Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Biopsi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kanker merupakan penyakit yang berbahaya dan penting didiagnosis sejak dini. Penyakit ini dapat membuat sel di dalam tubuh menjadi tidak terkendali, sel terus membelah dan dapat menimbulkan tumpukan jaringan padat yang disebut tumor. Salah satu prosedur yang dapat mendiagnosis penyakit kanker adalah biopsi. Sebenarnya, seperti apa itu biopsi? Yuk, pahami lebih dalam tes kesehatan ini pada ulasan berikut.

Apa itu biopsi?

apa itu biopsi

Biopsi adalah salah satu tes yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi dan memantapkan diagnosis penyakit kanker. Biopsi dilakukan sebagai prosedur mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh Anda. Kemudian, sampel sel tersebut akan diuji dalam sebuah laboratorium dan dilihat bentuknya di bawah mikroskop.

Sederhananya, dengan melakukan tindakan ini, tim medis Anda jadi mengetahui bagaimana kondisi jaringan atau sel pada suatu bagian tubuh yang dicurigai mengalami gangguan.

Walaupun dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan lain, biopsi adalah tindakan medis yang lebih dikenal untuk mendiagnosis penyakit kanker.

Biopsi digunakan untuk membantu membedakan tumor jinak dengan kanker. Selain itu, tindakan ini juga diandalkan untuk mengetahui stadium dan jenis kanker yang dialami. 

Jika diagnosis kanker sudah ditegakkan dan stadiumnya sudah diketahui, ini akan mempermudah dokter memilih pengobatan kanker yang tepat. Pengobatannya meliputi operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, atau radioterapi.

Selain penyakit kanker, masalah kesehatan lain yang juga direkomendasikan menjalani biopsi adalah:

  • Membantu dokter untuk menentukan apakah terdapat luka pada usus atau tidak.
  • Membantu dokter menegakkan diagnosis apakah ada gangguan hati seperti sirosis atau kanker hati.
  • Mengidentifikasi apakah terjadi infeksi atau tidak dan mikroorganisme yang menyebabkannya.

Benarkah biopsi dapat memperparah kondisi kanker?

Banyak orang merasakan gejala kanker atau berisiko terkena kanker tidak mau menjalani biopsi karena takut akan membuat pertumbuhan sel kanker semakin parah. Padahal, prosedur ini justru memudahkan tim medis untuk menentukan langkah pengobatan yang harus dilakukan selanjutnya.

Selain itu belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan jika tindakan medis ini dapat memperparah kondisi kanker yang dialami oleh seseorang. 

Penelitian yang dilakukan Mayo Clinic menyatakan bahwa risiko untuk sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain akibat biopsi sangatlah kecil. Prosedur medis tersebut pasti dilakukan sesuai dengan standar dan tim medis akan melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran sel kanker (metastasis).

Contoh pencegahannya, yaitu para tim medis biasanya menggunakan jarum atau peralatan operasi yang steril serta berbeda-beda untuk masing-masing area tubuh, sehingga meminimalisir kemungkinan sel kanker ‘berpindah’ ke bagian lainnya.

Seperti apa proses biopsi itu?

cara mengobati kanker prostat

Prosedur medis ini biasanya disertai dengan tindakan anestesi alias bius, sehingga Anda tak perlu takut untuk merasakan sakit. Selain itu, prosedur tersebut termasuk prosedur medis yang ringan dan tak memerlukan.

Jenis biopsi jarum biasanya hanya perlu menggunakan bius lokal saja. sementara bila tindakan tersebut mengharuskan tim medis mengambil jaringan di organ tubuh yang paling dalam, maka bius yang dilakukan adalah bius umum/total.

Proses biopsi yang akan dijalani, bergantung dengan jenis biopsi yang dipilih. Dilansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa tipe biopsi yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker, yaitu:

1. Biopsi sumsum tulang

Biopsi sumsum tulang adalah prosedur memasukkan sebuah jarum ke sumsum tulang dan menyedot cairan atau jaringan. Jenis biopsi ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai kemungkinan adanya kanker darah, seperti leukemia, limfoma, multiple myeloma, atau kanker yang berasal atau menuju ke sumsum tulang.

2. Biopsi endoskopi

Pada biopsi endoskopi, dokter akan menggunakan tabung tipis fleksibel (endoskop) yang dilengkapi cahaya dan pemotong. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengambil sedikit jaringan yang dicurigai sebagai kanker untuk sampel.

Biasanya, endoskop dimasukkan lewat mulut, rektum, saluran kemih, atau sayatan kecil di kulit area kanker berada. Contoh prosedur biopsi endoskopi termasuk sistoskopi yaitu untuk mengumpulkan jaringan dari dalam kandung kemih, bronkoskopi untuk mendapatkan jaringan dari dalam paru, dan kolonoskopi untuk mengumpulkan jaringan dari dalam usus besar Anda.

3. Biopsi jarum

Biopsi jarum biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya kanker pada benjolan payudara atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Berbagai metode dalam penerapan biopsi jarum yang biasanya digunakan adalah:

  • Menggunakan jarum halus, panjang, dan tipis untuk mengeluarkan cairan dan sel untuk dianalisis.
  • Menggunakan jarum inti yang ukurannya lebih besar dengan ujung pemotong yang nantinya berfungsi untuk menarik dan memotong jaringan dari area tertentu.
  • Menggunakan bantuan vakum (alat hisap) agar jumlah cairan dan sel lebih banyak dan dipisahkan dengan sebuah jarum.
  • Menggunakan bantuan tes pencitraan, seperti CT scan, USG, MRI, dan sinar X-ray dengan jarum.

Berapa lama biopsi dilakukan dan hasilnya didapat?

sebelum biopsi tumor adalah

Mengutip dari UCSF Health, lama waktu biopsi yang menggunakan jarum halus atau needle biopsy adalah sekitar 10-15 menit. Namun, lama waktu biopsi tumor tersebut bisa bervariasi dan tidak selalu sama antara jenis yang satu dan lainnya.

Pada operasi biopsi atau surgical biopsy, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama ketimbang needle biopsy. Begitu pula dengan jenis biopsi lainnya yang memakan waktu berbeda-beda tergantung tingkat kesulitannya.

Hasil biopsi umumnya bisa Anda dapatkan dalam 2-3 hari setelah prosedur dilakukan. Hasil yang memerlukan analisis yang lebih rumit dapat memakan waktu 7 hingga 10 hari.

Seperti apa persiapan biopsi?

deteksi dini kanker serviks

Sebelum Anda menjalani biopsi tumor, ada berbagai hal yang Anda perhatikan. Ini dilakukan untuk menghindari berbagai efek samping yang tidak inginkan. Persiapan biopsi yang perlu Anda ikuti adalah:

  • Sudah mendiskusikan riwayat penyakit sekaligus obat atau suplemen yang sedang diminum.
  • Tidak minum obat yang dapat mengencerkan darah, seperti ibuprofen atau naproxen setidaknya seminggu sebelum prosedur dilakukan.
  • Anda mungkin diminta untuk melakukan puasa dalam 6- 8 jam sebelum biopsi dilakukan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan melepas perhiasan.

Setelah biopsi dilakukan, Anda harus beristirahat total selama 2 hari dan dilarang untuk melakukan aktivitas berat. Biopsi adalah prosedur yang cukup aman dan jarang menimbulkan efek samping, seperti perdarahan, infeksi, kerusakan jaringan, atau mati rasa. Jika Anda mengalami efek samping tersebut, segera ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

DefinisiApa itu adenoma bronkus? Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda. Meski awalnya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit