Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker mulut?

Kanker mulut adalah penyakit kanker yang menyerang jaringan pada rongga mulut. Awalnya, kanker ini tentu tidak langsung tumbuh begitu saja, tapi didahului dengan munculnya luka di mulut yang sekilas mirip sariawan tapi tidak kunjung sembuh.

Meski namanya kanker mulut alias kanker oral, kondisi ini tidak hanya berkembang di mulut. Bagian dasar mulut dan langit-langit atas yang lunak atau keras pun, dapat turut menjadi area sasaran kanker jenis ini.

Bahkan, area sekitar mulut seperti sinus atau tenggorokan tepat di belakang mulut (orofaring) juga bisa terkena oleh sel kanker. Hanya saja, pertumbuhan kanker ini memang umumnya terjadi di mulut, lidah, gusi, dan bibir.

Kanker oral jarang dideteksi di awal. Kebanyakan kasus penyakit ini biasanya ditemukan setelah penyebarannya sampai ke kelenjar getah bening di leher.

Jika tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, kanker mulut dapat berisiko mengancam nyawa. Itu sebabnya, deteksi sejak dini adalah kunci penting untuk mencegah agar kanker mulut tidak berkembang lebih serius.

Terdapat banyak jenis sel pada rongga mulut hingga tenggorokan, sehingga jenis kankernya dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Karsinoma sel skuamosa. Lebih dari 90% kanker oral adalah karsinoma sel skuamosa, yakni menyerang sel datar yang melapisi mulut dan tenggorokan.
  • Karsinoma verukosa. Kurang dari 5% kanker oral adalah karsinoma verukosa yang berkembang lambat dan jarang menyerang bagian tubuh lain. Jenis kanker ini bisa terbentuk dari karsinoma sel skuamosa yang bertambah parah.
  • Jenis kanker lainnya. Jenis kanker karsinoma kelenjar ludah minor dan limfoma, merupakan jenis kanker oral yang cukup jarang terjadi. Kanker ini terbentuk pada kelenjar di selaput mulut dan tenggorokan, amandel, dan pangkal lidah.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit kanker yang menyerang lidah, gusi, bibir atau area lain di mulut ini adalah jenis penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja, terlepas dari jenis kelamin maupun usia.

Menurut data Globocan tahun 2018, kanker lidah, gusi, dan bibir menempati urutan ke-16 sebagai jenis kanker yang paling umum menyerang di Indonesia. Diketahui, jumlah kasus terbaru mencapai 5.078 jiwa dengan angka kematian sebesar 2.326 jiwa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker mulut?

Pada stadium awal, penyakit kanker yang menyerang lidah, bibir, gusi, atau area lain di rongga mulut ini umumnya tidak menimbulkan ciri-ciri. Itulah sebabnya, cukup sulit mengidentifikasi kemungkinan adanya penyakit ini.

Meski begitu, beberapa orang mungkin menyadari adanya beberapa gejala sebagai tanda awal perkembangan kanker pada rongga mulut, yakni di gusi, lidah, maupun bibir, seperti:

  • Muncul luka mirip sariawan di bagian mulut dalam. Perbedaan sariawan dengan kanker mulut ini adalah kondisi yang tidak kunjung sembuh dan semakin parah seiring waktu.
  • Timbul sejenis pembengkakan, benjolan, dan bercak kasar atau berkerak pada bibir, gusi, maupun area mulut lainnya. 
  • Munculnya bercak berwarna putih yang agak berbulu, ditambah dengan bintik putih dan merah pada mulut.
  • Muncul rasa nyeri di mulut, gusi, atau lidah. Kadang juga digambarkan seperti sensasi mati rasa di area mulut, wajah, hingga ke leher dan telinga.
  • Luka yang ada pada rongga mulut bisa menimbulkan perdarahan.
  • Jika kanker yang menyerang gusi, membuat gigi goyang dan mudah lepas.
  • Rasa sakit dan sulit untuk mengunyah, menelan, berbicara, atau menggerakkan rahang.
  • Berat badan akan menurun drastis dan tubuh sangat mudah kelelahan.

Setiap orang mengalami gejala kanker yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan adanya gejala lain yang tidak disebutkan di atas.

Kapan harus periksa ke dokter?

Tanda dan gejala kanker yang menyerang lidah, gusi, atau bibir tersebut hampir serupa dengan masalah kesehatan lain, contohnya ciri dari sariawan atau pertanda awal dari sakit gusi.

Namun, perlu ditekankan jika kanker tidak akan membaik dengan pengobatan biasa sehingga gejalanya bisa semakin parah atau tidak membaik seiring waktu.

Oleh karena itu, jika Anda mencurigai gejala yang dialami sebagai kanker, segera periksa ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker mulut?

Penyebab kanker rongga mulut (lidah, gusi, atau bibir) adalah mutasi DNA di dalam sel. DNA menyimpan sistem instruksi bagi sel untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan teratur, seperti membelah, tumbuh, dan mati.

Ketika mutasi terjadi, sistem perintah akan rusak dan membuat sel bertugas secara tidak normal. Sel yang seharusnya membelah dan mati saat dibutuhkan, malah bertindak di luar kendali. Sel abnormal akan terus membelah, tumbuh, dan tidak mati. Akibatnya, sel akan menumpuk dan menimbulkan pembentukan tumor ganas.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami penyakit kanker mulut?

Peneliti sudah menemukan berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker pada gusi, lidah, atau bibir, di antaranya:

  • Kebiasaan mMerokok dan minum alkohol

Risiko kanker mulut meningkat akibat merokok karena asap rokok yang bersifat karsinogenik. Begitu juga dengan orang yang punya kebiasaan minum alkohol berlebihan. Risikonya akan semakin besar jika keduanya dilakukan.

  • Usia bertambah tua

Kanker oral terbentuk selama bertahun-tahun, jadi tidak umum pada anak atau remaja. Oleh karena itu, lebih banyak ditemukan pada orang usia di atas 55 tahun.

  • Terinfeksi HPV (human papillomavirus)

Infeksi virus ini bisa menyebabkan kanker mulut dan kanker tenggorokan akibat praktik seks yang kurang sehat, contohnya melakukan seks oral tanpa kondom pada orang yang terinfeksi.

  • Pola makan buruk

Kurang asupan makanan berserat, seperti buah dan sayur ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik membuat risiko kanker gusi meningkat.

  • Penyakit atau masalah kesehatan tertentu

Kanker oral umum menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (penderita AIDS atau penerima organ), lansia dengan penyakit kulit lichen planus, dan orang dengan sindrom anemia fanconi dan diskeratosis congenita.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker mulut?

Gejala kanker yang menyerang gusi, lidah, atau bibir, mirip dengan masalah kesehatan lain. Guna memantapkan diagnosis kanker mulut, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani serangkaian tes, meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengamati gejala dan perubahan pada rongga mulut serta mengecek adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher. Dokter juga akan melihat riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

  • Tes pencitraan

Bertujuan untuk melihat adanya sel abnormal, mengukur besarnya tumor, dan mendeteksi letak sel kanker dengan cara CT scan, rontgen dada, MRI, dan PET scan.

  • Biopsi

Tes diagnosis dilakukan dengan mengambil jaringan yang dicurigai sebagai kanker sebagai sampel untuk dilihat menggunakan mikroskop di laboratorium (biopsi insisi). Jenis biopsi lain untuk mendiagnosis kanker oral adalah sitologi eksfoliatif dan biopsi fine needle aspiration (memakai jarum tipis untuk menyedot jaringan abnormal).

  • Tes darah atau tes lainnya

Tersedia juga tes darah, tes HPV, dan tes barium swallow untuk membantu menguatkan diagnosis kanker.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker mulut?

Ada beberapa cara untuk mengobati kanker yang menyerang lidah, gusi, atau bibir, di antaranya:

1. Operasi

Operasi pengangkatan tumor adalah cara mengobati kanker mulut yang paling utama. Tujuannya, untuk mencegah tumor semakin besar dan menghentikan penyebarannya. Jenis pembedahan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, yang biasanya dilakukan adalah:

  • Mohs micrographic surgery. Operasi Mohs dilakukan dengan mengangkat tumor dalam irisan sangat tipis, yakni di sekitar bibir.
  • Glossectomy. Operasi ini dilakukan untuk mengobati kanker lidah, yakni mengangkat sebagian lidah yang terkena kanker (parsial), atau mungkin seluruhnya (total).
  • Mandibulectomy. Pembedahan ini dilakukan untuk mengangkat sebagian atau semua tulang rahang (mandibula) yang terkena kanker. Tulang yang diangkat akan diganti dengan tulang dari bagian tubuh lain.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi memanfaatkan penggunaan sinar dengan energi tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker, termasuk kanker mulut.

Terapi radiasi untuk kanker gusi, lidah, atau bibir bisa menimbulkan efek samping, seperti kerusakan gigi, radang tenggorokan, mulut kering, dan gusi berdarah. 

3. Kemoterapi

Cara mengatasi kanker mulut selanjutnya adalah kemoterapi. Pada pengobatan kanker mulut ini, Anda akan diberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan ukuran tumor.

Beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi untuk lidah, gusi, atau bibir adalah cisplatin, carboplatin, 5-fluorouracil (5-FU), paclitaxel (Taxol®), docetaxel (Taxotere®), methotrexate, bleomycin, dan capecitabine.

Pengobatan kanker ini dapat menyebabkan rambut rontok, kelelahan, diare, mual, dan muntah serta nafsu makan menurun.

3. Terapi target

Sejumlah obat-obatan yang ditargetkan, misalnya Cetuximab (Erbitux), mampu mengobati perkembangan kanker mulut. Cara kerjanya yakni dengan mengubah struktur sel kanker, sehingga mengganggu pertumbuhannya di dalam tubuh.

Obat target ini bisa digunakan untuk pengobatan tunggal atau dikombinasikan bersama dengan pengobatan kanker mulut lainnya.

4. Imunoterapi

Pengobatan imunoterapi menggunakan bantuan sistem kekebalan tubuh Anda guna melawan sel-sel kanker, termasuk kanker mulut. Seharusnya, sistem kekebalan tubuh bertugas untuk melawan perkembangan sel kanker.

Akan tetapi, protein yang dihasilkan dari sel kanker justru mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh tersebut. Di sinilah perawatan imunoterapi berperan untuk mengacaukan proses tersebut dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Sedikit berbeda dengan perawatan lainnya, imunoterapi umumnya diperuntukkan bagi pasien kanker mulut yang sudah tidak mempan lagi dengan pengobatan lain.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker mulut?

Tidak ada cara yang terbukti ampuh mengobati kanker mulut secara alami, seperti menggunakan tanaman alami secara tradisional sebagai obat herbal.

Meski tidak menyembuhkan, beberapa bahan alami mungkin bisa diandalkan sebagai cara untuk meredakan gejala-gejala kanker pada gusi, lidah, bibir atau area lain di rongga mulut. Sebagai contoh, ekstrak kurkumin atau minuman kunyit, ekstrak green tea, atau spirulina. Namun, penggunaan bahan-bahan tersebut harus diawasi oleh dokter.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker mulut?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker rongga mulut (gusi, lidah, dan bibir). Akan tetapi, Anda bisa menurunkan risiko penyakitnya dengan tips berikut:

  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Batasi paparan sinar matahari langsung dengan mengoleskan krim tabir surya atau memakai pelindung kulit, seperti topi.
  • Tingkatn konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian serta mengurangi makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan berpengawet.
  • Selalu praktekkan aktivitas seks yang sehat, seperti memakai kondom dan tidak berganti pasangan untuk menghindari penularan infeksi HPV.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Kebanyakan orang mengalami nyeri ulu hati setelah makan banyak. Namun jika sering terjadi dan diikuti gejala-gejala ini, cepat periksakan ke dokter.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 2 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Limfoma (Kanker Getah Bening)

Limfoma atau kanker getah bening adalah salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai. Cari tahu pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatan limfoma.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
air liur berdarah

Bukan Hanya Karena Luka, Ini 4 Kondisi Penyebab Air Liur Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
kanker serviks

Mengapa Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit