Pahami Lebih Dalam Tahapan Pemeriksaan dan Stadium Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/07/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kanker atau dikenal dengan tumor ganas dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, saat Anda merasakan gejala dan mencurigainya sebagai penyakit kanker, dokter akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan atau deteksi kanker. Prosedur periksa kanker juga dapat memberikan informasi tentang stadium kanker.

Tahap-tahap pemeriksaan atau deteksi kanker

Biopsi

Tubuh Anda terdiri dari berjuta-juta sel yang akan membelah, tumbuh, rusak, dan mati. Siklus hidup sel ini diatur oleh DNA di dalamnya. Sayangnya, mutasi DNA sel kerap kali membuat sel jadi abnormal dan akhirnya jadi penyebab penyakit kanker.

Ketika sel sehat dalam tubuh berubah menjadi abnormal, Anda akan merasakan berbagai gejala kanker, seperti demam, berat badan menurun drastis, kelelahan diikuti dengan gejala spesifik dari jenis kanker yang menyerang.

Seiring waktu, sel kanker dapat menyebar (metastatis) melalui melalui satu dari beberapa rute umum, seperti aliran darah, sistem limfatik, atau menembus lapisan penutup rongga organ tubuh untuk menuju bagian tubuh lainnya.

Namun, setiap jenis kanker memiliki waktu penyebaran yang berbeda-beda, contohnya kanker pankreas, kanker hati, dan kanker otak dapat menyebar dengan sangat cepat.

Selain itu, jenis kanker tertentu juga punya tempat “favorit” untuk menyebarkan sel-sel kankernya, seperti kanker prostat yang sering menyerang tulang dan kanker usus yang sering menyerang hati.

Agar sel kanker tidak menyebar dan merusak jaringan sehat di sekitarnya, Anda harus menjalani pengobatan kanker, salah satunya kemoterapi. Akan tetapi, sebelum menentukan pengobatan kanker, dokter onkologi (spesialis kanker) akan meminta Anda untuk periksa kesehatan lebih dahulu.

Tindakan ini dilakukan untuk meyakinkan dokter bahwa gejala yang dialami memang benar penyakit kanker. Sekaligus digunakan untuk menentukan jenis, stadium kanker, dan keparahannya. Tes kesehatan tersebut tidak hanya dilakukan bagi orang yang merasakan gejala, tapi juga bisa dilakukan sebagai cara deteksi dini untuk mencegah terjadinya penyakit kanker pada orang-orang yang berisiko.

Agar lebih jelas, mari bahas satu per satu tes kesehatan yang dilakukan untuk mendeteksi sekaligus menegakkan diagnosis penyakit kanker yang dikutip dari laman National Cancer Institute.

1. Tes laboratorium

Periksa kesehatan yang pertama kali untuk deteksi adanya sel kanker Anda lakukan adalah tes laboratorium. Pasalnya, rendah atau tingginya tingkat suatu zat di dalam tubuh bisa menjadi pertanda kanker. Umumnya, tes ini meliputi pemeriksaan darah, urine, dan cairan tubuh.

Akan tetapi, bila hasil tes yang menunjukkan adanya sel abnormal, belum tentu jadi diagnosis kanker yang akurat. Perlu dilakukan tes kesehatan lebih lanjut karena sel abnormal bisa menandakan tumor jinak dan tumor kanker.

2. Tes pencitraan

Tes kesehatan selanjutnya untuk menegakkan diagnosis penyakit kanker atau deteksi kanker adalah tes pencitraan. Tes ini membantu dokter melihat adanya tumor di dalam tubuh, yang umumnya meliputi:

  • CT Scan

Tes pencitraan dengan mesin X-Ray untuk mengambil serangkaian gambar organ. Kadang ahli medis akan menyuntikkan zat pewarna khusus ke pembuluh darah agar membuat gambar tersorot lebih jelas dan mudah terbaca.

  • MRI (Magnetic resonance imaging)

Tes pencitraan dengan menggunakan magnet dan gelombang radio untuk mengambil gambar tubuh lebih terperinci sehingga terlihat perbedaan jaringan sehat dan tidak sehat.

  • Nuclear scan

Tes pemindaian gambar dengan bahan radioaktif . Caranya, dengan menyuntikkan sejumlah kecil bahan radioaktif ke dalam tubuh.

  • Bone scan

Salah satu jenis nuclear scan yang hanya memeriksa area yang rusak atau abnormal di tulang. Tes periksa kesehatan ini digunakan untuk mendiagnosis kanker tulang atau kanker yang telah bermetastasis (penyebaran kanker ke tulang).

  • Pet scan

Jenis nuclear scan yang dapat membuat gambar 3D era tubuh bagian dalam yang sebelumnya disuntik glukosa radioaktif (radiotracer). Area tubuh yang mengambil lebih banyak glukosa tersebut, bisa menjadi kanker di tubuh. Setelah selesai, dalam beberapa jam, radioaktif dalam tubuh tersebut akan menghilang.

  • Ultrasonografi (USG)

Pemindaian gambar dengan gelombang suara berenergi tinggi. Area tubuh sebelumnya akan diolesi gel khusus, kemudian alat transduser yang terhubung dengan komputer akan ditempatkan pada area tersebut untuk merekam gambar.

3. Biopsi

Periksa kesehatan lanjutan yang dilakukan untuk deteksi dan diagnosis kanker adalah biopsi. Biopsi adalah prosedur pengambilan jaringan tumor yang dicurigai sebagai sel kanker. Seorang ahli patologi akan melihat jaringan tersebut di bawah mikroskop.

Sampel jaringan saat biopsi dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Injeksi

Dokter akan menggunakan jarum untuk menarik jaringan atau cairan. Metode ini digunakan untuk kanker payudara, kanker prostat, atau kanker hati.

  • Endoskopi

Dokter akan menggunakan tabung tipis dan kecil (endoskop) yang dimasukkan lewat mulut atau anus. Saat dokter melihat adanya jaringan abnormal, jaringan tersebut dan jaringan normal sekitarnya akan dipotong. Contoh endoskopi adalah kolonoskopi untuk pemeriksaan kanker usus atau kanker anus dan bronkoskopi untuk pemeriksaan kanker paru.

  • Pembedahan

Dokter akan mengangkat sel-sel abnormal secara eksisi (seluruh sel abnormal) atau insisional (sebagian sel abnormal). Pada metode ini, dokter akan memberikan anestesi agar tidak menimbulkan rasa sakit saat proses pengangkatan sel.

Menentukan tahapan stadium kanker

penderita kanker serviks

Setelah periksa kesehatan terkait penyakit kanker, dokter akan memeriksa hasilnya. Kemudian, berdasarkan hasil tersebut, dokter dapat menentukan stadium kanker.

Secara umum, terdapat 2 tahapan untuk menentukan seberapa parah penyakit kanker yang menyerang, yakni:

1. Sistem bilangan

Dengan sistem bilangan, penyakit kanker dikategorikan menjadi 4-5 tahap dan ini kerap kali disebut dengan “stadium”. Pada sistem ini terdiri, setiap tahapnya bisa dituliskan dengan angka atau romawi. Berikut penentuan stadium kanker dengan sistem bilangan.

Stadium 0

Pada tahap ini, dokter sering menyebutnya dengan in situ neoplasma. Tahap ini menandakan adanya sekelompok sel abnormal di area tertentu pada tubuh. Nah, sel kanker ini dapat berubah secara aktif membentuk kanker di masa depan, bisa juga tidak menjadi kanker namun tetap butuh penanganan jika sudah terbentuk tumor.

Stadium 1 (stadium I)

Pada kanker stadium satu, itu artinya kanker relatif kecil dan masih berada di jaringan atau organ tempat sel abnormal berawal. Pada kebanyakan kasus, penyakit kanker jarang diketahui pada tahap ini. Namun, dengan periksa kesehatan untuk deteksi, kanker pada tahap awal ini bisa diketahui dan diobati sesegera mungkin.

Stadium 2 (stadium II)

Pada kanker stadium 2, sel kanker atau tumor berukuran lebih besar dari stadium sebelumnya. Namun pada tahap ini, sel kanker belum menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya. Terkadang, pada tahap ini sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Ini terjadi pada jenis kanker tertentu dan mungkin dekat berada di area dekat tumor.

Stadium 3 (stadium III)

Pada stadium 3, ukuran kanker jauh lebih besar. Sel kanker juga sudah mulai menyebar ke jaringan di sekitarnya, bahkan di kelenjar getah bening. Biasanya, gejala kanker yang ditunjukkan pada tahap cukup jelas sehingga kebanyakan orang terdiagnosis memilikinya di tahap ini.

Stadium 4 (stadium IV)

Penyakit kanker pada stadium 4, sering kali disebut juga dengan kanker stadium akhir. Seseorang yang didiagnosis tahap ini, menandakan bahwa kanker di dalam tubuhnya telah menyebar ke area lain, seperti tulang.

2. Sistem TNM

Selain dengan sistem bilangan, dokter juga bisa menggunakan sistem TNM setelah periksa kesehatan untuk deteksi kanker dilakukan. Menurut American Cancer Society, dalam sistem TNM, tahap keseluruhan ditentukan setelah kanker diberikan huruf atau angka untuk menggambarkan kategori tumor (T), kelenjar getah bening (N), dan metastasis (M).

Kategori Tumor (T)

Huruf T menandakan tumor. Pada kategori ini, dokter akan menentukan seberapa banyak, ukuran, dan letak tumor berawal. Lalu dokter akan menggunakan istilah-istilah berikut ini.

  • TX: berarti tumor primer tidak dapat diukur
  • T0: berarti tumor primer tidak ditemukan.
  • Tis: berarti sel kanker hanya tumbuh di lapisan sel di area awal, tanpa tumbuh di lapisan lain atau lebih dalam.
  • Dilengkapi angka setelah huruf T, seperti T1 hingga T4: Menggambarkan ukuran tumor dan atau jumlah penyebarannya ke struktur terdekat. Semakin tinggi angka T, semakin besar atau banyak tumor tumbuh di jaringan terdekat.

Kategori Node (N)

Hasil periksa kesehatan penyakit kanker juga bisa ditunjukkan dengan dengan kategori N. Huruf N berarti “lymph node” yaitu kelenjar getah bening. Dokter biasanya akan memeriksa kelenjar getah bening di sekitar tumor primer (jika ada).

Ini dikarenakan kanker sering kali menyebar ke kelenjar ini sebelum mencapai bagian lain dari tubuh. Lalu dokter akan menggunakan istilah-istilah berikut ini.

  • NX: tidak ada kelenjar getah bening di sekitar kanker.
  • N0: kelenjar getah bening di sekitar sel kanker belum terkena.
  • Dilengkapi angka setelah huruf N, seperti N1 hingga N3: menggambarkan ukuran, lokasi, dan atau jumlah kanker di kelenjar getah bening. Semakin tinggi angka N, semakin besar kanker menyebar ke kelenjar getah bening.

Kategori Metastatic (M)

Metastatic artinya kanker telah menyebar ke jaringan lain dari area tumor primer (kanker utama). Lalu dokter akan menggunakan istilah-istilah berikut ini.

  • M0: tidak ditemukan penyebaran kanker ke jaringan lain.
  • M1: kanker telah menyebar ke organ atau jaringan yang jauh letaknya.

Setiap jenis kanker memiliki versi sendiri dari kategori TNM, sehingga huruf dan angka tidak memiliki arti yang sama untuk setiap jenis kanker.

Sebagai contoh, untuk beberapa jenis kanker, kategori T menggambarkan ukuran tumor primer, sedangkan untuk yang lain menggambarkan seberapa dalam tumor telah tumbuh menjadi organ tempat awalnya, atau apakah tumor telah tumbuh menjadi struktur terdekat (terlepas dari ukurannya).

Untuk beberapa jenis kanker, kategori TNM mungkin juga memiliki subkategori. Ini dicatat dengan huruf kecil setelah kategori, misalnya, T3a atau T3b.

Beberapa jenis kanker mungkin juga memiliki opsi kategori yang lebih sedikit daripada jenis kanker lainnya. Misalnya, beberapa kanker mungkin tidak memiliki kategori N3.

Pentingnya menentukan stadium kanker

efek samping jangka panjang pengobatan kemoterapi

Periksa kesehatan untuk deteksi dan diagnosis kanker sangat penting dilakukan, terutama untuk menentukan stadium kanker. Pasalnya, stadium kanker yang didapat nantinya akan menentukan pengobatan yang akan dilakukan.

Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan lokal seperti operasi pengangkatan sel kanker atau radioterapi jika kanker hanya di satu tempat saja.

Akan tetapi, perawatan yang diberikan akan berbeda ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dalam kasus kanker telah menyebar (metastasis), dokter mungkin menganjurkan:

  • Kemoterapi
  • Terapi hormon
  • Obat kanker yang ditargetkan khusus

Tanpa mengetahui stadium, dokter akan kesulitan menentukan perawatan apa yang seharusnya diberikan.

Kena kanker stadium 4 (akhir), apakah masih bisa sembuh?

angka kematian kanker menurun

Penyakit kanker termasuk dalam penyakit yang dapat disembuhkan. Namun, kesembuhan dari penyakit ini juga punya beberapa indikator, seperti seberapa parah kanker, pengobatan yang dipilih, usia, dan kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pada kebanyakan kasus kanker stadium 1 dan 2, penyakit bisa disembuhkan. Ini karena penyakit terdeteksi lebih awal sehingga pengobatan dilakukan lebih cepat.

Sementara pada kasus kanker stadium 3, beberapa pasien juga masih punya harapan untuk sembuh dengan mengikuti operasi beserta pengobatan kanker lainnya yang direkomendasikan dokter. Sisanya, mungkin hanya bisa mengendalikan dan mengurangi gejala kanker yang dirasakan.

Nah, pada kasus kanker stadium 4 (akhir), sel kanker telah menyebar ke organ yang jauh, sehingga pasien tidak mungkin sembuh. Akan tetapi, perawatan dokter dapat membantu menjaga kanker di bawah kendali sekaligus mencegah keparahannya.

Lakukan hal ini jika Anda didiagnosis terkena kanker

kanker payudara stadium 4

Setelah periksa kesehatan dan dokter mendiagnosis kondisi yang Anda alami adalah penyakit kanker, tentu Anda merasa cemas, takut, syok, bahkan mungkin tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Anda pasti butuh waktu untuk menerimanya, tapi Anda juga harus move one.

Terus bersedih dan kecewa, malah akan membuat kondisi kesehatan Anda semakin memburuk. Oleh karena itu, simak beberapa tips berikut ini untuk membantu Anda mengurangi emosi negatif setelah didiagnosis kanker.

  • Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit kanker yang Anda alami

Tanyakan dokter mana pengobatan yang cocok, kapan pengobatan dilakukan, seperti apa gaya hidup penunjang pengobatan, dan berbagai pantangan yang harus dihindari.

  • Cari dukungan

Keberadaan orang-orang yang Anda cintai amat penting untuk menjaga kesehatan mental Anda. Pertahankan hubungan baik Anda dengan mereka, sebab merekalah orang-orang yang mendukung Anda pada masa-masa sulit ini.

  • Jaga kesehatan

Kesehatan fisik dan mental Anda berperan besar dalam proses pengobatan dan perkembangan penyakit. Pertahankan kebiasaan hidup sehat yang selama ini telah Anda jalani, termasuk aktif berolahraga, makan secara teratur, dan tidur dengan cukup.

  • Bangunlah harapan hidup bagi diri sendiri

Buatlah rencana mengenai apa yang hendak Anda lakukan dan jangan batasi diri Anda dari berbagai kegiatan yang menyenangkan, sekalipun Anda memiliki kanker. Temui orang-orang yang berhasil mengalahkan kanker dan dengarkan cerita mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tes Kesehatan untuk Menegakkan Diagnosis Kanker Ovarium

Penegakkan diagnosis kanker ovarium harus melalui tes kesehatan yang sesuai. Lantas, tes apa saja yang digunakan sebagai cara mendeteksi kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit dan Pengobatan Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium bisa terjadi akibat penyakit maupun pengobatan yang dilakukan. Apa saja komplikasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 23/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kanker ovarium dapat menimbulkan berbagai gejala yang mungkin di antaranya Anda sepelekan. Memangnya, apa saja ciri-ciri kanker ovarium?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 17/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit