Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kanker Payudara

Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kasus kanker tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak dengan hampir 66 ribu kasus baru pada 2020. Bagaimana gejala dan pengobatan kanker payudara serta cara mencegah penyakit ini terjadi? Simak di bawah ini.

Definisi kanker payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit kanker, yang terjadi di payudara. Penyakit ini muncul karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkontrol (sel kanker) di dalam payudara.

Sel-sel kanker ini awalnya sama seperti sel normal. Di payudara, sel-sel tersebut bisa berasal dari saluran susu (duktus), kelenjar susu (lobulus), atau jaringan ikat di dalamnya. Namun, sel-sel tersebut memiliki perilaku yang berbeda.

Sel kanker dapat membelah dengan cepat, sehingga sulit dikontrol dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya. Bahkan, sel kanker juga bisa berkembang sampai ke organ-organ tubuh lainnya.

Pada sebagian besar kasus (hingga mencapai sekitar 70%), kanker payudara bermula dari pembentukan sel yang abnormal di duktus. Adapun, 15% kasusnya bermula dari lobulus dan sisanya, yang jarang terjadi, dimulai dari jaringan ikat.

Seberapa umum penyakit ini terjadi?

Kanker payudara merupakan penyakit yang umum terjadi di dunia, maupun Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020 yang dirilis World Health Organization (WHO), kanker payudara menempati posisi tertinggi (bersama kanker paru-paru) untuk penambahan jumlah kasus terbanyak. Sekitar 2,2 juta orang (24,5%) di dunia didiagnosis memiliki penyakit ini.

Dari data dan tahun yang sama, kanker payudara di Indonesia pun menunjukkan hal serupa. Sebanyak 16,5% atau 65.858 kasus baru kanker payudara telah terdeteksi dan kasus ini merupakan yang terbanyak di Indonesia. Adapun angka kematian akibat kanker ini menempati posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 22.430 atau 9,6% dari seluruh total kematian akibat kanker.

Mendukung fakta tersebut, Yayasan Kanker Payudara Indonesia menyebut, diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk Indonesia mengalami penyakit ini. Adapun sekitar 70 persen berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.

Kasus kanker ini hampir seluruhnya terjadi pada wanita. Meski demikian, kanker payudara pada pria pun bisa saja terjadi.

Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko serta melakukan deteksi dini. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala kanker payudara

Tanda kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara tanpa rasa nyeri. Benjolan yang dicurigai sebagai kanker umumnya memiliki tekstur yang padat, keras, memiliki batas yang tidak jelas, bisa menempel, dan permukaannya tidak rata.

Benjolan ini pun biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Itulah sebabnya banyak wanita yang menganggap enteng saat benjolan ini muncul, karena tidak adanya rasa nyeri diartikan bahwa benjolan ini tidak berbahaya.

Padahal, hal tersebut justru akan membuat benjolan terus berkembang hingga mungkin menyebar.

Selain benjolan, ada beberapa tanda dan gejala kanker payudara yang dapat Anda kenali. Berikut gejala dan tanda tersebut:

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  • Perubahan bentuk pada puting payudara. Hal ini biasanya terjadi pada salah satu jenis kanker payudara, yang disebut penyakit paget atau paget’s disease.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna atau mungkin berdarah.
  • Puting memerah dan lecet yang tak kunjung sembuh.
  • Puting susu masuk ke dalam atau tertarik.
  • Bengkak di sekitar ketiak akibat pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  • Adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan). Terkadang kulit juga jadi mencekung, seperti lesung pipi, karena tertarik oleh benjolan.
  • Adanya luka borok yang berbau busuk disertai jaringan nekrotik dan mudah berdarah, khususnya pada stadium kanker payudara lanjut.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan suatu gejala, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu tanda dan gejala kanker seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Dengan tanggap terhadap tanda kanker sedini mungkin, maka peluang Anda untuk meningkatan harapan hidup atau bahkan sembuh dari penyakit ini pun semakin besar.

Penyebab dan faktor risiko kanker payudara

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab kanker payudara bermula dari perkembangan sel yang abnormal. Kumpulan dari sel kanker ini kemudian membentuk tumor ganas.

Tumor ganas inilah yang selanjutnya akan membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, maupun ke bagian tubuh yang lain.

Penyebab terbentuknya sel kanker ini memang tidak diketahui pasti. Namun, sekitar 5‐10 persen penyakit kanker payudara dapat diturunkan secara genetik (familial) dan berhubungan dengan mutasi gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2) yang diturunkan oleh keluarga.

Selain faktor keturunan, beberapa hal lainnya pun bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit pada payudara ini. Terdapat beberapa faktor risiko baik yang bisa dikontrol maupun yang tidak dapat dikontrol. Faktor risiko yang dapat dikontrol, yaitu:

  • Berat badan berlebih dan obesitas
  • Diet tinggi lemak
  • Tidak menikah
  • Tidak punya anak
  • Tidak menyusui

Faktor yang tidak dapat dikontrol yaitu:

  • Umur di atas 30 tahun
  • Menopase terlambat (di atas 55 tahun)
  • Mendapat terapi hormonal yang lama
  • Operasi ginekologi
  • Riwayat keluarga
  • Anak pertama lahir saat usia ibu di atas 35 tahun
  • Menarche (menstruasi pertama) di bawah 12 tahun
  • Pernah operasi tumor jinak payudara
  • Adanya kanker payudara yang kontralateral
  • Radiasi dada

Konsultasikan ke dokter guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait faktor lain yang jadi penyebab penyakit ini.

Diagnosis kanker payudara

Bila Anda merasakan gejala dan tanda seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes untuk memastikan apakah Anda mengalami penyakit tertentu pada payudara.

Beberapa tes pemeriksaan kanker payudara yang mungkin perlu Anda jalani, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik meliputi payudara, ketiak, dan daerah leher
  • Tes mamografi untuk pasien 40 tahun ke atas
  • Pemeriksaan ultrasonografi payudara
  • Biopsi payudara
  • MRI payudara (tidak rutin dilakukan, hanya jika ada indikasi)

Beberapa tes lainnya mungkin perlu dilakukan. Namun, hal ini tergantung pada kondisi masing-masing orang. Konsultasikan dengan dokter yang tepat, khususnya dokter bedah onkologi untuk menentukan diagnosis pasti.

Pengobatan kanker payudara

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan untuk penderita kanker umumnya diberikan sesuai dengan stadium kanker payudara dan sifat sel kanker (subtipe). Ada lima jenis terapi atau pengobatan kanker payudara yang umumnya diberikan oleh dokter, yaitu:

1. Operasi atau pembedahan

Ada beberapa jenis operasi yang biasa dilakukan untuk mengobati penyakit kanker ini. Beberapa macam operasi tersebut diantaranya:

  • Bedah konservatif atau dikenal sebagai BCS, yaitu membuang kanker sebagian jaringan payudara dan membersihkan kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Operasi mastektomi, yaitu mengangkat kanker dan seluruh jaringan payudara beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Operasi mastektomi yang disertai rekonstruksi payudara, yaitu melakukan prosedur mastektomi yang diikuti dengan penggantian payudara baik dengan jaringan tubuh sendiri (flap dekat/jauh) atau dengan implan.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi untuk kanker payudara adalah terapi dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Umumnya, terapi ini diberikan setelah pembedahan.

3. Kemoterapi

Kemoterapi, yaitu terapi sistemik yang menggunakan obat-obatan sitostatika untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat.

Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

Ada beberapa jenis obat atau regimen yang dapat diberikan pada terapi ini. Pemberian obat ini berdasarkan sifat kanker (subtipe), keadaan umum pasien, dan fasilitas yang mendukung.

Itu sebabnya, selalu konsultasikan ke dokter terkait obat kanker yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah terapi sistemik kanker payudara yang menggunakan obat-obatan hormonal. Terapi bisa dapat berupa medikamentosa atau pembedahan (salphyngo-oofarektomi bilaretal).

Terapi ini hanya efektif pada kanker payudara yang hasil patologi anatomi dan immunohistokimia menunjukan status hormonal yang positif.

5. Terapi target

Terapi target adalah terapi sistemik yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:

  • Anti HER-2
  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pilihan terapi yang tepat.

Apakah kanker payudara bisa kambuh lagi?

Pengobatan kanker payudara bertujuan untuk menghilangkan seluruh sel kanker yang muncul. Namun, meski pengobatan telah dilakukan, sel kanker di payudara masih mungkin kembali atau kambuh lagi pada suatu waktu, yang umumnya terjadi beberapa bulan atau tahun setelah pengobatan.

Sel kanker ini bisa kembali muncul di tempat yang sama (lokal) atau justru menyebar ke bagian lain dari tubuh. Kekambuhan ini bisa terjadi karena sel abnormal tersebut bersembunyi di bagian payudara lain atau bahkan ke area tubuh lainnya saat pengobatan dilakukan.

Pada suatu waktu, sel kanker ini kembali aktif dan menimbulkan beberapa gejala, yang umumnya sama dengan gejala pertama.

Perubahan gaya hidup dan perawatan

Selain pengobatan medis, Anda pun perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk membantu mengatasi kanker yang Anda alami. Berikut beberapa gaya hidup atau pengobatan di rumah yang perlu diterapkan oleh penderita kanker payudara:

1. Diet sehat

Konsumsi nutrisi yang baik sangatlah penting. Apalagi Anda akan sulit menahan makanan di dalam perut karena terapi yang dilakukan dapat menyebabkan mual atau mengubah sensasi rasa Anda.

Lebih baik mengonsumsi makanan sehat sebanyak-banyaknya yang sesuai dengan kemampuan Anda.

2. Olahraga teratur

Kanker dapat menyebabkan lemas berkepanjangan dan tidak akan membaik dengan beristirahat. Berolahraga ringan yang teratur dapat membantu Anda menghilangkan rasa lemas.

Anda dapat memulainya dengan berjalan dan memilih olahraga yang nyaman untuk Anda. Namun, lebih baik konsultasikan selalu dengan dokter Anda mengenai jenis olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

3. Berhenti merokok dan minum alkohol

Diet sehat dan berolahraga teratur merupakan hal penting. Namun, Anda juga perlu mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok agar pengobatan Anda lebih efektif.

Pencegahan kanker payudara

Pencegahan kanker payudara dapat Anda lakukan dengan mengatur faktor-faktor risiko yang dapat dikontrol (lihat pada bab faktor risiko diatas).

Selain menerapkan gaya hidup sehat, Anda pun perlu memahami tentang kanker payudara, mewaspadai gejala dan tandanya, serta melakukan deteksi dini kanker payudara. Berikut ini beberapa cara deteksi dini yang dapat Anda lakukan:

1. Periksa payudara sendiri (SADARI)

Langkah paling mudah untuk mengetahui gejala penyakit ini adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Tujuan dari pemeriksaan ini, yaitu untuk mendeteksi benjolan pada payudara Anda.

Pemeriksaan SADARI yang dilakukan secara rutin akan membantu Anda untuk mengenali tekstur jaringan payudara normal.

Jadi, jika suatu saat Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan cara tersebut, Anda akan dapat dengan mudah mendeteksi gejala penyakit ini.

Pemeriksaan SADARI yang benar dilakukan satu bulan sekali, pada hari ke-7 sampai ke-10 pada saat hari menstruasi pertama. Bila Anda sudah menopause lakukan SADARI sesuai dengan tanggal tertentu, misal pada hari lahir Anda.

2. Periksa payudara klinis (SADANIS)

Berbeda dengan SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau disebut juga dengan SADANIS, dapat dilakukan di rumah sakit, dengan bantuan dokter dan tim medis lainnya.

Pemeriksaan ini bukan hanya dilakukan bagi orang yang menyadari adanya gejala kanker payudara, tetapi juga bisa dilakukan oleh orang yang sehat. Jika saat SADARI tidak ditemukan kelainan, SADANIS tetap harus dilakukan dianjurkan 1 tahun sekali.

3. Mamografi

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan mamografi secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di bagian payudara. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala awal penyakit tersebut.

Berbeda dengan dua pemeriksaan sebelumnya, mamografi lebih tergolong sebagai deteksi penunjang kanker payudara. Mamografi sendiri adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker di payudara.

Prosedur ini diwajibkan bagi wanita yang usianya lebih dari 40 tahun keatas karena pemeriksaan ini memiliki akurasi yang tinggi dalam mendeteksi kanker di payudara.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Cancer Society.2020. What Is Breast Cancer? [online] Available at: https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/what-is-breast-cancer.html. Accessed September 3, 2020.

American Cancer Society. 2020. Breast Cancer Signs and Symptoms. [online] Available at: https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/breast-cancer-signs-and-symptoms.html. Accessed September 3, 2020.

American Cancer Society. 2020. Pregnancy After Breast Cancer. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/living-as-a-breast-cancer-survivor/pregnancy-after-breast-cancer.html#:~:text=If%20you%20are%20still%20getting,is%20complete%20before%20getting%20pregnant. Accessed September 3, 2020.

Cancer Research UK. 2020. What is breast cancer? [online] Available at: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/about. Accessed September 3, 2020.

Cancer Research UK. 2020. Breast cancer: risk factors. [online] Available at: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/risks-causes/risk-factors. Accessed September 3, 2020.

CDC. 2020. What is Breast Cancer? [online] Available at: https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/what-is-breast-cancer.htm. Accessed September 3, 2020.

Cleveland Clinic. 2020. Breast Cancer Recurrence: Management and Treatment. [online] Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8328-breast-cancer-recurrence/management-and-treatment. Accessed September 3, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Breast cancer. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470. Accessed September 3, 2020.

Mayo Clinic. 2020. Recurrenct breast cancer. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/recurrent-breast-cancer/diagnosis-treatment/drc-20377141. Accessed September 3, 2020.

MedlinePlus. 2020. Breast cancer. [online] Available at: https://medlineplus.gov/ency/article/000913.htm. Accessed September 3, 2020.

National Cancer Institue. 2020. Breast Cancer Treatment (Adult). [online] Available at: https://www.cancer.gov/types/breast/patient/breast-treatment-pdq. Accessed September 3, 2020.

WHO. 2020. Latest global cancer data: Cancer burden rises to 18.1 million new cases and 9.6 million cancer deaths in 2018. [online] Available at: https://www.who.int/cancer/PRGlobocanFinal.pdf. Accessed September 3, 2020.

WHO. 2020. Indonesia fact sheets, Globocan 2018. [online] Available at: https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf. Accessed September 3, 2020.

Yayasan Kanker Payudara Indonesia. 2020. Tentang Kanker Payudara. [online] Available at: https://pitapink-ykpi.or.id/tentang-kanker-payudara/. Accessed September 3, 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui Nov 26, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Bob Andinata Sp.B (K) Onk