home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kanker Kandung Kemih

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah|Pencegahan
Kanker Kandung Kemih

Definisi

Apa itu kanker kandung kemih?

Kanker kandung kemih adalah jenis penyakit kanker yang awalnya muncul di dalam kandung kemih. Kandung kemih sendiri adalah organ berongga yang berada di panggul bawah, memiliki dinding otot yang fleksibel sehingga dapat meregang.

Fungsi utama dari organ ini adalah menyimpan urine, yaitu limbah cair yang dihasilkan dari penyaringan ginjal. Saat Anda buang air kecil, otot-otot di kandung kemih akan berkontraksi, dan urine yang tersimpan di dalamnya akan didorong keluar melalui uretra.

Kanker pada kandung kemih ini dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Karsinoma urothelial (karsinoma sel transisi). Jenis kanker yang paling umum dan menyerang sel urothelial yang melapisi seluruh lapisan kemih.
  • Karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker yang bila dilihat sel-selnya akan tampak seperti sel datar di permukaan kulit.
  • Adenokarsinoma. Tipe sel kanker ini memiliki banyak kesamaan dengan sel pembentuk kelenjar pada kanker usus besar.
  • Karsinoma sel kecil. Jenis kanker ini terjadi pada sel seperti saraf yang disebut sel neuroendokrin dan dapat tumbuh dengan cepat.
  • Sarkoma. Tipe kanker ini pertama kali terjadi di sel otot dan sangat jarang terjadi.

Seberapa umumkah penyakit kanker ini?

Penyakit kanker kandung kemih adalah jenis kanker yang cukup umum menyerang masyarakat Indonesia. Tercatat 6.716 kasus baru di tahun 2018, dengan angka kematian mencapai 3.375 jiwa, dilansir dari Globocan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker kandung kemih?

Kanker jenis ini dapat memunculkan gejala di awal perkembangan penyakit. Kemudian, gejala lain akan bermunculan menandakan bahwa kanker dari dalam kandung kemih mulai menyebar ke area lain.

Beberapa gejala kanker kandung kemih yang umumnya dirasakan adalah:

Urine berdarah

Ciri-ciri kanker kandung kemih ini dikenal juga dengan istilah hematuria, yang merupakan gejala awal. Adanya darah bisa mengubah warna urine jadi orange, merah mudah, atau bahkan merah tua.

Warna darah bisa kembali normal, namun dapat kembali berubah. Perdarahan pada urine ini bisa disertai atau tanpa rasa nyeri.

Kebiasaan buang air jadi berubah

Selain ada darah pada urine, kebiasaan buang air kecil juga akan berubah. Umumnya keluhan yang dirasakan:

  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya, terutama di malam hari
  • Terasa nyeri atau panas terbakar saat buang air kecil
  • Sering mengalami desakan buang air kecil, tapi urine susah untuk dikeluarkan

Selain gejala di atas, beberapa orang juga merasakan tanda kanker kandung kemih lain, seperti:

  • Sama sekali tidak bisa buang air kecil
  • Nyeri di salah satu sisi punggung
  • Nafsu makan memburuk dan berat badan menurun drastis
  • Tubuh terasa lemah
  • Kaki membengkak dan tulang terasa sakit

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala kanker tersebut, segera periksa ke dokter. Terutama bila Anda mengalaminya selama lebih dari 2 minggu, makin memburuk, dan disertai gejala lain yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab

Apa penyebab kanker kandung kemih?

Penyebab kanker kandung kemih ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa penyakit ini ada kaitannya dengan mutasi gen.

Mutasi gen membuat serangkaian perintah bagi sel menjadi kacau. Hal ini memungkinkan sel membelah tanpa kendali, tumbuh lebih cepat, dan tidak mati. Akibatnya, sel akan menumpuk membentuk jaringan abnormal yang disebut tumor ganas.

Ilmuwan menemukan jenis mutasi gen yang bisa diwariskan orangtua, sehingga membuat risiko kanker ini jadi lebih tinggi, yakni TP53 dan RB1.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kanker kandung kemih?

Meski penyebab kanker ini tidak diketahui secara pasti, beberapa faktor yang meningkatkan risikonya telah diketahui, yaitu:

  • Punya kebiasaan merokok.
  • Bekerja di industri bahan kimia.
  • Pemakaian obat herbal tertentu yang mengandung aristolochic acid.
  • Minum air yang terkontaminasi arsenik atau kurang minum air putih.
  • Berusia lebih dari 55 tahun.
  • Terdapat masalah pada kandung kemih, kondisi kandung kemih yang tidak sempurna dari lahir, atau memiliki sindrom bawaan, seperti Lynch syndrome.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kanker kandung kemih?

Guna menegakkan diagnosis kanker ini, dokter akan meminta Anda untuk melakukan serangkaian tes kesehatan berikut ini:

  • Sistoskopi, yaitu menggunakan sistoskop untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih Anda.
  • Biopsi, yakni memotong sebagian jaringan abnormal yang dicurigai sebagai kanker untuk diamati di laboratorium lebih detail.
  • Sitologi urine, yakni mengamati kanker dengan sampel urine.
  • Tes pencitraan, yaitu pengambilan gambaran lebih detail kandung kemih Anda dengan CT scan atau pielogram retrograde.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker kandung kemih?

Pengobatan kanker kandung kemih ini untuk stadium 1, 2, 3, dan 4 dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Operasi untuk mengangkat sel kanker

Jenis operasi yang dilakukan adalah transurethral resection of bladder tumor/TURBT (memotong atau membakar sel abnormal), sistektomi (mengangkat seluruh atau sebagian kandung kemih), dan rekonstruksi neobladder (pembuatan jalur urine baru).

  • Radioterapi

Radioterapi untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan ukuran tumor dengan bantuan sinar radiasi.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan juga untuk membunuh sel kanker sekaligus mengecilkan tumor. Pengobatan kanker untuk jenis ini dengan kemoterapi dapat menggunakan obat-obatan, seperti cisplatin, fluorouracil (5-FU), mitomycin, gemcitabine, dan paclitaxel.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kandung kemih?

Pengobatan rumahan untuk penderita kanker adalah menerapkan gaya hidup yang sehat dan sesuai. Sebagai contoh, mulai mengikuti diet kanker, perbanyak minum air putih, dan olahraga rutin sesuai yang direkomendasikan dokter.

Hingga kini, tidak ada pengobatan tradisional maupun obat herbal yang ampuh untuk mengobati kanker kandung kemih. Jadi, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter jika Anda ingin menjalani pengobatan alternatif.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker kandung kemih?

Penyakit kanker ini termasuk jenis yang bisa dicegah, meski tidak 100 persen. Cara mencegah penyakit kanker kandung kemih bisa Anda lakukan adalah:

  • Berhenti merokok. Sebagian besar kasus kanker jenis ini terkait dengan kebiasaan merokok. Oleh karena itu kebiasaan ini harus dihentikan.
  • Batasi paparan bahan kimia tertentu. Hindari paparan yang biasanya digunakan dalam industri karet, kulit, bahan percetakan, tekstil, dan car serta asap solar.
  • Cukup minum air putih. Memperbanyak minum air putih dapat menjaga kandung kemih tetap sehat. Setidaknya minum 8 gelas air per hari.
  • Jaga pola makan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan untuk menu makanan setiap hari, bahkan camilan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is bladder cancer? (n.d.). American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/about/what-is-bladder-cancer.html [Accessed on September 13th, 2020]

Cancer in Indonesia. Global Cancer Observatory. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf [Accessed on September 13th, 2020]

Bladder cancer – Symptoms and causes. (2020, August 8). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-cancer/symptoms-causes/syc-20356104 [Accessed on September 13th, 2020]

Bladder cancer. (2018, May 17). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/bladder-cancer/ [Accessed on September 13th, 2020]

Bladder cancer signs and symptoms. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html [Accessed on September 13th, 2020]

Can bladder cancer be prevented? American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html [Accessed on September 13th, 2020]

What causes bladder cancer?. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html [Accessed on September 13th, 2020]

Chemotherapy for bladder cancer. (n.d.). American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/treating/chemotherapy.html [Accessed on September 13th, 2020]

Bladder cancer risk factors. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html [Accessed on September 13th, 2020]

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri