home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sleep Apnea

Definisi sleep apnea|Tanda & gejala sleep apnea|Penyebab sleep apnea|Faktor risiko sleep apnea|Diagnosis & pengobatan sleep apnea|Pengobatan sleep apnea di rumah|Pencegahan sleep apnea
Sleep Apnea

Definisi sleep apnea

Apa itu sleep apnea?

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur serius yang menyebabkan pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.

Menurut laman Mayo Clinic, jenis utama masalah tidur ini adalah:

  • Sleep apnea obstruktif (OSA). Jenis sleep apnea obstruktif adalah yang paling umum, dengan penyebab penyumbatan pada saluran pernapasan.
  • Sleep apnea pusat. Penyebabnya bukan penyumbatan saluran pernapasan, tapi karena tidak stabilnya pusat kendali pernapasan. Akibatnya, otak gagal memberi sinyal untuk otot bernapas.
  • Sindrom sleep apnea kompleks. Terjadi ketika seseorang memiliki sleep apnea obstruktif dan sleep apnea pusat.

Jika Anda menduga mengidap gangguan tidur ini, segera hubungi dokter. Perawatan dapat meringankan gejala dan mungkin mencegah masalah jantung dan komplikasi lainnya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini tergolong umum terjadi. Biasanya terjadi pada lebih banyak pria daripada wanita, sekitar 2-3 pria banding 1 wanita.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, termasuk anak-anak. Namun, lebih banyak terjadi pada orang dewasa paruh baya. Pada anak-anak, apnea tidur merupakan kondisi yang dapat mengganggu perkembangan otak.

Tanda & gejala sleep apnea

bahaya sleep apnea

Tanda dan gejala jenis apnea tidur sering tumpang tindih, sehingga sulit menentukan jenis yang Anda idap. Gejala-gejala umum dari sleep apnea adalah:

  • Sering mendengkur kencang.
  • Orang lain menyadari ada beberapa interupsi napas saat Anda tidur.
  • Bangun mendadak dan sesak napas.
  • Bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala pagi hari.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih (hypersomnia).
  • Masalah dalam perhatian
  • Mudah merasa kesal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala apnea tidur pada anak atau orang dewasa yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mendengkur yang mengganggu tidur pasangan atau tidur Anda sendiri.
  • Sesak napas, terengah-engah, atau tersedak yang membangunkan Anda dari tidur.
  • Ada jeda pada pernapasan saat tidur.
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih.
  • Lelah, mengantuk, dan mudah marah.

Penyebab sleep apnea

masalah sistem pernapasan

Berikut ini adalah berbagai penyebab sleep apnea sesuai dengan jenisnya.

Sleep apnea obstruktif

Saat otot belakang tenggorokan mengendur, saluran pernapasan menyempit dan menutup saat bernapas. Otot-otot ini mendukung langit-langit lunak, uvula, amandel, dinding samping tenggorokan, dan lidah.

Ketika otot-otot rileks, jalan napas Anda menyempit atau menutup saat Anda bernapas, Anda tidak bisa mendapatkan cukup udara, sehingga menurunkan tingkat oksigen dalam darah Anda.

Otak Anda merasakan ketidakmampuan untuk bernapas dan membangunkan Anda dalam waktu yang singkat. Biasanya bangun sangat sebentar hingga pasien tidak mengingatnya.

Saat ini terjadi, Anda mungkin akan tersedak. Pola ini dapat terulang lima sampai 30 kali atau lebih setiap jam, sepanjang malam, mengganggu kemampuan Anda untuk mencapai fase tidur nyenyak.

Sleep apnea sentral

Otak pasien gagal mengirimkan sinyal untuk otot bernapas. Hal ini membuat otot tidak bernapas untuk beberapa waktu. Pasien dapat bangun dengan sesak napas atau memiliki kesulitan untuk tidur.

Faktor risiko sleep apnea

mendengkur gejala GERD

Apnea tidur dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, faktor-faktor di bawah adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan tidur ini.

Sleep apnea obstruktif

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan bentuk apnea tidur ini adalah:

  • Kelebihan berat badan. Kondisi obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan tidur ini. Tumpukan lemak di sekitar saluran napas bagian atas dapat menghambat pernapasan Anda.
  • Lingkar leher. Orang dengan leher lebih tebal mungkin memiliki saluran udara yang lebih sempit.
  • Jalan napas yang menyempit. Anda mungkin mewarisi tenggorokan yang sempit dari keluarga Anda. Amandel atau kelenjar gondok juga dapat membesar dan menghalangi jalan napas, terutama pada anak-anak.
  • Berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki lebih berisiko dua hingga tiga kali, terkena apnea tidur ketimbang dengan perempuan. Namun, risiko pada perempuan meningkat ketika mereka kelebihan berat badan dan sudah menopause.
  • Berusia lanjut. Apnea tidur lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia.
  • Riwayat keluarga. Mempunyai anggota keluarga dengan apnea tidur juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi serupa.
  • Penggunaan alkohol atau obat penenang. Zat-zat ini mengendurkan otot-otot di tenggorokan Anda, yang dapat memperburuk gejala apnea tidur.
  • Kebiasaan merokok. Perokok memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mendapatkan OSA ketimbang mereka yang tidak pernah merokok. Merokok dapat meningkatkan jumlah peradangan dan cairan di saluran pernapasan atas.
  • Hidung tersumbat. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, apakah itu karena masalah anatomi atau alergi, Anda lebih mungkin mengalami apnea tidur.

Sleep apnea pusat

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea pusat adalah:

  • Berusia lanjut. Lansia rentan mengorok dan mengalami gangguan tidur ini.
  • Berjenis kelamin laki-laki. Kondisi yang lebih umum terjadi ada laki-laki ketimbang dengan perempuan.
  • Gangguan jantung. Mengidap gagal jantung kongestif meningkatkan risiko terkena masalah tidur ini.
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit narkotika. Obat opioid, terutama yang bekerja lama seperti metadon, meningkatkan risiko apnea tidur jenis ini.
  • Pasien stroke. Jika Anda mengidap penyakit stroke, risiko Anda apnea tidur akan jadi meningkat.

Diagnosis & pengobatan sleep apnea

CPAP obat dan cara menghilangkan ngorok saat tidur

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Tes kesehatan untuk mendeteksi apnea tidur meliputi:

  • Nocturnal polysomnography. Selama tes ini, Anda terhubung ke peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak Anda, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki, dan kadar oksigen darah saat Anda tidur.
  • Tes home sleep, yaitu dengan cara mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah, aliran udara dan pola pernapasan

Apa saja pilihan pengobatan sleep apnea?

Sesuai dengan jenisnya, pengobatan untuk menangani apnea tidur adalah:

Sleep apnea obstruktif

  • Continuous positive airway pressure (CPAP), yaitu menggunakan alat untuk menghantarkan tekanan udara melalui masker yang menutupi hidung saat tidur.
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP), yaitu menggunakan alat serupa CPAP namun dengan tekanan yang lebih tinggi saat menghirup dan tekanan lebih rendah saat menghela napas.
  • Expiratory positive airway pressure (EPAP), yaitu menggunakan alat yang kecil dan sekali pakai sebelum tidur yang membantu udara masuk dengan bebas, namun saat menghela, udara melewati lubang kecil pada katup.
  • Alat pada mulut, yaitu menggunakan alat di mulut yang menjaga tenggorokan tetap terbuka. Alat pada mulut lebih mudah digunakan daripada CPAP.

Apabila perawatan lainnya gagal, operasi akan dokter rekomendasikan meliputi:

  • Pengangkatan jaringan, yaitu mengangkat jaringan dari bagian belakang mulut dan bagian atas tenggorokan. Dokter biasanya juga akan mengangkat smandel dan adenoid.
  • Posisi ulang rahang.
  • Implan batang plastik pada langit-langit setelah Anda mendapat bius lokal.
  • Pembuatan saluran udara baru (trakeostomi saluran metal atau memasukkan plastik).
  • Operasi hidung untuk mengangkat polip atau meluruskan partisi di antara lubang hidung yang bengkok.
  • Operasi penurunan berat badan.

Sleep apnea pusat

Pengobatan untuk sleep apnea pusat dapat meliputi:

  • Perawatan untuk kondisi medis terkait gangguan jantung atau neuromuskular yang dapat menyebabkan apnea tidur.
  • Oksigen tambahan, yaitu menggunakan oksigen tambahan saat tidur.
  • Adaptive servo-ventilation (ASV), yaitu menggunakan alat yang menormalkan pola pernapasan dan mencegah jeda pada pernapasan.
  • Continuous positive airway pressure (CPAP).
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP).

Pengobatan sleep apnea di rumah

merokok saat buka puasa

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi ngorok dan gejala apnea tidur lainnya.

  • Kurangi berat badan berlebih.
  • Olahraga rutin.
  • Hindari alkohol dan obat-obatan tertentu seperti penenang dan pil tidur.
  • Atur posisi tidur, miring atau tengkurap ketimbang tidur telentang pada punggung.
  • Jaga saluran nasal tetap terbuka saat malam hari.
  • Berhenti merokok jika Anda perokok.

Pencegahan sleep apnea

Cara mencegah apnea tidur pada orang yang sehat adalah dengan menurunkan beberapa risikonya, seperti:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sleep apnea. (2021, March 30). Retrieved April 09, 2021, from https://medlineplus.gov/sleepapnea.html.

Team, C. (2020, September 03). Sleep apnea can make managing diabetes more difficult: What you need to know. Retrieved April 09, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/sleep-apnea-can-make-managing-diabetes-more-difficult-what-you-need-to-know/.

Xu, H., Guan, J., Yi, H., Zou, J., Meng, L., Tang, X., Zhu, H., Yu, D., Zhou, H., Su, K., Wang, Y., Wang, J., Yin, S., & Shanghai Sleep Health Study Research Group (2016). Elevated low-density lipoprotein cholesterol is independently associated with obstructive sleep apnea: evidence from a large-scale cross-sectional studySleep & breathing = Schlaf & Atmung20(2), 627–634. https://doi.org/10.1007/s11325-015-1262-3.

Sleep apnea. Retrieved April 09, 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/sleep-apnea.

Sleep apnea. (2020, July 28). Retrieved April 09, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-apnea/symptoms-causes/syc-20377631.

Sookoian, S., & Pirola, C. J. (2013). Obstructive sleep apnea is associated with fatty liver and abnormal liver enzymes: a meta-analysisObesity surgery23(11), 1815–1825. https://doi.org/10.1007/s11695-013-0981-4.

Sleep apnea – causes & symptoms. (2020, August 21). Retrieved April 09, 2021, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-apnea.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 06/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x