home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kanker Lambung (Perut)

Definisi|Tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Komplikasi|Diagnosis & pengobatan|Pengobatan di rumah|Pencegahan
Kanker Lambung (Perut)

Definisi

Apa itu kanker lambung ?

Pengertian kanker lambung atau kanker perut adalah munculnya sel-sel di sekitar lapisan lambung atau perut yang tumbuh secara tidak terkendali.

Sel kanker bisa menyerang lapisan-lapisan di perut, mulai dari lapisan paling dalam (mukosa), lapisan pendukung (submukosa), lapisan otot (muscularis propia), dan lapisan terluar pembungkus perut (subserosa dan serosa).

Jenis kanker ini cenderung berkembang cukup lambat atau memakan waktu bertahun-tahun. Biasanya dimulai dari sel di bagian paling dalam dan menyebar ke sel terluar. Perubahan sel normal menjadi sel kanker, jarang menimbulkan gejala sehingga kerap kali tidak terdeteksi.

Disebut sebagai kanker perut, bila menyerang lambung dan lapisan-lapisan perut. Jika kanker menyerang usus besar, usus kecil, hati, atau pankreas, dokter akan mendiagnosisnya dengan jenis kanker lain, walaupun organ tersebut berada di sekitar perut.

Alasannya, kanker yang menyerang organ tersebut menimbulkan gejala yang berbeda dan perawatannya pun juga berbeda.

Beberapa jenis kanker lambung (perut) yang umum terjadi adalah:

  • Adenokarsinoma: Jenis kanker yang paling umum terjadi, sekitar 90-95% kasus. Sel kanker berawal dari lapisan mukosa lambung.
  • Limfoma: Kanker yang umumnya muncul di jaringan sistem kekebalan tubuh, yang kadang-kadang juga muncul di dinding perut.
  • Tumor stroma gastrointestinal (GIST): Tumor langka yang berawal dari sel-sel abnormal di dinding perut, yakni sel interstitial Cajal. Beberapa tumor ini bersifat jinak dan ganas (tumor kanker).
  • Tumor karsinoid: Tumor ini berawal dari sel-sel pembuat hormon di lambung, yang bisa berkemungkinan kecil menjadi kanker dan menyebar ke organ lain.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Ketimbang kanker payudara atau kanker serviks, penyakit kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut kurang umum terjadi.

Namun, menurut data World Health Organization (WHO), kanker lambung (perut) masuk dalam daftar jenis kanker yang paling sering menyebabkan kematian di dunia. Di Indonesia, data Globocan tahun 2018 mencatat 3014 kasus dengan angka kematian mencapai 2521 jiwa.

Tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala kanker lambung (perut)?

Kanker umumnya jarang menimbulkan gejala di awal penyakit. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada beberapa pasien yang merasakan beberapa gejala kanker di tahap awal.

Berikut ini gejala penyakit kanker lambung (perut) yang dapat muncul pada stadium 1, 2, maupun 3:

  • Nyeri perut di area perut bagian atas.
  • Sering mengalami mulas, mual, dan muntah.
  • Nafsu makan menurun diikuti dengan penurunan besar badan.
  • Tubuh terasa sangat lemah dan mudah lelah.
  • Mengalami muntah darah atau BAB berdarah.
  • Perut cepat kenyang, padahal makan sedikit.

Jika sel kanker telah menyebar dan menyerang organ di sekitar, seperti usus atau hati, pertanda kanker lambung (perut) sudah memasuki stadium 4 atau akhir. Gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Pembengkakan pada perut bagian atas.
  • Kulit dan putih mata berubah menjadi kekuningan (jaundice).
  • Adanya penumpukan cairan di rongga perut (asites).

Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Beberapa juga bisa mengalami gejala yang tidak disebutkan di atas.

Kapan harus periksa ke dokter?

Gejala di atas memang sangat umum dan sering disebabkan oleh masalah pencernaan selain kanker. Namun, jika gejala yang Anda rasakan tidak membaik dalam beberapa minggu, jangan tunda pemeriksaan dokter. Gejala tersebut bisa jadi adalah pertanda kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut.

Penyebab

Apa penyebab kanker lambung (perut)?

Penyebab kanker lambung (perut) tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ahli kesehatan berpendapat jika penyakit ini tidak berbeda dengan penyebab kanker secara umum, yakni mutasi DNA.

DNA berisi sistem perintah bagi sel untuk dapat bekerja dengan normal. Jika terjadi mutasi, sistem perintah tersebut bisa rusak dan kacau. Akibatnya, kerja sel menjadi tidak abnormal. Sel akan terus membelah tanpa kendali dan sel rusak yang terprogram untuk mati akan tetap hidup.

Lambat laun, akan terjadi penumpukan sel yang nantinya membentuk tumor di lapisan kanker atau lapisan perut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kanker lambung (perut)?

Meskipun penyebab kanker lambung (perut) tidak diketahui secara pasti, ahli kesehatan telah menemukan berbagai faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:

  • Berusia di atas 50 tahun karena kebanyakan kasus kanker terdeteksi pada usia 60 hingga 80 tahun.
  • Pria lebih rentan dialami ketimbang wanita.
  • Infeksi bakteri H.pylori yang menimbulkan luka menganga di lapisan lambung atau perut.
  • Perokok atau sering menghirup asap rokok.
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan abses di perut dan memiliki berat badan berlebihan.
  • Terdapat masalah kesehatan tertentu, seperti anemia pernisiosa atau hipertropik gastropati
  • Sindroma kanker keluarga, yakni memiliki mutasi gen CDH1, MLH1/MSH2, BRCA1/BRCA2, dan TP53 dalam tubuh. Gen tersebut membuat risiko seseorang terhadap kanker lambung, kanker usus besar, dan kanker payudara semakin tinggi.

Komplikasi

Apa saja komplikasi kanker lambung (perut)?

Kanker dapat menyebabkan komplikasi jika tidak diobati dengan tepat atau terlambat diobati. Berdasarkan laporan dalam jurnal Molecular and clinical oncology, komplikasi kanker lambung (perut) yang umumnya terjadi adalah:

  • Asites: Terjadinya penumpukan cairan pada rongga perut, tepatnya antara organ dalam perut dengan dinding perut bagian dalam.
  • Obstruksi perut: Penyumbatan perut yang membuat makanan atau cairan tidak bisa melewati usus kecil maupun usus besar. Kondisi ini terjadi karena adanya tumor yang berukuran besar di perut.
  • Ikterus: Kondisi menguningnya putih mata dan kulit akibat sel kanker yang menyerang hati.
  • Trombosis: Terjadi penggumpalan darah di pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Hidronefrosis: Pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine di ginjal akibat adanya penyumbatan.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang dilakukan untuk kanker lambung (perut)?

Menegakkan diagnosis kanker lambung tidak hanya dengan melihat gejala-gejala yang dialami saja. Dokter perlu memastikan adanya sel kanker di area tersebut dengan beberapa tes kesehatan, seperti:

  • Tes pencitraan

Tes ini meliputi CT scan dan rontgen yang dilakukan untuk melihat adanya sel kanker dan tumor.

  • Endoskopi

Tes ini dilakukan untuk melihat bagian dalam perut dengan sebuah tabung tipis yang dilengkapi kamera kecil melalui tenggorokan. Bila ada jaringan yang mencurigakan, dokter akan memotong sebagian jaringan tersebut untuk dilakukan biopsi.

  • Biopsi

Prosedur medis dengan mengambil jaringan tubuh tertentu sebagai sampel. Kemudian, sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium dan dilihat dengan mikroskop.

Guna menentukan stadium kanker lambung, dokter onkologi akan meminta Anda melakukan tes kesehatan lanjutan, seperti:

  • Tes pencitraan tambahan, berupa PET scan (positron emission tomography).
  • Operasi eksplorasi untuk melihat kanker dan sampai mana penyebarannya. Kadang operasi ini dilakukan dengan laparoskopi, yakni membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan kamera khusus untuk melihat kondisi perut.

Apa saja stadium kanker lambung (perut)?

Setelah tes di atas dilakukan, dokter akan menentukan stadium kanker lambung yang Anda miliki, seperti:

  • Kanker lambung (perut) stadium 1/awal: Terdapat tumor kecil di lapisan atau jaringan yang melapisi perut dan lambung. Pada tahap ini, sel kanker juga mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Kanker lambung (perut) stadium 2: Kanker sudah menyebar ke area luar maupun dalam, tumbuh hingga mencapai lapisan otot dan beberapa kelenjar getah bening.
  • Kanker lambung (perut) stadium 3: Kanker mungkin sudah menyebar ke seluruh lapisan lambung dn menyebar ke jaringan atau organ terdekat.
  • Kanker lambung (perut) stadium 4/akhir: Kanker mungkin sudah menyebar ke jaringan atau organ yang letaknya berjauhan dengan area awal tumbuhnya kanker.

Apa saja cara mengobati kanker lambung?

Setelah diagnosis ditegakkan dan stadium kanker ditentukan, dokter akan merekomendasikan pengobatan kanker lambung, berupa:

  • Operasi

Sel kanker yang belum menyebar membutuhkan operasi pengangkatan tumor. Tujuannya, untuk menghilangkan sel kanker dan menyelamatkan jaringan yang sehat dari sel kanker.

Prosedurnya beragam mulai dari reseksi mukosa endoskopi (pengangkatan lapisan dalam lambung dengan endoskopi), gastrektomi subtotal (mengangkat bagian perut yang terkena kanker), dan gastrektomi total (pengangkatan seluruh perut dan beberapa jaringan di sekitarnya). Kelenjar getah bening yang terkena juga perlu diangkat.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan terapi obat-obatan. Tujuannya untuk mematikan sel-sel kanker. Biasanya dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor atau setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa.

  • Radioterapi

Selain kemoterapi, radioterapi juga bisa menjadi pilihan. Pengobatan kanker ini menggunakan energi sinar X atau proton untuk membunuh sel kanker.

Radioterapi dijalankan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor. Bisa juga bersamaan dengan kemoterapi setelah operasi kanker dilakukan untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker lambung (perut)?

Selain pengobatan dokter, perawatan rumahan juga diperlukan oleh pasien kanker. Caranya dengan mengubah gaya hidup yang sesuai untuk pasien kanker, seperti:

  • Menjalani diet kanker untuk mendapatkan nutrisi makanan yang mencukupi.
  • Menghindari pantangan makanan, seperti makanan berpengawet, tinggi gula, atau tinggi lemak.
  • Melakukan olahraga secara rutin untuk mengendalikan berat badan.
  • Mengikuti pengobatan kanker yang direkomendasikan dokter hingga tuntas dan rutin. Konsultasikan pada dokter jika ingin mengonsumsi obat kanker perut herbal.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker lambung?

Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit kanker yang menyerang saluran cerna ini. Namun, ahli kesehatan merekemondasikan beberapa pendekatan yang bisa menurunkan risiko terjadinya kanker lambung atau kanker perut ini.

Beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker lambung yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kurangi konsumsi makanan olahan, makanan berpengawet, makanan tinggi gula, dan makanan yang tinggi lemak serta makanan yang penyajiannya dibakar.
  • Pastikan Anda aktif setiap hari, seperti rutin menjalani olahraga.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
  • Obati infeksi yang disebabkan oleh bakteri H. pylori hingga tuntas.
  • Berhati-hati menggunakan obat pereda nyeri, seperti aspirin. Konsultasikan ke dokter jika Anda ingin menggunakan obat ini.
  • Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker, lakukan pengujian genetik. Hal ini dilakukan untuk melihat adanya sindroma kanker keluarga yang membuat seseorang berisiko dengan penyakit kanker.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stomach cancer – Symptoms and causes. (2018, May 19). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer/symptoms-causes/syc-20352438 [Accessed on July 30th, 2020]

Gastric cancer treatment (pdq®)–patient version. (2020, May 8). National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/stomach/patient/stomach-treatment-pdq [Accessed on July 30th, 2020]

What is stomach cancer?. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/about/what-is-stomach-cancer.html [Accessed on July 30th, 2020]

Stomach cancer risk factors. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html [Accessed on July 30th, 2020]

Symptoms. Stanford Health Care (SHC) – Stanford Medical Center | Stanford Health Care. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/cancer/stomach-cancer/stomach-cancer-symptoms.html [Accessed on July 30th, 2020]

Cancer In Indonesia. Global Cancer Observatory. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf [Accessed on July 30th, 2020]

Hamamoto Y. (2015). Complications in advanced or recurrent gastric cancer patients with peritoneal metastasis during and after palliative systemic chemotherapy. Molecular and clinical oncology3(3), 539–542. https://doi.org/10.3892/mco.2015.510 [Accessed on July 30th, 2020]

Can stomach cancer be prevented?. American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. https://www.cancer.org/cancer/stomach-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html [Accessed on July 30th, 2020]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 02/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri