home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat dan Risiko Air Soda (Air Berkarbonasi) untuk Kesehatan

Manfaat dan Risiko Air Soda (Air Berkarbonasi) untuk Kesehatan

Air berkarbonasi atau juga dikenal sebagai air soda, adalah air yang “disuntikkan” dengan gas karbon dioksida. Hal ini membuat adanya gelembung dalam air. Anda mungkin sering melihat gelembung ini dalam minuman bersoda. Dengan adanya gelembung dalam minuman bersoda, ini memberikan sensasi tersendiri saat Anda meminumnya. Anda mungkin beranggapan bahwa gelembung dalam air berkarbonasi ini tidak memberi efek pada tubuh. Namun, anggapan Anda mungkin salah. Ingin tahu apa efek air berkarbonasi pada tubuh? Simak ini.

Apa saja efek air berkarbonasi pada tubuh?

Karbon dioksida yang sengaja “disuntikkan” ke dalam air rupanya dapat membawa efek baik maupun buruk bagi tubuh. Apa saja?

Manfaat air berkarbonasi untuk sistem pencernaan

Begitu lidah Anda mengenai air berkarbonasi, Anda mungkin sudah bisa merasakan sensasinya. Sensasi ini mungkin menyenangkan bagi beberapa orang. Asam lemah yang terkandung dalam air berkarbonasi dapat merangsang reseptor saraf di mulut Anda. Beberapa penelitian menunjukkan hal ini dapat meningkatkan kemampuan menelan Anda. Walaupun memiliki ph yang asam, namun nyatanya air berkarbonasi tidak sampai memengaruhi ph tubuh Anda.

Air berkarbonasi juga mungkin dapat membantu Anda yang sedang mempunyai masalah sembelit. Beberapa orang mungkin mempunyai pencernaan yang lebih lancar setelah minum air berkarbonasi. Hal ini pun telah dibuktikan oleh beberapa penelitian.

Meskipun bersifat asam, air berkarbonasi mungkin juga dapat membantu Anda dalam meredakan nyeri ulu hati karena meningkatnya asam lambung tanpa adanya gangguan organ lambung (functional dyspepsia). Hal ini karena air berkarbonasi dapat meningkatkan aktivitas lambung.

Namun, perlu dicatat bahwa hal ini hanya efektif jika Anda mengonsumsi air berkarbonasi tanpa tambahan kalori dari gula. Sayangnya, air berkarbonasi yang sering Anda temui adalah dalam bentuk minuman bersoda, di mana sudah ditambahkan dengan berbagai macam rasa dan gula dalam jumlah tinggi. Justru, minuman bersoda ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Bahaya air berkarbonasi pada kesehatan gigi

Efek air berkarbonasi lainnya adalah pada gigi. Air berkarbonasi sering dikaitkan dengan kerusakan gigi. Hal ini karena ph-nya yang asam membuat lapisan email pada gigi bisa terkikis. Tapi, hal ini belum tentu benar.

Air berkarbonasi yang ditambahkan gula, seperti pada minuman bersoda, memang dapat menyebabkan kerusakan gigi, menurut beberapa penelitian. Namun, air berkarbonasi tanpa tambahan gula justru tidak terbukti dapat merusak gigi.

Asam dan gula yang terkandung pada minuman bersoda tampaknya memainkan peran penting pada kerusakan gigi. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan lapisan email gigi menjadi terkikis. Jadi, pilihlah air berkarbonasi yang tidak mengandung gula jika Anda ingin menjaga kesehatan gigi Anda.

Efek pada kesehatan tulang

Selama ini mungkin Anda sering dengar bahwa air berkarbonasi dapat menyebabkan tulang keropos. Namun, ternyata ini cuma mitos. Air berkarbonasi tidak berpengaruh pada kesehatan tulang.

Yang berpengaruh pada tulang keropos sebenarnya adalah cola. Cola berbeda dengan air berkarbonasi. Minuman cola mengandung banyak fosfor dan biasanya orang yang sering mengonsumsi minuman cola mempunyai asupan kalsium yang kurang, terutama wanita. Hal inilah yang menyebabkan mengapa cola dapat memicu tulang keropos.

Jadi, Anda harus tetap minum susu atau sumber kalsium lainnya, walaupun Anda sering konsumsi minuman berkarbonasi atau minuman cola. Jangan jadikan minuman berkarbonasi sebagai pengganti susu. Namun faktanya, remaja putri yang mengonsumsi minuman berkarbonasi sering menjadikan minuman tersebut sebagai pengganti susu sehingga asupan kalsium untuk kesehatan tulang tidak terpenuhi dengan baik, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Nutrition Research.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spritzler, Franziska. (2016). Carbonated (Sparkling) Water: Good or Bad?. [online] Authority Nutrition. Available at: https://authoritynutrition.com/carbonated-water-good-or-bad/ [Accessed 21 Jul. 2017].

Healthline. (2015). Is Carbonated Water Bad for You?. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-carbonated-water-bad-for-you#2 [Accessed 21 Jul. 2017].

Cuomo R. (2002). Effects of Carbonated Water on Functional Dyspepsia. [online] Pubmed. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12352219 [Accessed 23. Jul. 2017]

Brown CJ. (2007) The Erosive Potential of Flavoured Sparkling Water Drinks. [online] Pubmed. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17263857 [Accessed 23 Jul. 2017]

Tucker KL. (2006) Colas, but not other Carbonated Beverages, are Associated with Low Bone Mineral Density in Older Women: The Framingham Osteoporosis Study.. [online] Pubmed. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17023723 [Accessed 23 Jul. 2017]


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 30/07/2017
x