Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit ginjal?

Penyakit ginjal adalah gangguan fungsi pada organ ginjal. Ginjal merupakan dua organ berbentuk kacang yang terletak di rongga perut, di kedua sisi tulang belakang di tengah punggung, tepat di atas punggung Anda. Sebagai bagian dari saluran kemih, ginjal memiliki beberapa peran, yaitu:

  • Membersihkan darah dari racun, zat sisa,  dan kelebihan cairan.
  • Membantu memproduksi urine.
  • Menjaga keseimbangan garam dan mineral dalam darah Anda.
  • Membantu mengatur tekanan darah.
  • Menghasilkan eritropoietin, yang berfungsi untuk membuat sel darah merah.
  • Menghasilkan senyawa aktif vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang.

Kerusakan ginjal menyebabkan produk limbah dan cairan menumpuk dalam tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa masalah, seperti pembengkakan di pergelangan kaki, muntah, lemah, susah tidur, dan sesak napas.

Sakit ginjal juga dapat dipicu oleh sejumlah masalah kesehatan lainnya, misalnya tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Artinya, orang yang mempunyai kedua penyakit tersebut berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal meskipun sebelumnya fungsi ginjal mereka normal.

Apabila penyakit ginjal tidak ditangani dengan tepat, ada sejumlah komplikasi dapat muncul yaitu:

Kenapa sakit ginjal tidak boleh disepelekan?

Sebagian besar gangguan ginjal menyerang nefron. Nefron merupakan bagian dari organ ginjal. Apabila nefron terganggu, ginjal pun tidak mampu mengeluarkan limbah.

Pada saat fungsi ginjal berhenti sepenuhnya, tubuh akan dipenuhi dengan air dan produk limbah atau disebut sebagai uremia. Akibatnya, tubuh atau kaki membengkak dan merasa cepat lelah karena tubuh membutuhkan darah yang bersih.

Uremia yang tidak diobati dengan benar bisa menimbulkan kejang atau koma hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, gangguan pada fungsi ginjal tidak boleh disepelekan karena bisa berakibat fatal.

Jenis

Macam-macam penyakit ginjal

Penyakit ginjal yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan sejumlah kondisi yang membahayakan tubuh. Berikut ini beberapa jenis penyakit ginjal yang paling umum terjadi:

1. Gagal ginjal kronis

Gagal ginjal kronis adalah salah satu gangguan pada ginjal yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini dapat terjadi karena ginjal tidak lagi dapat menyaring kotoran dan tidak bisa mengendalikan jumlah air, garam, dan kalsium dalam darah.

2. Gagal ginjal akut

Pada saat ginjal tidak mampu membuang limbah metabolisme dari dalam tubuh dan menyeimbangkan air serta elektrolit, artinya Anda mengalami gagal ginjal akut. Ginjal biasanya membuang limbah metabolisme dari dalam tubuh dan memproduksi urine. Apabila ginjal akut terjadi, penumpukan limbah akan terjadi akibat tidak disekresikan dengan baik.

3. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan endapan keras yang dibentuk dari zat yang ada di urine. Penyakit yang dikenal sebagai kencing batu ini memiliki ukuran yang kecil hingga mencapai beberapa inci. Batu ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan masalah saluran kemih, seperti infeksi dan penyumbatan aliran kencing.

4. Kista ginjal

Kista ginjal adalah kantung yang berisi cairan yang terbetuk di dalam ginjal. Kista ginjal dapat menyebabkan masalah yang serius pada fungsi ginjal. Umumnya, jenis sakit ginjal yang satu ini jarang menimbulkan komplikasi atau disebut sebagai kista ginjal sederhana.

Kista ginjal terdiri atas tiga jenis, yaitu ginjal polikistik, kista ginjal meduler, dan medullary sponge kidney.

Kista Ginjal

5. Glomerulonefritis

Glomerulonefritis (gangguan pada glomerulus) merupakan kondisi ketika peradangan terjadi pada ginjal. Organ ginjal memiliki filter kecil yang terdiri atas pembuluh darah kecil dan bertugas untuk menyaring darah ketika kelebihan cairan, elektrolit, dan limbah.

Penyaring tersebut kemudian membawa limbah ke dalam urine. Apabila glomeruli rusak, fungsi ginjal akan terganggu dan dapat berujung pada gagal ginjal.

Gejala

Apa saja gejala penyakit ginjal?

Pada penyakit ginjal tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang serius. Tanda-tanda dan gejala sakit ginjal akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu jika penurunan fungsi ginjal berlangsung lambat.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala penyakit ginjal.

  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Tubuh terasa lemah dan lesu (kurang bersemangat).
  • Tidur terganggu.
  • Jarang buang air kecil.
  • Warna urine berubah dan berbusa.
  • Urine tercampur dengan darah (hematuria).
  • Otot berkedut dan kram.
  • Tubuh membengkak, terutama di bagian kaki dan tangan.
  • Kulit kering dan terasa gatal.
  • Nyeri dada akibat penumpukan cairan di sekitar selaput jantung.
  • Gangguan irama atau denyut jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Sulit berkonsentrasi dan sering merasa pusing.
  • Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru.

Tanda dan gejala kelainan pada ginjal memang tidak terlalu spesifik. Hal ini dikarenakan sakit ginjal seringkali diakibatkan oleh penyakit lain. Pada beberapa kasus, gejala gangguan ginjal mungkin tidak muncul hingga kerusakan parah telah terjadi.

Oleh sebab itu, buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala penyakit ginjal.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala penyakit ginjal yang tercantum di atas, segera konsultasikan ke dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit ginjal?

Berdasarkan jenis-jenisnya, berikut penyebab penyakit ginjal.

Penyebab penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis terjadi akibat kondisi yang merusak fungsi ginjal terjadi selama beberapa bulan atau tahun.  Ada beberapa hal yang menyebabkan fungsi ginjal menurun akibat ginjal kronis, yaitu:

  • Kerusakan pembuluh darah ke ginjal akibat hipertensi dan diabetes
  • Peradangan pada unit jaringan ginjal, glomerulus (glomerulonefritis)
  • Pertumbuhan kista pada ginjal (penyakit ginjal polikistik)
  • Aliran urin menuju kembali ke ginjal (Vesikoureteral refluks)
  • Kelainan bawaan ginjal atau saluran kemih
  • Infeksi ginjal berulang (pielonefritis)

Penyebab gagal ginjal akut

Gagal ginjal akut adalah kerusakan mendadak pada organ ginjal. Pada beberapa kasus, gangguan pada ginjal ini berlangsung sebentar. Namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi dalam waktu yang lama.

Berikut beberapa penyebab kerusakan pada ginjal.

  • Kerusakan jaringan ginjal akibat obat atau infeksi parah (sepsis).
  • Memiliki riwayat penyakit ginjal kronis.
  • Penyumbatan urin dari ginjal.
  • Dehidrasi.
  • Kerusakan otot yang pecahannya masuk ke aliran darah (rabdomiolisis).
  • Adanya luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah.
  • Obstruksi aliran urin akibat prostat membengkak.
  • Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena sakit ginjal?

Diabetes dan hipertensi berhubungan dengan penyakit ginjal. Selain kedua penyakit tersebut, ada sejumlah faktor lainnya yang membuat seseorang lebih berisiko menderita penyakit ginjal.

  • Riwayat penyakit jantung.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Kolesterol tinggi.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
  • Orang Afrika, penduduk asli Amerika, atau orang Asia.
  • Berusia di atas 65 tahun (lansia).

Faktor di atas merupakan faktor yang tidak dapat diubah. Selain itu, gangguan ginjal sering berkaitan dengan kondisi medis lainnya, seperti sebagai berikut.

  • Penyumbatan pembuluh darah di lengan atau kaki.
  • Diabetes.
  • Hipertensi.
  • Gagal jantung.
  • Sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penyakit serius.
  • Penyakit hati.

Komplikasi

Apa komplikasi yang mungkin terjadi?

Apabila Anda mengalami penyakit ginjal, hampir setiap bagian dari tubuh akan ikut dipengaruhi. Berikut ini beberapa risiko komplikasi yang terjadi akibat ginjal yang rusak.

  • Pembengkakan lengan di kaki dan tangan serta tekanan darah tinggi akibat penyumbatan cairan.
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah tiba-tiba (hiperkalemia) yang mengganggu fungsi hati.
  • Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Kekuatan tulang melemah dan berisiko patah tulang.
  • Anemia.
  • Impotensi dan gairah seks menurun.
  • Kerusakan sistem saraf pusat yang menyebabkan sulit berkonsentrasi hingga kejang.
  • Respons kekebalan tubuh menurun dan lebih mudah terinfeksi penyakit.
  • Perikarditis, radang pada membran kantung, seperti yang menyelubungi hati Anda (pericardium).
  • Komplikasi kehamilan.
  • Kerusakan permanen pada ginjal dan membutuhkan transplantasi ginjal agar tetap hidup.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis sakit ginjal?

Penyakit ginjal awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana kondisi ginjal Anda. Penting bagi ginjal Anda untuk diperiksa jika Anda memiliki faktor risiko utama seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal.

Berikut ini beberapa pemeriksaan ginjal dan kelainan di dalamnya.

  • Tes darah untuk memeriksa GFR dan melihat apakah ginjal dapat menyaring dengan baik.
  • Uji bersihan kreatinin.
  • Biopsi ginjal untuk mengambil sampel jaringan ginjal.
  • Nitrogen Urea Darah (NUD).
  • Tes pencitraan berupa USG dan CT Scan.
  • Tes urine untuk memerika albumin, yaitu protein dalam urin ketika fungsi ginjal terganggu.

Selain beberapa pemeriksaan di atas, tekanan darah juga dapat menjadi patokan, apakah Anda mengalami penyakit ginjal atau tidak. Maka dari itu, Anda diimbau untuk menjaga tekanan darah yang telah ditetapkan oleh masing-masing penyedia layanan kesehatan.

Semakin cepat Anda tahu bahwa Anda memiliki penyakit ginjal, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu keterlambatan atau mencegah gagal ginjal. Bagi penyandang diabetes dan pemilik faktor risiko lainnya, pemeriksaan rutin setiap tahun direkomendasikan.

Obat dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa pengobatan untuk penyakit ginjal?

Pengobatan untuk ginjal yang rusak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa penyakit ginjal dapat diobati, tetapi tidak jarang tidak dapat disembuhkan.

Metode pengobatan sakit ginjal biasanya bertujuan untuk membantu mengendalikan gejala, mengurangi risiko komplikasi dan memperlambat tingkat keparahan. Penyakit ginjal juga mungkin membuat kondisi lebih buruk dari waktu ke waktu dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Apabila hal ini terjadi, pengobatan untuk gangguan ginjal stadium akhir mungkin diperlukan. Oleh sebab itu, dokter akan mencoba memperlambat dan mengontrol penyebab penyakit ginjal yang Anda alami, sehingga menjadi bervariasi.

Dikutip dari US National Kidney Foundation, berikut beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit ginjal.

  • obat ACE inhibitors atau ARBs untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan protein di urine.
  • antibiotik agar pertumbuhan bakteri terhambat.
  • dialisis atau transplantasi ginjal ketika sudah mencapai penyakit ginjal stadium akhir.
  • terapi konservatif, yaitu menjalani perawatan yang berfokus pada pengendalian gejala dan kualitas hidup.
  • menjalani program diet rendah garam.

Pengobatan di rumah

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk mengatasi penyaki ginjal

Penderita penyakit ginjal sebenarnya dapat hidup seperti orang normal lainnya, seperti bekerja, berkumpul bersama orang terdekat, dan aktif secara fisik. Namun, Anda perlu mengubah gaya hidup dan pola makan agar hidup lebih sehat dan lebih lama.

Hal ini dikarenakan komplikasi penyakit ginjal, seperti serangan jantung dan stroke, berisiko dapat terjadi. Maka dari itu, perubahan gaya hidup baik untuk jantung dan ginjal Anda.

Perubahan gaya hidup

Pola hidup sehat adalah panduan yang wajib dijalani penderita penyakit ginjal. Hal ini terutama penting dilakukan jika Anda memiliki diabetes, hipertensi, atau keduanya.

Anda bisa mulai dengan membicarakan masalah ini dengan ahli gizi, ahli diabetes, atau penyedia layanan kesehatan profesional lainnya. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengontrol gejala dan membantu menjaga kesehatan ginjal.

  • Menjaga tekanan darah dan mengatur kadar sodium sesuai dengan anjuran dokter.
  • Mengendalikan kadar gula darah jika memiliki diabetes untuk mengurangi keparahan sakit ginjal.
  • Menjaga kolesterol darah dengan diet, rutin olahraga, hingga menjaga berat badan.
  • Minum obat sesuai dengan anjuran dokter.
  • Mulai mengurangi dan berhenti merokok agar tidak memperparah kerusakan ginjal.
  • Lebih aktif berolahraga agar tekanan darah, glukosa darah, tingkat kolesterol tetap terjaga.
  • Menurunkan berat badan jila kelebihan berat badan agar ginjal tidak bekerja lebih keras.

Perubahan diet

Gaya hidup yang sehat tidak terlepas dari pola makan yang bergizi pula ketika memiliki penyakit ginjal. Ada beberapa makanan yang baik untuk ginjal. Namun, Anda perlu memperhatikan makanan siap saji karena mengandung garam dan natrium aditif tinggi yang dapat memperparah kondisi ginjal.

Umumnya, dokter akan menganjurkan Anda untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau ahli diet. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengetahui cara memilih makanan yang mudah diproses ginjal dan belajar tentang nutrisi penting untuk sakit ginjal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Diet Gagal Ginjal: Seberapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Selain menjalani perawatan, pasien gagal ginjal ternyata juga perlu melakukan diet khusus. Apa saja hal yang perlu dipersiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 31 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
uji kreatinin

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
transplantasi ginjal

Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit