Meningitis (Radang Selaput Otak)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu meningitis?

Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami peradangan. Meningitis disebut juga dengan radang selaput otak. Beberapa gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

Penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, tapi bisa juga diakibatkan oleh infeksi bakteri, jamur atau parasit. 

Radang selaput otak akibat virus cenderung tidak berbahaya dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri. Meski begitu, beberapa kasus lainnya bisa saja mengancam jiwa. 

Sementara itu, radang selaput otak akibat jamur adalah jenis yang termasuk langka. Ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. 

Dalam penanganan meningitis, penting untuk mengetahui penyebab peradangan di selaput otak karena setiap penyebab memerlukan pengobatan yang berbeda.

Seberapa umumkah radang selaput otak?

Radang selaput otak dapat terjadi pada setiap usia. Namun, meningitis paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda­-tanda dan gejala meningitis?

Pada awalnya, gangguan kesehatan meningitis yang ditunjukkan mirip dengan gejala flu. Kemudian, gejala awal ini berkembang bisa dalam beberapa jam atau beberapa hari.

Menurut Meningitis Research Foundation, secara umum tanda dan gejala meningitis yang perlu Anda waspadai di antaranya adalah:

  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak
  • Leher kaku (kaku kuduk)  
  • Perubahan kondisi mental seperti sering kebingungan 
  • Sakit kepala parah 
  • Mual dan muntah 
  • Kejang atau sering pingsan 
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Ruam kulit

Kebanyakan orang dengan meningitis virus ringan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari. Gejala awalnya mirip dengan radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri.

Namun, gejala meningitis bakteri biasanya lebih parah dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, dan kesulitan untuk fokus.

Infeksi bakteri penyebabnya juga dapat dikaitkan dengan penyakit serius lainnya, yaitu sepsis (keracunan darah). Tanpa perawatan segera, sepsis dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segeralah cari perawatan medis jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki tanda dan gejala meningitis.

Radang selaput otak yang disebabkan virus memang dapat sembuh tanpa pengobatan, tapi yang diakibatkan oleh bakteri dapat menjadi kondisi serius.

Penyakit ini bisa berkembang sangat cepat dan membutuhkan pengobatan antibiotik yang cepat untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan. 

Menunda pengobatan meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan komplikasi berbahaya lainnya. Tidak ada cara untuk mengetahui penyebab penyakit ini selain berkonsultasi ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab meningitis?

Radang selaput otak paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuh Anda, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Penyebab meningitis lainnya termasuk jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor. 

Jenis-jenis meningitis dibedakan berdasarkan infeksi patogen atau kuman penyakit penyebab peradangan.

1. Meningitis bakteri

Beberapa bakteri penyebab radang selaput otak adalah Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., dan Streptococcus grup B.

Bakteri ini dapat menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan. Sekresi tenggorokan berarti droplets, atau cairan yang dikeluarkan dari mulut. Artinya, penyakit ini bisa menular lewat batuk, bersin bahkan melalui ciuman.

Dalam banyak kasus, bakteri masuk melalui aliran darah Anda di sinus, telinga, atau tenggorokan. Bakteri kemudian melakukan perjalanan ke otak melalui aliran darah.  

Infeksi bakteri di selaput opat bisa mengakibatkan gangguan serius. Orang terinfeksi umumnya membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin karena bisa mengancam jiwa atau menyebabkan kerusakan otak.  

2. Meningitis virus

Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum dibandingkan daripada yang disebabkan oleh bakteri. 

Peradangan di selaput otak akibat infeksi virus bisa disebabkan oleh virus Influenza, virus Herpes simpleks, virus Varicella-zoster, virus West Nile, virus Limfositik koriomeningitis, dan virus penyebab campak. 

3. Meningitis jamur

Jenis meningitis ini lebih jarang terjadi dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini. 

Penyebab utamanya adalah jamur yang menginfeksi tubuh dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang.

Studi tahun 2015 dari jurnal Clinical Microbilogy, menyebutkan jenis jamur yang paling umum menyebabkan meningitis adalah:

  • Cryptococcus
  • Blastomyces
  • Histoplasma
  • Coccidioides

Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya pengidap AIDS, lebih berisiko terkena jenis radang selaput otak ini.

4. Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak akibat parasit lebih langka dari yang disebabkan infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran, hewan, dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk. 

Ada satu jenis infeksi parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik. Tiga parasit utama yang menjadi penyebab radang selaput otak adalah:

  • Angiostrongylus cantonensis
  • Baylisascaris procyonis
  • Gnathostoma spinigerum

Peradangan selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia. 

Meningitis amebic adalah kondisi yang mengancam jiwa yang termasuk langka. Jenis ini disebabkan ketika salah satu dari beberapa jenis amoeba memasuki tubuh melalui hidung saat Anda berenang di danau, sungai, atau kolam yang terkontaminasi. 

Parasit dapat menghancurkan jaringan otak dan pada akhirnya menyebabkan halusinasi, kejang, dan gejala serius lainnya.  

5. Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi, penyakit atau perawatan medis lainnya, seperti:

  • Penyakit autoimun seperti lupus
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Kanker
  • Pengobatan kanker
  • Sipilis
  • Tuberkulosis (Meningitis tuberkulosis)

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena meningitis?

Siapapun memang bisa terkena penyakit ini. Namun, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami meningitis, seperti:

  • Tidak melakukan vaksinasi untuk mencegah radang selaput otak.
  • Anak berusia lebih muda dari 5 tahun lebih berisiko mengalami radang selaput otak akibat virus.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah baik karena penyakit atau pengobatan tertentu.
  • Baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang
  • Memiliki penyakit diabetes melitus.
  • Ibu hamil lebih berisiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan radang selaput otak).

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit ini?

Diagnosis penyakit ini dilakukan melalui analisis riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium.

Dokter akan melakukan pemeriksaan yang berfokus mengamati kondisi bagian telingan, leher, kepala hingga jalur saraf di sepanjang tulang belakang.

Beberapa tes medis yang perlu Anda ikuti sehingga dokter mendapatkan hasil diagnosis meningitis yang lebih pasti, di antaranya adalah:

  • Tes darah untuk menganalisis perkembangan infeksi patogen penyebab peradangan di selaput otak.
  • Pencitraan CT atau MRI pada otak untuk mengetahui letak peradangan dan pembengkakan. Rontgen dada (X-ray) atau CT-Scan bisa diperlukan untuk mendeteksi infeksi di paru-paru yang terkait dengan radang selaput otak.
  • Pungsi lumbal untuk mengambil sampel cairan tulang belakang (serebrospinal). Penyakit meningitis dalam hasil tes ini ditunjukkan dengan peningkatan sel darah putih dan protein serta rendahnya kandungan gula pada sampel serebrospinal.
  • Polymerase Chain Reaction (PCR) atau tes antibodi melalui rapid test untuk mencari kondisi yang dicurigai disebabkan oleh virus.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk meningitis?

Pengobatan untuk radang selaput otak tergantung dari infeksi penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi untuk sembuh dengan sendirinya.

Namun, obat antivirus dapat diberikan kepada orang-orang dengan herpes meningitis. 

Sementara saat diakibatkan infeksi bakteri, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit agar dapat dipantau oleh dokter dan perawat.  Pengobatan meningitis bakteri yang diberikan dokter umumnya melalui antibiotik intravena. Obat antibiotik yang diberikan seperti:

Menurut laporan dalam Internal Medicine Journal, dalam mengatasi pembengkakan pada otak dokter akan mengatasinya dengan obat kortikosteroid seperti dexamethasone.

Jika gejala kejang sering dialami, pengobatan antikolvusan juga akan diberikan.

Meningitis jamur perlu diobati dengan antijamur. Sementara itu, pengobatan radang selaput otak akibat parasit bertujuan untuk meringankan gejala.

Obat yang diberikan tergantung pada jenis parasit penyebabnya, tapi penanganan melalui antibiotik bisa memberikan hasil efektif.

Pengobatan di rumah

Bagaimana pengobatan rumahan dan cara mencegah meningitis?

Berikut adalah cara mencegah dan pengobatan rumahan yang bisa membantu Anda mengatasi meningitis, sekaligus cara mencegahnya:

  • Memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera. 
  • Perbanyak konsumsi cairan dan istirahat.
  • Minum obat apotek tanpa resep (OTC) untuk meredakan demam dan nyeri tubuh seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Penting untuk mencuci tangan untuk menghindari paparan infeksi. 
  • Jika Anda sedang hamil, pastikan hanya makan makanan yang dimasak dengan matang.
  • Hindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi (proses pemanasan untuk membasmi mikroba dalam makanan). 
  • Mendapatkan vaksin meningitis terutama bagi Anda yang termasuk kelompok yang paling berisiko.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap Otak Tengah, Termasuk Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Berdasarkan letaknya, otak Anda terbagi menjadi bagian depan, tengah (midbrain), dan belakang. Yuk, kenali struktur dan fungsi dari otak tengah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Informasi Lengkap tentang Kondisi Mati Batang Otak

Mati batang otak adalah kondisi fatal yang merupakan salah satu tanda dari seseorang mengalami kematian. Pahami tentang kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara mempertajam ingatan. Fakta ini telah dibuktikan para ahli melalui penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

delirium adalah

Delirium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
demensia frontotemporal dementia adalah

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal Dementia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengganggu kesehatan mental

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara melupakan sesuatu

5 Cara untuk Melupakan Sesuatu yang Tidak Ingin Anda Ingat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit