home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Lakukan 6 Hal ini Setelah Terdiagnosis Kanker

Lakukan 6 Hal ini Setelah Terdiagnosis Kanker

Mengetahui diri Anda terkena kanker akan menimbulkan perasaan takut, cemas, dan marah. Bahkan, ada pula yang tidak mempercayainya. Semua emosi tersebut adalah hal yang wajar dan butuh waktu untuk mengelolanya. Namun, bukan berati Anda boleh tenggelam dalam emosi tersebut dan menyerah. Tindakan ini bisa mempersulit Anda untuk mengikuti perawatan dan kembali sehat. Oleh karena itu, simak berbagai hal bijak yang sebaiknya dilakukan setelah terdiagnosis kanker.

Hal yang perlu dilakukan setelah terdiagnosis kanker

pemeriksaan dokter gastroenterologi

Mendengar penjelasan dokter bahwa Anda mengidap kanker mungkin terasa seperti mimpi buruk. Anda ingin terbangun dan berharap semuanya baik-baik saja. Namun, nyatanya hal inilah yang benar-benar sedang Anda hadapi.

Anda butuh waktu untuk mencerna hal tersebut beberapa hari ke depan, dan kemudian mengambil langkah untuk menerimanya. Bila hati Anda sudah menerima kondisi tersebut, Anda akan mendapatkan kekuatan untuk menghadapinya.

Masa transisi setelah didiagnosis kanker hingga Anda menerima kondisi tersebut, pasti dilalui dengan beragam hal. Berikut pedoman American Cancer Society mengenai beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah terdiagnosis kanker.

1. Menambah wawasan mengenai kanker dan pengobatannya

Untuk memahami kondisi Anda, cobalah mencari informasi mengenai penyakit kanker yang diidap. Ini meliputi jenis kanker, seberapa parah kondisinya, kemungkinan untuk sembuh dari penyakit ini, dan pengobatan kanker mana yang paling baik untuk dipilih.

Pertimbangkan untuk membawa anggota keluarga atau orang terdekat saat melakukan konsultasi ke dokter. Anda juga bisa menambah wawasan dengan membaca buku atau artikel kesehatan dari sumber yang tepercaya.

Dengan meningkatkan wawasan mengenai penyakit kanker yang menyerang tubuh, tentu membantu Anda untuk memutuskan pengobatan mana yang paling baik, sekaligus membantu Anda hidup lebih baik.

Baca lebih banyak artikel seputar kanker di sini!

2. Luapkan emosi Anda

Menahan emosi yang Anda rasakan tidak akan berakhir dengan baik. Oleh karena itu, Anda boleh meluapkan semua emosi yang dirasakan setelah terdiagnosis kanker.

Ada banyak cara yang bisa Anda pilih, misalnya membicarakan hal ini dengan orang yang paling dekat dan bisa Anda percaya. Cara ini bisa membuat perasaan jadi lebih lega bahkan memberikan Anda kekuatan.

Selain membicarakan hal ini dari hati ke hati, Anda juga boleh memilih untuk menulis jurnal, melukis, atau melakukan hal lain yang bisa membantu Anda mengekspresikan emosi.

3. Jangan terus bersedih, tetap lakukan aktivitas seperti biasanya

Diam meratapi diri, membuat Anda semakin sedih, cemas, dan tertekan. Ini karena otak akan terus mengingat kilas balik setelah Anda terdiagnosis kanker. Bahkan memunculkan kekhawatiran akan berbagai hal yang buruk. Padahal belum tentu hal buruk tersebut akan Anda hadapi.

Oleh sebab itu, ketimbang berdiam diri lebih baik Anda menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan menyenangkan yang biasanya Anda lakukan setiap hari.

Anda bisa memasak makanan kesukaan, menonton film favorit, membaca buku yang inspiratif, memainkan alat musik yang Anda kuasai, atau menemui orang-orang yang Anda sayangi.

Apakah Anda berisiko terkena kanker payudara? Cek risiko Anda terkena penyakit kanker di sini!

4. Tetap berolahraga

tanda olahraga berhasil

Berdasarkan studi, olahraga memberikan manfaat untuk pasien kanker. Selain menyehatkan fisik, menjalani aktivitas ini juga bisa meningkatkan kesehatan mental karena mampu mengurangi stres yang Anda rasakan.

Anda boleh kembali aktif berolahraga, tapi konsultasikan dengan dokter lebih dahulu. Dokter akan membantu Anda memilih olahraga yang aman sekaligus membuat rencana olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.

health-tool-icon

Kalkulator Detak Jantung

Cari tahu berapa detak jantung istirahat (RHR) maksimum untuk usia Anda dan bagaimana intensitas olahraga dan faktor lain memengaruhi detak jantung.

Laki-laki

Wanita

Anda mengecek untuk ....

Detak jantung istirahat Anda .... (bpm/denyut per menit)

60

5. Terkoneksi dengan orang di sekitar

Menemukan kekuatan untuk bangkit setelah terdiagnosis kanker tidak selalu mudah. Tenang, semua hal tersebut tidak harus Anda tanggung sendiri. Ada kalanya, Anda butuh orang lain untuk lebih kuat menghadapinya.

Jadi, jangan memutuskan komunikasi dengan orang-orang di sekitar Anda. Sebaliknya jalin komunikasi menjadi lebih baik dan lebih luas. Di antara lingkar pertemanan ini, Anda mungkin bisa mendapatkan bantuan, seperti informasi mengenai rumah sakit atau komunitas.

Yang terpenting, hal ini bisa membuat Anda tidak merasa sendiri lagi.

6. Minta bantuan ahlinya

Penyakit kanker dapat menyebabkan banyak perubahan, misalnya gaya hidup, kondisi fisik terkait gejala kanker, dan pandangan orang lain mengenai kondisi Anda. Kesemua perubahan tersebut, mungkin membuat Anda stres.

Jangan bersedih, ini adalah hal yang wajar. Selama Anda berjuang untuk melawan penyakit ini, bukan berarti Anda harus selalu menjadi sosok yang kuat. Ada kalanya Anda boleh bersedih atau kecewa. Hanya saja, masa terpuruk ini punya batas waktu.

Cobalah untuk bangkit kembali dan minta bantuan psikolog agar kondisi mental Anda menjadi lebih baik.

Setiap orang bisa menerima penyakit kanker yang diidapnya dengan cara yang berbeda-beda. Tidak ada salahnya, bila Anda mencoba langkah-langkah di atas agar tidak tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, June 25). Cancer diagnosis? advice for coping with what’s next. Mayo Clinic. Retrieved December 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-diagnosis/art-20046527

Mayo Foundation for Medical Education and Research. (2020, September 19). 11 tips for coping with a cancer diagnosis. Mayo Clinic. Retrieved December 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-diagnosis/art-20044544

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.