Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/08/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat (prostate cancer) adalah pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkontrol di kelenjar prostat. Kelenjar prostat adalah salah satu bagian organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Organ ini berfungsi untuk memproduksi cairan yang melindungi dan mengangkut sperma.

Prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra atau saluran kencing. Ukurannya bervariasi seiring dengan bertambahnya usia. Pada pria muda, ukurannya seperti kacang kenari, tetapi bisa bertambah besar ketika memasuki usia dewasa.

Umumnya, sel kanker muncul pertama kali di sel-sel bagian luar kelenjar prostat. Pertumbuhannya cenderung sangat lambat dan tidak berpotensi menyebar. Namun, pada beberapa kasus, sel kanker dapat berkembang dengan cepat dan menjalar ke bagian tubuh lain.

Apabila terdeteksi sedini mungkin dan masih tergolong di stadium kanker prostat awal, peluang keberhasilan pengobatan akan lebih besar.

Seberapa umumkah penyakit ini terjadi?

Kanker prostat adalah salah satu penyakit kanker yang sering terjadi pada pria. Penyakit ini pun merupakan salah satu penyebab kematian pada pria yang tertinggi.

Menurut data Globocan 2018, ada sekitar 1,3 juta kasus baru kanker prostat yang terjadi di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 11.361 kasusnya terjadi di Indonesia. Adapun sebanyak 5.007 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit ini.

Kanker prostat lebih sering ditemukan pada pria berusia lanjut atau lansia, yaitu sekitar 60 tahun ke atas. Diperkirakan satu dari sepuluh pria lansia di Indonesia menderita penyakit ini.

Namun, dalam kasus yang jarang, penyakit ini pun bisa terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun. Bahkan, kanker “prostat” pada wanita pun bisa saja terjadi.

Meskipun penyakit ini tergolong serius, kemungkinan untuk sembuh atau harapan hidup bagi pasien masih tinggi. Anda dapat mengatasi penyakit ini dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker prostat?

Jenis-jenis kanker prostat tergantung pada tipe sel tempat awal mulanya kanker berkembang. Berikut adalah beberapa jenisnya:

1. Adenokarsinoma asinar

Adenokarsinoma asinar adalah sel kanker yang berkembang di sel-sel kelenjar yang melapisi prostat. Jenis ini adalah yang paling sering ditemukan. Hampir semua pasien penderita kanker prostat tergolong ke dalam jenis ini.

2. Adenokarsinoma duktal

Kanker jenis adenokarsinoma duktal pertama kali muncul di sel-sel yang melapisi tabung atau saluran kelenjar prostat. Kanker jenis ini berkembang dan menyebar lebih cepat dibanding dengan adenokarsinoma asinar.

3. Sel kanker transisional (urotelial)

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel yang terletak di lapisan saluran kencing atau uretra. Jenis kanker ini umumnya berawal di kandung kemih dan menyebar ke prostat.

Namun, pada kasus yang jarang terjadi, sel ini kemungkinan muncul pertama kali di kelenjar prostat dan menyebar ke saluran kandung kemih serta jaringan-jaringan di sekitarnya.

4. Sel kanker skuamosa

Jenis sel kanker ini muncul dan berkembang di sel-sel pipih yang menyelimuti prostat. Pertumbuhan dan penyebarannya cenderung lebih cepat dibanding sel-sel kanker jenis adenokarsinoma.

5. Sel kanker prostat kecil

Sel kanker jenis ini berkembang di sel-sel kecil prostat. Jenis ini termasuk dalam kanker neuroendokrin.

6. Tipe lainnya

Beberapa jenis sel kanker lainnya juga dapat muncul di kelenjar prostat, adalah:

  • Karsinoid
  • Sarkoma

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker prostat?

Tanda-tanda dan gejala kanker prostat umumnya tidak akan muncul pada saat stadium awal. Gejala seringkali baru muncul apabila sel kanker sudah berkembang.

Berikut beberapa gejala yang umumnya terjadi:

  • Lebih sering buang air kecil.
  • Terbangun di malam hari untuk kencing (nokturia).
  • Kesulitan untuk buang air kecil.
  • Buang air kecil terasa tidak tuntas, butuh waktu keluar lebih lama atau masih tersisa.
  • Urine bocor, biasanya terjadi setelah selesai kencing.
  • Darah atau sperma muncul di urine.
  • Masalah pada ereksi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan gejala dan tanda-tanda yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan tepat dengan stadium kanker yang Anda derita, pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab & faktor-faktor risiko

Apa penyebab kanker prostat?

Pada dasarnya, penyebab kanker prostat adalah adanya perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang sehat. Akibat mutasi DNA tersebut, sel-sel sehat ini menjadi abnornal dan kemudian tumbuh secara tidak terkendali.

Hingga saat ini, belum ditemukan apa penyebab pasti dari perubahan DNA tersebut dan berkembangnya sel kanker pada prostat. Namun, beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini?

Kanker prostat adalah penyakit yang dapat menyerang setiap pria dari hampir berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit ini.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Sementara itu, memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko di bawah bukan berarti Anda dipastikan mengidap penyakit ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu munculnya penyakit ini:

  • Berusia di atas 50 atau 60 tahun ke atas.
  • Ada anggota keluarga dengan riwayat kanker prostat.
  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Sering mengonsumsi daging merah serta makanan atau minuman dengan kandungan kalsium yang tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penderita penyakit seksual menular.
  • Pernah menderita kanker di bagian tubuh lain.
  • Pernah menjalani operasi vasektomi.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kanker prostat?

Apabila tidak segera ditangani, kanker prostat bisa memunculkan berbagai komplikasi yang meliputi:

1. Penyebaran sel kanker (metastasis)

Sel-sel kanker yang berkembang di prostat dapat menyebar ke organ-organ tubuh di sekitarnya, seperti kandung kemih. Selain itu, sel kanker juga dapat menyebar melalui aliran darah menuju tulang atau organ tubuh lainnya.

Sel kanker yang telah mencapai tulang dapat menyebabkan nyeri dan risiko patah tulang. Apabila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, kondisi ini masih bisa dikendalikan walaupun dengan tingkat kesembuhan yang sangat rendah.

2. Inkontinensia

Tumbuhnya sel kanker dan pengobatan penyakit ini dapat mengakibatkan inkontinensia urin. Pengobatan untuk inkontinensia tergantung pada tipe dan tingkat keparahannya.

3. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh penyakit ini serta pengobatannya, baik operasi maupun terapi lainnya.

Diagnosis

Bagaimana kanker prostat didiagnosis?

Dalam melakukan diagnosis kanker prostat, dokter dan tim medis umumnya akan melakukan beberapa tes atau pemeriksaan. Berikut beberapa tes yang mungkin perlu Anda jalani untuk memastikan kondisi di kelenjar prostat Anda:

1. Digital rectal exam (DRE)

Pada digital rectal exam (DRE) atau pemeriksaan colok dubur, dokter akan memakai sarung tangan yang diberi pelumas, kemudian memasukkan jari ke dalam rektum untuk memeriksa prostat Anda. Apabila dokter melihat adanya keanehan tekstur, bentuk, atau ukuran prostat, Anda harus menjalani tes tambahan.

2. Tes prostate-specific antigen (PSA)

Tes PSA dilakukan dengan cara mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa. Dokter akan mengecek darah Anda untuk mengetahui kadar PSA, zat yang diproduksi oleh kelenjar prostat.

Jika kadar PSA dalam darah Anda dinilai berlebihan, ada kemungkinan prostat Anda mengalami masalah.

Tes PSA yang dikombinasikan dengan DRE dapat membantu mendeteksi penyakit ini pada stadium awal. Bahkan, kedua tes ini pun disebut dapat membantu mendeteksi sel kanker sejak dini meski tidak ada gejala yang muncul. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan para ahli.

3. Tes USG

Tes PSA dan DRE saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis kanker. Jika dokter menemukan adanya ketidakwajaran dari hasil tes PSA atau DRE, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya melalui USG.

Pada USG prostat, dokter akan memasukkan alat kecil berbentuk tabung ke dalam rektum Anda. Alat ini memancarkan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar dari kelenjar prostat Anda.

4. MRI

MRI prostat mungkin perlu Anda jalani bila kadar PSA Anda menunjukkan angka yang tinggi. Jika hasil MRI menunjukkan adanya masalah pada prostat, tindakan biopsi mungkin diperlukan.

5. Pengambilan sampel jaringan prostat (biopsi)

Dokter juga mungkin akan mengambil sebagian sampel jaringan prostat Anda. Prosedur ini disebut juga dengan biopsi.

Biopsi prostat dilakukan dengan memasukkan jarum kecil untuk mengambil sebagian jaringan. Biopsi dilakukan jika hasil tes PSA Anda tinggi atau pada pemeriksaan DRE menunjukan adanya benjolan dengan permukaan yang tidak rata atau keras.

Beberapa tes lainnya mungkin juga diperlukan untuk mendeteksi penyakit ini. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapat jenis pemeriksaan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker prostat?

Pengobatan kanker prostat diberikan tergantung pada tingkat keparahan, penyebaran sel kanker, serta kondisi kesehatan Anda. Apabila Anda terdiagnosis dengan kanker prostat berisiko rendah, dokter akan merekomendasikan Anda menjalani check up rutin berupa tes darah, tes rektum, dan biopsi.

Namun, apabila sel kanker Anda ternyata berkembang dan mulai memasuki stadium yang lebih tinggi, berikut adalah beberapa jenis penanganan yang mungkin Anda dapatkan:

1. Operasi

Prosedur bedah atau operasi dilakukan dengan cara mengangkat kelenjar prostat dan sebagian jaringan di sekitarnya. Prosedur ini dinamakan dengan prostatektomi radikal.

Terdapat dua metode dalam melakukan operasi ini, yaitu operasi retropubik atau operasi perineal.

2. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan energi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi untuk prostat umumnya dilakukan dengan dua cara:

  • Radiasi dari luar tubuh (radioterapi eksternal)
  • Radiasi dari dalam tubuh (brakiterapi)

3. Terapi hormon

Terapi hormon dilakukan dengan cara menghentikan produksi hormon testosteron di dalam tubuh Anda. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan sel kanker prostat sangat bergantung pada hormon testosteron.

Dengan menghentikan atau mengurangi produksi hormon tersebut di dalam tubuh, diharapkan pertumbuhan sel-sel kanker akan melambat, kemudian mati.

4. Kemoterapi

Obat kemoterapi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum dalam bentuk pil.

Kemoterapi berguna untuk penderita kanker stadium akhir, dan juga untuk penderita yang tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melakukan terapi hormon.

5. Imunoterapi

Immunoterapi dilakukan dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Salah satu jenis imunoterapi yang umumnya dilakukan untuk penyakit ini, terutama pada stadium lanjut, yaitu sipuleucel-T (Provenge).

6. Cryotherapy

Cryotheraphy dilakukan dengan menggunakan suhu yang sangat dingin untuk membekukan dan membunuh sel kanker serta sebagian besar kelenjar prostat.

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda, beserta dengan kelebihan dan efek samping yang mungkin terjadi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker prostat?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker prostat:

  • Kontrol sesuai jadwal untuk melihat perkembangan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi dokter Anda, dan konsumsi obat sesuai anjuran.
  • Diet sehat dengan konsumsi banyak buah dan sayuran.
  • Olahraga.
  • Jaga berat badan dalam rentang yang normal.

Berbagai cara pengobatan di rumah, seperti diet sehat, olahraga, dan menjaga berat badan pun perlu Anda lakukan meski Anda tidak menderita penyakit yang satu ini. Hal ini dapat berguna untuk mencegah kanker prostat terjadi di diri Anda pada masa depan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Prostatitis

Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Pembesaran prostat jinak adalah kondisi di mana kelenjar prostat pria membesar tetapi bukan karena kanker. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Aturan dan Jenis Makanan yang Disarankan untuk Pasien Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 5 menit
diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit

Inkontinensia Urin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit