Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan kanker serviks (kanker leher rahim)?

Pengertian dari kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim yang tidak normal, dan berkembang terus tanpa terkendali. 

Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Leher rahim alias serviks adalah organ yang berbentuk seperti tabung. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker serviks atau leher rahim ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear sebagai salah satu tes untuk diagnosis yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker leher rahim sejak dini.

Kanker ini sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker leher rahim, yang membuat angka kasus kanker ini menurun.

Jenis kanker serviks

Ada dua jenis kanker serviks yang mungkin dialami wanita, di antaranya adalah:

  • Squamous cell carcinoma, yaitu jenis kanker yang berawal pada dinding bagian luar leher rahim dan mengarah ke vagina. Ini merupakan definisi dari jenis kanker serviks yang paling sering terjadi.
  • Adenocarcinoma, yaitu kanker yang berawal pada sel glandular, terdapat pada dinding kanal serviks.

Seberapa umumkah kanker serviks (kanker leher rahim)?

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sangat umum ditemui di seluruh dunia. Menurut catatan World Health Organization atau WHO, kanker leher rahim merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita.

Lebih jauh, WHO juga mengamati bahwa angka kejadian dari kanker leher rahim ini lebih besar di negara-negara berkembang daripada negara-negara maju.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan bahkan mencatat bahwa kanker ini menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Namun, semakin bertambah usia, risiko seseorang mengalami kanker leher rahim ini semakin besar.

Kanker leher rahim dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala kanker serviks (kanker leher rahim)?

Pada tahap awal, wanita dengan kanker serviks stadium awal dan pre-kanker tidak akan mengalami gejala. Pasalnya, kanker leher rahim tidak menunjukkan gejala awal hingga tumor terbentuk.

Tumor kemudian bisa mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Gejala kanker leher rahim bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini.

  • Perdarahan tidak wajar dari vagina, seperti perdarahan padahal tidak haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul.
  • Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Badan lemas dan mudah lelah.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Keputihan yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.

Ada beberapa kondisi lainnya, seperti infeksi, yang dapat menyebabkan berbagai ciri-ciri kanker serviks tersebut. Namun, apa pun penyebabnya, Anda tetap harus mengunjungi dokter untuk memeriksakannya.

Mengabaikan kemungkinan gejala kanker serviks hanya akan membuat kondisi memburuk dan kehilangan kesempatan perawatan yang efektif.

Lebih baik lagi, jangan menunggu hingga gejala kanker leher rahim muncul. Cara terbaik untuk merawat kesehatan alat reproduksi Anda adalah dengan melakukan tes pap smear dan pemeriksaan panggul secara rutin ke dokter kandungan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala kanker leher rahim yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda menunjukkan beberapa tanda atau gejala kanker serviks di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda.

Gejala pada satu orang belum tentu sama dengan yang lainnya. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda dan memeriksakan diri setiap muncul ciri-ciri kanker serviks.

Akan tetapi, sebenarnya semua wanita (terutama yang sudah menikah atau aktif secara seksual) harus ke dokter untuk memeriksakan diri dan mendapatkan vaksin HPV. Tidak perlu menunggu sampai muncul ciri-ciri dari kanker ini   baru mencari bantuan medis.

Wanita yang berusia di atas 40 tahun juga sangat disarankan untuk periksa ke dokter dan melakukan tes pap smear secara rutin. Pasalnya, semakin bertambah usia, Anda makin rentan terhadap salah satu penyakit kanker ini. Sedangkan Anda mungkin saja tidak merasakan berbagai gejala kanker serviks yang sudah mulai menyerang.

Penyebab

Apa penyebab kanker serviks (kanker leher rahim)?

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh Human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis HPV  yang bisa jadi penyebab kanker ini. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Di dalam tubuh wanita, virus penyebab kanker leher rahim ini menghasilkan dua jenis protein, yaitu E6 dan E7.

Kedua protein ini berbahaya karena bisa menonaktifkan gen-gen tertentu dalam tubuh wanita yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor.

Kedua protein ini juga memicu pertumbuhan sel-sel dinding rahim secara agresif. Pertumbuhan sel yang tidak wajar ini akhirnya menyebabkan perubahan gen (disebut juga sebagai mutasi gen). Mutasi gen inilah yang lantas menjadi penyebab kanker serviks berkembang dalam tubuh.

Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis infeksi HPV lainnya bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa bisa jadi penyebab kanker ini.

Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Anda alami.

Dua turunan dari virus HPV (HPV 16 dan HPV 18) diketahui berperan dalam 70% dari kasus kanker serviks. Jenis infeksi HPV ini tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka memiliki infeksi.

Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi “tuan rumah” HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.

HPV dapat ditemukan melalui tes pap smear. Inilah sebabnya tes pap smear sangat penting untuk mencegah kanker serviks.

Tes pap smear mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Jika Anda menangani perubahan sel tersebut, Anda dapat melindungi diri dari kanker ini.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko terkena kanker leher rahim?

Sejauh ini HPV memang diketahui jadi penyebab kanker serviks yang utama. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang Anda mengalami kanker ini, meski Anda tidak punya riwayat infeksi HPV sekalipun.

Simak berbagai faktor risiko penyebab kanker serviks berikut ini :

  • Usia yang semakin bertambah

Perempuan di bawah usia lima belas tahun memiliki risiko paling rendah terhadap kanker ini. Sedangkan risiko semakin meningkat pada wanita berusia di atas 40 tahun.

  • Faktor keturunan

Apabila dalam keluarga Anda, misalnya nenek, ibu, atau sepupu wanita yang pernah kena kanker serviks, Anda pun jadi dua hingga kali lebih rentan mengalami kanker ini dibandingkan orang yang tidak punya faktor keturunan kanker.

Masalahnya, mutasi gen yang jadi penyebab kanker ini bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.

  • Aktivitas seksual dengan banyak pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18. Begitu juga dengan perilaku seksual berisiko, seperti seks tanpa kondom atau berbagi mainan seks (sex toys) yang sama dengan orang lain.

Selain itu, melakukan hubungan seksual pada usia yang masih terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko terjangkit HPV. Wanita yang tidak pernah mendapatkan vaksin (imunisasi) HPV juga lebih rentan terinfeksi HPV yang bisa jadi penyebab kanker ini.

  • Kebiasaan merokok

Tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Wanita yang merokok memiliki risiko hingga dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks.

  • Kurangnya konsumsi buah dan sayur

Wanita yang memiliki pola makan kurang sehat, misalnya jarang makan buah dan sayur, mungkin memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker ini.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Wanita dengan kelebihan berat badan lebih mudah memiliki adenocarcinoma pada serviks.

  • Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa minum kontrasepsi oral (pil KB) dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari sekitar lima tahun, dapat meningkatkan risiko kanker ini.

Kalau Anda sudah lama minum pil KB untuk mencegah kehamilan, segera pertimbangkan untuk memilih kontrasepsi lain dan bicarakan dengan dokter kandungan Anda.

  • Sudah beberapa kali hamil dan melahirkan

Wanita yang pernah mengalami kehamilan hingga melahirkan (tidak keguguran) tiga kali atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

  • Hamil atau melahirkan di usia sangat muda

Sangat muda berarti berusia di bawah 17 tahun saat kehamilan hingga melahirkan pertama kalinya. Wanita yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama (tidak keguguran) dua kali lebih rentan terkena kanker serviks.

  • Terkena infeksi klamidia

Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan pernah atau sedang memiliki infeksi salah satu penyakit menular seksual, yaitu klamidia.

  • Pengobatan yang menurunkan sistem imun atau imunosupresi

Pengobatan atau kondisi yang mempengaruhi sistem imun, seperti human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS, bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV dan jadi penyebab kanker leher rahim.

  • Penggunaan obat diethylstilbestrol (DES)

DES adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Ibu yang menggunakan obat ini saat kehamilan memiliki risiko lebih besar terhadap kanker serviks.

Anak perempuan yang dilahirkan juga memiliki risiko yang lebih besar. Obat ini sudah tidak diresepkan lagi untuk ibu hamil sejak tahun 1980-an.

Akan tetapi, buat Anda yang pernah hamil atau dilahirkan sebelum 1980 masih berisiko mengalami kanker.

  • Kesulitan akses kesehatan yang memadai

Meskipun keadaan ekonomi seseorang tidak serta-merta jadi penyebab kanker serviks, namun hal ini sangat mungkin menghalangi akses wanita terhadap layanan serta pendidikan kesehatan yang memadai, termasuk tes pap smear.

Di samping beberapa faktor risiko yang telah disebutkan, ada beberapa mitos yang dianggap dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Sebagai contoh, sering makan es krim saat menstruasi, terlalu sering melahirkan, dan masih banyak mitos lainnya.

Mitos-mitos ini tentu tidak benar, karena tidak berdasar secara medis. Oleh sebab itu, selalu pastikan kembali segala informasi yang Anda dapatkan mengenai faktor risiko atau penyebab kanker serviks.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai hal tersebut. Dengan begitu, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu.

Obat & diagnosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kanker serviks (kanker leher rahim)?

Dokter biasanya menggunakan tes pap smear atau pemeriksaan IVA untuk mendiagnosis kanker leher rahim. Dokter dapat melakukan tes lainnya untuk melihat sel kanker atau pre-kanker pada leher rahim jika tes pap smear menunjukkan malfungsi perubahan sel, seperti biopsi serviks.

Dokter dapat merujuk Anda pada ginekolog (dokter spesialis kandungan, yaitu ahli kesehatan sistem reproduksi wanita) jika hasil tes menunjukkan kelainan, atau jika dokter melihat adanya pertumbuhan dalam serviks atau jika Anda memiliki perdarahan abnormal.

Tes untuk mendeteksi kanker serviks (kanker leher rahim)

Ada beberapa tes yang mungkin diperlukan sebagai cara mendeteksi kanker serviks, di antaranya adalah:  

  • Kolposkopi

Prosedur kolposkopi dilakukan dengan mikroskop kecil dengan sumber cahaya di ujung digunakan untuk memeriksa leher rahim Anda.

  • Cone biopsy

Prosedur kecil ini dilakukan di bawah obat bius. Bagian kecil berbentuk kerucut pada serviks akan diangkat untuk diperiksa. Setelah itu, Anda mungkin mengalami perdarahan vagina selama hingga empat minggu setelah prosedur.

Tes untuk mendeteksi stadium kanker leher rahim

Apabila dokter yakin Anda memiliki gejala kanker leher rahim, dokter kemudian akan memeriksa seberapa parah kondisi atau tahap stadium kanker leher rahim. Tesnya dapat meliputi hal-hal di bawah ini.

  • Memeriksa rahim, vagina, rektum, dan kemih apabila terdapat kanker. Prosedur ini dilakukan dengan obat bius.
  • Tes darah untuk memeriksa kondisi sekitar organ, seperti tulang, darah dan ginjal.
  • Tes imaging (pemindaian), yaitu dengan teknologi Computerised tomography (CT) scan, Magnetic resonance imaging (MRI) scan, sinar X, dan Positive emission tomography (PET) scan. Tujuan tes ini yaitu untuk mengidentifikasi tumor kanker dan apabila sel kanker telah menyebar (metastasis).

Apa obat kanker serviks yang sering digunakan?

Semakin cepat Anda mendeteksi gejala kanker serviks dan penyakitnya, semakin tinggi pula kemungkinkanan mengobati penyakit ini.

Cara mengobati kanker serviks terbilang cukup rumit. Namun, rumah sakit akan menyiapkan tim ahli yang ditentukan untuk mengatasi tahap awal dan tahap lanjut dari kanker leher rahim.

Walau idealnya menangani kanker serviks pada tahap awal, biasanya penyakit ini tidak didiagnosis cukup awal. Umumnya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, yaitu operasi, radioterapi dan kemoterapi.

1. Operasi

Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi kanker. Anda dan tim medis harus bekerja sama untuk hasil yang terbaik.

Radical trachelectomy

Prosedur ini mengangkat serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat, namun rahim tetap pada tempatnya. Jadi, masih ada kemungkinan Anda masih bisa punya anak.

Itu sebabnya, tindakan bedah ini sering kali menjadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.

Histerektomi total

Histerektomi adalah prosedur yang dilakukan dengan mengangkat serviks dan rahim, tergantung pada stadium kanker. Mungkin juga diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Anda sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Anda melakukan histerektomi total.

Pelvic exenteration

Operasi besar yang mengangkat serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi, dan rektum. Seperti histerektomi, Anda tidak bisa memiliki anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.

2. Radioterapi

Pada tahap awal kanker serviks, Anda dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Apabila kanker sudah berada pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.

3. Kemoterapi

Kemoterapi kanker serviks dapat dilakukan sebagai pengobatan tunggal ataupun digabung dengan radioterapi.

Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Anda akan membuat janji untuk mendapatkan dosis kemoterapi melalui infus.

Anda mungkin akan mengalami menopause dini, penyempitan pada vagina, atau limfedema setelah menjalani perawatan kanker leher rahim.

Komplikasi

Apa komplikasi dari kanker serviks yang mungkin terjadi?

Komplikasi yang dialami oleh penderita kanker leher rahim bisa terjadi akibat pengobatan yang dijalani atau disebabkan oleh kanker yang sudah pada tahapan yang cukup parah.

Beberapa komplikasi kanker serviks yang terjadi sebagai efek samping pengobatan adalah sebagai berikut.

  • Menopause dini.
  • Gangguan limfa yang ditandai dengan pembengkakan pada tangan atau kaki.
  • Dampak emosional.

Sementara itu, komplikasi yang terjadi karena kanker serviks yang dialami sudah pada tahapan yang cukup parah adalah:

  • Gagal ginjal.
  • Penggumpalan darah.
  • Perdarahan.
  • Fistula, yaitu terbentuknya saluran abnormal yang menghubungkan organ-organ dalam tubuh.

Pencegahan

Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah kanker serviks terjadi pada Anda.

  • Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks.
  • Jika Anda berusia di bawah 26 tahun, pastikan Anda mendapat vaksin HPV. 
  • Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman.
  • Menjaga gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang baik dengan mengonsumsi makanan yang dapat mencegah kanker leher rahim dan rutin berolahraga. 

Bila ada pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Jenis Makanan Sehat Pencegah Kanker Serviks

Mencegah kanker serviks selalu lebih baik daripada mengobati. Makanan berikut ini bisa menjadi alternatif Anda sebagai pencegah kanker serviks. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Alasan menjalani tes penyakit kelamin memang untuk mendeteksi adanya penularan. Namun, tidak hanya itu saja alasannya. Cari tahu lebih lanjut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 7 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Jenis Obat Kanker Serviks yang Umum Digunakan

Ketika seorang wanita dinyatakan memiliki kanker serviks, salah satu perawatannya yakni dengan memberikan berbagai obat. Apa saja pilihannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Serviks, Kanker 21 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Banyak yang khawatir kalau dudukan toilet umum bisa membuat orang tertular penyakit kelamin, sebab dudukan ini telah dipakai banyak orang. Benarkah begitu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal kanker serviks

Mengobati Kanker Serviks Secara Alami dengan Obat Herbal dan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2020 . Waktu baca 9 menit