backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Biopsi

Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri · General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 01/02/2024

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Biopsi

Kanker merupakan penyakit yang berbahaya dan penting didiagnosis sejak dini. Penyakit ini dapat membuat sel di dalam tubuh menjadi tidak terkendali, sel terus membelah dan dapat menimbulkan tumpukan jaringan padat yang disebut tumor. Standar utama dalam penegakan diagnosis kanker adalah melalui biopsi.

Sebenarnya, seperti apa itu biopsi? Yuk, pahami lebih dalam tes kesehatan ini pada ulasan berikut.

Apa itu biopsi?

Biopsi adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mendeteksi dan memantapkan diagnosis penyakit kanker.

Tes ini dilakukan dengan mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh Anda. Kemudian, sampel sel tersebut akan diuji di laboratorium dan dilihat bentuknya di bawah mikroskop.

Sederhananya, dengan melakukan tindakan ini, tim medis Anda bisa mengetahui bagaimana kondisi jaringan atau sel pada suatu bagian tubuh yang dicurigai mengalami gangguan.

Biopsi dapat digunakan untuk mengonfirmasi penyakit lain. Akan tetapi, prosedur ini lebih dikenal dan lebih sering dilakukan untuk mendiagnosis kanker.

Selain itu, tindakan ini juga digunakan untuk membedakan tumor jinak dengan kanker, menentukan stadium kanker, dan mengetahui jenis kanker yang dialami. 

Jika diagnosis sudah ditegakkan dan stadiumnya sudah diketahui, ini akan mempermudah dokter memilih pengobatan kanker yang tepat, baik itu melalui operasi, kemoterapi, atau radioterapi.

Kapan perlu dilakukan biopsi?

apa itu biopsi

Selain penyakit kanker, berikut adalah masalah kesehatan lain yang juga dapat didagnosis dengan biopsi.

  • Penyakit peradangan dan autoimun (lupus, reumatoid artritis, peradangan pada usus).
  • Kondisi infeksi, apakah disebabkan oleh virus atau bakteri. Contohnya adalah pada kasus tuberkulosis (TBC).
  • Gangguan organ, seperti pada jantung, ginjal, dan liver.

Benarkah biopsi dapat memperparah kondisi kanker?

Banyak orang merasakan gejala kanker atau berisiko terkena kanker tidak mau menjalani biopsi karena takut akan membuat pertumbuhan sel kanker semakin parah.

Padahal, prosedur ini justru memudahkan tim medis untuk menentukan langkah pengobatan yang harus dilakukan selanjutnya.

Selain itu, belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan bahwa tindakan medis ini dapat memperparah kondisi kanker yang dialami oleh seseorang. 

Penelitian yang dilakukan Mayo Clinic terhadap 2.000 pasien menyatakan bahwa risiko untuk sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain akibat pengambilan sampel jaringan sangatlah kecil.

Prosedur medis tersebut pasti dilakukan sesuai dengan standar dan tim medis akan melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran sel kanker (metastasis).

Contoh pencegahannya yaitu para tim medis biasanya menggunakan jarum atau peralatan operasi yang steril serta berbeda-beda untuk masing-masing area tubuh.

Hal ini dapat meminimalisasi kemungkinan sel kanker berpindah ke bagian tubuh lainnya.

Seperti apa persiapan biopsi?

Ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengambilan sampel tumor. Ini dilakukan untuk menghindari berbagai efek samping yang tidak diinginkan.

Persiapan yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  • Mendiskusikan riwayat penyakit, alergi, dan obat-obatan yang sedang diminum (terutama jika ada pengencer darah).
  • Anda mungkin diminta cek darah untuk memeriksa status kesehatan secara umum dan potensi masalah pembekuan darah.
  • Anda mungkin diminta untuk melakukan puasa selama 6–8 jam sebelum tindakan dilakukan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman serta melepas perhiasan
  • Ikuti instruksi lain yang diberikan oleh tim medis Anda, jika ada.

Seperti apa proses biopsi itu?

biopsi endometrium

Biopsi jarum biasanya hanya perlu menggunakan bius lokal. Namun, bila tim medis harus mengambil jaringan pada organ tubuh yang paling dalam, bius yang diberikan adalah bius umum/total.

Prosedur yang akan Anda jalani bergantung dengan jenis biopsi yang dipilih. Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut adalah tipe biopsi yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker.

1. Biopsi sumsum tulang

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sebuah jarum ke dalam sumsum tulang. Jarum tersebut akan menyalurkan sampel cairan atau jaringan dari dalam sumsum.

Dokter biasanya melakukan ini jika terdapat kemungkinan kanker darah, seperti leukemia, limfoma, multiple myeloma, atau kanker yang berasal atau menuju ke sumsum tulang.

2. Biopsi endoskopi

Pada biopsi endoskopi, dokter akan menggunakan tabung tipis lentur (endoskop) yang dilengkapi cahaya dan pemotong.

Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengambil sedikit jaringan yang dicurigai sebagai kanker untuk sampel.

Biasanya, endoskop dimasukkan lewat mulut, rektum, saluran kemih, atau sayatan kecil pada kulit area kanker berada.

3. Biopsi jarum halus

Biopsi jarum halus (needle biopsy) biasanya digunakan untuk mendeteksi kanker pada benjolan payudara atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Berbagai metode dalam penerapan needle biopsy yang biasanya digunakan adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan jarum halus, panjang, dan tipis untuk mengeluarkan cairan dan sel untuk dianalisis.
  • Menggunakan jarum inti yang ukurannya lebih besar dengan ujung pemotong yang nantinya berfungsi untuk menarik dan memotong jaringan dari area tertentu.
  • Menggunakan bantuan vakum (alat hisap) agar jumlah cairan dan sel lebih banyak dan dipisahkan dengan sebuah jarum. Tingkat akurasinya lebih tinggi dibandingkan teknik jarum halus karena sampel jaringan yang diambil lebih banyak dan lebih besar.
  • Pada biopsi jarum, dokter akan dipandu untuk melokalisasi tumor dengan pencitraan seperti USG, CT-scan, atau MRI.

Berapa lama biopsi dilakukan dan hasilnya didapat?

sebelum biopsi tumor adalah

Mengutip dari UCSF Health, lama waktu biopsi yang menggunakan jarum halus atau needle biopsy adalah sekitar 10–15 menit.

Sementara itu, operasi biopsi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama ketimbang needle biopsy.

Lama waktu pengambilan sampel tumor tersebut bisa bervariasi dan tidak selalu sama antara jenis yang satu dan lainnya.

Hasil biopsi umumnya bisa Anda dapatkan dalam 2–3 hari setelah prosedur dilakukan. Hasil yang memerlukan analisis yang lebih rumit dapat memakan waktu 1–2 minggu.

Setelah pengambilan sampel dilakukan, Anda harus beristirahat total selama dua hari dan menghindari aktivitas berat.

Prosedur ini cukup aman dan jarang menimbulkan efek samping, seperti perdarahan, infeksi, kerusakan jaringan, atau mati rasa. Jika Anda mengalami efek samping tersebut, segera ke dokter.

Kesimpulan

  • Biopsi adalah tes untuk mendeteksi dan menegakkan diagnosis penyakit kanker yang dilakukan dengan cara mengambil sampel sel atau jaringan tubuh.
  • Selain untuk mendiagnosis kanker, prosedur ini juga digunakan dalam proses diagnosis penyakit autoimun, penyakit infeksi tertentu, dan gangguan pada organ tubuh tertentu.
  • Ada beberapa jenis biopsi, di antaranya biopsi jarum halus, endoskopi, dan sumsum tulang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Tania Savitri

General Practitioner · Integrated Therapeutic


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 01/02/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan