Membedakan Tahi Lalat Normal dan Tahi Lalat Kanker Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang setidaknya memiliki satu tahi lalat di tubuhnya.

Tahi lalat sering muncul di masa kanak-kanak. Jika Anda dilahirkan dengan tahi lalat, bintik-bintik ini dianggap sebagai tanda lahir. Tanda lahir adalah hasil dari pigmentasi warna dari melanosit (sel pigmen kulit) yang mengelompok tanpa alasan jelas.

Kondisi kulit ini umumnya tidak berbahaya, Namun demikian, beberapa tahi lalat bisa berubah menjadi kanker.

Cara membedakan tahi lalat normal dan gejala kanker kulit

Bentuk yang tidak biasa, luka, benjolan, mendadak muncul tanpa disadari, atau perubahan tampilan atau sensasi pada area kulit mungkin menjadi pertanda melanoma atau jenis lain dari kanker kulit — atau sebagai peringatan dini.

Tahi lalat normal

Tahi lalat tanda lahir normal biasanya berwarna merata — nuansa kecokelatan, biru-keabuan (Mongolian spot), noda kemerahan (salmon patches), keunguan (hemangioma), hitam legam. Orang-orang berkulit atau rambut gelap cenderung memiliki tahi lalat yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berkulit putih atau rambut pirang.

Tahi lalat dapat menyatu rata dengan kulit atau timbul terangkat, bahkan bisa disertai pertumbuhan rambut. Bentuknya bisa bulat sempurna atau oval. Tanda lahir normal umumnya berdiameter kurang dari 6 milimeter (selebar penghapus di ujung pensil).

Beberapa tanda lahir dapat hadir begitu Anda lahir, tetapi kebanyakan muncul selama masa kanak-kanak atau dewasa awal. Setelah tahi lalat berkembang, mereka akan biasanya tetap memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang sama selama bertahun-tahun.

Beberapa tahi lalat mungkin menggelap (saat hamil), bertambah (selama masa remaja), atau memudar (di usia lanjut: 40-50 tahun ke atas) sebagai respon terhadap hormon. Pada saat Anda mencapai usia dewasa, Anda mungkin memiliki 10 buah atau lebih tanda lahir pada tubuh Anda.

Tahi lalat yang baru muncul di kemudian hari harus diperiksa oleh dokter.

Tahi lalat tanda kanker kulit

Tanda peringatan yang paling penting dari melanoma adalah tahi lalat yang baru muncul pada kulit (pasca remaja awal).

Melanoma, salah satu bentuk kanker kulit paling mematikan, mungkin berawal sebagai tahi lalat datar dan lama kelamaan membesar. Pada kasus yang jarang, kondisi kulit itu mungkin tidak berpigmen.

Pedoman “ABCDE” adalah cara lain yang bisa memudahkan Anda membedakan mana-mana saja yang merupakan tanda klasik dari melanoma. Jika Anda memiliki salah satu tanda-tanda peringatan di bawah ini, segera beri tahu dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

A untuk Asymmetry (Asimetri)

Tahi lalat normal memiliki bentuk simetris sempurna, di mana salah satu pinggirannya akan cocok dengan sisi yang satunya. Tanda lahir yang dicurigai sebagai gejala kanker kulit akan memiliki ketidakcocokan dalam ukuran dan bentuk. Hal ini diakibatkan karena sel pada salah satu sisinya bertumbuh lebih cepat daripada yang lain. Sel kanker akan cenderung berkembang lebih cepat daripada sel normal, dan dalam pola yang tidak beraturan.

B untuk Border (Pinggiran)

Tepian tanda lahir normal akan memiliki batasan yang terdefinisi, terpisah jelas mana warna kulit Anda berakhir dan di mana pigmentasi warna akibat tahi lalat dimulai.

Jika pinggiran tanda lahir tampak kabur — seperti seseorang yang mewarnai di luar garis — hal ini bisa menjadi pertanda kanker. Tepian yang compang-camping atau buram juga diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

C untuk Color (Warna)

Selama warnanya tetap solid, sama rata di segala sisi, tahi lalat Anda termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika Anda melihat adanya beragam corak warna dalam satu wilayah tahi lalat, tanda lahir Anda bisa bersifat kanker.

Melanoma akan berbentuk seperti bercak yang memiliki corak nuansa berbeda dari  satu famili warna. Misalnya, di tengah berwarna merah muda yang berangsur menggelap kemerahan di pinggirannya, atau kebalikannya (tahi lalat berwarna merah saja atau pink saja termasuk normal). Atau, tahi lalat kanker dapat menunjukkan bercak warna yang berbeda sama sekali di satu tempat, misalnya merah, putih, keabuan dalam satu tahi lalat.

D untuk Diameter

Tanda lahir yang normal akan berukuran tetap sama sepanjang waktu. Sebuah tahi lalat yang bertumbuh membesar tiba-tiba, lebih besar dari 6 mm, dapat mengindikasikan masalah. Namun demikian, melanoma juga kadang ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil dari yang seharusnya.

E untuk Evolving (Perubahan)

Perubahan merupakan pertanda buruk ketika membicarakan soal tanda lahir. Tahi lalat berubah warna, ukuran, bentuk sehingga terlihat sangat berbeda dibandingkan dari semua tahi lalat lain pada kulit Anda mengindikasikan bahwa inilah waktunya Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Penting pula untuk melakukan pemeriksaan kulit mandiri secara teratur untuk mengawasi tanda lahir yang mengalami pertumbuhan atau perubahan warna atau bentuk yang mencurigakan.

Di luar pedoman ABCDE, perhatikan pula setiap perbedaan lain yang mungkin tampak pada tanda lahir Anda — seperti kemerahan, bersisik, berdarah, keluar nanah, pembengkakan di luar tepian tahi lalat, sensasi gatal, nyeri, atau sakit saat disentuh.

Selain itu, perhatikan tiga karakteristik di bawah ini:

  • Ada lebih dari 100 tahi lalat di tubuh Anda
  • Kebanyakan berukuran lebih dari 8 mm
  • Kebanyakan berbentuk atipikal

Jika Anda memiliki tiga karakteristik tahi lalat ini, disebut “classic atypical mole syndrome”, Anda berada pada risiko tinggi untuk mengembangkan melanoma. Peluang Anda akan meningkat dramatis jika Anda tidak hanya memiliki sindrom ini, namun juga memiliki anggota keluarga dekat (tingkat satu atau dua) yang mengidap melanoma. Sementara tanda lahir atipikal seringnya timbul pada masa anak-anak, mereka dapat muncul di setiap saat kehidupan pada orang dengan kondisi ini.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

    Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

    Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

    Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal Bentonite Clay dan Segudang Manfaatnya

    Tak banyak yang tahu tentang bentonite clay. Padahal, bentonite clay punya banyak manfaat untuk tubuh yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan yang baik untuk usus

    Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    memotong kuku

    7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
    polip hidung

    Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit