Diare

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Definisi

Apa itu diare?

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar terlalu sering atau terus-terusan. Feses yang keluar saat BAB biasanya encer dan lembek atau cair berair. Orang awam sering menyebutnya dengan istilah “buang-buang air” atau mencret.

Tergantung dari berapa lama durasinya berlangsung, masalah buang-buang air dibedakan menjadi beberapa jenis.

1. Diare akut

Diare akut gejalanya muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama tiga hari hingga seminggu. Kebanyakan orang mengalami mencret jangka pendek karena adanya infeksi pada saluran pencernaan karena makanan atau kuman.

Diare akut terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • accute watery diarrhea, ditandai dengan feses cair yang berlangsung selama beberapa hari, kebanyakan disebabkan oleh infeksi norovirus atau rotavirus, dan
  • acute bloody diarrhea, juga disebut disentri, ditandai dengan feses yang berdarah dan berlendir. Disebabkan oleh bakteri bernama Entamoeba histolytica atau Shigella bacillus.

2. Diare kronis

Diare kronis bisa berlangsung selama empat minggu atau bahkan lebih. Gejalanya sudah diderita dalam waktu yang lama dan berkembang secara perlahan. Kondisi ini kurang umum dan biasanya disebabkan oleh kondisi medis, alergi, obat-obatan, atau infeksi kronis.

Gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan mencret kronis termasuk sindromiritasi usus besar (IBS), penyakit Crohn, atau kolitis ulserativa.

3. Diare persisten

Dikutip dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari dua minggu, namun tidak lebih dari empat minggu. Penyakitnya berlangsung lebih lama ketimbang diare akut, tetapi lebih singkat dibandingkan diare kronis.

Jenis ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  • diare osmotik, terjadi ketika makanan yang ada di usus tidak dapat diserap dengan baik, akibatnya cairan berlebih terbuang bersama feses dan membuatnya menjadi encer, serta
  • diare sekretori, terjadi ketika adanya gangguan sistem pembuangan pada usus kecil atau usus besar dalam menyerap elektrolit.

Seberapa umum kondisi ini?

Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang paling umum terjadi. Siapa pun bisa mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Masalah buang-buang air tidak mengenal jenis kelamin dan usia. Rata-rata orang dewasa dapat mengalami mencret 4 kali dalam setahun.

Namun apabila terlalu sering dan berlangsung terlalu lama, masalah pencernaan ini kemungkinan menandakan kondisi serius.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diare?

Frekuensi BAB yang normal dapat berkisar antara satu sampai tiga kali sehari, atau paling tidak tiga kali seminggu.

Namun, pola buang air setiap orang dapat berbeda tergantung dari banyak faktor. Pencernaan masih bisa dikatakan sehat apabila pola BAB selama ini teratur, tidak mengalami perubahan mendadak dan drastis.

Seseorang dikatakan mengalami gejala diare alias mencret ketika tiba-tiba jadi buang air besar lebih sering dari biasanya. Selain dari perubahan frekuensi BAB, gejala diare yang juga umum terjadi adalah:

  • feses lembek dan cair (mencret),
  • feses keluar dalam jumlah yang banyak,
  • sakit dan kram perut,
  • mual dan muntah,
  • sakit kepala,
  • kehilangan nafsu makan,
  • haus terus menerus,
  • demam,
  • dehidrasi, serta
  • feses yang berdarah.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera ke dokter atau rumah sakit terdekat jika diare tidak kunjung sembuh walau sudah diberi perawatan di rumah atau telah mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, termasuk saat Anda tidur.

Berhati-hati juga bila kondisi yang Anda rasakan disertai dengan muntah atau demam di atas 39º celcius. Terutama ketika tubuh sudah terasa lemas, haus, dan bibir mulai kering. Anda tak perlu menunggu beberapa hari untuk memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab diare?

Penyebab diare sangatlah beragam, terkadang pemicu pastinya tidak diketahui secara jelas. Namun, kebanyakan orang mengalami penyakit ini karena infeksi bakteri akibat mengonsumsi makanan yang tidak steril atau telah terkontaminasi.

Bakteri yang terkandung dalam makanan tersebut seperti E.coli atau Salmonella mengeluarkan racun yang menyerang organ dalam sistem pencernaan Anda. Oleh sebab itu, pasien akan merasakan gejala seperti sakit perut, mual, atau buang-buang air setelah memakannya.

Beberapa penyebab umum lainnya meliputi:

  • infeksi virus, seperti rotavirus, adenovirus, norovirus, dan astrovirus,
  • alergi, intoleransi, atau memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap makanan tertentu,
  • efek samping obat tertentu seperti antibiotik, antasida, atau obat antidepresan,
  • memiliki penyakit radang usus atau penyakit celiac, dan
  • terlalu banyak makan makanan manis, sehingga perut tidak bisa mencerna gula dengan baik.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami mencret?

Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet.
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih.
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet.
  • Sumber air yang tidak bersih.
  • Makan makanan sisa yang sudah basi.

Selain faktor risiko di atas, perubahan pola makan baru-baru ini juga dapat menyebabkan diare akut. Ini termasuk peningkatan asupan kopi, teh, minuman bersoda, atau permen karet yang mengandung gula yang sulit diserap. 

Mencret juga rentan dialami oleh pelancong, wisatawan, atau traveler. Biasanya, kondisi ini akan terjadi jika mereka melakukan bepergian ke negara-negara berkembang yang banyak mengalami kasus infeksi bakteri E. coli

Infeksi diare dapat terjadi ketika mereka minum atau makan makanan terkontaminasi, serta makan makanan mentah.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis masalah buang air besar?

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda untuk mencari tahu penyebabnya. Dokter dapat menanyakan beberapa hal, seperti:

  • gejala yang Anda rasakan,
  • seberapa sering Anda buang air besar,
  • makanan apa yang Anda konsumsi sebelum mengalami diare,
  • obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan
  • ada atau tidaknya gejala selain sakit perut yang dialami.

Pada beberapa kasus, dokter meminta Anda untuk melakukan tes kesehatan tambahan. Berikut adalah beberapa pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan.

1. Tes darah

Tes darah kemungkinan akan dilakukan untuk melihat adanya gejala lain yang dapat membantu menunjukkan apa yang menyebabkan mencret Anda.

2. Tes feses

Tes feses juga dapat dilakukan untuk melihat apakah ada bakteri atau parasit menyebabkan mencret menyerang Anda.

3. Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopi

Untuk membantu memastikan diagnosis diare, dokter dapat menggunakan sigmoidoskopi dan kolonoskopi.

Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan tabung tipis dan terang yang dimasukkan ke dalam rektum. Tabung ini dapat melihat bagian dalam usus besar Anda. 

Alat tes ini juga dilengkapi dengan perangkat untuk mengambil sampel kecil jaringan (biopsi) dari usus besar Anda. Sedangkan kolonoskopi memungkinkan dokter untuk melihat seluruh bagian usus besar.

Bagaimana cara mengobati diare?

Sebenarnya, diare bisa disembuhkan dengan melakukan perawatan sendiri di rumah. Salah satu tujuan perawatan adalah mengembalikan cairan tubuh yang telah hilang akibat frekuensi buang air besar yang berlebih.

Untuk itu, pasien harus minum air yang banyak agar terhindar dari dehidrasi. Pasien juga bisa meminum cairan elektrolit atau oralit yang dapat dibeli di apotek. Cairan ini umum digunakan sebagai pertolongan pertama masalah buang-buang air. 

Cairan elektrolit dapat memberikan tubuh asupan glukosa, garam dan mineral penting lainnya yang hilang selama mengalami dehidrasi. Cairan rehidrasi aman diberikan untuk anak-anak dan orang tua. 

Selain itu, tersedia juga beberapa obat yang akan membantu mengurangi frekuensi BAB. Beberapa pilihannya adalah loperamide dan attapulgite.

Loperamide adalah obat untuk memperlambat pergerakan pada sistem pencernaan Anda yang biasanya diresepkan untuk diare. Obat ini memungkinkan lebih banyak cairan yang diserap oleh tubuh dan membuat feses Anda kembali padat. Biasanya obat diminum setelah Anda buang air besar.

Sedangkan, zat attapulgite bekerja dengan menyerap sejumlah besar bakteri atau racun yang ada di pencernaan. Obat ini juga berguna untuk memadatkan feses dan mengurangi kram perut. Attapulgite diminum setelah makan.

Hal yang harus diperhatikan sebelum minum obat diare

Saat minum atau menggunakan obat untuk mengatasi mencret, Anda harus mematuhi aturan pakainya. Minum obat diare sesuai petunjuk  yang direkomendasikan pada label obat.

Jangan berasumsi bahwa lebih banyak obat akan bekerja lebih baik atau lebih cepat. Minum obat yang dengan jumlah berlebih dapat menimbulkan efek samping tertentu. 

Jika Anda menggunakan obat resep, tanyakan kepada dokter Anda apakah boleh meminum lebih dari 1 merek atau jenis obat pereda buang air besar. Kemungkinan keduanya mungkin memiliki bahan aktif serupa dan bisa berubah menjadi overdosis obat. 

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi akibat diare?

Ganggan pencernaan ini dapat cepat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun jika terus dibiarkan, diare juga bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Berikut adalah berbagai komplikasinya.

1. Malnutrisi

Mencret yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan Anda mengalami malnutrisi. Pasalnya, buang air berlebih dalam waktu lebih dari sebulan bisa menyebabkan tubuh Anda kehilangan terlalu banyak vitamin, mineral, protein, dan lemak. 

Diare kronis juga dapat menurunkan berat badan jika tubuh Anda tidak menyerap cukup karbohidrat dan kalori dari makanan yang Anda makan.

2. Perdarahan dan iritasi

Diare kronis dapat menyebabkan iritasi pada usus besar atau rektum. Iritasi bisa berupa luka yang menyebabkan jaringan di usus rapuh. Iritasi ini juga dapat membuat perdarahan di usus maupun pada feses yang keluar. 

3. Dehidrasi

Ketika Anda sedang buang-buang air, Anda dapat mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan tubuh. Dehidrasi ringan dapat mudah diatasi dengan memperbanyak asupan cairan. Baik dari air putih, oralit, atau makanan berkuah.

Namun, diare kronis dapat menyebabkan dehidrasi parah yang mengakibatkan penurunan volume urin, urin gelap, kelelahan, sakit kepala ringan, dan tekanan darah rendah. 

Seseorang juga bisa saja mengalami berbagai komplikasi yang serius seperti gangguan fungsi ginjal, kejang, asidosis metabolik, hingga syok hipovolemik akibat terlalu banyak kehilangan cairan. Syok ini dapat menyebabkan hilang kesadaran (pingsan) atau bahkan kematian.

4. Septikemia

Septikemia terjadi ketika seseorang mengalami keracunan akibat masuknya banyak bakteri ke dalam aliran darah. Komplikasi ini adalah hal yang jarang terjadi dan biasanya hanya berisiko pada orang yang mengalami diare parah akibat infeksi bakteri Clostridium difficile.

Bakteri tersebut memang tidak secara langsung menyebabkan diare, tapi menyerang usus besar dan menimbulkan peradangan di sana. Peradangan ini membuat darah menggumpal dan menghambat oksigen untuk mencapai organ tertentu.

Hasilnya, organ yang terserang dapat mengalami kegagalan fungsi dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare?

Selain minum yang banyak, Anda juga dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk membantu penyembuhan diare.

1. Hindari makanan penyebab diare

Selama masih mencret, hindari makanan dan minuman yang dapat memperburuk kondisi Anda. Berikut adalah makanan dan minuman yang harus Anda hindari saat diare:

  • minuman dan makanan yang terbuat dari susu,
  • makanan berat, berlemak, berminyak, dan pedas, serta
  • minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan cola.

2. Makan makanan sehat

Selama masa penyembuhan, tubuh Anda memerlukan nutrisi dari makanan. Untuk itu, pilih makanan yang sehat dan mudah dicerna. Untuk mempermudah, Anda bisa mengikuti pola makan BRAT.

Makanan yang dikonsumsi pada pola BRAT terdiri dari makanan berserat rendah, rasa yang cenderung hambar, dan mudah dicerna, seperti nasi, saus apel, pisang, dan roti. Makanan tersebut baik dikonsumsi saat organ pencernaan sedang bermasalah.

3. Istirahat yang cukup

Saat terserang diare, Anda harus beristirahat sebanyak mungkin. Pasien yang terkena kondisi ini sangat disarankan untuk berhenti beraktivitas sementara waktu. Gunanya untuk memulihkan tenaga yang telah dihabiskan saat bolak-balik buang air besar.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah diare?

Diare dapat menyerang siapa saja, terutama bila Anda tidak menjaga kebersihan dari diri sendiri. Seperti yang sudah diketahui, diare paling sering disebabkan oleh konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Maka dari itu, Anda bisa menghindari penyakit ini dengan sering mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Hal ini sangat penting dilakukan terutama bila Anda memasak menggunakan daging mentah.

Selain itu, Anda juga harus cuci tangan setelah menggunakan toilet, mengganti popok, bersin, batuk, dan setelah membuang ingus.

Bersihkan dengan busa sabun selama 20 detik. Bila perlu, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol setelahnya. Pilihlah produk yang mengandung sedikitnya 60 persen alkohol.

Pastikan makanan yang Anda konsumsi matang dengan baik, sehingga hal ini akan menghindarkan Anda dari infeksi bakteri seperti Salmonella. Kurangi konsumsi minuman alkohol atau berkafein untuk mencegah dehidrasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistiserkosis

Sistiserkosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Keracunan Matahari

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan? Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan, namun ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan. Apakah ini normal? Benarkah bisa bikin kurus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Buang Air Besar (BAB) Berdarah

Wajar jika feses berdarah membuat khawatir karena darah tidak seharusnya muncul saat BAB. Lantas, apa penyebab buang air besar (BAB) berdarah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 1 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Infeksi Bakteri E Coli

Infeksi Bakteri E. coli

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit