home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Infeksi

Pengertian penyakit infeksi|Tanda dan gejala penyakit infeksi|Penyebab penyakit infeksi|Faktor-faktor risiko penyakit infeksi|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan penyakit infeksi
Penyakit Infeksi

Pengertian penyakit infeksi

Penyakit infeksi adalah penyakit atau kondisi kesehatan yang disebabkan oleh serangan mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, fungi (jamur), atau parasit.

Di dalam tubuh manusia yang sehat, sebenarnya terdapat mikroorganisme, seperti bakteri dan parasit di dalam mulut atau usus. Mikroorganisme alami dalam jumlah tertentu biasanya tidak dianggap sebagai infeksi dan justru bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Masalah muncul ketika mikroorganisme menyebabkan penyakit dan bisa menularkan ke orang lain. Inilah yang kemudian disebut dengan infeksi.

Infeksi yang terjadi dalam tubuh dapat bersifat lokal (hanya pada bagian tertentu) atau menyebar melalui darah sehingga menjadi bersifat sistemik (memengaruhi seluruh tubuh).

Jenis-jenis penyakit infeksi

Sangat penting bagi Anda untuk membedakan penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Hal itu dapat berguna untuk menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

  • Infeksi bakteri
    Infeksi bakteri terjadi karena bakteri tertentu yang berkembang biak di dalam tubuh dan menimbulkan gangguan. Bakteri adalah sel tunggal yang kompleks. Bakteri dapat bertahan hidup sendiri (tanpa inang), di dalam atau di luar tubuh.

    Kebanyakan bakteri sebenarnya tidak berbahaya. Bahkan, kita memiliki banyak bakteri di dalam tubuh kita, terutama di usus untuk membantu mencerna makanan.Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antara lain infeksi saluran kencing (ISK), tetanus, TBC (tuberkulosis), dan tifus.

  • Infeksi virus
    Sementara itu, virus berukuran lebih kecil dan bukan merupakan sel. Tidak seperti bakteri, virus membutuhkan inang atau rumah, seperti manusia atau hewan, agar dapat berkembang biak.

    Virus bisa menyebabkan penyakit infeksi dengan cara masuk dan berkembang biak di dalam sel-sel sehat inangnya. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan infeksi virus adalah cacar, influenza, rabies, serta HIV/AIDS.

  • Infeksi parasit
    Parasit merupakan mikroorganisme yang hidup dengan cara bergantung pada organisme lain, yang disebut dengan host atau inang.

    Beberapa jenis parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan serangga, makanan, minuman, atau menginjak tanah dan air yang terkontaminasi. Malaria dan cacingan adalah beberapa contoh infeksi parasit.

  • Infeksi jamur
    Jamur juga bisa menjadi penyebab penyakit infeksi. Biasanya, jamur banyak ditemukan di air, tanah, tanaman, atau udara. Beberapa juga hidup secara alami di dalam tubuh manusia, tapi tidak berbahaya. Beberapa infeksi jamur yang kerap terjadi seperti candidiasis dan kutu air.

Seberapa umumkah penyakit infeksi?

Penyakit infeksi adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada pasien usia berapa saja. Namun, ada beberapa orang yang lebih berisiko terkena infeksi, misalnya orang dengan penyakit autoimun atau baru saja menerima transplantasi organ tubuh.

Penyakit ini dapat diatasi dengan mengelola faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala penyakit infeksi

Hampir seluruh jenis infeksi dapat menimbulkan gejala serupa. Beberapa gejala yang umum muncul akibat penyakit infeksi antara lain:

  • Batuk dan bersin
  • Demam
  • Peradangan
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Kram

Gejala-gejala di atas muncul karena tubuh sedang berupaya untuk membasmi mikroorganisme yang menginfeksi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  • Gejala-gejala muncul setelah Anda digigit hewan tertentu
  • Mengalami masalah pernapasan
  • Batuk-batuk lebih dari seminggu
  • Sakit kepala parah disertai demam
  • Ruam atau pembengkakan pada kulit
  • Demam tinggi tanpa sebab dan tak kunjung menurun
  • Mengalami gangguan penglihatan mendadak

Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Bisa jadi gejala yang muncul pada satu orang dengan orang lainnya ketika terkena penyakit infeksi berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan dengan dokter mengenai solusi dari kondisi kesehatan yang Anda alami.

Penyebab penyakit infeksi

Seperti yang telah dipaparkan di atas, infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, serta jamur.

Berikut adalah cara bagaimana seseorang bisa terinfeksi mikroorganisme, berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic:

1. Kontak langsung

Salah satu cara termudah untuk terkena infeksi adalah kontak fisik secara langsung dengan orang atau hewan yang juga terinfeksi. Biasanya, penularan dengan kontak fisik terjadi melalui cara-cara berikut:

  • Bersalaman
  • Bersentuhan
  • Menghirup droplet (percikan liur) dari pasien yang bersin atau batuk
  • Melakukan hubungan seksual
  • Dicakar hewan, misalnya anjing atau kucing
  • Melalui proses persalinan (ibu ke bayinya)

2. Kontak tidak langsung

Selain secara langsung, Anda juga bisa tertular penyakit infeksi melalui kontak tidak langsung. Misalnya, menyentuh benda mati, seperti gagang pintu atau permukaan meja yang terkontaminasi.

Orang yang menderita infeksi secara tidak sadar meninggalkan jejak bakteri atau virus di atas permukaan benda mati yang disentuhnya. Jika Anda menyentuh benda tersebut, Anda bisa terinfeksi ketika Anda lupa mencuci tangan dan menyentuh hidung, mata, atau mulut Anda.

3. Gigitan serangga

Gigitan serangga, seperti nyamuk, lalat, atau kutu, juga bisa menyebabkan penyakit infeksi. Beberapa jenis serangga dapat menjadi vektor, alias pembawa mikroorganisme dari manusia lain yang mengidap penyakit.

Gigitan nyamuk Aedes aegypti adalah salah satu contoh penularan virus demam berdarah dengue lewat gigitan serangga, serta nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria.

4. Makanan yang terkontaminasi

Anda juga bisa terserang penyakit infeksi dari makanan atau air yang terkontaminasi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Salah satu jenis bakteri yang paling sering ditularkan dari makanan adalah Escherichia coli, yang banyak ditemukan di daging kurang matang.

Faktor-faktor risiko penyakit infeksi

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit infeksi, seperti:

  • Mengonsumsi obat-obatan steroid
  • Mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi sistem imun tubuh, seperti obat untuk pasien penerima transplantasi organ
  • Mengidap penyakit autoimun, seperti HIV/AIDS
  • Menderita kanker atau penyakit jenis tertentu yang mengganggu kerja sistem imun tubuh Anda
  • Bepergian ke daerah dengan suatu wabah penyakit infeksi, misalnya wilayah dengan kasus malaria yang tinggi
  • Melakukan kontak langsung atau tidak langsung dengan seseorang yang sakit

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana mendiagnosis penyakit ini?

Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala yang tak wajar, Anda harus segera berkonsultasi pada dokter. Terutama jika Anda termasuk dalam golongan orang-orang berisiko terkena infeksi.

Dalam beberapa kasus, sulit untuk menentukan penyebab tepat dari infeksi karena banyak penyakit yang bisa disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme. Pneumonia dan meningitis adalah contoh penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri ataupun virus.

Namun, sering kali dokter dapat menentukan penyebabnya melalui riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

Selain dengan pemeriksaan fisik, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan tambahan seperti:

  • Tes darah
  • Tes urine
  • Swab tenggorokan
  • Tes sampel feses
  • Pungsi lumbar atau spinal tap
  • Tes pengambilan gambar (rontgen, CT scan, atau MRI)
  • Biopsi

Bagaimana cara mengobati penyakit infeksi?

Pengobatan akan bergantung pada apa jenis mikroorganisme yang menginfeksi tubuh Anda. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum diberikan:

1. Antibiotik

Untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik. Obat ini akan membunuh atau menghambat perkembangbiakan bakteri.

Namun, karena resistensi (kebal) antibiotik merupakan suatu masalah yang semakin berkembang, antibiotik mungkin akan diresepkan hanya untuk infeksi bakteri yang serius. Antibiotik tidak akan berguna untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus.

2. Antivirus

Obat-obatan antivirus dikhususkan untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Antivirus tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri. Begitu juga sebaliknya, antibiotik hanya bisa menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri.

Namun, pada kebanyakan kasus ringan, pengobatan infeksi virus hanya berfokus untuk mengatasi gejala, seperti konsumsi madu untuk meredakan batuk dan cairan hangat, serta penggunaan paracetamol untuk meredakan demam.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus juga berfokus pada peningkatan daya tahan tubuh pasien, agar mampu melawan virus yang menginfeksi.

3. Antijamur

Pada kasus infeksi akibat jamur, Anda akan diberikan obat-obatan antijamur.

Tergantung pada jenis penyakitnya, obat antijamur biasanya tersedia dalam bentuk topikal, oral, dan suntikan.

4. Antiparasit

Obat antiparasit dikhususkan untuk Anda yang mengidap penyakit infeksi akibat parasit. Jenis obat pun akan berbeda-beda, tergantung pada tipe parasit yang ada di dalam tubuh.

Berikut adalah jenis-jenis obat antiparasit:

  • Antiprotozoa (untuk malaria, giardiasis, dan toksoplasmosis)
  • Antelmintik (untuk cacingan)
  • Ektoparasitisida (untuk infeksi akibat kutu)

Pencegahan penyakit infeksi

Berikut ini adalah beberapa gaya hidup dan pengobatan yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu Anda mencegah penyakit infeksi yang Anda miliki:

  • Cuci tangan secara menyeluruh (sering kali merupakan cara terbaik untuk menghindari terkena pilek)
  • Hindari menyentuh wajah (khususnya hidung, mata, dan mulut) terlalu sering dengan tangan yang kotor.
  • Makanan harus dimasak atau didinginkan secepat mungkin.
  • Sayuran dan daging harus disimpan secara terpisah dan dipersiapkan di papan pemotong yang berbeda.
  • Daging sebaiknya disajikan dengan matang.
  • Ingatlah bahwa makanan yang mengandung mikroorganisme berbahaya tidak selalu berbau busuk. Penting untuk tetap waspada.
  • Beberapa organisme mati sewaktu makanan dimasak, tetapi mereka masih dapat meninggalkan zat-zat beracun yang dapat menyebabkan diare dan muntah.
  • Menggunakan kondom dalam hubungan seks penting untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit menular seksual.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Differences between bacterial and viral infection – HealthDirect. (2020). Retrieved December 11, 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/bacterial-vs-viral-infection 

Bacteria – Microbiology Society. (n.d.). Retrieved December 11, 2020, from https://microbiologysociety.org/why-microbiology-matters/what-is-microbiology/bacteria.html 

Infectious diseases – Mayo Clinic. (2019). Retrieved December 11, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/symptoms-causes/syc-20351173 

Bacterial vs. viral infections: How do they differ? – Mayo Clinic. (2020). Retrieved December 11, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/infectious-disease/faq-20058098

About Fungal Diseases – CDC. (2019). Retrieved December 11, 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/about-fungal-diseases.html

Fungal Infections – MedlinePlus. (n.d.). Retrieved December 11, 2020, from https://medlineplus.gov/fungalinfections.html

Antifungal medicines – NHS. (2020). Retrieved December 11, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/antifungal-medicines/

Parasites – The Department of Health. (2010). Retrieved December 11, 2020, from https://www1.health.gov.au/internet/publications/publishing.nsf/Content/ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch1~ohp-enhealth-manual-atsi-cnt-l-ch1.5

Campbell, S., Soman-Faulkner, K. (2020). Antiparasitic Drugs. StatPearls Publishing.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal diperbarui 07/12/2020
x