Ampicillin

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Kegunaan Ampicillin

Ampicillin obat apa?

Ampicillin adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Ampicillin atau biasa dikenal dengan ampisilin, termasuk dalam kelas obat penisilin, jenis antibiotik. Ampicillin bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Ampicillin hanya mengobati infeksi bakteri. Artinya, obat ini tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi akibat virus, seperti pilek dan flu. Penggunaan ampicillin yang tidak perlu atau berlebihan dapat membuat obat ini tidak bekerja secara efektif.

Bagaimana aturan pakai ampicillin?

Konsumsi ampicillin 4 kali sehari (setiap 6 jam), atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Minumlah saat perut kosong (1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan) dengan segelas penuh air.

Minumlah banyak cairan saat menggunakan ampicilin kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Dosis ampicillin tergantung pada kondisi medis dan respons Anda terhadap pengobatan.

Antibiotik bekerja dengan baik ketika kadarnya di dalam tubuh stabil atau tetap. Hal ini berarti Anda harus meminum antibiotik jenis apa pun, termasuk ampicillin, dengan disiplin dan teratur.

Lanjutkan penggunaan ampicillin sampai keseluruhan dosis yang ditentukan habis, bahkan jika gejala hilang atau Anda sudah merasa lebih baik setelah beberapa hari.

Berhenti mengonsumsi ampicillin terlalu cepat memungkinkan bakteri untuk terus tumbuh dan dapat mengakibatkan kambuhnya infeksi.

Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum minum ampicillin. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan ampicillin?

Ampicillin paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan di kamar mandi dan jangan pula dibekukan.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan ampicillin dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.  

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis ampicilin untuk orang dewasa?

Dosis orang dewasa untuk infeksi bakteri

Parenteral: 1-2 gram IM (intramuskular/otot) atau IV (intravena/pembuluh darah) setiap 4 hingga 6 jam sekali atau 50 hingga 250 mg/kg berat badan/hari IM atau IV dalam dosis terpisah
Dosis maksimum: 12 g/hari

Oral: 250-500 mg oral setiap 6 jam sekali

Dosis orang dewasa untuk endokarditis

Parenteral: Ampicillin 2 g IV setiap 4 jam ditambah gentamisin atau streptomisin (jika gentamisin tidak bekerja)

Durasi dari terapi untuk pengobatan endokarditis: dilakukan selama kurang lebih 8 minggu

Dosis orang dewasa untuk meningitis

Oral: 150 hingga 200 mg/kg/hari IV  dalam dosis terpisah setiap 3 hingga 4 jam sekali

Parenteral: 200 mg/kg/hari IV dalam dosis terbagi setiap 4 jam, dalam kombinasi dengan antibiotik parenteral lainnya

Dosis maksimum penggunaan untuk pengobatan meningitis: 12 g/hari

Intratekal atau intraventrikular: 10 sampai 50 mg/hari selain IV antibiotik

Dosis orang dewasa untuk sepsis (septicemia)

Oral: 150 sampai 200 mg/kg/hari.

Parenteral: 1 hingga 2 g IV setiap 3 hingga 4 jam sekali, dikombinasikan dengan obat antibiotik lainnya.

Dosis orang dewasa untuk bakteri profilaksis endokarditis

Parenteral: 2 g IM atau IV sebagai dosis tunggal 30 sampai 60 menit sebelum prosedur profilaksis.

Dosis orang dewasa untuk gastroenteritis

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Dosis orang dewasa untuk infeksi intraabdominal

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Parenteral: 1 hingga 2 g IV setiap 4 hingga 6 jam dikombinasikan dengan antibiotik lain dan tergantung pada infeksi yang dialami.

Durasi dari terapi: 10 hingga 14 hari.

Dosis orang dewasa untuk infeksi kulit atau infeksi jaringan lunak

Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam.

Oral: 250-500 mg setiap 6 jam sekali, atau 1-2 g setiap 4-6 jam sekali, tergantung pada tingkat keparahan dari infeksi.

Dosis orang dewasa  untuk faringitis

Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Oral: 250 mg oral setiap 6 jam sekali.

Dosis orang dewasa untuk sinusitis

Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam sekali

Oral: 250 mg oral setiap 6 jam sekali

Dosis orang dewasa untuk infeksi saluran pernapasan atas

Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Oral: 250 mg oral setiap 6 jam sekali.

Dosis orang dewasa untuk pneumonia

Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam sekali.

Oral: 250 mg oral setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk bronkitis

Pengobatan bronkitis dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Parenteral: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam sekali 
  • Oral: 250 mg oral setiap 6 jam sekali

Dosis orang dewasa untuk infeksi saluran kemih

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk pielonefritis

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk shigellosis

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk demam tifoid

500 mg secara oral atau IM atau IV setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk pencegahan penyakit streptococcus perinatal grup b

Parenteral: 2 g IV dosis awal, kemudian 1 g IV setiap 4 jam sampai melahirkan.

Dosis orang dewasa untuk bedah profilaksis

Transplantasi hati: ampicillin 1 g IV ditambah sefotaksim 1 g IV di induksi anestesi, kemudian setiap 6 jam selama prosedur dan selama 48 jam setelah penutupan bedah akhir.

Dosis orang dewasa untuk leptospirosis

Ringan: 500-750 mg oral setiap 6 jam.

Sedang sampai berat: 0,5-1 g IV setiap 6 jam.

Dosis orang dewasa untuk otitis media

500 mg oral atau 1-2 g IM atau IV setiap 6 jam, tergantung pada sifat dan keparahan infeksi.

Bagaimana dosis ampicillin untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk infeksi bakteri

Dosis ampicillin untuk bayi baru lahir:

  • 7 hari atau lebih muda, dengan berat ≤2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 12 jam
  • 7 hari atau lebih muda, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam
  • 8-28 hari, dengan berat ≤2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam
  • 8-28 hari, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 6 jam
  • 1 bulan atau lebih tua, untuk infeksi ringan sampai sedang
  • Parenteral: 25-37,5 mg/IM kg atau IV setiap 6 jam

Oral: 12,5-25 mg/kg secara oral setiap 6 jam

Dosis maksimum: 4 g/hari

Dosis anak-anak untuk bakteremia

Dosis ampicillin untuk bayi baru lahir:

  • 7 hari atau lebih muda, dengan berat ≤2.000 g: 100 mg/kg IM atau IV setiap 12 jam
  • 7 hari atau lebih muda, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam atau 100 mg/kg IM atau IV setiap 12 jam
  • 8-28 hari, dengan berat ≤2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam
  • 8-28 hari, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 6 jam
  • Dosis anak-anak untuk sepsis (septicemia)

Dosis ampicillin untuk bayi baru lahir:

7 hari atau lebih muda, dengan berat ≤2.000 g: 100 mg/kg IM atau IV setiap 12 jam

7 hari atau lebih muda, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam atau 100 mg/kg IM atau IV setiap 12 jam

8-28 hari, dengan berat ≤2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 8 jam

8-28 hari, dengan berat ≥2.000 g: 50 mg/kg IM atau IV setiap 6 jam

Dosis anak-anak untuk meningitis

Parenteral: 150 sampai 200 mg/kg/hari IV dalam dosis terbagi setiap 3 sampai 4 jam

Dosis anak-anak untuk endokarditis

Ampicillin 300 mg/kg/day IV dalam dosis terpisah selama 4 hingga 6 jam beserta gentamisin atau streptomisin (jika gentasimin tidak bekerja)

Dosis maksimum: 12 g/hari

Dosis anak-anak untuk bakteri profilaksis endokarditis

50 mg/kg IM atau IV sebagai dosis tunggal 30-60 menit sebelum prosedur profilaksis

Dosis anak-anak untuk infeksi saluran pernapasan atas

Parenteral, dengan berat badan:

  • ﹤40 kg: 25-50 mg/kg/hari IM atau IV dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam
  • ﹥40 kg: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam

Oral, dengan berat badan:

  • ﹤20 kg: 50 mg/kg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam
  • ﹥20 kg: 250 mg oral setiap 6 jam

Dosis anak-anak untuk pneumonia

Parenteral, dengan berat badan:

  • ﹤40 kg: 25-50 mg/kg/hari IM atau IV dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam
  • ﹥40 kg: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam

Oral, dengan berat badan:

  • ﹤20 kg: 50 mg/kg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam
  • ﹥20 kg: 250 mg oral setiap 6 jam

Dosis anak-anak untuk infeksi kulit atau infeksi jaringan lunak ringan

  • Berat badan ﹤40 kg: 25-50 mg/kg/hari IM atau IV dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam
  • Berat badan ﹥40 kg: 250-500 mg IM atau IV setiap 6 jam

Dosis anak-anak untuk infeksi saluran kemih

Parenteral, dengan berat badan:

  • ﹤40 kg: 50 mg/kg/hari IM atau IV dalam dosis terbagi setiap 6 sampai 8 jam
  • ﹥40 kg: 500 mg IM atau IV setiap 6 jam

Oral, dengan berat badan:

  • ﹤20 kg: 25 mg/kg secara oral setiap 6 jam
  • ﹥20 kg: 500 mg secara oral setiap 6 jam

Dosis anak-anak biasa untuk profilaksis bedah

Transplantasi hati: usia ≥1 bulan: Ampicillin 50 mg/kg IV ditambah sefotaksim 50 mg/kg IV diinduksi anestesi, dan setiap 6 jam selama 48 jam setelah penutupan bedah akhir.

Dalam dosis apakah ampicilin tersedia?

Kapsul: 250 mg dan 500 mg

Injeksi: 10 g/100 mL, 125 mg/5 mL; 250 mg/5 mL

Efek Samping Ampicillin

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena ampicilin?

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi setelh mengonsumsi ampicillin, seperti mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti Anda akan pingsan.

Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu efek samping yang serius dari mengonsumsi ampicillin berikut ini:

  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala parah, kulit mengelupas, dan ruam kulit merah
  • Diare yang berair atau berdarah
  • Demam , menggigil, nyeri tubuh, gejala flu
  • Mudah memar atau perdarahan, kelemahan yang tidak biasa
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, atau tidak sama sekali
  • Agitasi (mudah marah, tersinggung, agresif), kebingungan, pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Kejang

Efek samping ampicillin yang biasa terjadi termasuk

  • Mual, muntah, sakit perut
  • Vagina gatal atau memiliki cairan
  • Sakit kepala
  • Lidah bengkak, hitam, atau “berbulu” (hairy tongue)  
  • Sariawan (bercak putih atau di dalam mulut atau tenggorokan)

Tidak semua orang mengalami efek samping ampicillin. Mungkin ada beberapa efek samping ampicillin yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping ampicillin tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan ampicilin?

Sebelum menggunakan ampicillin, beri tahu dokter jika Anda:

  • Alergi terhadap ampicillin, penisilin, atau obat lain
  • Sedang menggunakan obat resep dan obat nonresep, terutama antibiotik lain, seperti allopurinol (Lopurin), antikoagulan (pengencer darah), seperti warfarin (Coumadin), atenolol (Tenormin), kontrasepsi oral, probenesid nonresep (Benemid), rifampin, sulfasalazine, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang sedang atau akan Anda gunakan
  • Memiliki atau pernah memiliki penyakit ginjal atau hati, alergi, asma, penyakit darah, radang usus, masalah perut, atau demam
  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui. Jika Anda hamil sewaktu mengambil ampicillin, hubungi dokter Anda
  • Akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang penggunaan ampicillin

Apakah ampicilin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ampicillin masuk ke dalam kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) risiko kehamilan menurut FDA, organisasi Amerika Serikat yang setara dengan badan POM di Indonesia. Bahkan ampicillin dapat digunakan untuk mengurangi risiko keguguran pada ibu hamil.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •     A = Tidak berisiko
  •     B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •     C = Mungkin berisiko
  •     D = Ada bukti positif dari risiko
  •     X = Kontraindikasi
  •     N = Tidak diketahui

Untuk ibu menyusui, disarankan untuk tidak mengonsumsi ampicillin, mengingat ampicillin dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi yang menyusui.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan ampicilin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja ampicillin atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis ampicillin tanpa persetujuan dokter.

Ada 83 jenis obat yang dapat berinteraksi dengan ampicillin, tapi di bawah ini adalah obat yang paling sering berinteraksi, yaitu:

  • acetaminophen
  • Advil (ibuprofen)
  • amoxicillin (Amoxil, Trimox, Apo-Amoxi, Amoxicot, Moxatag, DisperMox, Biomox, Wymox, Moxilin)
  • Ancef (cefazolin)
  • Augmentin (amoxicillin / clavulanate)
  • azithromycin (Zithromax, Azithromycin Dose Pack, Z-Pak, Zmax)
  • Bactrim (sulfamethoxazole / trimethoprim)
  • Benadryl (diphenhydramine)
  • cefotaxime (Claforan)
  • ceftriaxone (Rocephin)
  • Cipro (ciprofloxacin)
  • cloxacillin (Cloxapen, Tegopen)
  • Colace (docusate)
  • dicloxacillin (Dynapen, Dycill, Pathocil)
  • Flagyl (metronidazole)
  • gentamicin (Garamycin, Cidomycin, Septopal)
  • ibuprofen
  • Keflex (cephalexin)
  • Lasix (furosemide)
  • Norco (acetaminophen / hydrocodone)
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • Reglan (metoclopramide)
  • Rocephin (ceftriaxone)
  • Singulair (montelukast)
  • Synthroid (levothyroxine)
  • Tylenol (acetaminophen)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin C (ascorbic acid)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)
  • Zofran (ondansetron)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan ampicilin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi ampicillin dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Ampicillin, sebagai salah satu jenis penisilin, memiliki kemungkinan untuk mengurangi penyerapan saluran cerna terhadap makanan jika diminum bersama makanan. Oleh sebab itu, untuk upaya pencegahan, ampicillin sebaiknya dimakan satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan.

Selain itu, diskusikan penggunaan ampicillin dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan ampicillin?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan ampicillin. Beri tahu dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, seperti:

  • Asma
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan pendarahan atau pembekuan darah
  • Mononukleosis (juga disebut “mono”)
  • Riwayat diare yang disebabkan oleh minum antibiotik
  • Riwayat dari setiap jenis alergi

Overdosis

Apa yang harus dilakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis ampicillin?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis ampicillin termasuk kebingungan, perubahan perilaku, ruam kulit yang parah, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, atau kejang.

Apa yang harus dilakukan bila melewatkan satu dosis ampicillin?

Apabila Anda melupakan satu dosis ampicillin, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis ampicillin dalam  satu kali jadwal pemberian obat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

    Jerawat ternyata bisa disembuhkan dengan antibiotik. Namun, apa saja antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat? Lihat daftarnya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

    Untuk menghindari komplikasi serius, difteri membutuhkan penanganan medis yang tepat. Seperti apa pengobatan difteri dan obat difteri apa yang efektif?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Awas, Mesin Cuci Kotor Bisa Menjadi Rumah Bagi 5 Bakteri Ini

    Mesin cuci memang cara praktis membersihkan baju. Namun, tahukah Anda bahwa banyak bakteri terdapat pada mesin cuci, terutama jika mesin tak pernah dicuci?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    3 Faktor Penyebab yang Membuat Anda Berisiko Kena Penyakit Lyme

    Penyakit lyme terjadi akibat gigitan kutu yang terinfeksi bakteri. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab Anda berisiko terkena lyme disease. Apakah itu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    puasa saat flu saat puasa

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
    penyebab resistensi antibiotik

    Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
    perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

    Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
    penyakit dari kucing

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/02/2020