusi terbaik untuk situasi Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab restless legs syndrome?

Para peneliti mencurigai bahwa kondisi ini kemungkinan merupakan akibat dari ketidakseimbangan zat kimia di otak, yaitu dopamine, yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan otot.

Keturunan: terkadang RLS/WED terjadi dalam keluarga, khususnya apabila kondisi dimulai sebelum usia 50. Para peneliti telah mengindentifikasi area pada kromosom di mana ada kemungkinan terdapat gen RLS/WED.

Orang-orang yang berusia setengah baya dan wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mendapatkan kondisi ini. Kehamilan atau perubahan hormon dapat memperburuk tanda-tanda dan gejala RLS/WED untuk sementara. Beberapa wanita mengalami RLS/WED untuk pertama kalinya saat kehamilan, khususnya pada trimester akhir. Namun demikian, tanda-tanda dan gejala biasanya hilang setelah melahirkan. Beberapa obat-obatan tertentu seperti antidepresan juga dapat menyebabkan RLS.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk restless legs syndrome?

Ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan faktor risiko munculnya restless legs syndrome:

  • Turunan: risiko Anda mengidap RLS mungkin lebih tinggi apabila telah terjadi pada anggota keluarga Anda
  • Kehamilan: wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap kondisi ini
  • Peripheral neuropathy: kerusakan pada saraf-saraf di tangan dan kaki, umumnya karena penyakit-penyakit kronis atau kecanduan alkohol
  • Kekurangan zat besi: meskipun tanpa anemia, kekurangan zat besi dapat menyebabkan atau memperparah RLS/WED. Apabila Anda memiliki riwayat perdarahan pada perut atau saluran pencernaan, mengalami perdarahan yang berat saat menstruasi, atau sering mendonorkan darah, Anda mungkin kekurangan zat besi
  • Gagal ginjal: apabila Anda terkena gagal ginjal, Anda mungkin juga kekurangan zat besi dan memiliki anemia. Saat ginjal tidak berfungsi dengan normal, penyimpanan zat besi pada darah dapat berkurang. Kondisi ini dan perubahan kimiawi pada tubuh dapat menyebabkan atau memperparah RLS/WED

Tidak adanya faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena restless legs syndrome. Faktor-faktor ini hanya merupakan referensi, konsultasikanlah pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk restless legs syndrome?

Pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala dan membantu tidur lelap. Dokter mungkin akan menyarankan metode self-help atau penggunaan obat-obatan, atau kombinasi dari keduanya. Beberapa obat-obatan bekerja lebih baik dari obat lainnya, jadi mungkin Anda perlu mencoba obat yang lain untuk menemukan mana yang paling cocok untuk Anda. Hindari kafein, rokok, dan alkohol.

Apabila gejalanya parah dan pengobatan tidak berhasil, kunjungan ke spesialis gangguan tidur atau neurologis mungkin diperlukan. Neurologis adalah dokter yang memiliki spesialisasi dalam pengobatan gangguan sistem saraf.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk restless legs syndrome?

Umumnya dokter akan membuat diagnosis dari deskripsi gejala-gejala yang ada. Dokter mungkin akan meminta tes darah untuk memastikan bahwa kondisi pasien bukanlah gejala dari kondisi lain yang serupa, seperti kekurangan zat besi. Apabila kondisinya parah, dokter mungkin akan menyarankan menginap di laboratorium tidur di mana Anda akan diawasi saat tidur sembari diteliti gejala-gejalanya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi restless legs syndrome?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi restless legs syndrome:

  • Melatih kebiasan tidur yang baik. Tidur di sekitar waktu yang sama setiap malam
  • Olahraga teratur
  • Belajar teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan biofeedback. Biofeedback adalah metode yang melatih Anda untuk mengontrol respon bawah sadar
  • Coba metode-metode ini untuk meredakan perasaan tidak nyaman untuk sementara pada kaki Anda; berjalan atau stretching, pijat kaki Anda, atau pakai cold atau hot pack.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitiligo

%%title%% adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan bergama pilihan pengobatan%%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Apa gejala, penyebab dan pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit mental. Simak informasi tentang penyebab, gejala, faktor risiko, dan cara pengobatan penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
thrombophlebitis (tromboflebitis)

Tromboflebitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
diabetes gestasional

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit